NovelToon NovelToon
So Fever Together Him

So Fever Together Him

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Bayi imut / Tamat
Popularitas:73.3k
Nilai: 5
Nama Author: kulid

Memet dan Bety telah menikah. Dan mereka menikmati kehebohan menjalani bahtera rumah tangga karena menikah muda.

Keduanya kerab kali cek-cok mempermasahkan hobi Memet yang suka main game online.
Sementara Bety, ia sangat kesal diabaikan oleh suaminya itu.

Suatu ketika Bety membuat rencana, memberi obat pada minuman Memet, sehingga lelaki itu mabuk tak sadarkan diri.
Bety memutuskan untuk pergi meninggalkan Memet setelah malam pertama mereka.

Tak ada angin tak ada hujan, di saat Memet pusing memikirkan istrinya, sembilan bulan kemudian tiba-tiba saja orang mengantarkan bayi laki-laki kepadanya. Orang itu mengatakan kalau Bety telah meninggal setelah melahirkan anaknya.
Lima tahun kemudian Bety kembali dari luar negeri. Ia menyamar dengan dua anak kecil berumur lima tahun.
Ia melakukan itu untuk menghindari Memet, ia yakin kalau Memet masih marah kepadanya karena telah berani membohonginya.
Tetapi penyamarannya terbongkar, ia ketahuan oleh Memet, hingga membuat lelaki itu murka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kulid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tirani licik

Pikiran Bety terasa berat untuk menentukan keputusannya. Jika ia tidak pergi menemui Memet, ibunya pasti akan dalam bahaya.

Ibunya menderita uremia stadium akhir. Para spesialis kesulitan untuk merawatnya. Jika ia diserahkan pada dokter magang, ia akan mati dalam hitungan menit.

“Hhhh!” Bety menghela napas berat.

“Hahhhh!”

Celine dan Celo melihat keadaan ibunya yang sedang gelisah memikirkan sesuatu. Mereka berbisik di sudut ruangan, “Mengapa mami menghela napas?” kata Celine pada Celo.

Celo berdehem dan berkata dengan bijak, “Mungkin mami sudah mengalami penuaan. Beberapa ibu dari teman sekelasku juga melakukan hal yang sama. Mereka menghela napas sepanjang hari. Dari bangun tidur mereka akan memarahi anak-anak dan suami mereka, dan setelah itu mereka menenangkan diri dengan menghela napas panjang.”

Celine merasa kasihan kepada ibunya. Ia meletakkan mainan yang ada di tangannya dan berjalan mendekati ibunya. Ia mengelus kepala ibunya dengan sayang, “Mami, aku akan mencarikan seorang suami untukmu, agar kau bisa memarahinya di saat suasana hatimu sedang buruk.”

Bety terperangah mendengar ucapan polos putrinya. Logika macam apa itu? anaknya berpikir kalau dia sedang kehilangan semangat hidup tanpa seorang suami, padahal isi kepalanya sedang di aduk-aduk gegara kelakuan dari ayah anak-anaknya.

“Sayang, mami tidak dalam keadaan suasana hati yang buruk. Mami hanya perlu pergi ke rumah sakit untuk melawan beberapa monster untuk menyelamatkan nenekmu. Kalian berdua harus baik-baik di rumah, dan jangan pergi keluar,” kata Bety mengusap wajah anaknya.

“Mami, jika orang jahat kemarin mengganggumu lagi, kau harus menyemprot matanya dengan ini.”

Celo memberikan sebuah botol kosmetik di tangannya kepada Bety.

“Apa ini?”

“Semprotan merica yang aku racik ,” kata Celo.

“Kalau mami menggunakan ini, aku tidak perlu khawatir jika nanti mami bertemu dengan pria jahat itu lagi!”

Bety memasukkan semprotan merica itu ke dalam tasnya. Karena Memet sudah tahu bahwa ia telah memalsukan kematiannya sendiri, maka ia tidak perlu untuk melakukan penyamaran lagi.

Bety mengganti bajunya dengan setelan kemeja lengan panjang dan rok hitam selutut, rambutnya dibiarkan terurai indah sebahu. Ia juga memakai riasan tipis di wajahnya.

Begitu Bety melangkah keluar dari pintu, Celo dan Celine melihat kepergian ibu mereka dari jendela.

“Kenapa mami berpakaian cantik hari ini?” ada keraguan di mata Celo melihat tatanan gaya Bety yang berbeda dari biasanya.

