NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:132.9k
Nilai: 5
Nama Author: sangrainily

Zeline, Anakku! kalian tidak berhak mengambil nya! Jangan ambil Zeline ku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa Beruntung

Stella ingin menghubungi Zidan dan meminta izin kepada Zidan. Namun, ia mengurungkan niat nya.

Stella tak enak hati, ia tidak mau para karyawan berfikir jika dirinya bersikap seenak nya karena posisi jabatan ini.

"Melamun aja!" Stella di kejut kan oleh suara Zidan yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan. Stella menoleh ke arah Zidan dengan tatapan jengah.

"Zidan, kau ini! Hampir saja jantung ku mau putus, kau sungguh membuat ku kaget." ujar Stella. Zidan hanya tertawa, duduk di kursi tepat di hadapan Stella.

Zidan bertanya, hal apa yang membuat Stella sampai melamun seperti ini. Stella pun memberitahu Zidan jika adik nya tadi menghubungi nya dan mengatakan anak nya begitu rewel.

"Ini pertama kali nya, Zeline tidak bersama ku. Mungkin, ia tidak terbiasa dengan suasana baru di kota ini dan juga sekolah baru."

Zidan pun mengerti dengan kegelisahan yang di alami oleh Stella. Zidan meminta teman nya itu untuk membawa Zeline ke cafe saja. Stella tercengang dan menolak.

"Tidak, aku tidak ingin anak ku mengganggu pekerjaan karyawan di sini." ujar Stella. Zidan pun mengatakan jika itu tidak masalah.

"Tidak masalah, Stella. Lagipula, pekerjaan mu hanya memantau saja di ruangan ini. Hanya sesekali saja, kau keluar dari ruangan. Di ruangan ini, juga ada satu ruangan kamar untuk istirahat. Fasilitas nya juga lengkap, jika anakmu ingin istirahat bisa di situ."

Stella semakin kaget, ia juga tidak menyadari jika di ruangan ini terdapat kamar pribadi.

Stella tak enak hati jika terus merepotkan Zidan. Namun, Zidan menyangkal semua itu. Justru, ia mengucapkan terimakasih banyak kepada Stella. Karena Stella mau membantu diri nya, bahkan pengeluaran uang juga tidak begitu banyak. Karena Stella mau turun langsung berbelanja di pasar.

"Segera hubungi adik mu, minta lah mereka membawa Zeline ke sini. Buruan!" ujar Zidan, Stella pun tak punya pilihan lain, selain mengiyakan ucapan Zidan.

Ia mengambil ponsel nya, menghubungi Tanara. Ia meminta tolong kepada Tanara untuk menjemput Rani terlebih dahulu, lalu meminta supir membawa Rani dan Zeline ke tempat diri nya bekerja. Tanara pun mengiyakan ucapan kakak nya lalu Stella dengan segera memutuskan panggilan mereka.

"Kau bisa membawa mereka, jika tidak ingin terganggu. Kau bisa menyuruh mereka di kamar saja. Jangan Bebani pikiran mu dengan hal yang tidak penting, enjoy aja kerja nya toh juga posisi mu tidak membuat mu kesulitan." ujar Zidan, Stella pun setuju dengan ucapan teman nya itu. Namun, diri nya masih tak enak hati.

"Permisi, Tuan. Nona, ada yang datang mencari nona Stella." ujar Laras yang masuk ke dalam ruangan dengan kepala tertunduk ke bawah, Stella meminta tolong kepada Laras untuk membawa anak dan adik nya masuk ke dalam ruangan.

Laras mengangguk, ia segera ke luar dari ruangan dan memanggil adik serta anak nya Stella. Laras pun baru mengetahui, jika Stella sudah memiliki anak.

Dia pun tersenyum lega, kini tidak ada lagi yang ia takuti. Tidak mungkin, Zidan berhubungan dengan wanita yang sudah memiliki anak.

Sebelum anak dan adik nya masuk, Stella juga memberitahu kepada Zidan jika diri nya baru saja bertemu dengan Aska.

