NovelToon NovelToon
Mendadak Bapak

Mendadak Bapak

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:645.5k
Nilai: 5
Nama Author: Pratiwi Devyara

Darren, seorang aktor berusia 30 tahun. Yang saat ini karier nya sedang menanjak. Tiba-tiba didatangi seorang anak berusia 14 tahun bernama Axl, yang mengaku sebagai anak kandungnya. Buah kesalahan nya di masa remaja bersama seorang gadis bernama Mikha.

Seketika hidup Darren pun berubah. Ia yang tak tau jika anak itu dilahirkan pun terpaksa harus bertanggung jawab. Karena Axl meminta untuk tinggal bersamanya.

Berbagai keseruan dan masalah pun mewarnai hidup keduanya. Terkadang mereka akur, kadang bertengkar. Di satu sisi Darren harus berusaha menjadi ayah yang baik untuk Axl. Namun disisi lain, ia juga harus menutupi status Axl dari publik.

Dikarenakan saat ini, Darren tengah digandrungi oleh publik terutama kaum perempuan. Jika statusnya sebagai laki-laki yang telah memiliki anak terbongkar, dikhawatirkan akan mempengaruhi kariernya.

Ia berusaha keras merahasiakan hal tersebut. Sementara disisi lain, Axl bercita-cita menyatukan kembali orang tua nya. Namun baik Darren

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

YouTuber

"Axl..., Axl...., Axl...."

Belasan siswi mengerubungi Axl saat anak itu baru saja keluar kelas. Tampak ia berusaha menghindar namun dengan cara yang masih halus.

"Aduh, maaf ya semuanya. Maaf banget, gue nggak bisa."

"Tolong lah, Ax."

"Iya Axl, tolong."

"Please Axl."

"Iya, Axl"

"Ayolah Axl, please...!"

Adrian, Jodi dan Chico susah payah masuk ke dalam kerumunan. Sampai akhirnya mereka bisa menyelamatkan Axl dan menjaga anak itu agar tak semaput, akibat bau parfum anak-anak SMA dan SMK yang berbaur jadi satu.

"Kalian apa-apaan sih?" tanya Adrian dengan nada sedikit marah.

"Kita cuma mau minta tanda tangan bapaknya Axl, Ad." jawab salah satu dari mereka.

"Bokapnya Axl udah berhenti jadi aktor." ujar Adrian kemudian.

"Ya tapi kan tetep terkenal dan kita ngefans banget, tolonglah Ad...!"

"Iya Ad, tolong banget...!"

"Tolong Ad...!"

Mereka kompak meletakkan buku kecil yang mereka bawa , di tangan Adrian. Karena jumlah mereka banyak, alhasil buku yang mereka tumpuk pun segunung. Mereka kemudian bubar dengan tertib. Namun Adrian malah ditertawakan oleh Axl, Jodi dan Chico.

"Koq malah ketawa sih, Bambang?" Adrian sewot.

Ia lalu memaksa membagi buku-buku tersebut kepada Axl, Chico dan Jodi untuk akhirnya mereka masukan ke dalam mobil.

Mereka pulang bertiga dan mampir ke apartment Darren. Tak lama mereka tiba, Choki kembaran Chico pun juga tiba disana dengan menenteng kantong plastik berisi berbagai jenis makanan dan merk air mineral dalam kemasan.

Chico membawa semua buku-buku kecil yang rencananya akan di serahkan pada Darren untuk ditanda-tangani. Ia membawanya sendirian hingga tampak kepayahan.

"Ax, ini tarok dimana?" ujarnya kemudian.

"Disini aja nih."

Axl menyediakan sebuah keranjang dan semuanya diletakkan disana. Usai beristirahat sejenak dan makan siang, mereka pun tampak mengatur kamera serta lighting di ruang makan.

"Disini aja kali ya." ujar Jodi merapikan tata letak kamera, sementara yang lain telah duduk di kursi meja makan dan menghadap ke kamera.

"Masuk frame nggak semuanya?" tanya Axl.

"Masuk, tenang aja." jawab Jodi.

