Sedang tahap revisi🙏
HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN .❗❗
Kisah cinta dari
Anak seorang petani & Pewaris tunggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggika15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 32
" Sayang kita sudah sampai " Aldrich terus mengusap lemput pipi Nabila , berkali-kali Aldrich berusaha membangun kan Nabila , namun wanita itu tetap betah dalam tidur nya .
Karena merasa telah kehabisan cara , Aldrich pun mulai memiliki ide jahil , tangan Aldrich mulai membuka tali seatbelt , wajah nya mulai mendekat ! lalu berbisik di telingan Nabila .
" Sayang bagun " Bisik nya lalu mengigit kecil telinga Nabila .
-Cup..cup..cup..
Ciuman bertubi-tubi mendarat di pipi sebelah kanan Nabila.
"Aaaaaa....mass aku masih ngantuk " Rengek Nabila dengan mata yang terus tertutup .
-Cupp..
" Bangun ".
-Cupp..
" Bangun gak?".
" Mas biarin aku bobo , bentar lagi aja " Cicit Ataya .
" Tapi kita sudah sampai di rumah kamu sayang !" Ujar Aldrich .
Seketika Nabila pun membuka mata , dengan cepat ia menegakan tubuh nya lalu mulai mengintip ke arah luar .
" Ya ampun kenapa mas gak bilang !" Dengan gerakan cepat Nabila pun langsung berlari ke arah luar meninggkan Aldrich yang masih berada di dalam mobil .
Aldrich terdiam , manik nya terus menatap kepergian Nabila dengan mulut yang terbuka , raut wajah Aldrich pun terlihat seperti orang linglung .
" Bukan kan aku sudah beberapa kali membangun kan dan memberi tahu mu Nabila " Lirih Aldrich sambil menunjuk diri nya sendiri .
Aldrich pun membuka pintu mobil nya seraya menyusul Nabila yang sudah terlebih dulu meninggal kan diri nya.
Aldrich melihat beberapa orang yang mengintip , namun ia hiarau kan ,karena menurut nya itu tidak penting.
" Kenapa ?" Tanya Aldrich kepada Nabila yang hanya terdiam di ambang pintu .
" Mas pintu nya di kunci " Bisik Nabila .
Aldrich terdiam , pria itu terlihat berfikir .
" Coba tanya pada tetangga atau sodara mu " Ujar Aldrich.
" Sodara ibu berada di desa sebrang , jarak tempuh nya bisa sampai satu setengah jam mas " Nabila pun terlihat bingung .
" Sebaiknya kita kunjungi bapak ,ibu dan adik-adik dulu " Jelas Aldrich lalu menggenggam tangan Nabila.
" Apa kau kuat jalan kaki ?"Tanya Nabila .
" Ya tentu saja " Jelas Aldrich .
" Baiklah kita berangkat sekarang , kuburan nya ada di atas bukit itu" Tunjuk Nabila kepada bukit yang belakang rumah orang tua nya .
Aldrich pun mengangguk , lalu berjalan mengikuti Nabila yang berada di depan nya .
Awal nya Aldrich terlihat baik-baik saja , namun ketika satu tangga yang menanjak akan di lewati Aldrich terdengar menghela nafas nya.
" Mas ?"
" Sayang rasa nya aku tidak kuat " Jelas Aldrich .
" Kata mas tadi kuat " Bisik Nabila sambil menuruni tangga batu.
" ku kira dekat sayang ".
" Iya tinggal tangga ini saja , lalu kita sampai " Aldrich pun mengangguk pahan .
Setelah melewati tangga batu yang berjejer menjuntai sampai puncak bukit akhir nya mereka bedua sampai , terlihat pemakaman umum yang luas di atas bukit tersebut .
Ada satu pertanyaan yang terbesit di pikiran Aldrich , namun ia simpan terlebih dulu sampai nanti ketika mereka selesai berjiarah.
" Ibu , ade , kami datang " Lirih Nabila .
" Aku datang bersama pria yang ibu sukai " Nabila pun melihat ke arah Aldrich .
" Iya bu , kami datang " Kata Aldrich ,tangan nya mengusap papan nama yang terbuat dari marmer.
" Kami sudah menikah bu , tenanglah di alam sana aku sudah bahagia sekarang , semoga kalian di tempat kan di tempat paling indah bersama tuhan " Jelas Nabila .
" Kami pamit , aku mau nengokin ayah juga " Nabila pun beranjak , lalu meninggal kan tiga kuburan yang masih terbilang baru .
" Apa kuburan ayah mu jauh ?".
" Tidak , itu yang di kelilingi batu-batu" .
Aldrich pun mengangguk .
" Ayah Nabila datang , kenal kan ini suami Nabila yah , tampan seperti ayah dulu " Ujar Nabila .
Aldrich hanya tersenyum , ia melihat kesedihan dari Nabila , namun air mata iti hanya menggenang di mata nya tanpa terjatuh .
" Aku senang kalian suka berkumpul bersama , hanya aku yang kalian tinggal kan sendiri di luas nya dunia yang kejam ini " Lirih Nabila .
" Sayang !!" Aldrich menyentuh tangan Nabila , lalu mengusap nya . "Ada aku di sini ! apa yang kamu takut kan sayang , jangan pernah berfikir untuk pergi menyusul mereka " Sahut Aldrich .
" Aku tidak berfikir sperti itu mas " Lirih Nabila .
" Yah kami pulang dulu , sudah sore ".
Setelah selesai , Aldrich pun berjalan mengekor di belakang Nabila kembali .
