Legenda perjalanan dua pendekar yang mengarungi dunia persilatan. Mengguncang dunia persilatan dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. Mendapatkan julukan dari para pendekar diseluruh penjuru dunia.
Perjalanan menuju keabadian yang penuh akan pengorbanan. Mengguncang langit dengan pedang di tangannya. Seluruh alam berseru, menunggu waktunya mereka mencapai puncak tertinggi dunia.
cover by: pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelahiran Sebagai Manusia
Mereka telah sampai di puncak gunung tepat di depan kuil besar. Suasana tenang menyelimuti hati mereka.
"Mari,"ucap biksu tua mengajak Kaisar dan Jendral Yan Qin masuk ke dalam kuil.
Biksu tua memberitahu kepada Kaisar bahwa bencana yang dimaksud adalah bencana kebangkitan kaum iblis.
"Iblis tidak akan pernah selamanya musnah selama semesta masih ada. Mereka hanya bisa disegel agar tidak dapat membuat kekacauan lagi,"ucap biksu tua.
"Kebangkitan kaum iblis? Lalu apa hubungannya dengan leluhurku dan awal bencana yang akan dimulai dari kerajaan ku?"tanya Kaisar.
"Gulungan lembar pembuka iblis telah muncul ke alam tengah. Leluhurmu dahulu melakukan kesalahan hingga Permaisurinya mengucapkan sumpah yang membuat sebuah pasukan terlahir dari api dendamnya. Ketika Permaisuri mengucapkan sumpahnya, tubuhnya terbakar dan melahirkan pasukan yang dinamai bayangan hitam. Kesalahan yang dilakukan leluhurmu bertahun-tahun silam dimanfaatkan oleh iblis untuk memulai membangkitkan kembali kejayaannya. Bencana melanda seluruh dinasti dimulai dengan dinasti Liang. Bencana yang menimpa alam tengah setelah kekacauan sebelumnya,"ucap biksu tua.
"Semua akan berakhir?"tanya Kaisar Liang.
"Tidak ada yang tahu secara pasti takdir masa depan,"jawab biksu tua.
Jendral Yan Qin mengamati kuil yang baru pertama kali ia kunjungi.
"Kalau boleh tahu, siapa yang menyerang Yang Mulia Kaisar sebelumnya?"tanya Jendral Yan Qin.
"Aliran hitam. Sepertinya formasi disekitar gunung melemah setelah puluhan tahun lalu,"ucap biksu tua.
"Biarkan aku membantu,"ucap Jendral Yan Qin yang disetujui oleh Kaisar.
Mereka berdiri saling memunggungi menembakkan laser kekuatan ke langit menghantam formasi yang telah dibuat sebelumnya. Formasi lingkaran mengelilingi kuil hingga mencapai gunung-gunung lainnya.
"Teknik formasi pilar surga!"ucap mereka bersamaan.
Formasi pada gunung lainnya berubah menjadi pilar raksasa menembus langit mengelilingi kuil. Langit terbuka secara perlahan menurunkan cahaya emas menyinari formasi yang dibuat membuat pilar-pilar lainnya merefleksikan dengan arrayng mengelilingi seluruh gunung yang berada dalam jangkauan kuil.
"Terlalu menguras tenaga,"ucap Jendral Yan Qin.
"Teknik tingkat surgawi memang perlu banyak kekuatan untuk menggunakannya,"balas Kaisar Liang.
Biksu tua tengah merapalkan mantra meskipun perbaikan formasi telah selesai dilakukan. Bunga teratai raksasa mekar sempurna mengelilingi kuil yang perlahan-lahan tertutup kelopaknya.
"Teknik surgawi, perlindungan bunga teratai emas,"ucap Kaisar Liang.
"Anda bisa datang kemari ketika hati anda dilanda kebingungan,"ucap biksu tua.
"Terimakasih,"balas Kaisar Liang.
Seekor burung elang putih terbang dengan kecepatan tinggi menuju arah selatan dengan seseorang yang berada di punggungnya. Kecepatannya diatas rata-rata burung elang biasanya.
Hua Yan berada di pinggiran wilayah Kekaisaran Qin yang meliputi pegunungan dan hutan-hutan lebat yang belum terjamah oleh manusia. Hua Yan melihat sumber kekuatan alami dari tengah-tengah hutan. Elang putih terbang merendah menuju tempat yang diperintahkan oleh Hua Yan.
Terdapat gubuk tua di tengah-tengah hutan belantara yang belum terjamah oleh manusia. Tidak ada satupun hewan buas disekitar gubuk dalam radius 5 km.
"Kenapa kekuatan besar yang aku rasakan berasal dari gubuk ini?"pikir Hua Yan bingung.
