NovelToon NovelToon
Kutukan Jiwa Niskala

Kutukan Jiwa Niskala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:688
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

"Jika dunia menginginkanku mati, maka aku akan memastikan dunia hancur bersamaku!"

Terlahir dengan energi sihir yang disegel, Han-Seol dibuang dan dianggap sebagai aib keluarga. Demi bertahan hidup, ia kabur bersama Seol-Ah, seorang pemindah jiwa yang menjadi buronan paling dicari.

Di bawah bimbingan Master Lee yang legendaris, segel kekuatan kuno dalam tubuh Han-Seol mulai bangkit. Satu per satu rahasia kejam sang ayah terungkap, memicu perang besar yang akan melanda Cheon-gi Won.

Di tengah kepungan bahaya dan takdir yang rumit, mampukah Han-Seol melindungi wanita yang dicintainya dan menghancurkan mereka yang telah mengkhianatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Warisan Energi di Bawah Mentari Pagi

"Kau adalah orang pertama yang berani mempertaruhkan nyawa, mencicipi cambuk penyiksaan, hanya demi diriku yang lemah ini. Aku tidak akan pernah melupakan pengorbananmu."

Seol-Ah menatap pria di depannya. Ia melihat kilatan energi biru yang kini mengalir tenang di balik kulit Han Seol—sebuah potensi raksasa yang baru saja terbangun.

"Aku tidak melakukannya secara cuma-cuma, Seol," sahut Seol-Ah, meski suaranya masih parau. "Mari kita buat perjanjian. Aku akan menjadi gurumu, melatihmu menguasai energi yang selama dua puluh tahun ini terpenjara. Tapi, sebagai bayarannya, kau harus merahasiakan siapa aku sebenarnya. Dan saat kekuatanku sebagai Nara telah kembali sepenuhnya... kau tidak boleh mencegahku jika aku memilih untuk pergi."

Han Seol terdiam sejenak. Ada rasa pedih saat membayangkan Seol-Ah akan pergi, namun ia mengangguk mantap. "Aku berjanji. Mulai detik ini, kau adalah guruku."

****

Sisi Gelap: Ruang Rahasia Jin Wu

Di tempat tersembunyi yang jauh dari kemilau Cheon-Gi Won, suasana mencekam menyelimuti sebuah ruangan bawah tanah. Jin Wu, pria dengan ambisi yang sedalam lautan, berdiri dengan tangan terlipat di balik punggungnya. Di hadapannya, sebuah pemandangan mengerikan sedang berlangsung.

Beberapa orang berpakaian kumuh dengan tangan terikat berteriak histeris. Seorang bawahan Jin Wu, pria berjubah hitam dengan mata yang haus darah, meletakkan telapak tangannya di atas kepala para korban satu per satu. Dengan sihir pemindah jiwa yang dilarang, ia menyerap energi kehidupan mereka hingga habis.

Satu per satu, tubuh-tubuh itu tumbang, kulit mereka berubah menjadi abu-abu dan membatu sebelum akhirnya tewas mengenaskan.

Jin Wu hanya menatap dengan tatapan datar yang menyebalkan, seolah nyawa manusia tidak lebih dari sekadar bahan bakar baginya.

Pria berjubah itu mundur setelah selesai, membungkuk hormat kepada Jin Wu sebelum menghilang dalam kegelapan.

Seorang pengawal kepercayaan Jin Wu masuk dengan tergesa-gesa. "Tuan, kami belum menemukan jejak Nara."

Pengawal itu sebenarnya menyimpan rahasia besar. Ia tahu wanita yang ia tangkap di Rumah Mawar tempo hari bukanlah Nara, karena saat ia membunuhnya, tidak ada tanda biru pemindahan jiwa di lehernya.

Namun, demi menyelamatkan mukanya, ia merahasiakan kegagalan itu dari Jin Wu sambil terus berburu Nara secara diam-diam.

Jin Wu tidak menanggapi. Pikirannya melayang ke masa lalu, ke saat ia masih menjadi murid kepercayaan sang Penyihir Agung, Han Gyeol. Ia ingat malam di mana ia diminta melakukan tugas paling berat: mengembalikan jiwa Han Gyeol dan Raja Go Yoon ke tubuh masing-masing setelah ritual pemindah jiwa yang tragis itu.

