Khayrani Pratiwi seorang wanita muda yang selalu menjadi no.2. Di dalam keluarga,dalam pergaulan maupun dalam percintaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Episode 33
Udara malam ini terasa panas membuat Alessia tidak mau tidur, ia tetap mau bermain bersama papi nya ,walaupun papi nya hanya mengawasi sambil berbaring miring
" Sedang apa ?", bisik Alex pada Khay yang berada disebelahnya ketika dilihat istrinya fokus pada handphone nya.
" Hemm, aku sedang mengecek penjualan yang naik cukup signifikan, tapi untuk pesanan khusus berkurang, mungkin karna aku tidak berada di sana " jawab Khay pelan.
" hemm. Khay bagaimana dengan rencana mu membuka showroom, masih berlaku ?".
" Masih, kami sudah memutuskan tempatnya dan Minggu depan kami mulai mengisi nya. Apakah kau tidak melihat rekening ku yang berkurang drastis ?" jawab Khay sambil mengangkat alisnya.
" Kamu bisa mendesign pakaian, bagaimana kalau bergabung dengan tim design SCC ?" Alex menawarkan dengan senyum dibibir nya.
" Bergabung bersama SCC yakin aku ga akan di bully " ucapnya sambil melirik Alex.
" Aku pernah melihat hasil rancangan mu, tapi masih setengah jadi, kenapa tidak diteruskan ?" ucap Alex sambil memainkan rambut Khay yang panjang.
" Belum sempat, kemarin kan kita berlibur trus langsung kesini " ujarnya
" Pih, kamu terlibat dengan rekrutmen untuk perancang pemula ga ?" tanya Khay yang baru membuka email .
" Tidak, itu tugasnya Ramon , kenapa tertarik ?"
" Ini baca deh " ujar Khay sambil menyerahkan handphone nya pada Alex agar membaca email yang masuk. Alex membaca nya sambil memicingkan mata.
" Apakah kamu sudah pernah mengirim rancangan mu ke SCC ?".
" Belum, aku memang pernah mengikuti lomba design yang diadakan Fendy, tapi ga masuk " ucapnya tertawa geli.
" Kenapa tertawa ?" tanya Alex tidak mengerti .
" Ya karna mimpi aku terlalu tinggi, di Indonesia aja aku bukan siapa siapa, eh udah mau masuk ke Fendy aja " jawabnya masih tertawa membuat Alex tersenyum.
" Coba saja kamu tanya, bagaimana Ramon bisa memiliki nama mu kalau kau sendiri tidak pernah mengirim hasil rancangan mu " saran Alex dan ia melihat Alessia sudah mulai lelah lalu Alex berdiri dan menghampiri putrinya.
" Anak papi sudah lelah ya, kita istirahat'sekarang okey ?" ucapnya sambil menggendong nya.
" Maaf Tuan, boleh saya mencuci kaki,tangan dan wajahnya Nona dulu ?" kata Lastri gugup . Entah mengapa Lastri selalu merasa gugup bila bicara dengan Tuannya. Menurutnya Tuan Alex itu majikan yang paling keren dan baik tapi juga sangat menakutkan.
" Biar saya yang akan membersihkan Las, kamu bersih bersih juga sana, nanti kalau Alessia sudah tidur saya akan panggil kamu " ucap Khay sambil mengikuti Alex kedalam.
Dikamar Alessia, Khay segera melepaskan pakaian putrinya sementara Alex pergi ke ruang kerjanya .Setelah bersih Alessia langsung minum susunya sambil berbaring dan Khay menepuk pelan bahunya . Susu habis Alessia pun tertidur. Setelah putrinya tidur dengan nyenyak, Khay memamggil Lastri .
" Kamu temani Alessia ya ?"
" Ya Nyonya !"
Khay kembali keruang keluarga dan ia menyalakan tv melihat pagelaran busana di Paris. Khay memilih berbaring di lantai yang sudah dirancang sebagai penggantinya sofa karna sangat tebal dan lembut alasnya serta dipenuhi bantal bantal yang sangat nyaman.
Mengikuti saran Alex ia menghubungi Ramon untuk menanyakan rekrutmen para perancang pemula dan jawabannya membingungkan.
Menurut Ramon, nama Khy Design biasa disingkat KhyD atas usulan salah satu designer nya yang pernah memakai rancangan KhyD dan mengenai pemberitahuan atau undangan tertulisnya kemungkinan besok Selasa baru sampai di Malang .
Khay masih berada diruang keluarga saat Alex menghampiri dan turut berbaring disebelahnya.
" kenapa masih disini ?" katanya dan seperti Khay ,ia juga mulai ikut makan cemilan kacang-kacangan .
" Hem, masih enak disini " jawabnya sambil tertawa .
" Khay, awal tahun akan diadakan pagelaran fashion dunia di Paris kalian mau kan datang ke Paris ?" ucap Alex sambil memandang wajah istrinya yang terlihat segar tanpa polesan makeup.
" Awal tahun ?, tapi.. tanggal 21 Januari aku sudah wajib lapor ke Hannam University. Kamu tidak lupa kan ?" ujar Khay ragu, Dan Alex langsung memejamkan matanya .
" Tidak bisa dibatalkan ?" ujarnya pelan, dan Khay hanya diam tidak bisa menjawab.
" Kenapa Khay ?, apakah kamu masih ragu dengan hubungan kita ?, aku mengerti saat kamu menerima beasiswa tersebut hubungan kita masih belum jelas, dan kamu berfikir kamu akan langsung terikat kontrak kerja setelah selesai kuliah jadi kamu tidak sulit untuk menata masa depanmu. Aku memang bersalah tidak menjelaskan alasanku menjauhi dirimu karna aku tidak mau dirimu mempunyai beban menjadi istriku. " ujar Alex dengan suaranya yang berat.
" Maafkan aku, Sampai saat ini aku belum yakin benar siapa diriku dalam hidup mu. Aku tidak mengenal dirimu selain dari informasi yang kudapat melalui media. Aku mengaku salah karna tidak pernah meminta dirimu menjelaskan siapa dan sebagai apa dirimu. Kau benar aku menerima beasiswa untuk mencari aman untuk diriku maupun Alessia. Aku akan membatalkan kalau kamu bisa memberikan keyakinan yang benar-benar bisa kupegang untuk masa depanku juga Alessia." ujar Khay sambil menatap mata Alex .
" Bagaimana caranya aku meyakinkan dirimu Khay ,bahwa kamu adalah satu satunya wanita yang ada di hatiku sebagai pendamping hidupku. Dulu aku mempunyai banyak wanita yang selalu bisa memenuhi kebutuhan ku, tapi sejak kita menikah pelan tapi pasti aku melepaskan mereka karna aku mengharapkan hubungan yang pasti dan hanya bersama denganmu dan anak anak kita nanti." ucapnya membalas tatapan Khay yang dalam.
" Kita mulai dari awal lagi dengan memulai perkenalan . Sekarang baru bulan Februari masih ada 9 bulan waktu kita untuk saling mengenal dan memahami satu sama.lain apakah aku akan pergi atau tidak " ucap Khay memutuskan.
" Terima kasih Khay sudah memberi waktu bagi hubungan kita " ucap Alex sambil memeluk Khayrani penuh rasa sayang dan juga terima kasih.
Alex tidak mengetahui bahwa Khayrani sudah membatalkan beasiswa yang diterimanya sebelum berangkat ke Bali. Saat itu Khay mencoba peruntungan nya untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan Alex.