NovelToon NovelToon
Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi

Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:411.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Trisubarti

Cerita ini mengisahkan tentang Mawar. Menikah muda dengan Aditya walaupun sudah di larang oleh kedua orang tuanya.


Setelah berjuang ingin bangkit dari kemiskinan, rela berjualan kripik singkong agar suaminya bisa kuliah. Untuk menepis keraguan orang tuanya.
Namun, setelah berhasil. Apa jadinya jika sang suami malah menikah lagi?
Kita ikuti yuk kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trisubarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Ingkari Itu Pak.

"Kakak..." Melati menghambur ke pelukan Mawar begitu juga dengan Ibu Riska. Mereka bertiga berpelukan sambil menangis menumpahkan segala rasa, suka, duka, sedih, dan gembira.

Sementara Pak Sutisna baru keluar dari kamar mandi, berpapasan dengan Aditya yang baru menuruni anak tangga.

"Bapak... kapan datang... kok tidak memberi kabar? padahal saya mau menjemput Bapak," ucap Adit kemudian ingin menjabat tangan Pak Sutisna. Namun, Pak Sutisna menepis tangan Adit.

Adit terkejut menatap wajah Pak Sutisna yang sedang merah padam.

"Apa yang kamu lakukan kepada anak saya?! Pak Sutisnya menatap wajah Adit membunuh.

Deg

"Ma-- maksud Bapak?" Adit gagap menjawabnya, belum tahu maksud mertuanya, ia pikir mertuanya tidak mengetahui bahwa dirinya menikah lagi.

"Plak." Pak Sutisnya menampar menantunya itu.

"Adit menunduk sambil memegangi pipinya. Adit berpikir dan tahu jawabanya, bahwa Pak Sutisna kecewa kepadanya.

"Jangan pura-pura buta KAMU!"

"Plak."

"Jangan pura-pura tuli KAMU!"

"Plak. Plak." Pak Sutisna menampar dua kali lagi hingga Adit terhuyung kebelakang.

"Apa yang kamu lakukan kepada anak saya! belum puas keluargamu menyakiti anak saya! hah? dan justeru kamu menambah luka di hati anak saya!"

Pak Sutisna seperti orang kalap, merasakan semua sakit yang di rasakan anaknya selama beberapa tahun karena tekanan Ibu Adit seolah meledak saat ini, dan Adit yang menjadi sasaran.

"Buk buk buk"

Pak Sutisnya memukul bahu, dan wajah hingga darah mengalir dari bibir Adit, hingga Adit terjungkal kelantai.

Pak Sutisna mengambil ancang-ancang ingin memukul kembali.

"Bapaaaaak..." hiks hiks. "Jangan pukuli Mas Adit Pak, Mas Adit bisa mati!" Mawar berlari menubruk badan Adit yang sudah terkapar di lantai, dan mendekapnya sambil menangis mengharu biru.

"Bapak yang selama ini membentuk Mawar agar menjadi anak yang tidak menjadi pendendam"

"Bapak yang membentuk jiwa anak-anak Bapak, agar menjadi wanita yang sabar, dan pemaaf, jadi Mawar mohon, jangan ingkari itu Pak..." hu huuu...ucap Mawar tanpa jeda walaupun sambil menangis.

"Bapak... hentikan! Bapak mau menjadi pembunuh!" tukas Ibu merangkul suaminya dari belakang. Pak Sutisna kemudian terduduk di lantai dengan nafas tersengal-sengal. Kata-kata Mawar telah menyentil nya.

Pak Sutisnya mengamati telapak tanganya yang memerah, kemudian menatap Adit yang masih dalam dekapan Mawar.

Seumur hidup, Pak Sutisna belum pernah menampar bahkan sampai memukul, membunuh seekor semut pun tidak tega.

Melati yang melihat kejadian Bapaknya sampai bisa memukul bertubi-tubi membuat Melati diam terpaku di tempat. Tadi ketika sedang berbincang-bincang dengan kakak dan Ibunya mendengar kegaduhan di dekat kamar mandi mereka pun cepat berlari.

"Mela, ambil air putih" titah Bu Riska menyadarkan lamunannya.

"Baik Bu." sahut Melati, kemudian berjalan menuju dapur, tidak lama kemudian membawa segelas air dan memberikan kepada Pak Sutisna.

