Seorang gadis cantik yang hidup dengan ayah dan ibu tirinya beserta kakak tiri perempuan yang selalu iri pada kecantikannya.
Gadis itu menutupi kecantikan dirinya dengan memakai kacamata super tebal sehingga terlihat seperti gadis kutu buku.
Aku Melati Putri Hadi.
***************
Pria yang mapan,tampan dan juga seorang idola papan atas.
Pria ini di gilai kaum wanita,banyak film yang ia bintangi namun hanya satu wanita yang ingin dinikahinya,wanita yang juga berasal dari industri perfilman yang tak lain adalah pacarnya sejak duduk di bangku kuliah.
Aku Arnon Marvion Gafin.
*************
Hal tak terduga mengganggu kehidupan mereka yang sangat berbeda kasta.
Ibu keduanya bersahabat dan sepakat menikahkan mereka, apakah mereka akan menerima pernikahan itu?
Silahkan follow,klik favorit dan baca novel author ya readers
Happy reading 😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arifia Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Arnon sedang memakan sarapannya di dalam kamar karena tadi Melati membawakan sarapan untuk dirinya.
Ceklek
Suara pintu kamar mandi terbuka.
Arnon melihat ke arah istrinya sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Mau kemana kau?" tanya Arnon yang melihat Melati berjalan ke arah pintu.
"Mau ganti baju,kenapa? kau mau ikut?" menoleh ke arah suaminya.
"Sungguh aku boleh ikut?" dengan mata berbinar.
"Boleh ... tapi nanti saat kau sudah di alam mimpi." Menjulurkan lidahnya kemudian keluar dari kamar itu.
Pria itu kesal karena Melati hanya membohonginya.
"Awas saja nanti kau gadis hibernasi! aku pasti akan membalasmu." Menyeringai kemudian langsung melahap sarapannya kembali.
Melati sudah berada di dalam ruang ganti.Ia memilih outfit yang cocok untuk di kenakannya.
"Hamish bilang akan ke pantai,jadi aku harus memakai baju yang pas! apalagi nanti di sana ada Clara, penampilanku tak boleh memalukan Arnon." Melihat semua baju yang sudah di sediakan oleh mertuanya.
Melati tiba-tiba mengernyitkan dahinya.Ia berpikir untuk apa memikirkan penampilannya di depan Clara.
"Ah! untuk apa aku berpikir seperti itu? meskipun aku berpenampilan sebagus apapun,Arnon juga tak akan melirikku,! Clara itu top model Mel,jadi buang jauh-jauh pemikiran anehmu itu." Menggelengkan kepalanya berkali-kali.
Melati mengambil baju atasan sebahu sedikit terbuka dengan motif bunga-bunga berwarna maroon dan bajunya berwarna dasar peach, lengannya berbentuk balon,panjangnya sampai pergelangan tangan dengan manset pita sebagai pengikatnya.Gadis itu juga mengambil rok selutut berwarna peach polos yang nampak sedikit mengembang membuatnya terlihat menggemaskan.
Ia juga memakai sepatu cat berwarna light jeans dan tak lupa membawa topi pantai berwarna senada dengan roknya.
Melati masuk kedalam kamar,.Arnon sudah tak ada di dalam sana,ia langsung menuju meja rias untuk memakai make up tipis,namun masih terlihat cantik alami.Rambutnya di gerai dengan bagian atas di ikat kebelakang.Tak lupa ia juga memakai kacamata hitamnya.
"Sudah siap! waktunya berangkat." Menyambar beberapa alat make up dan ponselnya,kemudian ia masukkan ke dalam tas selempang berwarna maroon.
Melati turun ke bawah mencari Arnon.Di lantai bawah hanya ada pak Ujang yang baru masuk ke dalam Villa.
"Pak Ujang lihat suami saya tidak?" tanya Melati sambil melihat ke berbagai arah di ruang tamu itu.
"Tuan muda ada di garasi,Nona!"
"Terimakasih ya,Pak!" tersenyum ke arah Pak Ujang, kemudian pergi menuju garasi di mana Arnon berada.
Gadis itu mendekat kearah Arnon yang tengah menyandarkan diri di mobil tepat di sisi kemudi.
"Ayo berangkat sekarang." Menepuk pundak suaminya.
Arnon melihat kearah Melati.Ia di buat terkejut dengan penampilan istrinya.
"Kenapa dia semakin hari semakin cantik saja." Menatap Melati dari atas sampai bawah dan itu di lakukan secara berulang-ulang.
Gadis itu menatap suaminya dengan wajah bingung.
"Orang ini kenapa ya? apa jangan-jangan dia kesurupan?" sambil bergidik ngeri.
"Hei! kita jadi berangkat atau tidak," teriak Melati tepat di telinga suaminya.
