Cinta sungguh tidak bisa di duga. Tak pernah terbayangkan oleh Rizky Ade Bramantyo yang biasa di panggil Bram, akan jatuh cinta kepada keponakannya sendiri.
Zavira putri Bramantyo, gadis polos berusia delapan belas tahun yang merupakan keponakan Bram.
Bagiamana kisah cinta mereka? akankah Vira menerima cinta Bram?? Akankah cinta mereka bersatu???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai ada rasa
Bram menunggui Vira hingga dia tertidur pulas. Tak ada racauan yang keluar dari bibirnya.
Setelah dia rasa Vira benar benar lelap, Bram mengangkatnya dan membaringkannya diatas tempat tidur. Dan dia juga ikut naik dan masuk kedalam selimut yang sama dengan Vira.
Bram memasukkan tangannya di bawah kepala Vira dan memeluk nya erat. Dia juga mulai memejamkan matanya.
Sebelum benar benar lelap Bram berbisik di telinga Vira. "Maafkan aku yome." ucapnya pelan.
Malam berganti pagi, matahari belum menunjukkan sinarnya. Hari ini hujan turun dan menambah sejuknya suasana pagi.
Bram sudah membuka matanya perlahan, Dipandangnya gadis mungil di dalam pelukannya.
Bram menarik sudut bibirnya. Ada rasa bahagia melihat Vira tertidur lelap dalam pelukannya. Dan rasanya Bram tak ingin melepaskan nya.
Terus di pandangnya wajah mungil dan damai itu. Rasanya tak akan bosan, perlahan dia mulai mendekat dan ingin mencium Vira, namun pergerakan Vira memundurkan keinginannya.
Bram kembali memejamkan matanya dan berpura pura tidur.
Vira terbangun, perlahan dia mulai mengumpulkan nyawanya.
Dipandangnya sekeliling dan dia melirik ke samping, Bram sedang tidur dan memeluk erat tubuhnya.
Vira terdiam memandang wajah damai om nya, perlahan di usapnya lembut wajah Bram.
"Vira sayang sama om, tapi kenapa om jahat sama Vira." ucap Vira pelan.
Bram hampir tak dapat menguasai dirinya dan akan membuka matanya, Dan segera mendekap erat Vira, namun akal sehatnya masih berfungsi dengan baik dan Bram Tidka melakukannya.
Vira Kembali mengusap wajah Bram perlahan, "Vira sayang om,," ucapnya dan memajukan wajahnya mencium pipi Bram.
Bram terkesiap, sungguh ini tak dapat dia sangka. Vira berani menciumnya di saat dia tertidur. Dan tadi apa, vira menyukai nya.
Perasaan bahagia Bram tak dapat dia sembunyikan lagi, Bram membuka matanya lebar.
Dan Bram menatap tajam kearah Vira. Vira terkejut.
Bram menahan Vira yang ingin melepaskan pelukan nya dan coba menghindari Bram.
"Apa yang kau katakan tadi? Berani sekali kau menciumku diam diam." Ucap Bram.
Vira diam dan tertunduk. Dia takut sekaligus malu. Vira berontak dan ingin melepaskan pelukan Bram.
Bram segera membalik posisi mereka. Dan kini dia menindih tubuh mungil Vira. Tangannya sebagai tumpuan agar Vira tidak tertindih tubuh besarnya.
"Maafkan aku om!" ucap Vira tak berani mengangkat kepalanya.
"Pandang aku," ucap Bram .
Vira mengangkat kepalanya menatap Bram, baru beberapa detik dia kembali menunduk.
Bram semakin gemas dibuatnya. Sebelah tangan Bram mengangkat dagunya dan dalam waktu singkat Bram sudah menempelkan bibirnya ke bibir mungil Vira.
Bram membiarkannya sejenak, tak ada gerakan dari Vira, Bram mulai menyesapnya dan menggigit kecil, hingga Vira membuka mulutnya dan Bram tidak menyia nyiakan kesempatan dia langsung ******* dan mengabsen setiap sudut mulut Vira. Ciuman yang panjang, hingga Vira kehabisan nafas.
Bram melepaskan ciumannya, namun rasa manis dari bibir Vira membuatnya ingin mencium nya lagi, Bram kembali mencium Vira, tanpa ada perlawanan dari Vira.
Tubuh Vira lemas dan tak bertenaga. Ciuman Bram membuat seluruh sendi nya lemas tak bertenaga. Bram benar benar membuai nya. Hingga sesuatu di dalam hatinya bergetar.
Tangan Bram mulai nakal, Perlahan tangannya beraksi mulai membuka kancing baju Vira, Vira yang awalnya terbuai berubah ketakutan. Dia takut Bram akan bertindak lebih jauh.