Lalu Aldrich mengingat apa yang mengganggu pikiran nya sedari tadi .
" Sayang apa ada jalan lain ?" Tanya Aldrich ketika melihat jalan besar.
" Ada mas " Jawab Nabila .
" Apa mobil bisa melalui nya ?"
" Loh ya bisa dong mas " Cicit Nabila polos , namun membuat Aldrich sedikit terlihat kesal .
" Astaga Nabila , kenapa kau tidak menyuruh ku membawa mobil " Sesal Aldrich .
" Kau tidak meminta mas " Ujar Nabila dengan raut wajah datar .
" Ya ampun Nabila " Aldrich mengusap wajah nya kasar .
" Lagian mas , polisi tidur nya besar-besar , mobil kamu akan tergores-gores " .
" Hah.Ya ampun , aku tidak peduli aku akan membeli yang baru kalo mau " Suara Aldrich memekik , ia benar-benar kesal .
" Shuuttt , aku tidak boleh banyak bicara , kau dengar apa yang dokter tampan tadi katakan ?!" Bisik Nabila .
" Tampan kau bilang ? ck. Bahkan aku lebih tampan dari nya" .
Sepanjang perjalanan pulang Aldrich hanya terdiam , ia terlihat sangat kesal kepada Nabila yang suka mengerjai nya .
" Mas " Nabila menoleh ke belakang .
" Hmmmm " Gumam Aldrich .
" Kita sampai , tapi rumah nya dj kunci , aku tidak tau kunci nya di mana,aku pikir kita harus pulang?!".
" Hmmmmm" .
" Apa kau marah pada ku?" Tanya Nabila.
" TIDAK ".
" Ah kau membenci ku ".
" TIDAK " Lagi-lagi Aldrich membalas nya singkat .
" Apa kau mau aku ?".
" Ti- ....ya mau lah " Kata Aldrich .
" Hahahaha dasar om-om ambekan " Ujar Nabila.
" Dasar anak kecil nyebelin " .
" Oke , kalau begitu aku akan tidur sendiri malam ini " Nabila pun langsung memasuki mobil.
" Sayang !!" Aldrich langsung menyusul Nabila .
‐Brugh ..
Aldrich menutup pintu mobil nya sangat kencang .
" Om bisa tidak tutup pintu mobil nya pelan-pelan ?!" Kata Nabila
" Kau jahat sayang !".
" Aku tidak jahat,"Sahut Nabila.
" Kau mau menyuruh ku tidur di luar " Aldrich benar-benar menanggapi omongan Nabila secara serius .
" Tidak! aku yang tidur di luar " Jelas Nabila , ia berusaha menahan tawa nya ,ketika wajah Aldrich terlihat frustasi.
" Tidak boleh !!".
" Kita pulang mas " Kata Nabila .
" Baiklah tapi kau tetap tidur dengan k.."
" Mas ?!" Nabila menatap Aldrich .
" Ya oke ,oke ".
Nabila terlihat puas ketika ia berhasil mengerjai suami nya , hal langka yang ia bisa lakukan kepada Aldrich .
Rencana menginap di rumah milik orang tua nya gagal begitu saja , jadi Nabila meminta untuk pulang kembali ke apartemen mereka sore ini juga .
Banyak sekali mata yang melihat Nabila dengan tatapan tidak suka , hingga ia kurang nyaman ketika berada di kampung halaman nya lama-lama , mungking mereka berfikir kalau Nabila sekarang jadi simpanan pria hidung belang kaya raya , sesudah orang tua nya tiadak.
" Oh pantas saja ia jarang pulang kesini !! simpanan om-om toh " Itulah yang Nabila dengar ketika Nabila turun terlebih dulu meninggal kan Aldrich yang masih berada di mobil .
TBC🍂🍂
...🍁🍁🍁🍁🍁...
SEMANGATIN AUTHOR DONG HEY !! KASIH AUTHOR LIKE SAMA VOTE. KOMEN JUGA BIAR KITA MAKIN DEKET YA GENGS . 🤗🥰
saat aldrick salah, dia dibuat menderita lama dulu, tidak mudah dimaafkan, dia dibuat berjuang keras untuk mencari istrinya
tapi saat nabila buat salah semudah itu dimaafkan, malh nabila tidak berjuang sama sekali, merasa diabaikan dia malh pergi dan ujung2 aldrick lagi yang mengalah dan berjuang
semua novel itu bagus tapi tidak semua novel itu bisa bersikap adil
lihat pada bab aldrick melakukan kesalahan reader kompak menghujat dan melaknat aldrick
tapi pada saat bab nabila melakukan kesalahan, mereka diam, membela nabila dan malh mereka membenarkan tindakan nabila
wahai reader2 egois inilah kesalahan nabila
nabila seorang istri yang murahan dan tidak punya harga diri, dia pergi dan tinggal berdiaan dengan pria lain dan dia ketawa bahagia berduaan dengan pria lain dalam satu rumah,
sadar2
nabila perempuan egois dia tidak mau memaafkan suaminya dan pergi dari rumah tapi tidak sadar kesalahannya lebih menjijikan sebagai seorang istri yang pergi dengan lelaki lain dan berduaan dengan lelaki lain didalam rumah, istri tidak ada harga dirinya sama sekali dan dia mau dimaafkan begiti saja, tidak respeck untuk wanita dan istri yang tidak bisa menjaga kehormatannya
Kim Seokjin
min yoongi
Jung Hoseok
Park jimin
Kim Taehyung
jeon jungkook
punya sya maap mbak Sarah cari yg lain aja