Hua Yan membuka pintu gubuk yang sudah lapuk termakan oleh usia. Lantai yang terbuat dari kayu sudah bayak yang keropos.
"Hanya sebuah batu datar?"tanya Hua Yan.
Hua Yan ingin menyentuhnya sebelum kekuatan besar menghempaskannya.
"Kekuatan macam apa yang dapat membuatku terhempas beberapa langkah"ucap Hua Yan heran.
Muncul gambar tiga dimensi diatas batu yang merupakan seorang pria dengan hanfu mulia tengah bermeditasi.
"Mirip seperti diriku,"ucap Hua Yan disambut dengan mata terbuka orang yang bermeditasi di depannya.
"Kau pasti telah menemukan diriku. Aku hanya salah satu serpihan jiwa Dewa mu. Kau harus tahu kenapa engkau terlahir sebagai manusia"
"Tunggu!!"sela Hua Yan yang dianggap angin lalu oleh serpihan jiwanya sendiri.
Serpihan jiwa Hua Yan masuk ke dalam tubuh Hua Yan. Hua Yan berada di lautan kesadarannya melihat potongan peristiwa besar.
Seseorang tengah bersimpuh memohon ampun.
"Kau telah melanggar hukum surga! Kau heus dihukum!"
"Maafkan aku ayahanda... Aku tidak akan mengulanginya lagi...."
"Kau akan dihukum. Jiwamu akan terpecah menjadi 8 bagian dan kau akan terlahir sebagai manusia. Kau tidak akan pernah bisa kembali sebelum kau mendapatkan ke tujuh serpihan jiwamu!!"
Langit dua alam bergetar hebat tatkala seseorang mengucapkan kutukan. Seseorang yang bersimpuh tubuhnya berubah menjadi tujuh bola cahaya melesat menyebar ke segala arah. Hanya tersisa satu serpihan jiwa yang membentuk janin.
"Kau akan aku kirim ke alam tengah sebagai manusia"
"Ibumu ini tidak bisa melakukan sesuatu untukmu saat ini karena takdirmu barulah dimulai.
"Xia Feng!"
"Kau jaga anakku selama 15 tahun, kau bisa kembali setelahnya"
"Teratai putih akan selalu bersamamu. Ibumu terlahir dari bunga keabadian teratai putih yang merupakan inti energi langit. Pergilah, kau akan kembali suatu saat nanti"
Xia Feng membawa janin yang merupakan Hua Yan turun ke alam tengah. Janin yang dibungkus oleh teratai putih.
Permaisuri langit melihat suaminya berdiri memandang Xia Feng membawa anaknya pergi.
"Altar suci berserta dengan empat pilar agung akan menjadi saksi dan tempat dimana putra surgawi bersama dengan permaisurinya akan dinobatkan menjadi Kaisar Langit dan Permaisuri Langit suatu saat nant,"ucap Kaisar Langit.
Permaisuri Langit meneteskan air matanya melihat kepergian anaknya.
"Penyeimbangan harus dilaksanakan apapun yang terjadi,"ucap Permaisuri Langit dengan suara serak.
"Kelak altar suci dan empat pilar agung menjadi tempat dimana putra surgawi dan permaisurinya menyeimbangkan semesta,"ucap Kaisar Langit.
Hua Yan melihat semua kejadiannya namun tidak mengerti apa maksudnya
"Siapa dia,"ucap Hua Yan kebingungan.
Salah satu serpihan jiwa Hua Yan yang sebelumnya masuk ke dalam tubuhnya tiba-tiba muncul di samping Hua Yan.
"Itu adalah kau, awal kelahiranmu sebagai manusia"
"Aku? Tapi bagaimana mungkin?"tanya Hua Yan.
"Pergilah ke ujung selatan, kau akan menemukan salah satu jawabannya"
"Selatan adalah lautan luas dengan ombak ganasnya,"jawab Hua Yan.
"Itu adalah tantangan mu sendiri. Aku selalu berada di dalam tubuhmu sebagai kekuatan"ucapnya menghilang.
Hua Yan tersadar kembali dan melihat meja batu tempat dimana ia menemukan salah satu serpihan jiwanya.
Seberkas cahaya muncul turun dari langit menyinari Hua Yan. Tubuh Hua Yan diselimuti aura berwana coklat gelap. Serpihan jiwa sebelumnya muncul berubah menjadi bola cahaya berwarna coklat gelap masuk ke dalam tubuh Hua Yan.
"Kau sebelumnya mendapatkan berkah dari Dewa Bumi. Sekarang kau mendapatkan inti dari kekuatan Bumi itu sendiri"
"Aku harus cepat-cepat menuju selatan,"ucap Hua Yan berlari keluar menaiki punggung elang putih miliknya melesat ke arah selatan.