NovelToon NovelToon
Hati Yang Terbagi

Hati Yang Terbagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:190.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: AFI_18

"Bukankah poligami itu sunnah, kamu orang yang taat agama kan pasti juga tahu, apa kamu tidak ingin menjalankan sunnah yang satu ini?" ujar Ita pada sang suami

Ammar awalnya hanya ingin menolong seorang wanita namun sebuah kejadian yang tak terduga membuat orang lain salah paham dan bahkan istrinya sendiri tak mempercayainya

Bukan, bukan karena sepenuhnya kejadian itu yang membuat Ammar menikah lagi, tapi juga karena rumitnya rumah tangga yang saat ini ia jalankan bersama istri pertamanya karena sang istri masih terbelenggu oleh masa lalunya

"Kalian hanya ingin bermain rumah-rumahan kan, ok saya akan temani kalian bermain" ujar Zofa lantang

Namun ketika Zofa telah memasuki rumah tangga Ammar dan Ita maka saat itu pula hati Ita berubah, terombang-ambing mengikuti arus permainan. Dan kini Ita baru menyadari bahwa ia telah menaruh hati pada suaminya sendiri

____

Hay semua Jan lupa mampir ke novel saya ya, jika sudah mampir tolong tinggalkan jejak kalian baik berupa like, comment maupun vote, thanks a lot guys, ala kuli sukri askuruki

follow ig 👉 habr_zayf

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AFI_18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Deretan Para Mantan

Zofa pulang dari kantor namun rumah nampak sepi, karena mereka masih sibuk di rumah sakit

Malam harinya Ammar pulang sendirian, ia memasuki rumah yang nampak gelap karena Zofa memang tak menyalakan lampu rumah, ia sedang dekem di kamar sibuk berkutat dengan laptopnya

"Assalamualaikum Zofa" ujar Ammar

"Zofa kamu dimana?" Ammar mulai meninggikan suaranya

"Zofa"

Clek

Ammar membuka pintu kamar Zofa yang nampak terang benderang, dilihatnya Zofa tengah fokus pada layar laptopnya

"Kirain kemana ternyata di kamar kenapa tidak menyalakan lampu?" tanya Ammar berjalan ke arah Zofa

"Sibuk.... kamu dah pulang, emang bapaknya mbak Ita udah sembuh?" tanya Zofa tanpa menghadap lawan bicaranya

"Alhamdulillah udah boleh pulang tadi sore"

"Oh"

"Kamu sibuk?"

"Seperti yang kamu lihat"

Ammar bangkit dari duduknya, ia keluar kamar dan menaiki tangga memasuki kamar utama, setelah membersihkan dirinya ia berjalan ke dapur untuk makan karena perutnya terasa lapar

Tak ada nasi tak ada lauk bahkan tak ada roti, hanya ada bahan mentah saja, Ammar menyalakan kompornya, ia hendak memasak telor ceplok sekedarnya

"Bisa masak emang?" suara remehan itu terdengar jelas di telinga Ammar

Ammar menoleh ke belakang menatap Zofa yang menyilangkan tangannya "In Syaa Allah" ujarnya

"Oh bagus deh" Zofa hendak bergegas ke kamar namun

"Astaghfirullah" ujar Ammar spontan kala minyak itu menyiprat ke tangan kanannya, tangan kirinya yang merespon bahwa akan ada bahaya lebih lanjut segera bergerak mematikan kompor

"Hahahaha" Zofa tertawa melihat kejadian itu, sebenarnya Ammar tak bodoh bodoh amat dalam memasak, ia masih sanggup memasak makanan sekedarnya namun karena tadi tangan Ammar masih basah tak sengaja menetes mengenai minyak panas di wajan membuat sedikit keributan antara minyak dan air yang saling beradu

"Hahahaha udah udah jangan di paksain, sini biar aku aja hahahaha" Zofa tak henti hentinya tertawa kapan lagi dapat melihat wajah malu bercampur kesal milik Ammar

Satu telor dadar, tahu kentang oseng, serta tempe goreng sudah berjejer di meja makan, kini tinggal menunggu nasi matang saja baru bisa mengisi perut Ammar yang kosong

Zofa duduk di kursi samping Ammar yang biasa Ita duduki

"Sepertinya kamu sangat mencintai mbak Ita?" tanya Zofa tiba-tiba

Ammar mengangguk sebagai jawaban

"Kenapa kamu mencintainya?"

