NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:52.7k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeviza Cemburu

Pekikan Naura tadi menyita beberapa orang di sekitarnya, salah satunya Kaina yang berdiri tidak jauh dari mereka. Kaina mendekat, menatap mereka secara bergantian, sementara Tevi sudah bersiap di lapangan voly untuk kembali main dengan timnya.

"Ada apa?" tanya Kaina membuat Naura menggeleng. Tidak mungkin ia langsung mengatakan kesimpulannya yang membuatnya cemas sekarang hanya karena melihat foto Jeviza tadi.

"Nggak papa kak, aman," balas Naura menggelengkan kepalanya.

Kaina kembali ke tempatnya, melirik ponselnya beberapa saat, sebelum akhirnya mengirim pesan pada ketua BEM mereka yang sedari tadi tidak terlihat. Pak Bam memang tadi sempat ke lapangan dan mengatakan baru saja berdiskusi dengan Kean. Tetapi untuk cowok itu sendiri sedari tadi sejak menjadi pusat perhatian karena kaos putihnya yang basah, belum kembali.

Kaina menoleh pada Gio, lalu melangkah mendekati salah satu teman Kean itu.

"Gi, Kean mana?" tanyanya membuat Gio menoleh.

"Telpon aja, coba," balas Gio membuat Kaina terdiam.

Gadis itu bingung untuk sekedar menelpon Kean, hal yang tidak pernah ia lakukan, mengirim pesan secara pribadi pada cowok Jakarta itu pun tidak pernah Kaina lakukan, mereka saling membalas pesan melalui chat di grup.

"Lo aja deh, lo kan temennya."

Gio melirik Kaina, sedikit mendengus sebelum akhirnya mengangguk, tetapi saat ia merogoh ponsel miliknya, pergerakan Gio terhenti, ia baru ingat jika Kean sedang di penginapan bersama dengan Jeviza.

Sadar akan keraguan Gio, Kaina menyipitkan matanya. "Kenapa?"

Gio menggeleng, mencari alasan yang pas agar Kaina tidak curiga. "Tunggui aja, bentar lagi juga dateng, tadi bilangnya mau cari toilet."

Kaina menatap sekitar, lalu mengangguk. "Gue cari aja deh, sekalian gue juga mau ambil minum."

Gio langsung mendekat, mencegah agar Kaina tidak mencari Kean secara langsung. "Lo sini aja, Na. Gue aja yang nyari tuh anak, sekalian si Janu yang tiba-tiba ngilang juga."

Kaina mengangguk. Gerombolan cowok tampan itu tiba-tiba menghilang tanpa kabar, ia kembali ke tempatnya dengan perasaan sedikit penasaran. Lalu saat Kaina kembali melihat sekeliling penonton, pandangan matanya berhenti pada gadis tadi yang ia tanya. Dan baru menyadari tidak adanya adik tingkatnya dari Jakarta yang juga teman dari mereka. Mendadak rasa penasaran itu semakin tinggi, Kaina menimang-nimang apa perginya Kean ada hubungannya dengan salah satu adik tingkatnya itu? Tetapi saat menyadari Janu juga tidak berada di sana, entah kenapa, perasaan lega melingkupi dada Kaina. Siapapun tahu jika Janu sedang mendekati adik tingkat itu.

Jeviza kaget saat terbangun sudah disuguhkan dengan pundak lebar Kean di depannya. Ia menelan ludahnya melihat otot lengan Kean yang terlihat semakin jelas, dan pundak lebar itu, rasanya masih tidak menyangka kalau ia bisa merasakannya kapan saja jika ia mau.

"Udah bangun?"

Pertanyaan Kean keluar begitu saja tanpa menoleh, lalu dapat Jeviza lihat pergerakan Kean yang menaruh kaca mata bening milik cowok itu, lalu menoleh padanya untuk beberapa saat.

Ditatap sedemikian dalam oleh Kean membuat rasa gugup kembali melingkupi Jeviza. Ia mengalihkan pandangan matanya agar tidak langsung bertemu dengan sorot mata yang selalu berhasil membuatnya tidak berdaya.

Sudut bibir Kean tertarik ke atas, lalu beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamar mandi. Tetapi sebelum masuk ke dalam, Kean menghentikan langkahnya, menoleh pada Jeviza yang masih menghindar tatapan matanya.

"Temen lo nyariin, tunggu bentar, kita ke sana."

Setelah Kean masuk kamar mandi, Jeviza langsung melihat jam di layar ponselnya, mulutnya ternganga melihat layar ponsel yang sudah menunjukan angka setengah 4 sore.

Kebo banget sih gue

Umpatnya dalam hati. Selain malu, entah apa yang harus Jeviza katakan pada kedua temannya nanti, lalu Jeviza baru teringat dengan Tevi.

"Hah? Dimana Tevi?"

Jeviza berjalan lebih dulu, sementara Kean dan Gio berjalan di belakangnya. Sesekali Gio melirik ke arah Kean, lalu ke pundak kecil di depannya.

"Marahan?" tanya Gio mendapat gelengan kepala dari Kean.

Setahu Kean, mereka baik-baik saja. Bahkan tadi mereka malah sempat berciuman setelah Kean keluar kamar mandi, tetapi sikap Jeviza berubah setelah Kean berganti pakaian.