Celo memutar matanya. “Selama itu tidak menjadi masalah baginya,” gumamnya.

Celine sangat bersemangat, “Apakah kita akan segera memiliki ayah?”

Celo terdiam dengan mulut ternganga.

Di rumah sakit.

Memet duduk di ruangan kantornya sambil terus melirik jam tangannya. Ini sudah lebih dari setengah jam, atau lebih tepatnya sudah empat puluh menit telah berlalu.

Apakah wanita licik itu melarikan diri lagi? Apakah janjinya di telepon hanyalah omong kosong? Semua itu menjadi tebakan Memet karena kesal menunggu.

Tubuhnya yang tinggi dan gagah berdiri tegak.

“Banzai, ambil mobilku,” kata Memet berteriak.

Banzai tercengang. “Pak, bukankah kita sedang menunggu Bety?”

“kau benar-benar mengira dia mempunyai keberanian?” Memet meludah dengan tidak percaya.

Saat memet berbicara, pintu terbuka dan seorang sekretaris melongokkan kepalanya. Sekretaris itu masuk dan berkata dengan hormat, “Pak, ada wanita cantik di luar, ia ingin menemui bapak.”

Banzai menyuruhnya pergi, “Apakah kau tahu bahwa kantor ini melarang wanita masuk secara sembarangan? Suruh dia pergi.”

Memet bertanya-tanya sendiri, apakah tamunya adalah wanita licik itu, Bety. Tetapi, ketika ia mendengar sekretaris itu menggambarkan sosok wanita cantik, ia segera menepis pikirannya.

Sekretaris itu menutup pintu dan kembali ke meja resepsionis. Ia berkata dengan sopan, “Maaf, nona. Pak Memet tidak bisa menerima tamu saat ini.”

Bety mengibaskan anak rambut yang menutupi sebagian pipinya dan menarik napas dalam-dalam untuk menekan amarahnya. Lalu ia mendengus, “Atasan anda sendiri yang mengundang saya kemari. Apa maksudnya ia menolak saya sekarang? Saya sudah menepati janji saya, tapi mengapa ia memperlakukan saya layaknya bukan manusia?”

Sekretaris itu tercengang. Selama bertahun-tahun ia bekerja di sana belum ada sekalipun orang yang berani menghina atasannya itu dengan sangat berani.

Memet dan Banzai keluar dari ruang kantor dan mereka menuju lift. Ketika hendak melangkah, mereka mendengar suara Bety yang sangat keras dan berbalik untuk melihat apa yang terjadi di meja sekretaris.

Ketika sekretaris melihat adanya tatapan marah dan kesal dari Memet, ia dengan cepat berpura-pura merapikan mejanya.

Memet berdiri tepat di belakang Bety saat Bety terus-terusan menyebutkan kesalahan Memet.

“Pembeli selalu benar. Jika bukan karena uang kita yang membelinya, bagaimana caranya dia akan melakukan bisnisnya?”

“Oh, Bety…” Memet mengeram, menyebutkan nama Bety dari belakang dengan mulut terkatup.

Bety hampir tersungkur ke lantai karena mendengar suara tiba-tiba dari Memet. Ia membalikkan tubuhnya dan melihat Memet berdiri dengan tangan di dalam sakunya, menatap tajam ke arahnya. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan Bety saat ini adalah tersenyum malu padanya.

Bety baru saja tertangkap basah mengatai Memet. Ia tidak mengetahui kalau lelaki itu berada di belakangnya. Ia bertanya-tanya apakah kesialan selalu menghampirinya karena ia belum berdoa sebelum meninggalkan rumah.

“Memet.” Bety langsung mengubah mimik wajahnya.

“Masuklah.” Memet berbalik dan berjalan ke dalam kantornya.

Bety mengingat kekejaman yang terjadi kemarin dan berakata dengan takut-takut.

“Memet, bagaimana kalau kita ngobrol di luar sini saja? Aku sangat sibuk hari ini, bisakah kamu memberitahuku….”

Memet berhenti dan memelototinya.

“Seberapa sibuknya dirimu?”

 Bety dengan cepat menarik kembali ucapan yang dikatakannya.

“Tidak, tidak. Maksudku, mungkin kau mempunyai pekerjaan yang bernilai yang akan kau kerjakan hari ini. Jadi aku tidak ingin mengganggu waktu berhargamu. Kenapa kau tidak mengatakan apa yang ingin kau beritahukan kepadaku di sini?”

