Karena sebuah kesalahan, gadis berumur 19 tahun yang punya kekebalan terhadap racun malah terjatuh karena sebuah Obat Perangsang.Hal ini membawa nya kedalam situasi serius. Karena salah minum, vivi terkena obat perangsang yang tidak pernah dia coba. Alhasil, Vivi pun menghabiskan malam yang menggairahkan dengan lelaki asing yang dia temui pertama kali.Setelah malam itu,kehidupan Vivi pun berubah.
"Aku akan mencari anakKu!"Cetus Vivian dengan mata menyalang marah pada takdir yang seolah sedang mempermainkannya saat baru membuka mata dari tidur panjang.
Apa yang terjadi ? Hal rumit apa yang dimainkan takdir untuk Vivi ? Seperti yang dia katakan, Vivi mencari anaknya setelah bangun dari Koma. Namun, Dalam proses mencari anaknya,takdir kembali mempertemukan Vivi dengan Pria di malam itu.Lagi-lagi takdir bertindak. Hal rumit dan menarik apa yang dipersiapkan takdir untuk Vivian ?
Kalo penasaran, silahkan di baca. Happy Reading yaaah ~ 🥰❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnez_('❛◡❛'), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#33.
Suara mereka diperbesar, Dan terdengar jelas di telinga anak laki laki yang sedang berada dalam pelukan vivian.
Anak laki laki ? Yah, anak laki laki itu tidak lain dan tidak bukan adalah Yohan agreete. Anak yang sedang bolos dari dari TK nya, dengan tujuan ingin menghabiskan waktu sendirian di taman bermain. Tapi siapa sangka, kejadian yang tak terduga malah terjadi.
"Yah, seperti biasa nya. Aku yang di salahkan.! entah tindakan ku benar atau tidak, orang orang akan selalu mencemo'oh ku, Tak ada yang memihak ku. Heh, memang sejak awal aku selalu sendirian. "
Batin yohan yang sedang menelan kepahitan seorang diri di usia nya yang masih dini.
Vivian yang tanpa sadar masih memeluk yohan dalam pelukan nya itu, kini berdiri dan menatap tajam semua orang yang ada di situ, dengan mengeluarkan aura membunuh nya yang sangat kuat, Terlebih pada pak supir itu.
"Hei orang orang bodoh nan tolol, apakah kalian tak pernah sekolah dan belajar ? Jika kalian sudah sekolah tapi masih punya pikiran yang tidak masuk akal seperti itu, maka aku sarankan untuk membeli penyedot debu. Agar dapat di gunakan untuk membersihkan otak kalian yang sudah penuh dengan butiran debu, bahkan sudah ada jaring laba laba di dalam sana. "
Ucap vivian dengan suara lantang. Anehnya lagi, seketika tak ada satu pun kendaraan yang melewati jalanan itu, jangan kan kendaraan beroda, lalat dan nyamuk saja tidak terdeteksi.!
Ucapan vivian itu langsung membuat semua orang termasuk pak supir itu terdiam seketika. karena ucapan yang di lontarkan vivian dengan tekanan wibawa yang luar biasa, membuat mereka malu dan tak berkutik.
"Jangan terlalu bodoh oke.?! Budidayakan lah manusia menghargai manusia tanpa pandang umur, status, dan hanya ikut arus saat berkomentar tanpa tau benar atau tidak. "
"Lampu pejalan kaki sudah berwarna hijau, dan lampu untuk kendaraan beroda berwarna merah. Itu artinya, pejalan kaki sudah boleh menyeberang, dan kendaraan yang mempunyai ban berhenti atau diam di zona masing masing. Apakah penjelasan seperti ini harus di jelaskan lagi.? "
"Aku kasihan pada guru TK kalian semua, yang sudah di ajarkan tapi di lupakan dan pura pura lupa, agar dapat menganiaya anak kecil yang tak bersalah. "
Ucap vivian yang membuat mereka semua mati kutu. karena tak mau menjadi orang yang di sudut kan, pak supir itu angkat bicara agar dapat membela diri nya sendiri.
"Tapi tadi kan rem saya blong, ban saya tiba tiba kempes. Jadi mobil saya tak dapat saya kendalikan. " jelas pak supir.!
"Kalau seperti itu, seharusnya saat kau keluar dari dalam mobil mu itu, kau meminta maaf pada anak kecil ini dan pada orang orang yang ada di dekat trotoar.! Bukannya berteriak marah marah agar tak ada yang dapat menyalah kan mu.! "
Jawab vivian pada pernyataan pembelaan dari pak supir itu. Pak supir itu pun kini diam seribu bahasa dan keringat dingin yang bercucuran di wajahnya yang mulai pucat.