"Ok ready ya." tukasnya kemudian. Jodi pun menyalakan lighting dan kamera. Tak lama setelah itu ia segera masuk ke dalam formasi.

"Ok gaes, gue Axl...."

Axl tersenyum pada kamera. Namun beberapa detik kemudian senyumnya menjadi garing lantaran teman-temannya yang harusnya menyebutkan nama satu persatu malah lupa dan saling memasang wajah bengong beberapa saat.

"Krik, krik, krik..."

Detik berikutnya mereka pun tertawa.

"Perkenalkan nama, Bambang."

Kali ini Axl mengeplak kepala ketiga temannya.

"Iya, iya. Sorry, lupa. Hahahaha..."

Ucapan teman-temannya nyaris sama dan dilontarkan hampir pada saat yang bersamaan pula. Jodi kembali ke kamera dan mengatur ulang alat tersebut.

"Ok, siap ya."

"Siap."

Axl , Adrian dan Chico serta Choki menjawab serentak.

"Kamera, action."

"Hai gaes, gue Axl Hadley."

"Gue Adrian."

"Gue Choki."

"Gue Chico."

"Dan gue Jodi."

Lalu, lagi-lagi hening.

"Krik, krik, krik...."

Detik berikutnya mereka pun kembali tertawa.

"Ngomong, Bambang." Choki memukul kepala Axl.

"Oh gue ya?. Hahaha..."

"Ya iya elu, orang ini vlog lu."

Chico gemas pada Axl.

"Gue cubit juga lu, pake tang." lanjutnya kemudian.

"Hahaha..." Mereka pun kembali tertawa.

"Mau diulang lagi nggak nih?" ujar Jodi.

"Nggak usah, Jo. Ini aja nggak apa-apa tinggal di edit doang." tukas Adrian.

"Oke kita langsung aja." ujar Jodi.

Axl dan yang lainnya pun kembali bersiap. Mereka tetap di rekaman tadi.

"Ok gaes, hari ini gue dan mereka akan mereview berbagai merk air mineral"

Axl menyampaikan maksud.

"Iya seperti kita tau. Bahwa air mineral itu beda-beda harganya. Padahal sama-sama air." lanjut Adrian diikuti tawa yang lainnya.

"Nah hari ini, kita akan mereview air mineral mulai dari harga paling murah sampai yang paling mahal dan kita akan berusaha menemukan jawaban kenapa air minum tersebut ada perbedaan di dalam harganya. " ujar Axl lagi.

"Ini dia air minum yang pertama."

Choki mengeluarkan merk air mineral yang pertama lalu membagikannya kepada yang lainnya.

"Ok, kita cobain merk yang pertama ini."

Axl membuka tutup air mineralnya, begitu juga dengan teman-temannya. Detik berikutnya mereka pun minum secara bersamaan. Lalu mereka diam dan tertawa.

"Ya ini rasanya air putih ya." ujar Chiko yang diikuti tawa yang lainnya.

"Iya ya, kalau air putih gini gimana cara jelasin rasanya." ujar Axl sambil mikir.

"Ya pokoknya rasanya air putih banget lah." lanjutnya kemudian dan lagi-lagi yang lainnya tertawa.

"Next..." ujar Axl lagi

Jodi membagikan air minum merk kedua. Seperti tadi, mereka membuka tutup botolnya secara bersamaan. Lalu kembali minum bersama, dan lagi-lagi mereka terdiam lalu tertawa geli.

"Ini sih sama aja ya rasanya." tukas Adrian.

"Tunggu-tunggu, ini kayaknya agak beda deh." timpal Jodi.

"Beda apanya, panjul?" Adrian sewot.

Jodi meminum sekali lagi air mineral itu untuk memastikan.

"Beda tau, cobain aja." ujarnya bersikeras.

Karena penasaran, Axl dan yang lainnya pun kembali meminum air mineral mereka dan setelah air itu lolos di tenggorokan , mereka lalu bersitatap dengan tatapan yang sama-sama bingung.

"Nggak ada bedanya." ujar Axl dan yang lainnya nyaris bersamaan.