"Ini diminum dulu" titah Ibu.

Pak Sutisnya meneguk air hingga tinggal setengah rasanya lelah jiwa raganya. Ibu kemudian menarik tangan pak Sutisna pelan agar berdiri, kemudian membawanya ke depan televisi.

Sementara Mawar membangunkan Tengkuk Adit dengan susah payah karena berat.

"Perlu bantuan Kak?" Melati mendekat ingin membantu.

"Tidak usah Mel, tolong urusi Bapak sama Ibu dulu ya, ajak sarapan pasti lapar" pungkas Mawar.

"Iya kak" Melati meninggalkan Mawar yang masih membantu suaminya untuk berdiri.

Mawar kemudian memapah suaminya, dan mengajaknya masuk ke kamar tamu, tidak mungkin Mawar membawa ke lantai atas sedangkan keadaan Adit sangat lemas.

"Mas tiduran dulu" ucap Mawar meninggalkan Adit, kemudian jalan kedapur ambil kompres dalam baskom, air minum, tidak lupa mengambil P3k lalu membawanya kembali ke kamar.

Mawar dengan telaten mengompres wajah suaminya sesekali Adit meringis menahan nyeri.

"Maafkan Bapak ya, Mas" ucap Mawar walaupun sebenarnya memaklumi kemarahan Bapaknya. Namun tetap saja Mawar merasa tidak enak.

"Nggak apa-apa Maw... yang di lakukan Bapak memang benar" ucapnya kurang jelas karena menahan perih di sudut bibirnya.

"Seharusnya Bapak membunuh aku saja sekalian" sambungnya.

"Iya, terus... kalau Mas mati mau membiarkan dua Istri Mas menjadi janda?" sindir Mawar.

Adit menatap Mawar yang sulit di artikan.

"Ini minum dulu" Mawar memberikan minum setelah mengganjal kepala Adit dengan dua bantal untuk memudahkan Adit meninumnya.

"Mas tiduran dulu ya, aku mau membuat bubur" ucap Mawar kemudian meninggalkan Adit.

Mawar kemudian keluar dari kamar berniat membuat Bubur, tidak mungkin Adit di beri makan yang keras karena bibir dan pipi bagian dalam yang terkena tonjok pasti perih karena membentur gigi.

*****

Sementara di depan televisi Ibu Riska menasehati suaminya. "Bapak tuh nggak boleh begitu, kejadiannya tidak seperti yang kita pikirkan Pak"

"Maksud Ibu?" tanya Bapak mengerutkan dahi.

"Jadi Adit menikah lagi itu karena terpaksa Pak, istri Adit yang sekarang tuh menderita penyakit kanker otak stadium 4"

"Kita juga jangan terlalu menghakimi Adit Pak, lagian Mawar tidak ingin kehilangan Adit loh"

"Ibu sudah bicara dengan anak kita Pak, tetapi Mawar kekeh tidak ingin di pisahkan" tutur Ibu. "Bapak jangan main pukul-pukul begitu" sambung Ibu.

"Kalau Adit nggak terima, kemudian menuntut Bapak bisa masuk penjara loh" Ibu menakuti suaminya agar tidak bertindak kasar lagi. Lagian tidak mungkin juga, Adit melaporkan mertuanya.

"Harusnya kita tanyakan baik-baik dulu jangan main hakim sendiri, biar bagaiman Adit itu menantu kita, sayang sama Mawar." pungkas Ibu.

"Pak... Bu... kata kak Mawar, di suruh sarapan dulu" ucap Melati yang baru dari dapur menghampiri Bapak dan Ibunya.

"Bapak nggak lapar Mel" sahut Bapak masih syok dengan perbuatanya sendiri.

"Jangan begitu Pak, makan sedikit biar tidak masuk angin" titah Ibu.

Mereka menuju meja makan, dan sarapan walaupun napsu makan masing-masing menguap. Padahal naik bus malam sungguh melelahkan.

"Sini nak, sarapan dulu" kata Ibu melihat Mawar baru keluar dari kamar.

"Iya Bu, sebentar... aku membuat Bubur dulu." sahut Mawar kemudian kedapur ambil segenggam beras, mencucinya lalu membuat bubur dengan api kecil sambil menunggu matang, Mawar menuju meja makan.

