Terkadang kita tidak mengerti arah tujuan kehidupan, kadang kita sudah merasa bahagia namun Maut memisahkan kita dengan orang yang kita cintai, sulit rasanya untuk menjauhkan semua kenangan tentangnya meskipun seorang pengganti sudah memberikan yang terbaik kepada kita.
Ini Novel aku yang kedua mengisahkan tentang Seorang Laki laki yang bernama Betrand yang dengan susah payah mendapatkan hati wanita yang dia cintai bernama Richa Devanya, seorang wanita yang memiliki penyakit Leukemia. Setelah melahirkan seorang putri yang cantik, Richa meninggal dunia dan ibu Betrand memaksa Betrand untuk mencari ibu pengganti buat anaknya.
Namun Betrand masih belum siap, dan muncullah adik Mendiang Richa yang mirip dengan kakaknya yang sudah meninggal. Bagaimana selanjutnya? Apakah Betrand akan jatuh cinta kepada Debby adik Richa? Atau kepada istri pengganti Richa yang bernama Celine yang
dia nikahi secara terpaksa?
Mohon Bantu Author dengan memberikan Like, Vote, koment, dan Favoritkan yah agar semua pemberitahuan Novelku muncul diberanda kalian dan jangan lupa Follow aku 🥰🥰😍
Makasih 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartinA Felicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran Part 2
Surya datang ke dalam ruangan, dia mengetuk pintu dan dia terkejut melihat ada beberapa orang di dalam ruangan.
“Maaf, saya ganggu sepertinya.” Ucap Surya.
“Gak apa-apa.” Jawab Ariana tersenyum.
“Saya mau ngobrol dengan Celine, boleh?” Tanyanya.
Betrand menyingkirkan tubuhnya dari ambang pintu dan dia mempersilahkan Surya lewat dari hadapannya. Surya menghampiri Celine dan mereka ngobrol di pojokan ruangan.
“Mereka sedang apa disini?” Tanya Surya.
Betrand memperhatikan Surya yang sedang ngobrol dengan calon istrinya.
“Apa dia itu pacarnya?” Gumam Betrand dalam hatinya.
“Mereka itu datang melamarku.” Ucap Celine.
“Melamar? Kamu gak pernah bilang kalau kamu akan dilamar? Kamu juga gak bilang kalau kamu uda punya pacar. Kamu kenapa mau menerima lamaran mereka? Padahal aku baru aja mau mengutarakan cintaku.” Ucap Surya.
“Kenapa baru sekarang kamu mengutarakannya? Sejak kelurgamu memfitnah Panti kami dan mengatakan kalau ibu Astuty membuat anak-anak Panti hanya sebagai tameng untuk memperkaya diri sendiri, kamu kemana?” Tanyanya.
Surya terdiam, dia menyerahkan uang itu sebagai pinjaman kepada Celine. Dan Celine menghitung uang itu dan kemudian Surya pamit dari ruangan dengan perasan kesal dan kecewa.
Celine meminta izin untuk membayar biaya administrasi Astuty dan keluar dari dalam ruangan.
“Laki-laki itu sepertinya mencintai Celine, untung aja kita gerak cepat melamarnya.” Ucap Ariana.
“Ih apaan sih, kayak rebutan aja.” Ucap Betrand dalam hati.
Setelah membayar biaya Rumah Sakit, Celine mengingat kata-kata Surya dan dia juga sempat memiliki perasaan kepada Surya.
“Semuanya kenapa jadi begini? Sekarang aku kan sudah menerima lamaran Mas Betrand, aku gak boleh memikirkan kata-kata Surya lagi.” Ucapnya dalam hati.
Celine masuk kembali ke dalam ruangan Astuty dan beberapa saat kemudian Suster Rumah Sakit datang untuk melepaskan infus dari tangan Astuty dan Astuty diperbolehkan pulang saat ini.
“Terimahkasi, Suster!” Ucap Celine.
“Betrand, kamu harus bawa Ibu Astuty dan Cecilia duluan ke Panti, setelah itu kamu jemput papa dan mama.” Ucap Leonardo.