Jodi lalu menjabat tangan mereka satu persatu.

"Selamat, kalian TER T Y P U." lanjutnya kemudian disusul sadarnya keempat temannya itu. Pada akhirnya mereka mengeplak kepala Jodi secara bergantian.

"Brengsek lo emang." ujar Axl dengan lirikan ekor mata ala pemain sinetron antagonis.

"Next.." Adrian meminta merk yang lain.Lalu Chico pun memberikan air mineral selanjutnya.

"Nah kalau yang ini yang ada manis-manisnya nih, gaes." ujar Axl seolah bicara dengan kamera.

"Bener nggak nih ada manis-manisnya kayak di iklan-iklan itu." timpal Chico.

"Gue sih nggak pernah minum merk ini." Ujar Axl sambil memperhatikan botol air mineral tersebut lalu kembali menghadap kamera.

"Sama sih, gue juga." ujar Adrian.

"Gue juga." timpal Jodi.

"Gue sih paling merk yang pertama tadi." ujar Choki.

"Ok kita cobain ya."

Axl mulai membuka botol begitupun dengan temannya. Mereka meminum airnya secara bersamaan.

"Nah kalo ini ada nih rasa manis nya." tukas Axl dengan mulut yang masih mengecap seolah merasakan air yang baru saja diminumnya tadi.

"Iya bener, gue juga merasa." Adrian setuju.

"Gue juga." balas Jodi.

"Gue juga." timpal Choki.

"Ah masa sih?"

Chico melihat ke arah temannya dan merasa bingung sendiri karena ia sendiri tak merasakan apa yang dirasakan oleh teman-temannya.

"Koq gue nggak." tanyanya kemudian.

"Banyak dosa kali lo." celetuk Jodi yang diikuti tawa yang lainnya.Chico lalu kembali mereguk air tersebut, namun kali ini ia merasakan hal lain.

"Iya, iya beneran. Gue ngerasa koq kayak ada manisnya gitu. Tapi dikit." ujarnya bersemangat.

"Bener kan?" tanya Axl memastikan.

"Ok Next." lanjutnya lagi.

Mereka pun lanjut mereview minuman yang mereka beli satu persatu dan hasilnya kurang lebih sama. Tak ada yang bisa mendeskripsikan secara jelas perbedaan dari air mineral tersebut. Karena rasa air putih dalam kemasan memang mirip satu sama lain meskipun ada sedikit perbedaan seperti yang sudah mereka sebutkan tadi.

Dan kini sampailah mereka pada merk air mineral yang paling mahal diantara yang lainnya.

"Ok gaes, ini yang paling mahal diantara yang lainnya." Axl mengeluarkan air mineral tersebut dan membaginya satu persatu.

Mereka lalu membuka dan segera meminumnya. Mereka mencoba nya sampai 3 kali untuk memastikan rasanya.

"Yang ini kayak ada apanya gitu ya dilidah." ujar Jodi memastikan.

"Iya kayak ada oksigen nya gitu ya?. Bener nggak sih?" tanya Axl diikuti anggukan yang lainnya.

"Iya bener banget." ujar Jodi.

"Ini kayak ada oksigennya gaes." ujar Adrian menghadap kamera.

"Mungkin itu yang bikin jadi mahal." lanjutnya lagi.

"Tapi kabarnya ada lagi yang lebih mahal gaes. Begitu minum, kalian bisa langsung teriak." tukas Axl kemudian.

"Apaan tuh?" tanya temannya serentak pada saat yang bersamaan.

"Ada."

Axl mengeluarkan air mineral dari dalam tas nya.

Yang membuat teman-temannya tertawa adalah, Merk air mineral tersebut telah dicopot dan digantinya dengan foto Lucinta Luna. Dan disamping foto itu terdapat tulisan

"Teriakin Water"

Dengan tagline,

"More than 8 oktaf"

"Dijamin Jakun berubah jadi bisul."

"Apaan nih, bangsat lu." Jodi mengeplak kepala Axl. Mereka lalu memperlihatkan air mineral ilegal tersebut kepada kamera lalu tertawa-tawa sendiri.