"Dan satu lagi, anak ini bukan anak haram.! Aku adalah Mama nya, dan ayah nya sedang bekerja di kantor saat ini.! Apakah kenyataan ini dapat kalian manipulasi lagi ? Benar benar konyol. "
(Vivian sengaja berbicara bahwa dia adalah mama dari anak yang sedang dia gendong, supaya semua orang di situ merasa bersalah. Dia tak tau bahwa yohan memang adalah anak nya).
"Ah aku lupa. Untuk si pak yang mengemudi dengan tidak baik ini, dan masih mencari cari cela agar tidak di salah kan, gunakanlah waktu mu yang tersisa beberapa jam ke depan.! Karena aku takut, nyawa mu telah di pegang oleh malaikat pencabut nyawa.! Camkan itu.."
Tatapan tajam dan bengis yang seolah di buat untuk menaklukan lawan bicara itu, ternyata bukan cuma candaan saja.
Setelah mengatakan dengan suara yang halus tapi menusuk, vivian membalikkan badan nya dan berjalan menuju taman bermain, meninggalkan kerumunan menjijikkan itu.!
Lalu sampai lah mereka ke taman bermain, vivian langsung menurunkan anak laki laki yang dia peluk dan gendong tadi, Di atas rerumputan yang hijau, lalu vivian duduk jongkok agar tinggi nya sama dengan anak itu.
"Apakah kamu masih shock karena kejadian tadi ?" Tanya vivian pada anak itu.
Tapi, Saat mendengar pertanyaan dari vivian, anak itu langsung menangis. Dia menjatuhkan air mata yang lumayan deras.
"Huwa.... Hiks.. hiks... "
Isak tangis terdengar dari anak itu, vivian pun langsung kaget karena anak itu langsung menangis dengan histeris.!
"Sudah, jangan menangis lagi. Sudah tidak apa apa, ada aku di sini yang melindungi kamu. Kamu akan baik baik saja.! "
ucap vivian sambil memeluk anak laki laki itu, sambil membelai punggung dan kepala anak itu. Tentu saja pelukan vivian langsung di balas oleh yohan dengan sangat erat.
Setelah lima menit lebih berlalu, yohan yang sedari tadi menangis sesenggukan , kini sudah mulai tenang dalam pelukan vivian.
"Apakah sudah merasa baikan.? " Tanya vivian sambil melepas kan pelukan nya dari yohan, dan mulai menyeka air mata yang tergenang di pipinya.
"Em" Jawab yohan sambil mengangguk kan kepala nya.
"Apakah kamu mau duduk di kursi putih panjang yang ada di sana ? (Kursi panjang berwarna putih yang umum, yang selalu di temukan di taman mana saja). "
Tanya vivian sambil menunjuk ke arah kursi panjang yang dia maksud.
"Iya." Jawab yohan dengan suara yang belum stabil atau normal karena baru selesai menangis
Tanpa basa basi atau persetujuan terlebih dahulu, vivian langsung menggendong yohan dengan enteng dan berjalan ke arah kursi panjang itu, lalu mendudukkan yohan di kursi panjang itu.
"Tunggu sebentar di sini ya... Gak boleh ke mana mana.! " Ucap vivian sambil berjalan meninggal kan yohan sendirian di situ. Yohan pun mengangguk patuh.
selang empat menit, vivian telah kembali dengan satu kantung kresek di tangan nya. Vivian langsung duduk tepat di sebelah yohan.
"Aku membeli sesuatu untuk mu.. Tara, Ice cream rasa nanas~. "
ucap vivian sambil memberikan ice cream itu pada yohan.
"Em, rasa nanas~ Kesukaan yohan. " Ucap yohan dengan kegembiraan sambil menerima ice cream itu.
Saat yohan sedang makan, vivian mengeluarkan aqua dingin yang dia beli tadi dari kantung kresek, lalu menuangkan air dingin itu ke sapu tangan nya.
Yohan bingung dengan tindakan vivian, tapi yohan tak berani bertanya karena wajah vivian tampak sangat serius. Tapi saat yohan sudah selesai memakan ice cream nya tadi, mata yohan terbelalak kaget melihat tindakan vivian saat ini.
Ya, vivian sedang membersihkan wajah yohan menggunakan saputangan nya yang telah dia basahi dengan air dingin tadi.
"Apakah aku pernah di perlakukan dan di perhatikan dengan ketulusan seperti ini.?"
Batin yohan...
Semangat dan sukses trus,😊💐
lagi Thor...
sukses selalu yaa
finally End juga ceritanya setelah sekian purnama 👍😘