Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Kembali Ke Masa Lalu??
Cahaya mentari merambat lembut melewati tirai tipis, menyusup masuk ke dalam ruangan yang sunyi. Udara hangat menari pelan, membelai kulit halus seorang bayi yang tertidur lelap dalam keranjang rotan berwarna gading. Wajah mungil itu tenang, damai, seolah dunia belum sempat menyentuhnya. Di antara selimut tipis dan boneka lusuh di sudut bantal, pagi pun bersenandung lirih mengantar harapan baru dalam balutan keheningan yang suci.
bayi cantik tersebut membuka matanya, ia nampak bingung, mata lucunya melihat kesekitar, ia berkata dalam kesunyian
"lah gua dimana kok gua nggak bisa gerakin tubuh gua"batinnya, ia berusaha mengeluarkan suaranya dan terdengar suara lucu dan menggemaskan terdengar di telinganya yang imut,
"gu gu ga ga ga ge ge"celoteh Gua, alis Gua mengernyit bingung, bahasa apa ini!
"kok tempat ini kayak nggak asing buat gua?"ucap Gua dalam hati, tak lama itu ada seorang wanita cantik yang sangat Gua rindukan selama ini, dia adalah ibu,
saat itu Gua berseru heboh, karna itu adalah sosok yang selama ini Gua rindukan, Gua saat ini berusaha bersuara namun tidak dapat mengucapkan kata dengan benar
"bundah rana, kangen hikss"ucap Gua namun tak dapat dipahami karna tutur kata yang masih balita, tuhan kalau ini mimpi tolong jangan bangunin Gua, Gua merasa betah disini
kenalin ini ibu Gua namanya Desi Velaryne Lysandra sosok wanita dengan sejuta kehebatannya, sosok wanita tangguh yang membesarkan Gua tanpa pamrih, ia selalu mengingatkan Gua akan kebaikan, menuntun Gua ke jalan yang benar, wanita cantik dengan pesona keibuannya, membuat ibu adalah sosok paling mulia, Gua dari dulu selalu percaya kalo nyokap Gua ini titisan malaikat.
akhirnya tuhan menjawab doa-doa Gua selama ini, jujur Gua sangat merindukannya sejak kematiannya tepat saat gua kuliah semester 2, ia meninggal dengan penyakitnya yang parah, tangan Guaa berusah meraih ibuku, namun tak sampai saat mata Gua melihat tangan kecil ini Gua langsung terdiam, ini tangan siapa hey, mana tangan ramping Gua huhuhu, tunggu ini mimpi kan??
ibu mendekat seakan tau apa yang Gua mau, mengulurkan tanganya lalu menggendong gua dalam pelukannya, saat itu gua kembali merasakan kenyamanan yang sudah lama Gua rindukan, tanpa sadar gua nangis dalam dekapan hangatnya, ibu atau bisa kita panggil Desi, Desi menyadari rasa lembab akibat tangisan anaknya namun ia heran kenapa anaknya tersebut tidak menangis keras seperti anak anak pada umumnya, malah menangis seperti telah merindukannya selama bertahun-tahun, ia berkata
"aduh cup, anak bunda, kamu kenapa hemm? kamu lapar ya? tunggu sebentar ya sayang bundah ke dapur, mau buat susu untuk kamu"ucapnya dengan nada yang lembut, nada yang sudah lama kurindukan, disitu gua juga ngeliat kakak perempuan gua, gua nggak tau kalo dia ada disana tepatnya di atas kepala gua, kakaku yang sudah lama kurindukan karna sejak ia menikah, ia tidak pernah berkunjung sekalipun, gua juga ngeliat kakak 2 kakak laki-laki gua,
mereka adalah Liam Tharven Castelle, Kaylo Vareth Algraven, dan Viera Aureliane Sylvarra, gua mulai dari kakak perempuan pertama gua, Kenalin namanya Viera Aureliane Sylvarra sesuai namanya cantiknya tiada tara, kakak gua ini salah satu pemenang kontes permodelan internasional, itu yang membuatnya ditarik oleh salah satu tuan muda kota negeri timur, sejak menikah aku tak pernah mendengar kabarnya,
terus ada kakak kedua ku namanya Kaylo Vareth Algraven dari namanya aja udah tau kalian kalo ini orang kulkas berjalan, tapi sangat menyayangiku hingga beberapa kali ia berkelahi demi melindungi ku, hehe namun sejak iaa memutuskan untuk berlatih di Thailand, Gua jarang sekali bertemunya, itupun kadang sebulan 2 kali doang.