Kean mengernyit, meniliki kaos yang ia kenakan. Lalu terkekeh, merasa aneh sendiri dengan kesimpulan yang ia pikirkan.

"Malah ketawa, liat noh bini lu cepet banget jalannya, fix belum keluar pasti tadi."

Mendengar ucapan absurd Gio, Kean tanpa menunggu lama langsung menendang kaki cowok itu, bukan hal yang sulit bagi Kean, mengingat kaki cowok itu yang cukup panjang langsung mengenai sasaran.

"Anjing, sakit bangsat," umpat Gio tidak dipedulikan Kean.

Melihat cara jalan Jeviza yang sengaja dipercepat, Kean sengaja melebarkan langkahnya, agar Jeviza masih dapat dijangkau dari pandangan matanya, sementara Gio di belakang, sedikit berlari untuk menyamai langkah Kean.

Sampai di arena voly tadi. Jeviza dapat melihat Tevi sedang bermain lagi, ini untuk yang ketiga kalinya Tevi main, dan akan merebutkan juara satu dan dua.

"Nau-Sil!"

Jeviza berlari menuju ke arah teman-temannya.

Mendengar suara Jeviza. Sisil dan Naura menoleh, langsung ternganga melihat pemandangan tidak jauh dari Jeviza. Merasa aneh dengan tatapan mata keduanya, Jeviza menoleh, hatinya semakin dongkol saat melihat Kean berjalan dengan gaya santainya, tangan ditaruh di saku, sementara kaca mata beningnya masih membingkai waja tampannya, tubuh tinggi dan tegapnya semakin menambah aura karismatik dan cool nya dari seorang Keandra.

"Tanyai keadaan, gue? Mau pingsan please, terus digendong kak Kean," lirih Naura meraba bagian dadanya.

Sengaja banget tebar pesona gitu?

Hati Jeviza semakin dongkol, entah kenapa setiap pergerakan Kean tetap selalu mengagumkan, bahkan ketika sedang minum pun Jeviza pernah terpana hanya karena tidak sengaja melihat cara minum Kean dan jakun yang naik turun.

Sialan

Jeviza jadi gerah sendiri mengingat itu, ditambah sekarang, Kaina yang terlihat sedang menghampiri Kean dengan senyum manis khas cewek itu.

Gila

Sangat serasi sekali mereka berdua, menurut Jeviza.

"Anjir lah, Je, gue kira tadi lo diculik," umpat Naura masih dengan sesekali mencuri pandang ke arah Kean.

"Hah? Diculik?" tanya Jeviza bingung.

"Umm, kalau Tevi nggak bilang lo lagi istirahat karena tadi hampir pingsan, gue udah mau minta tolong kakak BEM buat nyari lo, taunya lo malah dijagain kak Kean ya? Tevi bilang tuh kak Puspa langsung telpon."

Jeviza menatap Tevi yang sedang bermain di depan sana. Sudut bibirnya tertarik ke atas.

Makasi Vi

Batinnya merasa Tevi sebagai penolongnya.

"Jujurly, kalau bukan karena Tevi ikut final, kita udah nyamperin lo, Je," ujar Sisil mendapat anggukan kepala Jeviza.

"Nggak papa guys, gue udah baikan kok ini."

Tapi hati gue, panas banget anjir

Jeviza melirik ke arah Kean, dimana Kaina dan anggota BEM yang lain sedang mengobrol dengan cowok itu, lalu saat Kean meliriknya dan menatap Jeviza beberapa saat, wajah Jeviza langsung memerah, apa lagi saat Kean menaikan sebelah alisnya, Jeviza buru-buru mengalihkan pandangan matanya.

Holly shit

...****************...

Kencengin like dan komennya dong hehe

1
Tulas Bundae Felli
kak mna nih dobel upnya
Mei TResna Rahmatika
waduhh jepii siap" ada ulet bulu lebih gatel dari vio kaya nya 🤣
Siti Nur Rohmah
uler Keket muncul
dwi alfiah
kean bahasanya ampiuuun dah
Nita Nita
waduh parah nih x jev 😄😄😄🤣
Nita Nita
hah 😱
Aam Siti
🤭🤭🤭
Deky Suprapto
astaga🤣🤣 pesan dari Kean bikin berdesir sndri🤭
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
ditinggal 2thn aja masih love" ke jepi. aplgi cuma ada hileund bulu d kantor.. 😜
Reni Anjarwani
doubel up
Tulas Bundae Felli
ya ko GK ada adengan bangun tidur malu2 gitu mlh di tinggal meeting
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣ampun dah jepii
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
Ita Putri
wadduuhh
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
Nurs_tars
siap grak
Tulas Bundae Felli
kak mana ko blm up lagi sih, nanggung banget
Nikita
hareudang hareudang
Nita Nita
siap kak,,,, lanjut 🤣😄😄
Septi Wulandari
weeeiiii mantaapppp
hareudang kak🤭😍🤭🤭🤭
Herman Lim
aduh panas dingin ku disini Thor mana suami lagi dia rmh 🤪🤪
Herman Lim
bagus kompor u berhasil buat jevi meleduk😭😭🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!