Mereka mengakhiri video review tersebut lalu makan siang bersama, main game bersama, belajar sebentar bersama, dan terkapar tidur siang di mana-mana. Axl dikamar, Chico dan Choki di sofa sedangkan Adrian dan Jodi tidur di karpet bulu depan televisi. Sampai akhirnya sore menjelang dan Darren pun tiba dirumah.

Darren membuka pintu tanpa menaruh curiga, sampai akhirnya ia hampir tertendang tubuh Adrian yang tidur di atas karpet. Kebetulan posisinya dekat dengan pintu masuk.

"Loh kalian disini?"

Suara Darren yang sebenarnya tak terlalu keras namun sukses membuat sebagian akhirnya terbangun.

"Hai, pa."

Adrian menyapa Darren lalu membangunkan Jodi yang tidur Disampingnya. Chico tampak membangunkan Choki yang tidur seperti orang pingsan.

Tak lama kemudia Choki pun bangun lalu mereka serentak menuju kamar Axl dan bertumpuk disana seperti ikan Asin. Axl yang merasakan ada nya kegaduhan akhirnya terbangun.

"Apaan sih kalian." tanya nya gusar karena masih ngantuk. Choki sudah kembali tidur karena dia memang ***** diantara yang lainnya.

"Bapak lo balik, Bambang." ujar Adrian sambil meraih bantal dan mencoba kembali tidur. Axl sendiri masih antara sadar dan tidak sadar.

Darren beraktivitas di kamarnya. Ia membereskan seluruh pekerjaan kantor yang ia bawa kerumah lalu pergi mandi. Setelah itu ia menyambangi kamar Axl.

"Udah sore loh, kalian nggak pada mandi?" tanyanya kemudian. Mereka semua menggeliat.

"Hmmmmm, ntar aja pa." ujar Axl masih dengan mata terpejam.

"Udah mau maghrib, nggak baik loh tidur maghrib. Mandi sana...!"

Darren mulai mendesak mereka semua agar segera bangun.

"Hmmmmmmmmm..."

Mereka masih menggeliat malas.

"Ayo, buruan. Pada mandi gih, terus kita makan. Pada belum makan kan?"

"Udah tadi, pa. Siang."

"Ya siang, sekarang blm kan?. Ayo cepet. Axl duluan gih. Adrian, Jodi, Chico atau Choki, ada 2 kamar mandi lain di belakang. Gih....!"

Mereka semua pun beranjak. Axl pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya dengan wajah masih mengantuk dan mata setengah terpejam.

Adrian pergi ke salah satu kamar mandi yang ada di belakang, disusul Jodi yang mandi di kamar mandi satunya. Tinggal Choki dan juga Chico.

"Chiko sama Choki kalau mau pake kamar mandi di kamar papa, pake aja gih...!" Darren menawarkan.

Choki dan Chiko sama-sama beranjak.

"Gue dulu." ujar Chico.

"Ih, gue dulu."

Choki tak mau mengalah.

Chico berjalan duluan namun di serobot oleh Choki. Karena tidak mau mengalah, Chico menarik Choki dan membuatnya terjatuh. Darren memperhatikan mereka dari dapur sambil tertawa. Ia tengah mengira-ngira mau masak apa untuk makan malam ini.

"Gue dulu." ujar Chico.

"Bareng aja sih...!" Choki memaksa.

"Nggak mau...."

"Emang lo mau ngapain sendirian?. Mau main sabun?" ujar Choki sewot.

"Iya..." jawab Chico sengit lalu berjalan ke arah kamar Darren.

"Pa, Chico tuh pa" ujar Choki mengadu. Darren makin tertawa.

"Udah-udah gantian. Nanti juga Axl dan yang lainnya selesai."

"Emang papa nggak tau kalau Axl itu mandinya lama. Apalagi Adrian sama Jodi, nggak mikirin orang lain."

"Oh ya?. Setau papa, Axl itu mandinya sebentar. Setiap papa bangun pagi, dia selalu udah rapi dan siap kesekolah."

