🌺 Arsenio Putra Atmadja * Bianca Mahendra 🌺
Judul sebelumnya "Aku Ingin Hidup Sekali Lagi!"
Sebuah janji sepuluh tahun lalu membawa Bee dan Arse bertemu kembali dalam situasi rumit.
Bee yang menjadi arwah karena koma mencari cara untuk kembali ke tubuhnya dan mempertemukannya dengan Arse sang penyelamatnya yang dianggapnya sebagai jodohnya kelak.
Hingga akhirnya Bee menyadari cara kembali ke tubuhnya adalah dengan menyadari perasaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Kutukan
...
Arse masih diam mematung dengan amarah yang membelenggu dirinya. Cukup lama dia berdiri di balkon kamarnya akhirnya dia berjalan dan mengambil sebotol anggur untuk menenangkan dirinya yang dilanda amarah. Dia pikir perkataan Bianca akan hilang dari pikirannya, nyatanya semakin dia meneguk minuman beralkohol itu membuat pikirannya semakin kacau.
Dia pun meraih ponselnya dan mendial nomor James, orang kepercayaan Daddynya.
"Selidiki Bellena dan Kyle, pastikan mereka ada hubungan atau tidak!" perintahnya saat panggilan tersambung.
"Baik Bos!" jawab James.
Arse akan menyelidiki apa yang dikatakan Bianca itu benar atau tidak. Disatu sisi dia ingin menyangkal setiap ucapan Bianca tapi disisi lain juga ingin mempercayai perkataan Bianca. Karena egonya terlalu tinggi tentu dia akan lebih mempercayai orang yang dicintainya yaitu Bellena. Tapi dia akan tetap menyelidiki mereka.
Sepertinya dia harus menunda dulu hari pernikahannya sampai James memberi laporan.
Dia pun melangkah keluar kamarnya untuk mencari kedua orangtuanya, selama persiapan pernikahan orangtua Arse menginap di mansion nya.
Mereka juga ingin mengawasi putranya itu, mereka merasa bersalah karena kurang perhatian pada putranya, mereka pikir Arse sudah dewasa karena mulai berubah saat mengenal Bellena jadi mereka memberi kebebasan untuk putra tunggalnya.
Sementara orangtua Arse nampak sibuk mempersiapkan acara pernikahan dadakan anak semata wayang mereka, terutama Mom Adel. Dia memesan gedung hotel mewah sebagai acara resepsi dan menyiapkan designer terkenal untuk merancang baju pengantin Bellena, karena Arse anak satu satunya pesta pernikahan haruslah sangat mewah. Berbagai makanan istimewa juga sudah dipesan, dengan uang memang segala sesuatu menjadi mudah.
"Mom.. " panggil Arse, saat ini Mom Adel tengah berada di dapur untuk memasak makan malam.
"Iya Son, Mom membuatkan makanan kesukaanmu" jawab Mom Adel.
"Sudah sejauh mana persiapan pernikahanku?" tanya Arse.
"Hm, sudah 70℅ besok undangannya sudah jadi, Mom memberi mereka uang 5 kali lipat, keren kan Mom mu bisa membuat pesta dalam waktu singkat, kau tenang saja semua akan berjalan sempurna" Ucap Mom Adel begitu bangga.
"Ngh, Mom bisa kita tunda dulu?"
"Why?" Mom Adel tampak heran.
"Ada sesuatu yang harus aku selesaikan dulu" jawab Arse ragu ragu.
"Tidak bisa!" tiba tiba suara berat Dad Atmadja menyela.
"Tapi Dad_"
"No! kami sudah cukup sabar melihat tingkah lakumu selama ini, selalu berganti ganti wanita kesana kemari saat mengenal Bellena bukankah kau sudah berubah dan lihatlah kau sampai berfantasi liar" Dad Atmadja tampak gusar.
"Come on Dad, percaya padaku! yang kalian lihat tidak seperti yang kalian pikirkan" Arse berusaha membujuk Daddynya.
"Ck! Baiklah selesaikan urusanmu itu" decak Dad Atmadja.
...
Saat ini Arse mengendarai mobilnya menuju tempat rumah sakit Bianca dirawat. Dia begitu menyesal atas apa yang dia katakan pada Bianca, seharusnya dia bisa mengontrol emosinya. Dia sungguh tidak bisa mempercayai jika orang yang paling dekat dengannya berkhianat, dia terlalu tersulut emosi sehingga mengatakan hal yang menyakitkan untuk Bianca.
Sesampai dirumah sakit dia segera menuju ruangan Bianca, tapi saat Arse masuk disambut dengan tatapan tajam Papa Mahendra.
Saat ini memang Papa Mahendra dan Lili sedang berada di ruangan Bianca, seperti biasa dengan telaten Lili mengelap tubuh Bianca dan mengajaknya berbicara sesekali agar Bianca merespon seperti itu yang disarankan Dokter karena tadi siang mereka tidak sempat datang, mereka menghadiri acara sekolahnya Cello. Setelah selesai acara mereka pun langsung bergegas menjenguk putri mereka yang masih terbaring tak berdaya.
