"Siapa bilang Mutiara selalu indah berkilau?
Tidak, aku menggeleng. Mutiara yang kumiliki menyakitkan. Bahkan dalam keadaan tak tersentuh sekalipun. Apalagi seandainya bila aku menyentuhnya? Pasti kilauannya membuat kedua mataku buta." Jimmy~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta "HAK"
Tok tok tok.
Jimmy menghentikan aktivitasnya mengeringkan rambut saat mendengar pintu diketuk. Tidak pernah Mutia mengetuk pintu kamarnya, apalagi masih pagi-pagi buta begini.
"Masuk!"
Cklek~
"Ada apa?" tanya Jimmy.
"Maaf Mas Jim, semalam ... aku terlalu emosi.. aku nggak tahu sebabnya kenapa aku bisa semarah itu."
keduanya terdiam selama beberapa saat sebelum Jimmy membalas ucapan Mutia.
"Pernikahan ini memang sudah hancur sejak awal ... seperti foto yang kamu hancurkan." jawab Jimmy lembut.
"Ya, maka dari itu ada yang ingin aku bicarakan..."
"Ya, bicaralah."
"Aku nggak bisa menggantungkan hubungan ini lebih lama lagi. Aku sudah siap dengan segala resikonya dan aku akan memberitahu Papa pelan-pelan tentang pernikahan kita. Aku ingin kamu bahagia Mas, sama sepertiku yang juga tersiksa. Waktu satu tahun rasanya sudah cukup. Terima kasih sudah menampungku disini, maaf sikapku yang selama ini sudah keterlaluan. Semua ini aku lakukan semata-mata karena nggak mau memberimu harapan sejak awal."
"Tapi, aku nggak tahu ternyata kamu malah sudah memiliki perasaan itu, aku nggak bisa membalas. Bukan nggak mau berusaha, aku sudah berusaha dan aku nggak bisa. Lagi-lagi dia lebih kuat berada disini." Mutia menunjuk dadanya.
Jimmy terdiam sebab menyimak kata-katanya.
Mutia telah menunduk dalam sebelum akhirnya dia memberanikan diri menatap Jimmy yang sama-sama sedang menatapnya.
"Aku minta kita bercerai!"
Deg!
Empat kata itu bagaikan sebuah kilat petir yang menyambar tubuh Jimmy. Jimmy memejamkan mata berupaya meredam rasa sakit. Dadanya terasa terhimpit, begitu sesak seolah-olah tertimpa beban yang begitu besar didalam sana.
Apapun yang Jimmy lakukan dan korbankan selama ini tak pernah bisa menyentuh hati Mutia. Wanita itu setitik pun tak pernah merasa bahagia bersamanya.
Mendadak tubuh Jimmy kaku tak bergeming. Rasa sakit menjalar di tubuhnya. Dia tak bisa mendengar apapun kecuali fokus pada kata 'laknat yang baru saja terlontar dari bibir mutia.
Tapi kali ini, Jimmi pasrah. Dia akan melepas bebaskan Mutia. Berharap wanita itu bisa bahagia setelah ini. Pernikahan ini tidak bisa diselamatkan lagi, sudah semestinya mereka sudahi.
Membelenggu Mutia adalah bagaikan menggenggam mata pisau. Semakin erat Jimmi menggenggamnya, semakin pula jari jemarinya terluka.
"Baiklah, aku akan menuruti permintaanmu dek... tapi sebelum itu, izinkan Mas meminta hak Mas sebagai seorang suami." Jawab Jimmy kepada wanita yang sudah hidup bersamanya selama kurang dari setahun ini. "Layani aku sebaik-baiknya, layaknya seorang suami pada umumnya."
"Nggak lama,"
Mutia terlihat menunduk dalam. Kenapa mendadak rasa bersalahnya juga begitu besar?
Mutia menyadari, dosanya bertumpuk kepada Jimmy, karena selama pernikahan Mutia tidak pernah sekalipun memberikan haknya.
Mengetahui respon Mutia, Jimmy tersenyum lalu memegang bahu Mutia. "Mas tidak memaksa Mut, kalau tidak bersedia tidak apa-apa." Ucap Jimmy sebelum ia melangkah pergi.
"Tunggu Mas!"
Langkah Jimmy terhenti ketika Mutia memanggilnya.
"Baiklah, be-berapa hari kamu minta?"
"Satu bulan dari hari ini."
"Ya, ok kalau begitu."
Mungkin ini jalan terbaik untuk Mutia agar segera terlepas dari jerat pernikahan ini dan sebagai timbal balik pula untuk kebaikan Jimmy kepada dirinya, selama ini.
"Tapi selama satu bulan itu kamu harus sudah resign dari pekerjaanmu, full dirumah dan nggak boleh dekat-dekat dulu dengan laki-laki itu. Kamu bebas pergi setelah satu bulan itu selesai."
"Surat resign itu harus dikirimkan ke HRD satu bulan sebelum pengunduran diri, Mas. Nggak bisa langsung mendadak gitu..."
"Mas akan menunggu."
***
To be continued.
thank author novelnya kereeeeen 👍👍👍
sukses terus yaa😊
tp sdh ada yg nyesek didada🙁
sayangya aku baru Nemu novel ini..Sukses terus Kaka othor 😍
tidak mau membahas masa lalu.
nyesek berada diposisi Jimmy😭