NovelToon NovelToon
Permainan Takdir

Permainan Takdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Tamat
Popularitas:965.6k
Nilai: 5
Nama Author: cietyameyzha

Adnan dipertemukan kembali dengan Alina, gadis yang sama 6 tahun lalu. Satu kejadian membuat Alina bernadzar sesuatu. Dan Adnan adalah saksi hidup yang mendengarnya.

Rentetan kejadian demi kejadian seolah teratur sempurna untuk mengikat keduanya. Puzzle kehidupan Alina yang kelam dan penuh air mata mulai terkuak.

Dua hati dengan watak yang berbeda kini bersatu. Saling bertabrakan dan tak jarang beradu argumen.


Bagaimana kisahnya?
Apa mereka tetap bisa berjalan bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Supermarket

Cintailah pasanganmu, maka ia pun akan mencintaimu sepenuh hati.

😊😊😊

Malam berganti pagi. Hari baru telah tiba. Setiap muslim terbangun ketika suara azan berkumandang saling bersautan di setiap surau. Alina menggeliat, bekas semalam masih terasa. Ia pun segera bangun, matanya tertuju pada kamar mandi. Membersihkan diri sepenuhnya adalah kewajiban.

Adnan terbangun ketika suara gemiricik air terdengar. Ia mengerjap, mengucek matanya beberapa, hingga akhirnya bangun. Netranya menyapu ruangan, tak ada Alina. Mungkinkah wanita itu tengah membersihkan diri?

Sejak menikah, otak Adnan selalu memberikan ide jahil. Entah mengapa setiap bersama Alina, selalu ada perdebatan ataupun kekocakkan yang tercetus begitu saja. Dengan perlahan Adnan merangkak turun dari kasur. Lalu, berjalan menuju pintu kamar mandi. Terdengar suara shower telah berhenti. Yang artinya Alina sudah selesai.

Adnan mengetuk pintu dua kali. "Paket!"

Seketika Alina menjawab dari dalam. "Asiap." Wanita itu keluar dengan pakaian lengkap sembari berjoget ria. Membuat Adnan tak kuasa menahan tawa.

"Mas, ngapain kamu ketawa?" tanya Alina.

"Kamu ngapain joget segala?"

"Lah, kan, yang di video sosial media itu kayak gini."

Adnan hanya tersenyum sembari masuk ke kamar mandi. Usai semua beres, mereka salat bersama. Menikmati waktu Subuh dengan lantunan doa dan dzikir. Adnan tampak khusu membimbing istrinya di depan. Melantunkan setiap kalimat tasbih sembari memejamkan mata. Hati Alina terenyuh, merasa beruntung. Sesekali air mata kebahagiaan hadir di sela-sela gerakan bibirnya. Merasakan kedamaian yang di suguhkan waktu fajar.

Usai bermanja-manja dengan Ilahi Rabbi. Mereka berolahraga dan sarapan bersama. Sabtu dan Minggu adalah waktu yang tepat untuk merajut tali cinta agar semakin kuat. Adnan membawa Alina menghabiskan waktu di pantai yang tersedia di kota tersebut. Memanjakan diri sembari merefresh otak sejenak. Menikmati keindahan yang tersaji oleh tenangnya air pantai.

Sesampainya di pantai tujuan, Adnan dan Alina bermain air layaknya sepasang anak kecil. Tertawa bahagia, sesekali menyipratkan air ke lawan menjadi sebuah momentum tak terlupakan. Tak peduli orang memandang apa. Mereka hanya pokus pada jalannya biduk rumah tangga sendiri. Menguatkan hati satu sama lain, bilamana badai ombak datang menerjang.

Hari terlewatkan dengan senyuman. Setiap azan berkumandang, Adnan tak lupa mengajak Istrinya sejenak ke masjid terdekat. Senja pun datang, rasa lelah menghampiri. Sebelum pulang, Alina meminta suaminya untuk menepi sebentar ke supermarket. Membeli bahan makanan yang sudah habis tak tersisa.

Adnan menurut. Memarkirkan mobilnya di sebuah supermarket yang berada di jalur yang mereka lewati. Keduanya keluar, dan memasuki area supermarket terdalam. Adnan mendorong troli dengan Alina yang menggandeng sebelah tangannya. Satu per satu bahan makanan masuk. Dengan teliti Alina terus mencermati mana yang dibutuhkan, dan mana yang belum perlu.

"Mas, aku mau ke bagian per-dagingan," ujar Alina pelan.

Mata Adnan justru tertuju pada rak berisi coklat. Di mana ada kenangan indah bersama istrinya dulu.

"Ya udah, aku pergi ke sana dulu, ya," tunjuk Adnan ke arah kanan dari mereka. "Nanti, aku nyusul."

Alina mengangguk. Ia mendorong troly ke depan. Di mana tempat daging ayam, sapi, dan ikan-ikan segar berada. Adnan adalah orang yang anti memakan ikan. Ia lebih senang dengan olahan daging, telur, dan sayuran.

Sebagai istri, tentu Alina harus memahami akan hal itu. Ia hanya menyajikan makanan yang disukai Adnan. Namun, bukan berarti suaminya melarang ia memasak makanan yang tidak disukainya. Adnan pun tak pernah protes, jika Alina menginginkan menu lain.