"Hhhmmm, papa nggak tau sih. Dia itu pagi pasti bangun setengah 5, Abis itu langsung mandi. Lamaaaaaa banget."

"Oh ya?. Papa nggak tau selama ini." ujar Darren bingung karena memang tak pernah melihat Axl mandi dengan sangat lama.

"Sekali-kali deh papa bangun jam segitu dan liat kelakuan dia."

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba Axl sudah keluar dari kamar mandi.

"Ngomong apaan sih pada, gosip aja kayak lambe curah." Axl masuk ke kamarnya lalu berganti pakaian.

"Tumben cepet, kesambet lu ya?" jawab Choki lalu setengah berlari ke arah kamar mandi.

"Emang gue cepet mandinya. Lo aja yang hiperbola."

Darren hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum. Ia tengah sibuk mencuci beras lalu memasak nasi. Tak lama kemudian, Adrian dan Jodi pun selesai mandi.

"Kalian pada bawa baju nggak?" tanya Darren pada Jodi dan Adrian.

"Kalau nggak pinjem baju Axl tuh." ujarnya lagi.

"Bawa koq, pa." ujar Adrian.

"Emang kita rencana nginep malam ini." lanjutnya lagi.

"Oh ya udah."

Adrian masuk ke kamar Axl, begitu pula dengan Jodi. Usai berganti pakaian mereka menghampiri Darren lalu membantunya memasak. Tentunya sambil menunggu Choki selesai mandi.

Mereka semua membantu Darren menyiapkan makan malam. Mereka masak bersama, walaupun lebih banyak bercanda daripada seriusnya. Mereka saling meledek satu sama lain, tertawa, mencicipi masakan, lalu makan bersama sambil terus berbincang.

"Itu koq ada kamera disana?. Kalian habis ngapain?" tanya Darren yang baru menyadari adanya kamera dan lighting yang sudah dibereskan disalah satu ruangannya.

"Kita nge review air mineral, pa" jawab Axl.

"Buat konten YouTube?"

"Iya."

"Good, papa juga rencana mau bikin vlog mulai besok."

"Oh ya?" Axl dan teman-temannya terhenyak.

"Gimana kalau kita bikin mulai malam ini." ujar Adrian antusias.

Darren menatap mereka semua. Lalu tersenyum.

"Iya, pa. Bikin apa aja dulu malam ini. Papa kan aktor, lagi kontroversi juga kan. Pasti banyak subscriber nya." ujar Chico antusias.

Darren tertawa.

"Kontroversi apa?" tanyanya kemudian.

"Ya kan tau sendiri beberapa hari belakangan ini papa jadi buruan infotaintment dan akun lambe-lambean perkara Axl. Kenapa nggak manfaatin aja kesempatannya." jawab Chico panjang lebar.

"Papa juga mikir kesitu sih." ujar Darren.

"Menurut kamu gimana?"

Darren mengarahkan pertanyaan nya pada Axl yang sibuk melahap makan malamnya dengan mulut yang lebar.

"Ax...?" Darren meminta kepastian.

"Hah?" Axl bengong dengan sendok yang masih nyangkut di mulutnya.

"Papa ngomong sama Axl?"

"Siapa lagi, Bambang."

Darren kesal.

"Soal apa, pa?" Mau bikin konten?"

"Tadi papa ngomong, kuping kamu lagi kemana?"

Kali ini Axl tertawa.

"Ya terserah papa sih, Axl mah dukung aja." Axl lanjut menyuap makanannya.

"Iya pa, ayo bikin malem ini." timpal Choki.

"Iya, tapi kita mau bikin apa coba?" tanya Darren pada semuanya.

"Gimana kalau bikin vlog kegiatan kita malem ini aja." ujar Jodi.

Darren diam sejenak dan berfikir

"Hmmm, boleh juga." ujarnya kemudian.

Axl dan teman-temannya saling tersenyum, mereka pun melanjutkan makan.

"Oh ya, pa. Tadi anak-anak di sekolah pada nitip buku ke kita. Mau minta tanda tangan papa." ujar Axl kemudian.