"Kenapa kau kesini?" tanya Papa Mahendra dengan sorot mata tajam.
Arse menelan salivanya dengan berat, "Ngh, saya mau melihat keadaan Bianca Om" jawab Arse dengan kikuk.
"Tidak perlu, aku sudah tahu siapa kau sebenarnya pantas saja wajahmu tidak asing" bentak Papa Mahendra.
"A.. Apa maksud Om?"
"Bukankah kau Arsenio CEO Atmadja Group itu kan?" tanya Papa Mahendra dengan penuh tekanan.
"I-iya Om benar"
"Bukankah kau sudah memiliki seorang tunangan lantas kenapa masih memacari putriku!"
"I-itu bisa saya jelaskan Om"
"Tidak perlu, sekarang keluarlah! Aku tidak mau putriku dipermainkan oleh lelaki sepertimu" usir Papa Mahendra, waktu itu setelah Arse mengaku menjadi kekasih putrinya dia menyelidiki siapa itu Arse dan mendapati kenyataan kalau Arse adalah seorang CEO rasanya tidak mungkin dia tertarik dengan putrinya dan menemukan fakta lain bahwa Arse sudah memiliki tunangan seorang model, Papa Mahendra begitu marah dia tidak mau putrinya dipermainkan lelaki dan akan dianggap perusak hubungan orang.
"Pa.. Sudah jangan marah" Lili berusaha menenangkan suaminya itu.
"Pergilah Nak" kini Lili menatap Arse.
Arse yang bingung harus berbicara apa akhirnya keluar dari ruangan Bianca dirawat. Tapi saat masuk tadi dia tidak mendapati Bianca ada didalam. Dia makin panik dimana sebenarnya Bianca kenapa dia tidak kembali ke rumah sakit, apa dia ada di taman rumah sakit? Dia pun segera berlari menuju taman tersebut tapi dia tidak mendapati Bianca ada disitu. Dia pun mengacak rambutnya kasar.
"Hantu tengil itu benar benar membuatku gila! Dimana dia sekarang? Seorang CEO Atmadja Group diusir, ini sungguh memalukan!" decaknya kesal.
Arse pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju club malam, dia butuh pelampiasan agar emosi dan perkataan Bianca hilang dari pikirannya. Tak lupa sebelumnya dia sudah menghubungi dua sahabatnya tentu dua sahabatnya itu menerima ajakan Arse dengan senang hati.
Sesampainya di club,
"Hey, singa bucin tumben mengajak kami duluan" tanya Sam.
"Diamlah, aku sedang banyak pikiran!" decak Arse.
"Taruhan 5M dia gagal bercocok tanam lagi" seloroh Chris.
"Kalian mau mati ya!"
"Lalu, ada masalah apa lagi, gadis hantu itu masih mengganggumu dan apakah dia ikut kemari?" tanya Sam sambil melihat kanan kirinya dia begitu merinding mengingat kejadian dasi melayang tempo hari.
"Hantu tengil itu membuatku gila, dia mengatakan Bellena selingkuh dengan Kyle"
"Whats?" tanya Sam dan Chris kompak.
"Aku begitu emosi dan mengatakan sesuatu yang membuatnya marah, dia pergi entah kemana" suara Arse terdengar begitu parau sepertinya dia begitu menyesal mengatakan hal itu pada Bianca.
"Hey, kau terlalu dibutakan cinta Bro, sebaiknya memang kau harus selidiki kekasihmu itu" kata Chris, sebenarnya dia dari awal tidak suka dengan hubungan Bellena dan Arse menurutnya Bellena tidak tulus dengan sahabatnya itu tetapi karena melihat Arse bucin akut rasanya sulit untuk menyadarakannya.
"Aku sudah menyuruh James"
"Ck! makanya aku tidak mau jatuh cinta sepertimu, cinta itu begitu rumit, tanpa cinta bisa kita bersenang senang cocok tanam sana sini" decak Sam dengan mode mesum tingkat tinggi.
"Kalian harus berhenti memainkan wanita! kalian tidak mau dikutuk sepertiku kan?"
"Apa maksudmu?"
"Bertemu dengan hantu tengil itu adalah kutukan!"
Sam dan Chris saling pandang dan merinding, sungguh mereka tidak mau hidupnya akan diganggu dengan hal mistis seperti yang dialami Arse.
Arse pun mengulum senyumnya, "kalian harus belajar menjadi dewasa mulai sekarang" katanya dalam hati.
makin kesini makin kesana
endingnya bikin termehek-mehek.. 😭😭😭
wes g usah banyak komen, intinya cerita ini luar biasa banget..
jangan dilewatkan untuk dibaca.. 🥰🥰🥰
sehat2 terus ya kak..
jgn capek untuk terus berkarya...
mau lanjut baca oh my bee😘😍🤩🥰