Betrand tidak menentang ayahnya karena dia tahu ayahnya sangat marah bila ditentang dan dilawan.
Betrand mengiyakan, dia membawa Astuty dan Cecilia pulang. Sepanjang jalan Astuty menceramahi Betrand dan meminta Betrand menjaga dan menyayangi Celine sampe tua.
“Ibu harap kamu bisa ya, Nak?” Tanya Astuty.
“Iya, Bu.” Jawab Betrand singkat.
Betrand berusaha bersikap manis dan baik agar Astuty tidak kepikiran dengan pernikahan mendadak itu. Bagaimanapun dia sudah berjanji kepada Celine akan menunjukkan sikap seolah-olah dia sayant sama Celine di depan ibu dan adiknya.
Setelah sampai di Panti, Betrand membantu ibu Celine masuk ke dalam Panti dan merebahkannya di tempat tidur.
“Kamu memang baik, Nak. Gak salah Celine mencintaimu.” Ucap Astuty.
Betrand tersenyum, membuat Astuty yakin kalau dia memang sayang sama Celine dan Celine semakin mencintai calon suaminya karena dia sudah menepati janjinya baik kepada ibunya.
“Aku yakin banget, Mas Betrand ini sebenarnya baik dan penyayang, aku bisa melihat saat dia menggendong Ibuku tadi, aku yakin dia akan bisa mencintaiku suatu saat nanti.” Ucap Celine dalam hati.
Betrand pamit dan menjemput ayah ibunya dan anaknya dari parkiran Rumah Sakit.
Ayah dan Ibunya sedang duduk di warteg depan Rumah Sakit.
“Tu mobil papa.” Ucap Putri.
“Iya bener, itu dia datang.” Ucap Leonardo.
Mereka naik ke dalam mobil Betrand dan melaju menuju Panti Asuhan, mereka tidak lupa membeli KFC untuk semua anak Panti.
“Kita beli ayam KFC aja kali ya Pah, soalnya kan biasanya anak-anak suka biasanya begituan, kan kalau gak salah di Panti ada 18 orang, kita beli aja buat 40 orang gak masalah lebih.” Ucap Ariana.
“Iya boleh tu, sekalian aja kita beli beras juga untuk stok mereka.” Ucap Leonardo.
Mereka sengaja membelikan beberapa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur dan buah-buahan.
“Pah... Gimana kalau kita jadi donatur tetap di Panti Asuhan?” Tanya Ariana kepada suaminya.
“Boleh juga tuh, Mah. Lagi pula kan adik-adik asuh Celine juga uda dia anggap kayak keluarganya sendiri, jadi otomatis mereka kelurga kita juga.” Ucap Leonardo.
“Baiklah, nanti kita kabarin aja ke Bu Tuty kalau kita bersedia jadi donatur tetap ya, Pah.” Ucap Ariana.
Sementara Celine tampak sibuk membereskan Panti Asuhannya, dia membersihkan lantai dan membentangkan tikar sebagai alas untuk makan siang. Dia juga memasak nasi lebih banyak dari biasanya karena akan ada acara makan siang di sana.
“Aku masak apa yah buat mereka? Gak mungkin kan mie instan, atau aku goreng ikan aja?” Tanya Celine.
Cecilia baru ingat kalau di kulkasnya emang gak ada Ikan karena dia berbelanja saat pasar sudah mau tutup hanya ada sayuran dan mi instan.
Ariana menelpon Celine untuk memastikan anak-anak Panti ada berapa orang, lalu Ariana mengatakan supaya Celine tidak perlu menyediakan makanan karena mereka sudah mempersiapkannya.
Celine sedikit lega karena dia gak perlu memikirkan lauk apa yang harus dia persiapkan untuk menyambut calon suami dan calon mertuanya.
Setelah membeli semua keperluan itu, Ariana dan keluarganya melaju menuju Panti dan tiba di Panti dengan keadaan selamat. Mereka makan siang bersama anak-anak Panti Asuhan. Anak Panti merasa senang karena bisa makan enak.