"Karena dia istriku" ujar Ammar

"Mmmmm...... bagaimana denganku? Apa kamu juga mencintai ku?" tanya Zofa yang penasaran dengan jawaban Ammar

Lagi-lagi Ammar menganggukkan kepalanya, Zofa tersenyum mendengar jawaban Ammar, dia bukan wanita yang mudah percaya dengan seorang pria yang mengatakan aku mencintaimu, ya karena ia sudah berpengalaman berpacaran dengan berbagai macam cowok

"Kenapa?" tanya Zofa, baginya mencintai seseorang itu tak ada alasannya namun dilihat dari tingkah Ammar ia merasa ada alasannya

Ammar menghadap ke arah Zofa, menatap manik mata Zofa yang nampak bening berwarna hitam

"Karena kamu istriku" ujarnya tulus

Zofa mengangguk paham, pria di hadapannya ini yang telah berstatus suaminya mencintai ia karena ia kini adalah seorang istrinya, jika dirinya bukan seorang istri dari pria yang bernama Muhammad Ammar Athallah tentu saja Ammar tak mungkin mencintainya

"Boleh saya tahu apa kamu pernah mencintai seseorang?" tanya Ammar

Zofa mengangguk "Aku punya beberapa mantan"

"Bisa ceritakan semuanya" pinta Ammar

Lagi-lagi Zofa mengangguk, baginya menceritakan mantan bukanlah hal yang menyedihkan, melainkan sebuah cerita lucu dalam hidupnya, kenangan yang menjadikan sebuah perjalanan hatinya untuk berlabuh, sebuah bumbu yang menemani warna kehidupannya dulu meski tanpa sadar itu akan membawanya pada sebuah dosa

"Mantan pertama aku orangnya tampan, ketua osis serta di gemari banyak cewek, sifatnya yang dingin dan cuek membuat para wanita mengaguminya, dia kakak kelas aku namun kami hanya bertahan setahun, karena dia mau fokus pada pelajarannya, dia ingin masuk di univ favorit"

"Apa kamu merasa sedih?" tanya Ammar hati-hati

Zofa menggeleng "Untuk apa, toh juga aku gak akan mati kehilangan dia"

"Kenapa kamu nerima dia jadi pacar kamu?"

"Karena dia tampan dan pintar"

"Mantan kedua aku cowok badboy, dia anaknya nakal tapi populer dan tentunya ganteng, dia playboy dengan kata-kata yang manis waktu pacaran sama aku aja dia juga pacaran sama cewek lain, hanya bertahan setengah tahun, akhirnya putus katanya aku terlalu cuek dan tak mau di sentuh"

"Kamu tahu dia seperti itu lantas kenapa kamu menerima dia?"

"Karena dia cowok populer meski badboy, anak basket lagi, bukankah kamu sudah pernah melihatnya di supermarket"

"Jadi dia mantan kedua kamu?"

Zofa mengangguk

"Mantan ketiga aku cowok perhatian, orangnya manis dan penyabar, hanya bertahan sampai satu setengah tahun, akhirnya putus karena dia harus melanjutkan pendidikannya di luar negeri"

"Kamu mencintai dia?"

"Aku mencintainya karena dia perhatian dan penyabar"

"Next mantan keempat, pas aku masuk kuliah aku pacaran sama anak dosen, gak terlalu ganteng tapi lumayanlah, dia baik suka ngasih aku contekan"

"Kamu mau sama dia karena suka ngasih contekan?"

"Gak juga, tanpa contekan aku juga masih bisa jawab soal, jangan meremehkan kemampuan belajar ku, aku menerima dia karena dia baik banget rasanya gak tega kalau nyakitin dia"

"Tapi ujung-ujungnya putus?"