"Benar kah? Memang Aska dan tunangan nya itu sering datang ke sini, aku lupa memberitahu mu kemarin. Maafkan aku ya?" ujar Zidan yang merasa bersalah, Stella pun tersenyum kepada Zidan, mengatakan jika diri nya tidak perlu merasa bersalah.

"Ini semua bukan kesalahan mu, sudah lah jangan merasa seperti itu."

Belum sempat Zidan menjawab ucapan Stella. Tanara, Rani dan Zeline masuk ke dalam ruangan yang di pandu oleh laras, Zeline berlari langsung memeluk Stella.

"Mama, Zeline nggak mau sekolah di situ. Sekolah nya begitu membosankan," Zeline menangis di pelukan Stella. Stella mencoba menenangkan anak nya.

Zidan yang tak ingin menganggu, anak dan ibu itu pun mengajak Laras untuk segera keluar dari ruangan. Laras mengikuti atasan nya untuk ke luar.

Tanara menjelaskan kepada Stella, jika Zeline menangis semenjak ia jemput.

"Sayang, Zeline kan anak yang pintar. Mengapa menangis?"

Tanara menjelaskan jika sekolah itu begitu ketat, bahkan walau Zeline mengenal Tanara sebagai Tante nya. Pihak sekolah, tidak memberikan Zeline kepada Tanara sebelum Tanara memberikan card pengenal.

Stella mengerti, karena ia tahu anak nya Zeline lebih suka petualangan, ia tidak suka di kekang seperti itu. Namun, Stella memberikan pengertian kepada anak nya.

"Sayang, bukan nya bagus jika sekolah berbuat seperti itu? Jadi mama lebih tenang meninggalkan Zeline di sekolah. Sayang, mama tidak bisa menunggu Zeline di sekolah karena mama harus bekerja nak. Jika, mama tidak bekerja, bagaimana mama bisa membayar biaya sekolah?"

Zeline anak yang sangat baik dan pengertian, dia pun memahami ucapan mama nya walau hanya sekali di beritahu saja.

Zeline mengangguk, membuat Stella bahagia lalu memeluk sang anak.

"Mama tahu, anak mama ini begitu baik dan pengertian. Zeline juga harus bisa memahami keadaan kita ya nak? Mama melakukan ini semua demi kebaikan Zeline, mama mau melakukan yang terbaik untuk kamu. Mama bisa saja memindahkan Zeline ke sekolah lain yang tidak seperti itu. Tapi, mama tidak akan tenang dalam bekerja, Sayang."

"Iya, Mama."

Tanara pun berpamitan kepada kakak nya untuk pulang ke rumah, kasihan supir jika harus menunggu terlalu lama. Dan sebentar lagi, Amara akan pulang sekolah. Amarah akan marah jika menunggu terlalu lama, Stella pun mengiyakan ucapan adik nya. Ia meminta kepada Tanara, untuk Tanara menjaga diri nya dengan baik.

Tanara mengiyakan pesan kakak nya, lalu berlalu pergi dari ruangan Stella.

Rani tersenyum, ia meminta Zeline untuk tidak merepotkan mama nya bekerja.

"Iya, Mami. Zeline tidak akan menganggu mama bekelja."

"Kalian udah makan?" Zeline dan Rani menggeleng, Stella mengajak anak dan adik nya ke luar ruangan untuk makan di cafe.

Namun, Rani tidak ingin. Karena ia malu, akhir nya Stella yang ke luar ruangan untuk memesan makan dan minuman untuk adik dan anak nya.

Stella menemui Zidan, Zidan pun mempersilahkan Stella untuk memesan apa saja.

"Jangan sungkan, sudah lah. Pesan saja apa yang adik dan anakmu ingin, anggap saja ini cafe milik mu! Jangan merasa segan lagi ya?" ujar Zidan, Stella mengucapkan banyak terimakasih kepada Zidan. Karena Zidan selalu membantu diri nya.

Walau mengetahui segala nya tentang Stella, Zidan bahkan tidak merasa jijik dengan dosa yang di buat Stella di masa lalu.