Vira melepaskan tautan bibir mereka dan menarik tangan Bram dari kemejanya.
"Maafkan aku om" ucap vira menunduk.
Bram mendesah kecewa. Hasratnya sudah di ubun ubun dan vira menolaknya.
Bram menatap wajah memelas Vira dan dia menyadari bahwa Vira adalah gadis kecil yang belum cukup umur. Bram memakluminya.
"Maafkan aku, " ucap Bram mencium k Ning Vira dalam.
"Aku akan menunggu kau benar benar siap. " ucapnya dan melepaskan lingkungannya dari Vira.
Bram bangkit ke kamar mandi menuntaskan hasratnya yang tak tersalurkan.
Vira menarik nafas panjang, " Alhamdulillah aku selamat, Aku akan terus membuatmu jatuh cinta padaku, om" ucap Vira dalam hati.
Tapi tadi lagi lagi om bram mencium ku , Aaaaaa........ teriak Vira.
Bram yang mendengar teriakan Vira hanya tersenyum, dia yakin bahwa Vira pasti sedang tersipu malu.
Bram keluar kamar, di lihatnya tempat tidur sudah kosong dan Vira sudah menyiapkan baju ganti untuk nya.
Hati ini hari minggu, Bram tidak berangkat ke kantor dan dia sudah berencana untuk mengajak Vira jalan jalan berdua.
Jika biasanya Bram kaan menghabiskan waktunya berolahraga atau menyibukkan diri di dalam ruang kerjanya.
Tidak untuk hari ini, Bram akan membawa Vira ke Ancol atau mungkin ke pantai. Bram tampak sangat bersemangat.
Dengan langkah pasti dia menuruni tangga. Dia mencari Vira dengan melirik ke kanan dan kiri. Dan Bram memutuskan duduk di sofa dan menghidupkan televisi.
"Paman, dimana yome?" tanya Bram.
"Non Vira sedang membuat sarapan tuan." jawab paman Danu.
Bram bangkit dan menuju dapur. Semua pelayan melirik kearahnya. Bram memberi kode agar mereka semua pergi.
Bram duduk di meja makan dan memperhatikannya yome yang sedang memasak sesuatu.
Lama menunggu dan yome tak juga menyapa nya, akhirnya bram.berdehem dan pura pura terbatuk.
"Om...sudah lama?" tanya Vira bingung melihat Bram duduk menunggunya di meja makan.
"Apa yang kau masak, cepatlah aku sangat lapar." ucap Bram.
Vira langsung menyajikan nasi goreng yang baru saja dia masak, pergedel kentang, udang goreng tepung dan juga omlette.
"Silahkan om," ucap vira menunduk.
Bram menarik nya hingga dia terduduk di pangkuan Bram. "Apa kau ingin aku cium lagi, Hem!" bisik Bram ditelinga Vira.
Vira menggeleng, namun justru gerakannya membuat sesuatu di bawah sana bangkit.
"Diam lah dan jangan banyak bergerak, kau membangunkannya." ucap Bram.
"Maaf Om, eh hubby" ucap Vira.
Bram memejamkan matanya, Menahan hasrat nya yang kembali muncul.
sial, anak kecil ini dengan mudahnya membuat tubuhku bergairah dan berhasrat. Apa sebenarnya yang dia milikku, begitu menyentuh nya sedikit saja, aku sudah tak dapat mengendalikan diriku. ucap Bram dalam hati.
"Hubby, ayo makan." ucap Vira membuyarkan lamunan Bram.
Meraka berdua makan dalam diam. Selesai makan, Bram mengatakan niatnya mengajak Vira keluar.
"Ganti pakaian mu, aku akan membawamu jalan jalan." ucap Bram.
"Jalan jalan, kemana om?" ucap Vira antusias.
Check...Bram berdecak kesal mendengar Vira masih memanggilnya om.
"Kita akan ke Dufan, Ancol. Apa kau mau?" tanya Bram.
Mata Vira berbinar, dia sangat senang. "Tentu om." ucapnya dan berlari ke kamar untuk mengganti pakaiannya.
Dalam lima menit Vira sudah siap dengan celana jeans panjang kaos berlengan panjang yang menutup seluruh tubuhnya. Tas kecil dia cangklong kan di pundaknya. Sepatu flat berwarna senada dengan tasnya.
Cantik, imut dan ceria, itulah kesan penampilan Vira saat ini.
Semua pakaian dan barang tersebut telah tersedia di kamar Bram.
Bram terpesona melihat penampilan Vira, namun dia cepat menutupinya.
Kita akan lihat keseruan atau kesedihan dari perjalanan Vira dan Bram dia Ancol, tunggu kelanjutannya ya...
Jangan lupa like vote dan koin seikhlasnya. Terima kasih.