"Oh ya?" tanya Darren tak percaya.

"Iya, mereka sampe barbar banget mintanya."

"Hahahaha, Barbar gimana?"

"Barbar lah pokoknya. Axl sampe di tarik-tarik, dianiaya."

Axl mengarang bebas. Hal ini membuat temannya melebarkan bibir sampai kuping dan mengundang keplakan kepala secara bergantian.

"Nggak usah berlebihan, Bambang. Orang lo nggak di apa-apain." ujar Jodi kesal. Sementara Axl cengengesan.

Darren hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

"Ya udah, nanti papa tanda tanganin. Di tarok dimana bukunya?"

"Tuh.....!"

Axl menunjuk keranjang yang berisi semua buku-buku titipan fans-fans Darren di sekolahnya. Darren pun terhenyak kaget, melihat tumpukan buku kecil sebanyak itu. Karena ia kira hanya beberapa saja jumlahnya.

"Waduh, papa kira sedikit tadi. Pegel juga kalo segitu."

"Pokoknya selamat tanda tangan aja, pa" ujar Axl diikuti tawa keempat temannya.

Sementara Darren menarik nafas seolah lelah. Namun mau tidak mau ia harus menandatangani buku tersebut sebelum Axl di perlakukan secara barbar oleh para fans ayahnya. Sebab sepanjang sepengetahuan Darren selama ini, para fans nya bahkan lebih mendalam dan barbar ketimbang fans kpop.

Usai makan, mereka mulai membuat vlog yang berisi konten tidak jelas, hanya seputar kegiatan mereka yang bermain game bersama. Dan menemani Darren dalam menandatangani buku-buku dari para fansnya.

Mereka mengedit video tersebut dan video yang sudah direkam sebelumnya pada malam itu juga. Mereka langsung upload ke YouTube. Membuat Thumbnail yang di share melalui insta story instagram, lalu pergi tidur.

Tanpa diduga keesokan harinya, mata mereka terbelalak tak percaya ketika mendapatkan puluhan ribu subscriber hanya dalam tempo waktu semalaman.

Hal itu membuat mereka menjadi kian bersemangat untuk menjadi seorang youtuber. Hari-hari berikutnya, mereka lebih sering lagi membuat konten-konten kreatif yang menyita lebih banyak lagi antusiasme penonton.

Darren sendiri tetap pada jalurnya membuat vlog kegiatan sehari-harinya. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi di malam harinya. Axl dan teman-temannya memilih berbagai konten humor receh sebagai ciri khas Channel mereka. Dalam waktu singkat mereka pun menjadi terkenal di dunia per YouTube an. Apalagi banyak yang menyadari jika Adrian, Jodi, Chico dan Choki adalah teman dekat Axl lewat komentar-komentar mereka di instagram masing-masing.

Kadang mereka mengomentari instagram Axl, kadang Axl pun begitu, membuat insta story bersama, konten YouTube bersama. Akhirnya keempat temannya itu pun kebanjiran followers dan subscriber. Berkat kedekatannya dengan Axl yang terkenal sejak lambe curah menyebut namanya, dalam unggahan gosip beberapa bulan yang lalu.

Acap kali Darren mengajak Axl untuk berkolaborasi, baik yang sudah dikoordinasikan terlebih dahulu maupun tidak.  Contohnya di pagi hari, Darren seringkali membangunkan anaknya yang masih tidur dan memasukkannya ke dalam konten nya. Axl sendiri suka risih dan menutup dirinya dengan selimut hingga seperti dadar gulung. Saking ia tidak maunya di perlihatkan ke khalayak ketika ia masih tidur dan belekan.

Namun Darren hanya menganggapnya sebagai anak kecil yang masih menggemaskan, maka dari itu ia sangat suka melihat Axl ngambek. Meski Axl tak suka, ia masih saja terus melibatkan anak itu dalam kontennya ketika mulai nge-vlog di pagi hari.

Vlog Darren banyak mendapat respon positif baik yang diupload di YouTube itu sendiri maupun instagram. Meski tak jarang juga ada segelintir netijen jaman now yang berkomentar miring seperti....