Memet menatap jam tangannya dengan seksama. Ia akhirnya menggertakkan gigi dan bertanya,”Bety, apakah kau ingin melihat Aley?”

Dalam sekejap Bety langsung berubah semangat hingga ia segera berhambur kepada Memet.

Tetapi Memet memandangnya dengan tatapan jijik dan berjalan ke kantor.

Bety tidak memperdulikan itu, ia dengan patuh mengikuti Memet masuk ke dalam kantor.

Memet duduk di kursi kebesarannya dengan menatap tajam wanita di hadapannya. Sejujurnya Memet sedikit terkejut ketika melihat kecantikan Bety di saat wanita ini berdandan.

Memet mengambil selembar kontrak dan melemparkannya ke hadapan Bety. Dengan nada sombong, ia berkata, “Tanda tangani.”

Bety mengambil kontrak itu dengan hati-hati dan dengan cepat ia membaca rincian kontrak. Saat ia membaca bagian terakhir, ia memprotes, “Ini adalah tipu muslihat dari seorang tirani kapitalis. Aku tidak mau menerimanya.” Ia menyerahkan kembali surat itu.

Itu adalah kontrak pembebasan biaya medis yang meminta pihak keluarga untuk memberikan izin sebagai uji coba pengobatan. Dan mereka memberikan uang kompensasi kepada keluarga. Selain itu, keluarga tidak bisa menuntut rumah sakit, jika terjadi kesalahan.

Jika Bety menandatangani kontrak itu, berarti ia setuju menjual ibunya kepada pihak rumah sakit sebagai kelinci percobaan.

Bety tidak bodoh. Ia mencibir pada Memet, “Aku merasa kau sangat suka mengancam aku melalui ibuku. Tuan Memet yang terhormat, aku tahu kau ingin balas dendam padaku, jadi lakukanlah langsung padaku! Jangan melampiaskannya pada wanita tua yang sekarat. Apakah kau tidak takut kena karma?”

Memet menatap bety dengan alis terangkat.

“Kau sendiri yang mengatakan bahwa aku adalah seorang kapitalis. Apakah masuk akal bagi seorang kapitalis untuk menerima kerugian ketika menyangkut bisnis?”

Bety mengeratakkan giginya dan berkata, “Selama aku tidak menandatangani kontrak, tidak akan ada pengaruhnya. Aku tidak akan menerima tawaranmu!”

“Apakah menurutmu aku tidak mampu berbuat sesuatu pada tenaga medis untuk membuat ibumu meninggal?”

Bety tersentak. Kehidupan ibunya ada di tangan Memet setelah dipindahkan ke sini.

Entah ia tandatangani kontrak atau tidak, nasib ibunya tidak bisa diubah. Satu-satunya cara adalah menyepakati kata-kata Memet.

Memet memberikan kertas itu kembali, “Kau harus memutuskan apakah kau akan setuju atau tidak setelah membaca ini.”

Bety mengambilnya dengan curiga, membaca isi halaman kontrak, dan mendapati dirinya telah terjebak pada isi kontrak itu

Menurut kontrak, Memet menggunakan ibunya sebagai jaminan untuk memaksanya menjadi pengasuh Aley. Bety pasrah saat itu, ia menganggap itu sebagai kesempatan bagus. Ia akan setuju asalkan Memet tidak mengacam keselamatan ibunya.

1
Dhina ♑
Ceritanya cukup menarik, tulisannya rapi.
ayo promo thor, jangan biarkan karya anda terbengkalai
Dhina ♑
di rate & like dulu
Dhina ♑
🎆🎇🎆🎇🎇🎇
Dhina ♑
👰👰👰
Dhina ♑
💃💃💃
Dhina ♑
🎉🎉🎉
Dhina ♑
😍😍😍🤣🤣🤣
Dhina ♑
😘😘😘👻👻
Dhina ♑
👻👻👻
Dhina ♑
👍👍👍👍
Dhina ♑
😱😱😱😱
Dhina ♑
🎉🎉🎉🎉
Dhina ♑
👌👌👌👌
Dhina ♑
💏💏💏💏💏
Dhina ♑
🥀🥀🥀🥀
Dhina ♑
👍👍👍
Dhina ♑
hfod58rugnvkhdtdy
KULID
aku senang loh, tiap hari kamu selalu hadir 😄
KULID
oke. jangan bosan hadir di sini 😊
KULID
keren bgt pantunnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!