Novel ini berkisahkan tentang seorang gadis yang memiliki luka yang tak pernah bisa dia lupakan. Berawal dari pertemuan nya dengan cinta pertama nya saat masa kuliah. Kisah asmara yang mereka lalui awalnya sebuah kisah yang menjadi sorotan para mahasiswa lainnya. Kebahagiaan dan kepahitan mereka lalui bersama. Namun apakah cinta mereka akan bertahan selamanya atau cinta mereka akan kandas ?. Karna ini membahas tentang luka ya tentu saja cinta mereka akan berakhir dengan kesalahpahaman dan kebencian. Kesalahpahaman yang di timbulkan oleh Lida dan kebencian yang di rasakan danzig ini membuat mereka saling bertolak belakang, namun kenyataannya dan kepahitan itu hanya Lida sendirilah yang merasakan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winipooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salju Pertama dan Terakhir
"Wah sepertinya sudah masuk musim dingin aja ya kak" kata Lida.
"Iya ni lid, ya biasalah bulan Januari, Desember atau Februari biasanya ka memang musim dingin di Jerman" kata danzig.
"Iya kak, gak terasa waktu berlalu dan sekarang udah selsai aja S2 nya. Kayaknya waktu juga ikut bahagia deh, pas di hari ini salju pertama turun".
"Lid ? pernah dengar gak orang dulu-dulu bilang, biasanya salju pertama turun kalau mengungkapkan cinta kepada orang yang kita suka katanya hubungan nya bakalan langgeng".
"Ah masa iya kak ? ya kalaupun benar buat apa juga. Toh sekarang aku jomblo".
"Boleh ambil foto gak" ? kata Dimas.
"Oh boleh dong kak, itung-itung terakhir kita di Jerman".
Ceklek bunyi suara foto danzig dan Lida yang di temani dengan coklat panas dan cake.
"Aku boleh upload kan ? gak ada yang marah lagi kan kalau aku upload" ?
"Hahaha kak suka bercanda deh, siapa juga mau marah kan aku jomblo".
"Iyasih, bukankah sesama jomblo kita harus mengisi kekosongan ini sama-sama".
"Apasih kak gak lucu tau bercandaan nya dari masih ngampus juga kayak gitu. Bahaya Lo kak orang bisa salah paham tau hahaaha".
"Kamu boleh kok salah paham" !
Jleeep mata Lida langsung melotot kaget.
"Maksudnya apa kak" ?
"Lid, kak sebenarnya menyukai mu sejak dulu, saat kita masih kuliah sama-sama dulu tapi kak kalah sama Danzig. Danzig duluan yang mendapat kan tempat itu".
Deg deg deg Lida kaget saat mendengar perkataan Dimas itu, ia tak menyangka Dimas bisa menyimpan perasaan selama itu.
"Apa Lida gak salah dengar kak ?
bagaimana mungkin kak bisa menyukai Lida selama itu" ?
"Iya kamu gak salah dengar kok lid, ya itulah kehebatan cinta tidak bergerak ke sembarang tempat dan tidak mengeluarkan suara agar orang tidak tahu. Selama ini kak diam dan menahan nya saat kau bersama danzig. Apakah sekarang boleh kak mengisi tempat itu" ?
Kak Dimas baik sih, selama ini pun dia selalu ada buat aku. Aku pun banyak menghabiskan waktu ku bersama dia. Apakah aku mencoba saja ya dengan kak Dimas batin Lida.
"Lid, kenapa diam" ?
"A apa kak" ?
"Maukah kau mengabulkan pernyataan ku di saat salju pertama turun ini ?
ya kalaupun tidak bisa di jawab gak perlu di jawab kok lid, jangan memaksa sesuatu yang belum bisa kau terima. Kak tau kok lid kau masih di bayangin dengan bayang-bayang danzig, tapi kalau kau bersedia lepas dari penderitaan itu kak siap membantu mu. Bersandar lah bersama ku, karna sudah cukup lama kau lelah dalam penderitaan mu sendiri".
Hiks hiks hiks...
"Kak, aku gak tau harus jawab apa. Tapi saat kak mengucapkan kata-kata itu rasanya aku lega ada yang memahami isi hati ku. Tapi aku takut juga menjalani hubungan dengan kak, aku takut kak menderita karna aku kak" hiks hiks hiks...
Dimas mengulurkan tangannya menyerka air mata Lida. "Untuk apa kau menangis dan membayangkan hal yang belum tentu terjadi, calm down lid di salju pertama ini bukankah kebahagiaan yang harus datang ?
kenapa kau malah mengeluarkan air mata. Hei lihat aku sini, aku selalu ada bersama mu" sambil senyum.
"Apakah aku boleh kak egois ?
apakah aku berhak sekarang merasakan cinta setelah apa yang aku lakukan dengan kak Danzig" ?
"Itu sudah berlalu beberapa tahun yang lalu, Danzig itu seorang CEO yang terkenal sekarang. Dia pasti sudah bahagia dengan wanita yang lain, bukankah kau sering mendengar skandal nya dengan wanita lain ?
dan juga dia sudah resmi bertunangan dengan Lisa. Bagi Danzig sekarang wanita bukan lah apa-apa".
"Perkataan kak Dimas benar, mana mungkin seorang yang hidup sejahtera itu akan terpuruk seperti aku. Ya benar bagi kak Danzig yang sekarang wanita sudah biasa jadi permainan nya. Entah mengapa kak Danzig begitu cepat berubah, hanya aku saja yang tetap sama".
"Karna dari itu mau sampai kapan kau seperti ini menyalah kan diri sendiri. Mengutuk diri sendiri, Kalau dia susah melupakan mu tak mungkin ia seterkenal sekarang. Bukankah egois menyiksa diri sendiri demi orang yang sudah hidup bahagia" ?
Hiks hiks hiks..
"Kak, kak benar sekarang waktunya aku bangkit tanpa melihat kebelakang lagi. Makasih kak udah selalu ada buat aku.
kak" ?
"Iya sama-sama lid. Iya ada apa lid" ?
"Beri aku waktu untuk berpikir apa yang kak bilang tadi. Kak mau kan beri kan aku waktu" ?
"Yes, tentu kak akan memberikan kamu waktu. Mungkin jawabannya akan di dapatkan saat kita pulang nanti".
"Makasih kak sudah memahami aku".
"Ya karna menunggumu adalah keahlian ku Lid" sambil mengernyitkan mata sebelah.
Begitulah Dimas dan lida melewati salju pertma dan terkahir mereka di Jerman. Karena mereka harus pulang ke Jakarta.
ini seru banget guys, gue yakin emosi kalian bakal terkuras dan campur aduk jika baca novel ini. yuk mampir yuk di karya Winnipooh
sampai jumpa di karya selanjutx...
happy ending ✨
ditunggu karya baruuu nya kak👍
kalok Lida sama Fram...aku mau lihat ni si danzig merasakan seperti yang Lida rasa ??? sakittttt
semangat kak
semoga di permudahkan semua urusan kita 🙏