Stella pun merasa beruntung, memiliki teman yang baik dan pengertian seperti Zidan

1
Chauli Maulidiah
lha, katanya tdk sebudaya.. tp msh membudayakan tukang urut.. gmn sih nyonya... yg total donk jd orkay.. knp gak sekalian ke tukang saraf atau tukang ortopedi.. 😒
kinoy
ni novel tuh gmn nasib y.. lanjut ato engga yak
Marchel
aku mampir kak
Srimurni Nurjanah Sitorus
sabarlah mamanya Zidan baru menikah sebulan udah dituntut harus hamil anak itu rezeki dari Allah
Iraa
kapan kebusukan Lee terbongkar thor
Agustia Anggraini Sinaga
kapan Lee ketahuan KK,n Stella am aska nikah
Jeeli
Udah diri sendiri yg egois dan gengsi mau nyalahin org lain lagi… Helow sadar kau yg ngerusak semua tu kau sendiri bukan Stella… tnggl tunggu kebusukan lee terbongkar masih bs mengagung2kan lee ngk ntar kalo ketahuan busuknya 😏
Agustia Anggraini Sinaga
kpn y Lee ketahuan
kinoy
nah gt donk.. bongkar busuknya xiu,. lee jg klo anaknya bkn anak aska biar tmbh nyesel tuh c xiu mantu yg dibanggakan ternyata bobrok..
kinoy
kpn kebongkar nya sih.. dah episode 100 lbh msh aj berkutat disitu
Jeeli
Aku jd penasaran kalo kebusukan si lee tu trbongkar bs malu ngk tu nenek lampir.. menjelekan orang yg kau anggap mesin cetak anak waktu pertama dngr hamil cucu mu pura2 baik spya nanti bs kau pisah kan, kau hina perempuan yg lahirkan cucu mu hnya karena kau ngk suka dan krn dy beda kasta ma kau xiu.. nggk sabar tunggu sampe semua tau kenapa stella kabur dari aska masih bs berbangga hati ngk kau xiu kalo kebusukan mu dr awal ketahuan ma anak mu sndr.. kaya stngh2 ja bangga bngt mpe ngk bs mnghargai org lain
Iraa
kpn kebusukan Lee terbongkar thoor
Jeeli
Setidak sukanya kamu xiu ma stella, kamu tidak patut memisahkan anak dari ibunya.. kamu pikir Stella itu pa mesin cetak anak? Begitu anaknya lahir lngsng mau kamu singkirin ibunya, kamu mau ngk d pisahin ma anak mu abis tu suami mu tu nikah lagi? Ingat karma xiu harta tu ilang bukan hanya krn human error tp ad campur Tuhan dalam human error tu yg menyebabkan kamu bs kehilangan harta yg slalu kamu agungkan hingga bs injek2 harga diri seorang wanita yang melahirkan cucu mu.. Dasar cewek ngk tau diri, yg wanita murahan tu menantu yang selalu kau agung2kan tu.. Apa yg keluar dari mulut mu tu mencerminkan siapa diri mu.. orang kaya tapi kelakuan buat malu ckckckck
Srimurni Nurjanah Sitorus
semoga tau Xiu kelakuan Lee
Iraa
thoor Kon Aska tau kebusukan Lee
kasihan Stella
Margaretha Sukmawati
stella nek luat lo. lo harusnya tenang jgn keras kepala dan egois. dgn sikap lo begini yg ada ank lo makin menjauh
Srimurni Nurjanah Sitorus
semoga Zeline sadar klau Xiu itu pura"baik apalagi Lee jahat udah dinikahi Aska masih tetep sama pacarnya selingkuh
Jeeli
Kapan ya zeline dngr sendiri kalo dr dulu neneknya yg d sayang tu mau pisahkan dy dr mamanya sejak dy ad d dalam perut mamanya.. terkadang sebuah keluarga bs jadi bodoh hanya karena mementingkan kasta dan reputasi.. selalu ingin di hormati tp lupa caranya menghormati orang lain, miris bngt keluarga kaya tp mental org miskin 🤣
kinoy
bnr2 klrg yg dungu ah
Srimurni Nurjanah Sitorus
Lee seharusnya menunjukkan pada Zeline perkataan omanya Xiu klau mau cepat pergi dari rumah Aska
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!