Alvino Jordy Admaja adalah seorang laki-laki yang hampir sempurna. Ia memiliki ketampanan diatas rata-rata, begitu juga dengan harta warisan yang ia yakini tak akan habis 7 turunan. Namun justru itu semua menjadi bumerang untuknya mencari pendamping hidup.
Semua wanita yang mendekat hanya melihatnya dari segi fisik dan juga harta. Ia terkenal playboy di luar rumah tapi terkenal jones di keluarganya sendiri, akibat tak pernah membawa ataupun mengenalkan pacarnya.
"Kapan kamu kenalin pacar kamu ke mama Vin ?". ~ Mama Dina
"Kapan-kapan ma". ~ Alvin
Mencari istri tidak semudah membeli barang branded. Hatinya tertambat pada seorang gadis berjilbab. Namun tetap tidak semudah itu meminang gadis cantik dengan lesung pipit yang selalu menjadi penyejuk hati.
Penasaran ? Ikuti keseruannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season 2 : Malapetaka
Sudah berbulan-bulan semenjak pernikahan Hani dilangsungkan dan semenjak hari itu juga Alvin menyibukkan diri dengan bekerja. Sedetik saja ia menganggur maka bayangan akan kedekatan dirinya dengan Hani akan melintas. Ia rindu tapi tak dapat terucap, inilah rindu tak tersampaikan dan terlarang meski hanya untuk di pendam.
Pujaan hati telah memiliki gelar baru, seorang istri yang tragisnya bukan istrinya tapi milik lelaki lain. Semua keluarga memberi semangat agar menjalani hari dan beberapa kali menguruk mencari cinta yang baru. Andai saja semudah itu untuk melakukan dan tak terikat rasa, tentu akan sembuh dengan cepat.
"Gue baik-baik aja." Itulah yang kerap kali ia katakan kepada semua orang, dusta yang kerap kali terucap agar mereka tenang dan tak terlalu khawatir meski kontras dengan isi hati. Biarlah ia menanggung rasa sakit ini sendiri. Sebagai pelarian, ia pergi ke tempat yang agak jauh dengan alasan dinas keluar kota padahal aslinya tak terllau jauh dan hanya menginap di hotel berbintang 5.
Saat di hotel ini ia akan memanjakan diri dengan semua fasilitas yang ada, menghamburkan semua uang ia telah ia tabung dari kerja keras hanya demi bisa melupakan Hani yang telah menikah. Tirai dari jendela ia buka, pemandangan indah dari lantai 20 hotel tersebut di sambut dengan pepohonan yang nampak lebih rendah, ia bisa melihat mobil yang melintas dari kejauhan, sungguh inilah yang diperlukan saat ini, liburan.
Ia memakai celana pendek selutut dan kemeja yang bagian atasnya tidak di kancing kan, menuruni 2 lantai lewat lift untuk menuju ke kolam renang yang di sediakan. Banyak orang di sana tapi ada satu orang yang membuatnya terkejut. Seorang wanita dengan pakaian renangnya tengah berjemur di kursi santai pinggir kolam. Ya.....gadis yang nampak fashionable meski dengan pakaian minim itu adalah Nadia. Gadis yang di jodohkan dengannya atas keinginan mama Dina.
Alvin duduk di kursi sebelah Nadia, masih mengamati gadis yang matanya tenang terpejam dengan kaca mata hitam. Ia berdecak dalam hati saat berulangkali bertemu tanpa sengaja. "Kok elo bisa disini ?."
Suara Alvin yang mampu dikenali oleh Nadia membuat gadis itu menurunkan kacamata hitamnya dan bola mata itu membulat seketika. Tersadar akan keberadaan Alvin yang tak ia sadari sebelumnya.
"Kok elo ada disini ? Elo ngikutin gue ya ?." Tuduhnya spontan dan masih dalam keterkejutan.
"Ya nggak lah, gue bukan orang yang kurang kerjaan buat ngikutin orang." Alvin kini tau bahwa Nadia sama sepertinya, bertemu tanpa sengaja. Dan ia memilih untuk duduk dan mengacuhkan gadis itu meski mendapat tatapan tajam. Menginap 2 hari tiga malam membuatnya ingat bahwa tak akan menyia-nyiakan liburannya. "Mungkin kita bertemu karena kita emang jodoh." Jawabnya enteng ditambah senyuman khas ejekan.
"Gue bakalan jadi orang paling sial kalau berjodoh sama elo." Ucapnya sebelum pergi dari sana.
Alvin melirik sekilas kepergian Nadia, pakaian renang dengan bahan minim itu menampilkan lekuk tubuh layaknya model. Sempurna untuk ukuran seorang wanita dengan body gitar spanyol. Alvin menggeleng kuat saat ia merasa sudah gila memikirkan lekuk tubuh itu, suatu godaan besar yang tak seharusnya ia lihat.
*******
Hotel bintang 5 lengkap dengan semua fasilitas yang orang inginkan termasuk juga klub dimana semua pengunjung yang menginap dan dari kalangan atas dipersilahkan untuk masuk dalam klub tersebut. Suatu daya tarik yang akan membuat pengunjung betah berlama-lama untuk berjoget di bawah lampu dengan suara musik yang memekakkan telinga.
Alvin sudah biasa untuk keluar masuk ke tempat seperti ini, dan hampir tak pernah lagi semenjak bertemu dengan Hani. Tapi sekarang demi melupakan Hani, ia kembali lagi ke tempat seperti ini. Tentu rindu untuk berjoget dan menikmati minuman yang akan membuatnya lupa bagaimana seorang wanita pernah singgah dan pergi begitu saja.
"Pergi jangan ganggu gue."
Baru memasuki klub tersebut, Alvin sudah mendengar suara keributan yang berasal tak jauh dari tempatnya berdiri. Lagi-lagi melihat Nadia tetapi kaki ini sedang di ganggu oleh beberapa laki-laki hidung belang yang tertarik dengan lekuk tubuh yabg terumbar oleh pakaian minim bahan berwarna merah tersebut.
"Jangan ganggu dia." Bak pahlawan kesiangan Alvin datang, hendak menyelamatkan Nadia dari gangguan lelaki gang tidak dikenal. Sorot kebingungan terlihat dari para lelaki itu termasuk juga Nadia.
"Siapa elo ?." Tanya salah seorang lelaki itu.
"Gue tunangannya, dan gue nggak suka kalau kalian ganggu tunangan gue." Sebelum para lelaki itu bertindak, Alvin terlebih dulu memegang tangan Nadia dan menarik mengajak untuk keluar, tentu jika melawan dengan kekerasan akan kalah jumlah. Maka dari itu sebelum terjadi lebih baik dihindari.
******
Dalam sebuah kamar yang masih terasa nyaman Alvin mengintip dari balik kelopak matanya saat sinar matahari menelusup dari gorden dan menerpa wajah. Ia tak tau ini sudah jam berapa, yang pasti masih mengantuk dan enggan untuk bangun. Dirabanya guling untuk mencari kehangatan dan kenyamanan, kaki panjang dan lengannya memeluk guling tersebut. Berbeda dari guling di rumah yang terasa empuk dan nyaman, nyatanya guling di hotel juga terasa hangat.
Tunggu.....Alvin membuka mata saat merasakan ada yang tidak beres. Matanya membola mendapati Nadia yang berada di sebelahnya.
"Aaaaaa."
Terima kasih untuk novel² Thor yang sudah menghibur kami para reader..
mohon maaf lhr n btn jg...👍
paparey
jan
kristen
ya
kok
lwbaran