Ia ingat wajah gurunya yang terbaring lemah di tubuh raja yang penyakitan, memohon agar ia segera bertindak sebelum maut menjemput tubuh fana sang raja.

"Aku menyelamatkan nyawamu saat itu, Guru," gumam Jin Wu sinis. "Tapi kau menyimpan rahasia tentang putra raja itu dariku."

****

Keesokan Harinya: Latihan Pertama

Matahari pagi menyinari permukaan sungai yang jernih di pinggiran wilayah Niskala. Sebuah gazebo kayu tua berdiri sunyi di pinggir sungai, sementara di atas sebuah batu besar yang rata, Han Seol dan Seol-Ah berdiri berhadapan.

"Rupanya pintu energiku benar-benar sudah terbuka," ucap Han Seol sambil menatap telapak tangannya yang kini terasa hangat.

Namun, pemandangan di depannya jauh dari kata agung. Seol-Ah, yang memegang sapu lidi sebagai pengganti pedang, tampak sangat kepayahan.

Tubuh Seol-Ah yang mungil dan tidak pernah dilatih itu segera mencapai batasnya. Ia terengah-engah, sebelah tangannya bertumpu pada sapu lidi, sementara tangan lainnya memegang lututnya yang gemetar.

"Hah... hah... aku... sangat... lelah, Seol!" keluh Seol-Ah dengan wajah memerah. "Aku tidak kuat lagi. Tubuh ini benar-benar lemah, tak berguna! Bagaimana bisa seorang pelayan rumah mawar tidak punya stamina sama sekali?"

Han Seol menghela napas, rasa kecewa sedikit merayap di hatinya. Ia mengira setelah energinya terbuka, ia akan langsung bisa melakukan teknik pedang hebat seperti Seo-Jun yang gagah atau Do-Hyun yang lincah. Bahkan Park Ji-Hoon, sahabatnya yang pendiam dan penjaga perpustakaan itu, masih terasa jauh lebih kuat darinya saat ini.

"Seol, dengar," ucap Seol-Ah sambil mencoba mengatur napasnya kembali. "Meskipun tubuh ini lemah, kau adalah putra dari garis keturunan jenius. Aku yakin kau bisa menguasai teknik Jipsu (pengumpulan energi) dalam waktu singkat. Kau harus membuktikan pada dunia bahwa rumor kau bukan putra kandung penyihir Han adalah omong kosong!"

Mendengar itu, semangat Han Seol kembali terbakar. "Kau benar, Guru. Aku akan menjadi penyihir terhebat yang pernah ada!"

Mereka pun mulai berjalan menuju hutan bambu untuk mencari tempat berlatih yang lebih tertutup. Namun, dasar sifat Han Seol yang santai, ia malah berjalan di depan sambil bersenandung riang. Ia bergejolak ke sana kemari, melompat-lompat kecil seolah sedang piknik, bukannya bersiap untuk latihan maut.

Seol-Ah yang berjalan terseok-seok di belakangnya hanya bisa menatap punggung Han Seol dengan mata menyipit tajam.

"Dasar bajingan malas," desis Seol-Ah pelan sambil mencengkeram sapu lidinya kuat-kuat.

"Akan kupastikan kau menangis saat latihan nanti."

****

Sinar matahari pagi yang mulai meninggi menembus celah-celah jendela kediaman keluarga Han, menciptakan garis-garis cahaya yang menari di atas lantai kayu.

Di ruang tengah, suasana terasa kontras dengan kecerahan di luar. Madam Oh berdiri di dekat jendela, menatap ke arah taman yang mulai disinari cahaya terik. Pikirannya melayang jauh ke masa dua puluh tahun silam, saat ia, Han Gyeol, Seo-Yoon, dan Do Kwang masih sering menghabiskan waktu bersama di bawah matahari yang sama.

Penyihir Do berdiri di belakangnya, memperhatikan bahu Madam Oh yang kaku. Ia tahu wanita itu sedang merindukan Han Gyeol—pria yang pergi tanpa pamit saat matahari sedang terik-teriknya dua puluh tahun lalu. Rasa cemburu yang telah ia pendam selama dua dekade mendadak membuncah di bawah terangnya siang itu.

