NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 32: Nama di Balik Bayangan

Matahari terbit menembus kabut tebal Samudra Atlantik, memancarkan semburat jingga di atas riak ombak yang tak berujung. Kapal siluman Leviathan membelah air dengan kecepatan penuh, sama sekali tak terdeteksi oleh satelit militer maupun radar pelacak mana pun. Di atas kapal ini, sisa-sisa klan Vassiliev bersiap menyusun ulang kekuatan mereka.

​Di dalam ruang komando utama yang kedap suara, udara terasa dingin dan steril. Dinding ruangan dipenuhi layar monitor raksasa yang menampilkan peta navigasi, sonar, dan aliran data terenkripsi.

​Aletta duduk di kursi kapten di tengah ruangan, mengenakan kemeja kebesaran milik Xavier dengan lengan yang digulung hingga siku. Rambutnya diikat asal, dan matanya menatap tajam ke arah layar komputer di hadapannya. Jari-jemari lentiknya menari dengan kecepatan kilat di atas keyboard.

​Xavier berdiri tepat di belakang istrinya. Pria itu sudah berganti pakaian dengan setelan taktis hitam bersih. Tangannya bertumpu di sandaran kursi Aletta, matanya yang sekelam badai menatap layar dengan intensitas yang sanggup membakar baja.

​"Enkripsi ayahmu benar-benar tingkat militer," gumam Aletta, keningnya berkerut fokus. "Ada tiga lapis firewall yang mengelilingi inti Buku Besar ini. Jika aku salah memasukkan algoritma dekripsi, hard drive ini akan mengaktifkan protokol bunuh diri dan menghapus seluruh data secara permanen."

​"Ambil waktumu, Sayang. Jangan terburu-buru," ucap Xavier dengan suara baritonnya yang tenang, tangannya turun memijat lembut bahu Aletta yang tegang. "Biar aku yang mengkhawatirkan keamanan di luar, kau fokus saja pada layar itu."

​Aletta menarik napas panjang. Ia membuka buku jurnal mendiang ayahnya yang sedikit basah di bagian ujungnya, menatap sebuah rumus matematika kompleks di halaman terakhir. Ayahnya tidak menggunakan sandi digital biasa, melainkan menyembunyikan kata sandi itu di dalam tanggal-tanggal spesifik.

​"Kelahiran ibumu sudah digunakan untuk membuka palka Sektor Nol," bisik Aletta pada dirinya sendiri. Matanya berbinar saat menyadari sesuatu. "Tanggal diledakkannya kapal ibumu. Itu bukan hanya akhir dari hidup ibumu, Xavier... itu adalah awal mula ayahku dikendalikan oleh Il Morte."

​Aletta mengetikkan deretan angka dari tanggal tragedi tersebut, dipadukan dengan koordinat lintang dan bujur tempat Sektor Nol dibangun.

​Ia menekan tombol Enter.

​Ruangan itu hening selama tiga detik. Layar monitor berkedip merah, lalu berubah menjadi hijau terang.

​[ AKSES DITERIMA ]

​Sebuah direktori file terbuka lebar di layar utama raksasa. Ratusan folder bermunculan, masing-masing diberi label dengan kode negara dan nama sandi. Itu adalah aliran dana gelap global—perdagangan senjata ilegal antarbangsa, pendanaan kudeta politik di Timur Tengah, hingga pencucian uang senilai triliunan dolar melalui bank-bank sentral di Eropa.

​"Tuhan..." Aletta menahan napas, merinding melihat daftar panjang kejahatan yang terpampang di sana. "Ini bukan sekadar sindikat mafia, Xavier. Mereka adalah arsitek kehancuran dunia. Para politikus dan miliarder yang tersenyum di layar televisi setiap hari... nama mereka ada di sini."

​Namun, Xavier tidak peduli pada perang dunia atau politikus korup. Mata elangnya hanya mencari satu hal.

​"Cari folder tahun terjadinya ledakan itu," perintah Xavier, suaranya memberat, sarat akan dendam murni. "Cari log komunikasi dengan Ivan Volkov."

​Jari Aletta bergerak cepat menyaring data. Ia masuk ke dalam direktori operasi Eropa Timur, lalu menyortir arsip pembunuhan bernilai tinggi. Sebuah dokumen berlabel Operasi Black-Sea muncul.

​Aletta mengkliknya.

​Di layar, muncul salinan perintah transfer bank senilai lima puluh juta dolar ke rekening perusahaan cangkang milik Volkov, bertanggal dua hari sebelum kematian ibu Xavier. Di bawahnya, terdapat surat perintah resmi—bukan dari sesama mafia, melainkan dokumen yang ditandatangani dengan stempel lilin virtual berlogo burung hantu.