"Yups, karena gak di restui sama orang tuanya"

"Next mantan kelima aku orang kaya raya, aku minta apa aja langsung diturutin malah di beliin lebih, bahkan aku gak minta dia malah sering beliin aku barang mewah, kita pacaran selama dua tahun akhirnya putus, karena waktu itu aku sibuk ngurusin skripsi, dia adek kelas aku manja banget orangnya"

"Kamu mencintai dia karena dia kaya"

Zofa mengangguk "Mantan terakhir aku hanya bertahan satu bulan, dia orangnya..... Segalanya bagiku, dia selalu ada kapanpun itu, dia selalu mendukung apapun yang aku kerjakan selagi itu baik buatku, namun dia..... pembohong, dia meninggalkan aku tepat di hari ulang tahunku, kau tahu itu merupakan kejutan terhebat yang aku dapatkan di hari ulang tahunku"

"Nampaknya kamu sangat mencintainya?"

"Ya aku mencintainya karena dia sahabat ku, kita pacaran karena keinginan dia, awalnya aku nolak karena aku gak mau merusak persahabatan kita yang sudah lama kita bangun dari kecil, namun Iki malah menyuruhku menerimanya, akhirnya aku menerima ia, jika aku tahu alasannya ini maka dari dulu aku mau pacaran sama dia hingga hembusan nafas terakhirnya"

"Maaf sudah membuat mu sedih" ujar Ammar sendu, ia dapat melihat mata bening itu berkaca-kaca

Zofa mengadah ke atas mengedipkan matanya beberapa kali agar ia tak meneteskan air matanya

"Dari semua cerita tentang mantanku itu apa yang dapat kamu ambil?" tanya Zofa sembari tersenyum

"Jangan pacaran itu dosa" ujar Ammar tegas

"Uhukkk" ucapan Ammar menusuk relung hatinya

"Ya itu masa lalu, gak lagi deh janji" ujar Zofa sembari mengangkat dua jarinya

"Rasa cinta yang aku gambarkan tadi semua ada alasannya, namun kau tahu cinta sesungguhnya itu tak akan ada alasannya"

"Cinta yang sebenarnya itu tanpa tapi dan tanpa karena"

Zofa mengulurkan tangannya dan menyentuh dada Ammar

"Tanyakan pada hatimu, benarkah kamu mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh" Zofa menepuk-nepuk dada Ammar pelan, kemudian gadis itu berdiri dan berjalan meninggalkan Ammar

"Kalau nasinya dah matang kamu bisa segera makan" ujarnya

Ammar menatap punggung istri keduanya hingga menghilang, ia menyentuh dadanya yang tadi di sentuh oleh Zofa

"Apa cinta serumit itu" gumamnya pelan

***

Cinta memang rumit 😪😪😪

1
Berlyan Syana
zofa selalu bahagia,sekolah ngak punya suami
Berlyan Syana
apa yang terjadi di kamar
Surati
semangat thor
Surati
bagus
Sri Wahyuni
s zopa emng ga mau ya punya rumah tangga yg baik klau gue mah ga mau jd janda
Gechabella
lucu and konyol padahal bertema poligami lho ini😁😁
Poppy Stellany
yg minta rumah sapa kok yg milih istri pertama
Hera sasuwe
sedihnya zofa buka kado dari iki n ternyataaa
Hanipah Fitri
kasihan Caca, merindukan kasih sayang ayah nya
Hanipah Fitri
Thor, jodohin Ita dgn laki laki yg baik, tapi jangan balikan lagi sama Amar
Hanipah Fitri
lama thor, baru up lagi hingga sdh lupa bahwa novelmu yg ini belum rampung
Wani Ikhwani
akhirnya up juga
Hera sasuwe
bener nyomplak nih si zofa
Hera sasuwe
ga dukung tuh perut zofa mo lanjutin debat 🤭😁
Hera sasuwe
panas kayaknya udah suasana gegara kekonyolan zofa
Hera sasuwe
lama2 bacanya senyum2 sendiri nih apalagi ama kelakuan zofa 🤭🤭😄
Suhartini Tien
Ada Apa Dengan Amar?
Hanipah Fitri
trims up nya thor 👃
Wani Ikhwani
kenapa tu Ammar?🤔🤔
Hanipah Fitri
thor, up lagi dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!