Area 21, bijaklah dalam memilih bacaan !!!
Pikiran liarku, sering membayangkan jika aku berhubungan dengan pelayan baru kami, Melani. bahkan aku selalu mencuri-curi pandang ke bokongnya yang terlihat sangat montok menggairahkan, buah dadanya yang besar, membuat aku sering berfantasi liar, jika menikmati kedua benda itu, yang selama ini tidak aku dapati pada istri ku Sinta.
Aku langsung menuju kantor untuk bekerja, namun aku sama sekali tidak bisa fokus bekerja. malah aku berfikir "Jika aku kembali pulang dan meminta Melani untuk memuaskan aku diranjang, dia bakal nolak ngak ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lani pergi
“Hentikan Sinta, kamu bisa membuat Lani celaka.” Dani langsung melerai dengan menarik tubuh Sinta agar menjauh dari Lani.
Dan langsung membantu Lani untuk berdiri, wajah Dani tegang dan sangat kawhatir, melihat kondisi Lani, dengan wajah memerah dan rambut awut-awutan, tidak jauh beda dengan diriku.
“ Kenapa kamu suka sekali bertindak brutal sekarang Sinta, aku tidak habis pikir melihat kelakuan mu ini.” Dani menatap tajam Sinta, sedangkan Lani menangis berlindung dibelakang Dani.
Sinta diam seribu basa, dia masih mencoba untuk mengatur pernafasan yang masih memburu. dengan perasaan sakit melihat pembelaan Dani pada pelakor itu.
“ Sayang, kalau kamu punya masalah. Kita bisa bicarakan baik-baik. Tidak dengan cara seperti ini.” Dani mulai melunak.
“ Gimana aku nggak emosi mas, dia selalu melawan dan membantah ku, bahkan Lani mengatakan jika aku iri, jujur ya mas. Semenjak kedatangan Lani, aku selalu dihantui perasaan curiga sehingga aku tidak bisa tenang dengan keberadaan nya.”
“ Maksud mu, kamu mencurigai kami berdua?"
“ Ya, mustahil seorang pelayan seperti dia memiliki barang-barang mahal, bahkan dia juga mempunyai hp sama persis dengan ku.”
“ Cuma karena itu kamu langsung curiga pada kami, alasan yang sengaja dibuat-buat.”
“Bukan itu saja mas, kamu selalu membelanya, aku mencium wangi parfum Lani ditubuh mu, tanda merah disepray. Bahkan, kalian selalu saling tatap penuh cinta dihadapan ku, kurang bukti apa lagi mas, dan masih banyak kejanggalan diantara kalian, meskipun aku tidak bisa membuktikan nya sekarang.”
“ Durhaka kamu Sinta, aku banting tulang buat kamu, semua keinginan mu selalu aku turuti, liburan berdua di Cappadocia, rumah mewah yang juga ada villa disebelah nya. Mas berikan. Bahkan semua itu atas namamu. Mas sedih dan merasa gagal mendidikmu untuk jadi istri yang baik.” Hardik Dani.
“ Terserah kamu mas, aku tidak peduli lagi pada semua nya.”
Aku memang keras kepala, dan tidak takut lagi pada apapun, termasuk jika mas Dani mengambil alih semua lagi, aku yakin semuanya pasti akan berbuah manis, aku harus kuat menghadapi permasalahan ini, aku tidak boleh lemah dan diinjak-injak mereka.
“ Sinta, mas masih berusaha sabar untuk menghadapi sikap mu yang seperti ini, mas memberimu kesempatan sekali lagi untuk berubah “
“ Baik mas, aku akan berubah. Tapi jika Lani sudah angkat kaki dari rumah ini, kalau tidak mas bisa pilih. Aku yang pergi atau Lani.”
Mas Dani terlonjak kaget, dengan keputusan ku yang tidak pernah gentar.
“ Oke, aku akan suruh Lani keluar dari rumah ini, puas kamu Sinta dengan kecurigaan yang tidak beralasanmu itu.”
Mas Dani berjalan mendekati Lani dengan tatapan yang sulit aku artikan. aku tidak mendengar jelas obrolan mereka yang pelan, tapi Lani menggangguk mendengar ucapan mas Dani. karena penasaran aku, melangkah mendekati mereka.
“ Lani kemaskan barang-barang mu, aku akan mengantarkan pulang kerumah mu yang dulu.” Ucap mas Dani sedikit meninggikan suaranya.
" Kenapa sih mas, harus kamu yang nganterin langsung, kita kan ada sopir, atau minta Rey kan bisa."
" Baiklah, terserah kamu Sinta. aku capek menghadapi permasalahan ini." teriak mas Dani langsung pergi.
Tidak lama Rey datang, dia sepertinya sudah diberitahu oleh mas Dani untuk menjemput Lani, bagiku tidak masalah, yang penting aku tidak melihat wanita itu lagi dalam rumah ini.
Selepas kepergian Lani, mas Dani juga berubah. bahkan dia kembali tidur dikamar tamu. jika ditanya jawabnya singkat bahkan tidak mau membalas tatapanku.
" Terserah kamu mas, aku tidak peduli karena aku yakin kecurigaan ku ini benar. kalian berdua memang memiliki scandal." gumam ku
apa nti ada season 2 kah ??
Lanjuut tor,, semangaatt..