NovelToon NovelToon
GADIS PANTI VS PLAYBOY BUCIN

GADIS PANTI VS PLAYBOY BUCIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: phiiiew

Siapa sangka, Playboy yang paling ditakuti di sekolah itu ternyata hanyalah pria patah hati. Pria yang menyimpan dendam selama tujuh tahun karena ditinggal pergi oleh sahabat masa kecilnya bernama Melody.

Selama bertahun-tahun ia sangat membenci wanita, dan menjadikan mereka hanya sebagai pelampiasan.

Hingga takdir mempertemukannya kembali dengan gadis yang selama ini ia benci sekaligus rindukan. Gadis itu kembali dengan membawa cerita pahit dari panti asuhan dan kehidupan jalanan.

Dan sialnya ... gadis itu ternyata saudara tiri dari sahabatnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phiiiew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Latihan Tinju

Melody mengangkat wajah, menatap tajam ke arah Giggi. Dia tidak setuju dengan anggapan itu sama sekali.

"Dia nggak suka sama aku. Dia benci aku. Nggak ada satu hal pun dari aku yang dia suka, selain lihat aku menderita."

"Terus kenapa dia sering banget natap kamu? Tatapannya beda banget pas kamu ada di situ. Kayaknya dia sendiri nggak sadar deh."

"Dia nggak kelihatan antusias kok," sahut Melody berusaha terdengar santai, padahal jantungnya berdegup kencang.

Giggi mendengus kesal. Dia tidak setuju dengan ucapan Melody barusan.

"Dia nggak pernah natap cewek-cewek yang dia ajak main kayak gitu. Sama mereka dia dingin, jutek. Tapi sama kamu..."

Giggi melirik Melody dari samping, menekankan ucapannya. "Jujur aja, cara dia natap kamu itu...."

"Menurutmu, orang lain bakal mikir apa kalau lihat dia natap aku kayak gitu?"

Melody tahu itu tidak mungkin, tapi dia penasaran. Kalau Giggi berpikir begitu, mungkin orang lain juga berpikir hal yang sama.

Saat mata Melody bertemu dengan pandangan Adden, ternyata cowok itu memang sedang menatapnya lagi. Messy dan Jojo ada di sisi lain ruangan.

Adden berdiri di belakang instruktur yang sedang mengajar anak-anak kecil. Sepertinya cowok itu penasaran mereka membicarakan apa, padahal jaraknya cukup jauh dan suasana di gym sangat berisik.

"Rasanya kayak kamu udah jadi milik dia sejak lama. Kalau ada yang berani sentuh kamu, dia bakal hancurin orang itu kayak dia ngehajar samsak tadi."

Melody tersenyum sinis mendengarnya. Itu mustahil terjadi.

"Ngawur banget. Dia nggak mikir gitu. Dia cuma anggap aku ancaman buat Messy."

Giggi melambaikan tangan seakan menyangkal ucapan itu sepenuhnya. "Bukan ancaman, malah sebaliknya. Menurut aku, justru Messy yang butuh kamu. Sosok kakak perempuan."

Tiba-tiba instruktur mendekati Adden dan mengatakan sesuatu. Cowok itu melangkah maju, mulai mengajarikan posisi yang benar pada anak-anak itu.

Melody tak sengaja memperhatikan bagaimana otot punggung Adden bergerak luwes setiap kali dia bergerak. Saat salah satu anak kecil kehilangan keseimbangan, Adden langsung mendekat dan membantunya memperbaiki posisi.

Beberapa anak lain malah tertawa melihat kejadian itu. Tanpa diduga, Adden menegur mereka dengan tegas dan menyuruh mereka berlutut. Dia bilang mengejek orang lain itu tidak boleh dan tidak akan ditoleransi.

Jadi dia masih peduli soal itu ... menarik. Itu sisi Adden yang dulu sering Melody lihat saat mereka kecil. Sosok yang tidak pernah membiarkan temannya diejek, yang sabar menjelaskan sampai orang lain paham.

Adden menyuruh anak-anak itu meminta maaf, dan suasana kembali mencair saat mereka saling bersalaman.

Adden kembali berdiri tegak di depan mereka, mulai menunjukkan gerakan pukulan sesuai hitungan. Semua anak menirunya dengan serempak.

Melody sadar, dia tidak mengajari cara menyakiti orang lain. Kata yang paling sering dia ucapkan adalah 'bertahan' dan 'melindungi'. Bahwa menggunakan tangan adalah jalan terakhir saat tidak ada cara lain, dan tidak pantas mengejek mereka yang sedang belajar.

Seselesai mengajar, Adden berbalik menghampiri Messy dan Jojo yang berjalan mendekat.

"Yuk, ayo," ajak Jojo sambil melambai ke arah Giggi.

Giggi langsung berdiri dengan senyum lebar. Messy ikut berdiri dan menunjuk Melody dengan dagunya.

"Kamu juga ikut."

Melody mengerutkan kening, bingung kenapa cowok itu mau dia ikut ke atas matras. Saat dia dan Giggi berbalik, Adden malah melangkah mendekatinya.

"Kesini," kata Adden singkat, menunjuk dengan anggukan kepala ke arah samsak hitam di pojok.

Melody ragu-ragu dan melirik Giggi, tapi gadis itu sudah berjalan menjauh. Giggi mengikuti Messy dan Jojo ke arah cermin besar, meninggalkannya berdua saja dengan Adden.

Sial.

Saat Melody berbalik, Adden sudah menunggunya tepat di depan samsak itu. Tatapannya datar dan sulit ditebak.

"Aku nggak bakal nyakitin kamu, jadi berhenti takut takut gitu deh."

Melody melangkah maju, berdiri di hadapan samsak, berhadapan dengan cowok itu. Tiba-tiba Adden bergerak mundur ke belakangnya dan berbisik tepat di telinga gadis itu, suaranya rendah dan berat.

"Belum sekarang. Tapi pelajaran ini bukan soal kita. Ini soal gimana caranya kalau ada orang yang mau nyakitin kamu, ngejepit kamu di tembok, atau di kamar mandi."

Jantung Melody berdegup kencang tak beraturan.

Dia dengar?

Dia ingat perkataan Melody di kamar mandi waktu pesta itu?

Gadis itu menoleh sedikit, lubang hidungnya tertampar aroma keringat bercampur parfum cowok itu. Baunya tidak menyengat, justru sangat maskulin dan membuat kepalanya penasaran.

Melody bisa merasakan hangatnya tubuh pria itu di belakang punggungnya, dan imajinasi liar pun muncul. Bagaimana rasanya jika kulit mereka bersentuhan tanpa ada penghalang sama sekali?

Adden menarik bagian belakang hoodie yang dikenakan Melody, membuat gadis itu tersentak sedikit.

"Sebelum mulai, lebih baik kamu lepas ini."

Melody membeku sesaat dan menggeleng cepat. Dia tidak bisa melepas hoodie itu sembarangan.

Bukan karena tidak pakai baju dalam, tapi karena di balik kain itu ada dua huruf yang tertato di antara gambar bunga di punggungnya. Dia tidak mau Adden tahu soal itu. Hari ini dia juga tidak membawa plester untuk menutupnya.

Lagipula, Messy juga tidak bilang kalau dia harus ikut latihan ini.

"Nggak apa-apa, aku nyaman pake ini."

Adden mendekatkan wajahnya, napas hangatnya menerobos masuk ke telinga Melody. Suaranya terdengar menantang.

"Ada apa nih, Melody? Takut ya?"

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!