​Di bagian bawah surat perintah eksekusi itu, tertera sebuah nama dengan sangat jelas.

​Target: Elena Vassiliev.

Status: Eksekusi mati (Eliminasi di tempat).

Otorisator Utama: Lord Arthur Sterling.

​Udara di ruang komando seolah membeku. Xavier berhenti bernapas. Cengkeramannya di sandaran kursi Aletta mengerat hingga buku-buku jarinya memutih, dan suara retakan pelan terdengar dari logam kursi tersebut.

​"Lord Arthur Sterling..." bisik Aletta ngeri. "Dia bukan hanya bangsawan Inggris. Dia adalah Menteri Pertahanan Bayangan, pemegang saham mayoritas di bank-bank investasi global, dan... seorang filantropis yang sering masuk majalah dunia."

​"Dia bersembunyi di balik jas mahalnya yang menjijikkan sambil memerintahkan Volkov untuk meledakkan ibuku," geram Xavier, suaranya sangat pelan, namun getarannya memancarkan aura membunuh yang paling gelap yang pernah ada. Mata kelabunya kini sepenuhnya berubah menjadi mata sang Iblis Kematian.

​Xavier berbalik, menghantamkan tinjunya ke meja besi di sampingnya hingga penyok ke dalam.

​Aletta segera bangkit dari kursinya. Ia mengabaikan kemarahan brutal suaminya dan langsung memeluk tubuh besar itu dari depan, menempelkan telinganya ke dada Xavier, mendengarkan gemuruh jantung sang mafia yang berdetak tak terkendali.

​"Xavier, tatap aku," pinta Aletta tegas, mendongak menatap mata suaminya. "Kita sudah mendapatkan namanya. Ibumu tidak akan mati sia-sia. Tapi jika kau menyerangnya secara buta, kau hanya akan mengorbankan dirimu sendiri. Sterling memiliki perlindungan militer resmi."

​Xavier menangkup wajah Aletta, dadanya naik-turun menahan amarah. "Aku akan merobek jantungnya dengan tanganku sendiri, Aletta. Aku tidak peduli pada tentara mana pun yang melindunginya."

​"Kau akan melakukannya," balas Aletta mutlak, matanya menyala dengan kelicikan seorang Ratu yang siap bermain catur. "Tapi kita tidak akan memberinya kematian yang cepat. Ayahku menulis di jurnalnya bahwa kekuatan utama Il Morte ada pada reputasi dan kekayaan mereka."

​Aletta kembali menatap layar monitor.

​"Dua hari lagi, Sterling akan mengadakan acara pelelangan amal tahunan di Sterling Manor di pinggiran London. Seluruh elit Eropa akan hadir," ucap Aletta, senyum tipis dan mematikan terukir di bibirnya. "Kita tidak akan mengirim pasukan penyerbu, Xavier. Kita akan datang dari pintu depan sebagai tamu agung, menguras seluruh rekening luar negerinya dari dalam pestanya sendiri, dan menjatuhkannya tepat di depan orang-orang yang memujanya."

​Xavier terdiam. Amarah liar di kepalanya perlahan mendingin, digantikan oleh kebanggaan yang menggebu-gebu pada wanita di pelukannya ini. Rencana Aletta kejam, elegan, dan sempurna. Menghancurkan pilar kehidupan musuh sebelum mencabut nyawanya.

​Pintu ruang komando terbuka dengan bunyi desisan hidrolik. Diego melangkah masuk, lengan kirinya kini digantung dengan sling penyangga medis, namun ia sudah mengenakan seragam taktisnya dengan rapi. Pria itu menolak berbaring di ruang medis saat klannya bersiap berperang.

​"Bos. Nyonya," Diego menunduk hormat. "Kapten Orlov meminta koordinat pelayaran kita selanjutnya."

​Xavier merengkuh pinggang Aletta, matanya menatap Diego dengan otoritas seorang raja yang siap menaklukkan dunia.

​"Beri tahu Orlov untuk mengarahkan kapal ini ke pelabuhan rahasia kita di pesisir Inggris. Hubungi tim penjahit terbaik klan kita di Eropa, dan siapkan identitas palsu tingkat diplomatik," titah Xavier dengan seringai iblisnya.

​Xavier menoleh pada Aletta, mengecup rahang istrinya dengan posesif. "Ratu klan Vassiliev akan menghadiri sebuah pesta malam."

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!