pokoknya baca ajah ya gais
semoga suka!!!
hao chen adalah anak satu-satunya dari walikota hao yang selama kepemimpinannya sangat disukai oleh masyarakat karna tegas dan adil kepada rakyannya
tapi karna suatu kejadian di mana mafia yang ingin mengedarkan narkoba di wilayahnya,walikota hao mengerahkan semua keamanan kota untuk meringkus semua orang- orang yang terlibat
akibat itu pula lah malam berdarah di keluarga hao terjadi pembantaian dan pembakaran kediaman dari walikota hao
dan anak satu-satunya berjuang untuk membalaskan dendam dari keluarganya
Apakah dendam hao chen dapat terwujud ataukah hao chen gagal dan melepaskan dendamnya kita lihat saja nanti
Dan apa yang akan terjadi setelah hao chen mati apakah dewa akan bermurah hati kepada hao chen atau dia akan langsung terlempar di alam baka....
tetep baca terus ceritaku ya kawan ada kultivator nya hehehe...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhiinda Rohma Dinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31 : Inti Kematian
Setelah pertanyaan yang di lontarkan oleh hao chen dan tak mendapatkan jawaban dari gadis putih itu akhirnya selama perjalanan mereka selalu terdiam tak ada obrolan apapun yang terjadi
mereka berjalan hingga menembus ke lapisan 8 hutan tanah kematian ini
"gege" panggil xian yin kepada sosok hitam yang ada di diri hao chen
"ya di sini tempatnya. hao chen pergi ke arah selatan ambilkan sesuatu untukku" ucap sosok gelap hao chen
"baiklah" mereka berjalan ke arah selatan dan tak ada obrolan apapun lagi setelah itu
"yin'er tunggulah disini kau akan terluka jika semakin jauh masuk ke dalam" ucap sosok gelap hao chen karena memang mereka memiliki elemen yang berlawanan
"tapi gege.."sebelum ucapannya selesai hao chen langsung menyembarnya
"tunggulah aku akan kembali" namun ada keterkejutan di mata hao chen dirinya dengan tiba-tiba berucap lembut dan tangannya mengelus surai xian yin dengan sendirinya
xian yin yang di perlakukan seperti itu pun senang dia hanya mengangguk
_
setelah meninggalkan xian yin di tempat yang aman hao chen berjalan ke arah selatan mencari sesuatu yang diminta oleh sosok gelapnya itu
"terus ke arah selatan" ucap sosok gelap hao chen
"sebelum aku melangkah lagi aku ingin bertanya padamu. siapa xian yin?" ucap hao chen
helaan nafas dari sosok hao chen mengawali ucapannya
"adikku" hanya itu yang dia ucapkan
setelah memperoleh jawabannta hao chen melanjutkan berjalan hingga berkilo-kilo meter jauhnya dari xian yin
"di depan ada gua. sama seperti sebelumnya teteskan darahmu" ucap sosok gelap hao chen
"ada apa di dalam gua itu" tanya hao chen
penasaran
"inti kematian" ucap sisi gelap hao chen.
tanpa menjawab hao chen melangkah lebih cepat lagi akhirnya sampailah di sebuah gua yang sangat suram
dari luar nampak kegelapan yang sangat gelap dari kata gelap itu sendiri
tekanan pun semakin dahsyat dekat dengan gua itu namun hal itu tak membuatnya gentar dengan menggigit jarinya mantra formasi pelindung dengan simbol-simbol yang sama seperti yang ada di gua xian yin pun mulai bergetar dan simbol formasi berwarna emas transparan itu mulai memudar dan hancur
seketika itu pula aura membunuh yang keluar tak terkendali membuat hao chen tertunduk karena aura itu
"jangan sampai di kendalikan oleh sisi gelapmu. serap kristal yang ada di dalam sana. kesadaranku akan hilang di saat itu lah kau harus mencari cara menundukkannya" ucap sisi gelap hao chen
hao chen yang merasakan tekanan yang sangat kuat pun mencoba merangkak ke dalam gua semakin masuk ke dalam rasa sakit yang di terima hao chen
hao chen merasakan keputus asaan,penyesalan,rasa sakit,bahkan rasa dari kematian itu sendiri saat ini hao chen rasakan
setelah berjuangan yang melelahkan hao chen akhirnya sampai di sebuah kristal hitam pekat yang memancarkan aura yang sangat mengerikan
dengan kekuatannya hao chen bersila dan menutup semua panca inderanya memfokuskan diri menyerap kristal hitam itu
hao chen bermeditasi menyerap energi hitam itu.
namun kesadaran hao chen seperti di tari ke suatu tempat dan yah itu adalah bumi dunia modern
aaahhhh
aaaahhhhh
"ayah ibu tolong aku" suara teriakan menggema di rumah itu
"di...dimana ini" dengan rasa takut yang tak terkira hao chen kini menyadari dia terkunci di dalam lemari pakaian tempat persembunyiannya
.
.
.
**like
like
like**
pantes nie novel sepi