"Ah! suaramu keras sekali,telingaku sakit." Sambil mengusap-usap telinganya yang berdenging.
"salah siapa aku panggil kau tak ada respon,aku kira kau kesurupan,tak ada cara lain selain berteriak di telingamu." Dengan wajah tanpa rasa bersalah.
"Ya,aku memang kesurupan! apa kau tahu aku kesurupan oleh mahluk seperti apa?" sambil masuk ke dalam mobil.
Gadis itu berlari ke pintu mobil sebelah kiri Arnon dan masuk ke dalam.
"Mahluk apa yang merasukimu?" sambil memasang seat belt nya.
"Kau yang merasukiku," jawab Arnon yang mengendarai mobilnya menuju hotel tempat sahabatnya menginap.
"Kau pikir aku ini mahluk halus apa?" menatap Arnon kesal.
"Ya kau itu mahluk halus," ledek Arnon yang masih tetap fokus menatap ke arah depan.
"Mahluk halus yang membuatku merasa semakin aneh setiap hari saat dekat denganmu,apalagi saat berpenampilan seperti sekarang ini," celetuk Arnon yang mulai senyam-senyum sendiri.
Melati melihat Arnon yang tersenyum sendiri membuat bulu kuduk gadis itu merinding.
"Jangan-jangan dia benar-benar kesurupan mahluk halus?" dengan wajah yang mulai terlihat takut.
"Hei! kau kenapa seperti orang ketakutan begitu?" tanya Arnon menatap ke arah istrinya.
"T-tidak a-apa a-apa," jawabnya tanpa melihat ke arah Arnon.
"Apanya yang tidak apa-apa,kau bicara saja sampai tergagap-gagap begitu,jangan-jangan ...."
"Diam Arnon! kau fokus menyetir saja,kau ini cerewet sekali." Menatap Arnon kesal.
"Apa kau bilang! aku cerewet? kau tak salah? bukannya kau yang biasanya cerewet,aku hanya bertanya kau kenapa? apa aku salah."
"Aku kerasukan ... PUAS." Melotot ke arah Arnon.
"Pppfff,hahahaha!" sambil memukul-mukul setir mobilnya berkali-kali.
"Pantas saja kau tergagap-gagap tadi ya! ternyata mahluk yang merasukimu mahluk gagap rupanya." Sambil terus tertawa.
"Terserah kau saja aku tak perduli." Memiringkan badannya menghadap ke arah kaca mobil.
"Daripada kau marah-marah tak jelas,lebih baik kau dengarkan lagu ini." Memutar sebuah lagu di mobilnya.
Arnon memutar lagu Calum scott"You Are The Reason".
There goes my heart beating🎵
'Cause you are the reason🎵
I'm losing my sleep🎵
Please come back now🎵
There goes my mind racing🎵
And you are the reason🎵
That I'm still breathing🎵
I'm hopeless now🎵
I'd climb every mountain🎵
And swim every ocean🎵
Just to be with you🎵
And fix what I've broken🎵
Oh, 'cause I need you to see🎵
That you are the reason🎵
Melati langsung mematikan musiknya.
"Kenapa kau mematikan musiknya?" tanya Arnon kesal.
"Apa kau sedang ingin menyiksa jomblo sepertiku ini? kau enak punya pasangan,sementara aku,huh! sudahlah tak usah dilanjutkan lagi." kembali menghadap kaca mobil Arnon menatap ke arah pinggir jalan.
"Hahahaha! apa kau merasa tersindir oleh lagu ini."
"Iya,karena aku tak pernah jatuh cinta pada seseorang jadi aku tak tahu bagaimana rasanya."
"Jadi kau ...."
"Diam Arnon! iya aku tak pernah pacaran,apa kau PUAS," sambung Melati karena ia tahu jika Arnon akan meledeknya.
"Pantas berciuman saja kaku sekali," gumam Arnon menatap sang istri.
"Jadi ciuman pertamamu bersamaku ya,Nona?" ledek Arnon sambil tertawa kecil.
"Sekali lagi kau banyak bicara,aku tak akan mau bicara denganmu," sungut Melati yang merasa sangat malu karena ia telah membongkar rahasianya sendiri,bahwa dirinya tak pernah pacaran selama ini.
"Baiklah,Nona! aku akan diam." sambil menutup mulutnya rapat-rapat namun masih tersenyum.
"Dasar gadis aneh!" Arnon tetap fokus menyetir sambil tersenyum.
Pria itu melajukan mobilnya.Ia tak ingin para sahabatnya dan Clara menunggu terlalu lama di lobby.
Melati masih tetap menatap ke arah kaca mobil.Ia melihat pohon-pohon di pinggir jalan yang tertanam rapi dan indah.Suasana hatinya yang tadi kesal,kini mulai berangsur normal kembali.
tapi ya nggak 2 tahun juga