"Sini nak" Ibu menarik kursi agar Mawar duduk. Mawar kemudian duduk disamping Ibu.

"Ini kak aku ambilkan ya" Melati ambil piring kemudian meletakan sepotong omlet dan meletakan di depan kakaknya. Melati menatap wajah kakak nya yang sedang dirundung banyak masalah tidak tega.

Begitu juga dengan Pak Sutisna dari tadi mengamati gerak gerik anaknya, beliau menyesal seharusnya tidak berbuat seperti tadi yang ada justeru menambah masalah.

Mawar menyuap sedikit omlet sebenarnya tidak berselera. Namun memaksakan diri. Selesai sarapan Melati membawa piring kotor kedapur kemudian mencucinya. Sedangkan Ibu segera ke kamar mandi.

Di meja makan, tinggal Bapak, dan Mawar keduanya saling diam, entah darimana mau memulai untuk bicara.

"Maafkan Mas Adit Pak" Mawar akhirnya berucap.

"Bukan kamu yang harus minta maaf Maw, tetapi suamimu yang harus meminta maaf" sahut Bapak.

"Iya Pak, tapi nyatanya Mas Adit sekarang sedang tidak berdaya, dan seandainya Bapak tadi tidak memukulinya, pasti sudah minta maaf sama Bapak." kata Mawar, membuat Pak Sutisna kalah telak.

"Bapak tadi malam naik apa kesini?" Mawar mengalihkan pembicaraan, lagian Mawar belum sempat menanyakan hal ini.

"Naik bus nak" sahut Bapak.

"Kok nggak naik pesawat Pak? Mawar kan sudah pesan sama Melati."

"Iya, Bapak yang nggak mau, kalau nak bus kan dekat rumah kita ada agen, kalau naik pesawat harus ke Bandara dulu, jauh" pungkas Bapak.

1
Lita Yunata
Kecewa
Lita Yunata
Buruk
YouTrie: EGP cari saja bacaan yang sesuai
total 1 replies
falea sezi
karma johan mana nih masak adem ayem aja
falea sezi
bapak egois ne johan
falea sezi
cerai aja lah mawar biar Adit ma istri penyakitan
falea sezi
cerai aja mawar
Endang Supriati
saya 3 x melahirkan dgn cesar, tdk masalah. malah bagus tempat utk junior suami utuhh! tdk utk buat jalan lahir. kata suammi saya rasanya masih kaya perawan walau tdk berdarah. beda yg lahir normal kaya goa terawan. serapat rapatnya buat lewat kepsla bayi. yg jekas longgarrrrrr.
Endang Supriati
mana ada laki2 dipaksa menikah, yg ucap ijab kabul itu laki2
Sri Watigustami
thor,,kasih saran aja ya tlg jadikan mawar wanita yg tegas,mna ada cerita wanita mau dimadu apapun itu alasannya
Sri Watigustami
mana ada wanita kayak mawar,selain dijaman nabi .. jd malas bacanya thor.
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak dear Handana
Nenieedesu
sudah aq like, 5 bintang dan sudah aq favoritkan juga kak
Nenieedesu
AQ kasih lima bintang
Aninda Peto
aku mampir budhe, dukung karyaku juga yah.... judulnya Dark Romance. karya baruku heheheh
Aninda Peto: gagal gimana?
total 5 replies
amalia gati subagio
so ratu kenong ngerayu raja halu agar ttp bertahta, uchhh fasilitas bok.... silau men 😁rumah baru, tabungan, yg urusan dgn du n du aman terkendali, poligami dgn 1/2 zasat.... jual miralis ya war demiiii.... kian 😜
amalia gati subagio
mawar sok iyes, 11 12 lakinya, serakah!!! sok yg paling tersakiti utk level The one and only one 🤗🤗🤗🤗keyen!!! kere sudra dadi raja n raju lenong 👍
amalia gati subagio
pernyataan termunafik dari pembual pejinah
Helen Apriyanti
smngttt sll budhe .. buln sll sabar ...
R.F
ljt kk
Nur Hidayah
Lanjut Rembulan dan Tara nya Budhe😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!