..."Oh itu si anak haram ya? Denger-denger kan nih anak dari cewek nya si Cody alias Darren di masa lalu. Mereka nggak nikah kan dulu. Bla....bla...bla"...

Begitulah komentar para penghuni negara berflower dengan kode +62. Namun komentar negatif yang hanya beberapa biji ketumbar itu terkadang tertutup dengan banyaknya komentar positif. Tak sedikit yang menghargai usaha Darren sebagai laki-laki sejati, yang bertanggung jawab terhadap anak dari kisah masa lalunya.

Banyak yang berdecak kagum pada kedekatan Darren dengan Anaknya itu. Mereka tak menyangka jika Darren memiliki jiwa kebapak an, yang sangat penyayang dan lembut kepada anak yang usianya sendiri tak begitu jauh darinya. Bahkan kadang tampak seperti adiknya sendiri.

Di lain pihak Darren juga sering memperlihatkan kebaikan anaknya yang sering membuatkan dirinya sarapan, mengatur jadwal minum vitamin agar tetap fit di setiap hari.

Karena banyak yang berkomentar positif, alhasil komentar-komentar negatif yang sering muncul jadi tertutup. Hanya 10 : 1000 lah istilahnya.

Meski tak menampik, jika ia baru memposting kedekatannya dengan Axl di instagram, akan ada saja orang yang nyinyir. Jika masih terlihat karena belum banyak komentar positif lainnya, maka Darren akan menghapus komentar negatif tersebut agar tidak melukai hati Axl. Ia takut jika Axl tak sengaja membacanya. Bahkan ia sengaja membatasi kolom komentar ataupun menonaktifkannya sesekali.

Hari demi hari Darren makin terkenal dan mendapatkan kembali panggungnya di dunia maya setelah sempat di depak sebagai aktor lantaran beberapa kontroversi yang menimpanya.

Ia kembali di undang di acara-acara televisi, hingga kesibukannya pun kini bertambah berkali-kali lipat. Namun ia telah siap menerima dunia barunya. Ia senang dengan hidupnya saat ini.

1
安呢
cerita ya seru ga membosankan
mamah wangda
bagus bgt
Erlin Sylviana
ini pemeran telenovela Mexico kan
Anna maria dan r
fernando
Erlin Sylviana
sumpah nyembur air minun gua
Trusthi Widhi
seneng deh Nemu cerita pake komplit 🎉🎉🎉
Yuni Rahma
nih novel cerita nya kereen
nurule
bagus ceritanya
Defi
issh, sadisnya ngata-ngatain Adrian 😂🤣
Defi
🌹
Defi
Papa Darren keren 👍👍.. apapun itu perasaan Axl lebih penting apalagi semenjak kepergian Axl membuka mata Papa Darren lebar2..
Defi
ga apa2 kan Axl, hidup bersama dengan Rio..😟
Defi
Axl cobalah berdamai, iya berat sih tapi lihatlah Rio bisa berlapang dada dada menerima keadaan meski pahit buat dia..
Cindy ini benar2 menyebalkan, sama saja dengan suaminya jahat 😡
Defi
Rio kamu keren, akhirnya bisa berdamai demi kebahagiaan Daddy Andrew.. jadi nyesek lihat sikap Rio yang bela2in cari Nino a.k.a Axl demi bisa melihat senyum di wajah ayahnya
pembaca komik📖
episode nya sampai 61 lalu end terus bagaimana apakah ada season 2
Maple🍁
Kak Dev yg tnggung jwab nohh anak orng udah baper.. bperx sma ibu sahabatx pula🙄😊
Maple🍁
Pengen tak gntungin kdua emak mreka brdua.. dsar ortu egois nggk mkiring prasaan kdua anak mreka😤😤😤
pipi gemoy
emang beda ini novel
top 👍👍👍👍👍
pipi gemoy
wow
novelnya susah di tebak ending nya
👍👍👍👍👍
pipi gemoy
wow Thor 🌹
pipi gemoy
wow
sudah ta vote Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!