Dan terakhir ada kakak ketiga gua, namanya Liam Tharven Castelle kakaku yang sangat jahil minta ampun, namun dibalik sikap jahilnya ia sebenarnya orang yang cuek, berbeda dengan gua adik bungsunya, ia menyayangi gua bahkan beberapa kali dateng ke kos gua, namun saat detik kematian gua lalu, ia tidak bisa hadir karna hari itu adalah sidang S2nya, gua nggak bisa bayangin saat kelulusan S2nya berkat beasiswanya di Belanda,
Mereka berdua ada saat detik terakhir Gua, eh sebentar?? Gua reinkarnasi! apa benar ini?? Gua harus membuktikan hal ini, Tanpa basa basi tangan kecil ini Gua kendalikan untuk menepuk keras wajah Gua, tapi yang di dapati adalah rasa sakit, namun Gua sama sekali tidak menangis, justru tertawa bahagia.
panggilan ibu gua ganti ke bundah aja ya hehe, saat ini gua ambil alih cerita ini, saat bundah ke dapur, gua di kelilingi ama saudara gua, mereka menatap Gua dengan tatapan beragam, kak Viera menatapku dengan tatapan gemas, kak Liam mendekat dan tanpa basa basi meraih tanganku, kak Kaylo hanya tersenyum tipis, serta Ibu melihat Gua dengan heran, saat ini Gua harus berpura-pura seperti layaknya bayi pada umumnya, takutnya Gua nanti berakhir di laboratorium untuk di bedah, bayanginnya aja udah ngeri.
Kakak ketiga gua terus menciumi tanganku, entah apa maksud orang ini tapi, gua menikmati setiap kecupan yang ia berikan ke gua, kakak kedua gua masih menatap gua dengan wajah tampannya yang datar, namun dari tatapannya tersirat rasa cemburu, saat gua tengah di manjain ketiga kakak gua, disitu bundah dateng, lalu ngasih aku susu bayi, naluri gua saat itu, mulut kecil gua menghisap dot dotan bayi, mungkin insting bayi gua yang otomatis berjalan begitu aja, duh Gua jadi malu, Gua ini orang Dewasa yang terjebak dalam tubuh kecil ini, tapi ya sudah lah nikmati apa yang ada.
Sekitar 15 menit aku menghabiskan botol susu itu, kerasa kenyang banget, ya tanpa gua sadari mata kecil gua menutup perlahan, gua ketiduran karna kekenyangan, bundah bawa gua buat tidur di keranjang bayi.
tak terasa 1 tahun berlalu gua di masa lalu ini, gua habiskan dengan beradaptasi lalu membangun bakat, Gua bertekad mau membangun seni sejak dini, jadi Gua diam-diam meminjam crayon kak Viera lalu merobek sedikit kertas gambar kak Liam dan mulai mencoret coret, karna Gua adalah Pelukis anonim di kehidupan Gua sebelumnya tentu ini bukan hal yang sulit, saat asik melukis kakak pertama ku menghampiri Gua, langkah kakinya terdengar jelas karna rumah ini berlantaikan kayu apa lagi kakakku ini melangkah dengan langkah yang besar, saat sebelum ia datang aku dengan sigap menaruh semuanya di tempatnya semula, saat sampai ia mendekat lalu menoel-noel pipi gua yang cubby , gua awalnya sangat risih, tapi ya sudahlah, kapan lagi gua bisa menikmati momen,
ia berkata "adek lagi ngapain?"serunya masih dengan aktifitasnya, Gua hanya diam berakting layaknya bayi normal, tak lama itu datanglah si perusuh satu ini yaitu kak Liam, sama rusuhnya dengan kak Viera ia menciumi pipi Gua sampai Gua risih, bukannya mereka takut dengan amukan Gua malah makin menjadi, tuhan sampai kapan penderitaan ini.
"gua akan tetap dalam bayangan, tak peduli aku akan terkenal suatu saat kehebatanku akan terlihat sebagai karya, gua nggak perlu turun tangan, karna keluarga adalah nomor 1"batinku tanpa di dengar siapapun, saat ini gua membiasakan diri dengan kegiatan-kegiatan yang gua jalani.
keseharian gua nggak begitu banyak, pagi gua diam-diam ngelukis, siang sama tapi gua imbangi dengan membaca buku sekitar , malamnya tidur, hal itu terus menerus hingga gua berumur 2 tahun, disitu bundah menyisikann sisa uang nya untuk ku, biar Gua bisa di belikan alat tulis, sebenarnya ini permintaan Gua sendiri saat di pasar ikut Ibu berbelanja kebutuhan pokok, bajingan itu emang masih ada, tapi entah dimana. pasti sama selingkuhannya, dasar bapak rumah tanggaa yang tidak bertanggung jawab.
Di tahun 2006 memang teknologi tak secanggih di tahun 2025, tapi gua yakin itu akan terus berkembang, dan gua tentu mengetahui trend di setiap tahun, terutama di tahun 2016 itu merupakan tahun yang berkesan bagi gua, " Mari kita menjadi bayangan kembali"ucapku dalam hati
nyahoo gimana?? seru nggak heheh author update 2 hari sekali, jadi mohon maaf banget karna author saat ini sudah memasuki semester neraka, jadi author harap reader bisa bersabar, sampai jumpa di next bab MUACH