Mereka sangat bersyukur atas kedatangan kelurga Putri, Putri juga senang karena bisa berkumpul dengan mereka semua.
Sedangkan Ariana dan Leonardo membicarakan perihal kalau mereka bersedia menjadi donatur di Panti Asuhan. Mendengar itu Astuty dan Celine senang.
Setelah membahas masalah itu, mereka juga meminta kalau pernikahan Betrand dan Celine akan dilaksanakan Sabtu depan. Betrand sedikit syok mendengar keputusan ayah ibunya yang mengambil keputusan tanpa menanyakan dia.
“Bukankah ini terlalu terburu-buru? Saya kan harus mempersiapkan segala sesuatunya juga.” Ucap Astuty.
“Gak usah, Bu. Biar semua persiapan dari kami, Ibu Astuty cukup jaga kesehatan aja dan semua kebutuhan pengobatan ibu akan kami tanggung.” Ucap Leonardo.
Betrand hanya terdiam dan membisu, dia tidak bisa berkata apapun karena dia sadar keputusan itu sudah final tidak dapat diubah lagi.
Acara hari ini dilaksanakan berjalan lancar, sepertinya alam juga mendukung acara mereka, hari ini cerah dan tak mendung sama sekali padahal sedang musim penghujan.
***
Debby dan Gilang juga bertemu, mereka sedang berbicara di cafe. Gilang menayakan tentang pacar Debby.
“Jadi lu belum punya pacar? Kenapa gak lu sama Papanya Putri aja?” Tanya Beni.
“Maksud kalian?” Tanya Debby.
“Ya siapa tahu kamu emang cocok dengan Betrand, kan kamu adik istrinya yang ada kemiripan dengan istrinya juga. Lagi pula tinggal oles dikit aja dan di tirusin dikit aja wajah kamu pasti kamu mirip sama Richa.” Ucap Beni.
Gilang mengamati Debby yang sikapnya berbeda sekali dengan Richa.
“Tapi Richa kan gak seperti dia? Richa itu feminim, pendiam dan sopan, kalau Debby tampak lebih centil dan sexy, Betrand gak akan suka.” Ucap Gilang.
“Lalu gimana dong?” Tanya Beni.
“Emangnya Betrand itu masih kaya yah?” Tanya Debby.
“Eits... Kayaknya Debby belum tahu nih kalau Betrand itu tajir melintir.” Ucap Beni lagi.
“Bukankah usaha Lukisan itu punya ayahnya Mas Betrand? Mas Betrand kan pengangguran?” Ucap Debby.
“Kamu ini bodoh atau polos sih, Deb? Harta ayahnya Betrand kan bakalan turun ke dia otomatis dia itu pewaris tunggal. Betrand itu sangat cinta Richa, dia sampai sekarang gak mau kerja karena kematian Richa membuat di sedih. Kalau lu mau bantuin kita lu selamatin tu Betrand. Lu cintai dia setulus hati lu, buat dia bahagia.” Ucap Gilang.
Debby berpikir sejenak, dia sedang mengingat perawakan Betrand yang sudah lama tak bertemu dengannya.
“Aku hampir lupa dengan Mas Betrand.” Ucap Debby.
Gilang menunjukkan wajah Betrand yang terbaru dari foto saat nongkrong, Debby merasa senang melihat Betrand.
“Cakep juga tuh, yauda aku mau.” Ucap Debby kegirangan.
“Gue yakin kalau lu bisa memenangkan hati Betrand, lu pasti akan menjadi wanita paling bahagia. Richa aja dulu kayak ratu loh.” Ujar Beni.
“Oke... nanti rencana selanjutnya bagaimana? Kabarin aja yah.” Ucap Debby.
Akhirnya Debby setuju untuk mendekatkan dirinya kepada Betrand, apakah Celine dapat membuat Betrand jatuh cinta? Baca terus yah.
up bab seaon 2 dong
demen nich gwe😀
para lelaki memang terlahir posesif n egois kah