"Aku tahu kau masih sangat menyukai Han Gyeol!" teriaknya tiba-tiba, suaranya memecah ketenangan pagi.

Madam Oh tersentak kaget. Jantungnya berdegup kencang, seirama dengan kicau burung di luar yang mendadak diam. Ia berbalik, menatap Penyihir Do dengan mata berkaca-kaca di bawah siraman cahaya pagi.

"Kenapa Anda tiba-tiba membahas hal ini?" tanya Madam Oh dengan dahi berkerut dan wajah memberengut kesal.

"Mengaku saja, Nyonya Oh. Kau tidak bisa membohongiku," ucap Do Kwang seraya mendengus sinis.

"Kau sendiri pasti masih mencintai mendiang Seo-Yoon, kan? Mengaku saja!" ketus Madam Oh tidak mau kalah.

Do Kwang melotot. "Itu hanya masa lalu! Dan kenapa kau harus membawa-bawa orang yang sudah meninggal?"

"Tapi tetap saja kau pernah mencintainya, bukan? Jadi, Anda juga jangan menuduhku menyukai Han Gyeol. Anda sendiri yang bilang itu masa lalu, jadi lupakan saja semuanya!"

Rahasia yang selama ini tersimpan di balik bayang-bayang, kini tersingkap sepenuhnya di bawah terik mentari.

Di Kediaman Master Baek (Penyihir Seo)

Sementara itu, di kediaman Master Baek, Han Seol yang kelelahan merasa beruntung menemukan tempat berteduh dari matahari pagi yang mulai menyengat. Ia meminta izin pada pelayan yang berjaga untuk beristirahat di paviliun pengobatan yang sejuk, sementara Master Baek dikabarkan masih sibuk dengan urusan mendesak di Cheon-Gi Won.

Di halaman luar, Seol-Ah mulai menjalankan perannya. Ia mengambil sapu lidi, menyapu dedaunan kuning yang gugur berserakan di bawah pohon besar yang menaungi halaman.

Sinar matahari pagi yang cerah menyoroti setiap debu yang beterbangan saat ia menyapu dengan gerakan yang sengaja dibuat lamban, menjaga aktingnya sebagai pelayan Han Seol yang tekun di depan mata orang-orang.

Srak... srak... srak...

Suara langkah kaki mendekat dari arah pintu gerbang. Master Baek muncul bersama asistennya, wajahnya tampak sangat pucat dan kelelahan di bawah cahaya siang yang benderang.

"Rupanya kau gadis keras kepala itu," ucap Master Baek sambil menyipitkan mata, menghalau silau matahari pagi. "Rupanya Madam Oh benar-benar menyuruhmu menjadi pelayan Han Seol setelah kekacauan semalam."

1
Soobin Chan
mampir juga di cerita baru aku kak. 'The Emerald and Her Four Mates'
Protocetus
Beludru itu apa thor?
Soobin Chan: beludru itu sejenis bahan kain halus dan lembut gitu. jadi ibaratnya suaranya itu kaya beludru, lembut dan halus.🤭
total 1 replies
Protocetus
Ini bacanya Cheongi apa Cheon Gi min?
Soobin Chan: Cheon-gi 🤣
total 1 replies
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
Soobin Chan: oke kak😄
total 1 replies
Dao Biru
Latar Korea ya
Soobin Chan: iya kak😄
total 1 replies
T28J
wah wah wah
Soobin Chan: 🤣terima kasih udah mau komen
total 1 replies
T28J
woww.. secantik apakah dia /Slight/
Soobin Chan: bayangin ajah wajah song he kyo. begitulah kira kira.😄
total 1 replies
T28J
mantap kak 👍
Soobin Chan: terima kasih🤭
total 1 replies
Soobin Chan
komen dong guys. biar aku semangat nulusnya😍🤭
Soobin Chan: tetap semangat. mudah-mudahan banyak yang suka sama ceritanya💪
total 1 replies
Soobin Chan
ceritanya bagus guys, ayo merapat! di jamin kalian bakalan suka/Drool/
Soobin Chan: ramein dong guys...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!