Alina selesai. Belum ada tanda-tanda Adnan menghampiri. Ia berinsiatif mendatangi terlebih dahulu. Namun, saat troly baru berjarak 5 meter dari rak coklat, Alina mendapati sebuah pemandangan yang membuatnya memilih menghentikan langkah. Adnan tampak sedang mengobrol dengan Rina yang juga membawa troly dengan anak lelaki di dalamnya.

"Apa kabar, Kak?" tanya Adnan yang tak segaja bertemu Rina di rak coklat.

Rina menunduk, sedangkan anaknya duduk diam memainkan coklat yang baru saja ia ambil. "Alhamdulillah, baik."

Mata itu dulu indah dipandang, akan tetapi sekarang sayu di lihat. Ada apakah? Mungkinkah wanita ini menyembunyikan sesuatu?

Adnan baru saja akan membuka mulut. Namun, suara lelaki menyapa Rina dengan sedikit kasar.

"Eh, cewek murahan ada di sini juga," ujarnya sembari tersenyum sinis. "Mana anak haram kamu?"

Anak haram. Seketika Adnan mengerutkan kening. Sementara lelaki ini terus saja mengoceh tak jelas.

"Kamu memang pantas disebut wanita murahan. Udah nikah, engga perawan. Begitu jadi istri, malah selingkuh. Dapat anak lagi," sindir lelaki di hadapan Adnan.

Mata Rina berembun. Perkataan lelaki tadi menusuk jantung. Menyakiti perasaannya yang sudah melupakan kenangan buruk tersebut.

"Mas, aku sudah katakan, kalau aku tidak pernah selingkuh," bantah Rina. "Ini benaran darah daging kamu, Mas."

"Alah, mana mungkin darah dagingku cacat kayak gitu. Bisu!" sergah lelaki tadi.

Adnan menyimak. Apa lelaki ini adalah mantan suaminya Rina? Atau masih suaminya?

Lelaki itu melirik ke arah Adnan, menyunggingkan sebuah senyuman licik. "Oh ... jadi ini, cowok selingkuhanmu itu. Lumayan, sih."

"Cukup, Mas!" Rina mulai terbawa suasana. Darahnya berdesir. Tak bisakah mantan suaminya ini tidak usah mengusik ketenangan ia dan putranya lagi. Tak masalah bagi Rina, jika lelaki itu tidak menganggap Aris adalah anak kandungnya. Ia bisa membesarkan Aris sendirian.

"Adnan engga ada hubungannya dengan kita. Dia itu cuman juniorku di kampus dulu," jelas Rina.

"Junior yang dulu suka sama kamu, kan? Oh, jadi ini cinta lama belum tuntas. Ngapain kamu nikah, kalau ujung-ujungnya selingkuh sama dia." Perkataan lelaki itu semakin membuat hati Adnan panas. Ia hendak membuka mulut. Namun, Alina tiba-tiba datang dengan troly.

"Dia suami saya, bukan selingkuhan Mbak ini," kata Alina tegas. Ia tidak tahu betul bagaimana Adnan dulu sebelum menikah, akan tetapi selama menikah ia tidak pernah melihat tanda-tanda Adnan mencurigakan.

"Kamu tau dari mana, kalau mereka beneran engga selingkuh? Kalian, para wanita bodoh!" hardik lelaki tersebut.

Tangan Rina mengepal. Telinganya panas mendengar ucapan kasar dari mantan suaminya. Jelas-jelas Alina dan Adnan tidak ada hubungan apa pun dengan mereka.

"Kamu memang lelaki kejam!" satu tamparan mendarat di pipi lelaki itu dari Rina. "Aku bersyukur, bisa cerai sama kamu, Mas. Lelaki tak berakhlak sepertimu engga pantes jadi ayah buat Aris!"

Setelah mengatakan itu Rina segera mendorong troly ke arah kasir, sedangkan lelaki itu pergi ke arah berlawana. Adnan menatap Alina yang tengah memandangi kepergian Rina.

"Dia wanita hebat," puji Alina.

Tanpa mereka sadari, sebuah kamera memotret keempat orang tadi. Terutama saat Adnan dan Rina saling menyapa. Orang itu turut pergi ketika Rina dan mantan suaminya berlalu.

...****************...

BERSAMBUNG~~~

1
Ma Selly
wah suami idaman
Ma Selly
wah ,awas adnan jangan sampe tergoda sama ulet bulu/Grin//Grin/
Ma Selly
adnan bercandanyakebangetan
Ma Selly
semoga adnan selamat dari kecelakaan mautnya
Ma Selly
kira kira siapa yah yg pake mobil merah
Ma Selly
semoga lily dan riko berjodoh
Ma Selly
haaahaaaa ada ada aja adnan bercandanya
Ma Selly
iya nikakan saja tuh si kembar riki dan riko ,di barengin aja nikahnya biar tambah rame/Grin//Grin//Facepalm/
Ma Selly
rasain lo rio makanya jd orang jangan jahat
Ma Selly
kasihan bu winda ,dia ga tau kalau pak willy sudah menikah lagi
Ma Selly
mudahan ibunya alina sadar dari komanya Aamiin
Ma Selly
siapa kira kira yg merekam
Ma Selly
oh jd begitu ceritanya
Ma Selly
kasihan lily ga ada yg menemaninya
Ma Selly
ketemu mantan kali ya
Ma Selly
usil sama istri sendiri ga masalah
Ma Selly
si masnya sudah mulai bucin akut
Ma Selly
mau ada pengantin baru nih
Ma Selly
ibu dan anak yang serakah
Dina Mulyana Syafitri
masyaAllah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!