NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lebih Senang Mencari Jodoh

Gilang melirik jam digital di dashboard mobilnya. Sejak pukul setengah sembilan dia menunggu dalam mobil di basement apartemen yang biasa ia dan Jimmy pakai untuk memarkirkan mobil.

Rasa bosan dan jengkel mulai menggerus kesabaran Gilang. Saat ini waktu sudah hampir jam sebelas malam. Lebih dari satu jam ia menunggu Jimmy dan Bella kembali dari kencan mereka.

Jimmy yang ia kenal sebagai penjelajah cinta. Bella ia anggap sebagai perayu ulung. Apa jadinya ketika dua orang pemain itu bertemu? Membayangkan hal tersebut seketika

menyulut api cemburu di dada Gilang dan membakar habis ketenangannya.

Buugghh

Kepalan tangannya menghantam setir, menyesali dirinya yang telah membiarkan Jimmy pergi bersama Bella. Seperti memberi umpan yang lezat pada Jimmy.

"Sial! Seharusnya aku nggak biarkan mereka bersama!" umpat Jimmy merutuki kebodohan sendiri. Meskipun ia tak suka Bela menggodanya seperti siang tadi di kantor, tapi, rasa tak rela pun melekat di hatinya melihat kebersamaan Jimmy dan Bella.

Beep beep

Suara klakson mobil terdengar, sontak Gilang menoleh ke arah suara berasal. Sebuah mobil yang sangat familiar melintas dalam pandangannya, hanya terhalang satu mobil yang terparkir di depannya.

Tatapan tajam Gilang terus membayangi mobil yang dikendarai Jimmy hingga berhenti tak jauh dari arah lift. Gilang menunggu sampai mereka turun dari mobil, hingga akhirnya ia pun keluar dari persembunyiannya ketika Bella dan Jimmy berjalan ke arah lift.

Berjalan di belakang Jimmy dan Bella, tatapan mata Gilang terus mengamati keduanya yang berbincang santai diiringi tawa riang Mereka seperti menikmati acara kencan mereka, membuat tangan Gilang mengepal kuat secara tak sadar.

"Apa sudah selesai rencana kalian?" suara Gilang bagaikan gemuruh yang memecah tawa Bella dan Jimmy yang bercanda di depannya, hingga dua orang itu sama-sama menolehkan kepalanya ke belakang.

"Bos?"

"Pak Gilang?"

Jimmy dan Bella sama-sama terkesiap, tak menyangka kemunculan Gilang di belakang mereka.

Bella menatap penampilan Gilang yang berdiri di hadapannya. Pria itu hanya dibalut sweter longgar sewarna gandum dan training loose paint coklat tua. Sepasang kakinya pun hanya beralaskan sandal rumah sederhana. Sama sekali tidak menampakkan orang yang baru saja kembali dari berpergian.

"Bos sedang apa di sini?" tanya Jimmy seraya menggaruk tengkuk tak gatal.

"Aku tinggal di sini, kenapa harus kau tanyakan itu?" Pertanyaan Gilang bernada sinis. Akan memalukan jika ia ketahuan sedang menunggu kedatangan mereka.

"Sudah malam, sebaiknya kau kembali ke tempatmu, Jim!" Bukan jawaban yang keluar dari mulut Gilang, melainkan perintah yang wajib dilaksanakan oleh Jimmy. Seperti seorang ayah yang mengawasi anak gadisnya pulang berkencan dengan pria yang mengincar, Gilang memperlihatkan sikap posesif pada Bella.

"Tapi, aku mau antar Bella sampai ke depan kamar apartemennya, Bos!" Jimmy berjanji akan segera meninggalkan apartemen setelah ia mengantar Bella terlebih dahulu.

Gilang melirik Bella dengan ekor matanya. "Dia bisa masuk sendiri!" Gilang tetap menghalangi niat Jimmy yang ingin mengantar Bella hingga memaksa asistennya itu untuk segera pergi dari apartemen.

"Tapi, Bos. Aku khawatir kalau nggak antar Bella sampai apartemennya." Sementara Jimmy masih bersikeras ingin mengantar Bella. Sepertinya belum puas menikmati waktu santai di luar kantor bersama Bella.

"Sudah jam sebelas malam. Waktu berkunjung tamu sudah habis. Sebaiknya cepat kembali ke tempatmu!" Kalimat Gilang dibaluti intimidasi terdengar sangat tegas saat Jimmy tak patuh pada perintahnya.

"Nggak apa-apa, Pak Jimmy. Saya bisa sendiri, kok. Lagi pula di sini aman, nggak akan ada yang menculik saya." Bella segera bertindak, melerai pertikaian antara Gilang dan Jimmy. Dia dapat merasakan aura cemburu pada diri Gilang melihat ia dan Jimmy pergi bersama, karena selama ini Gilang selalu melarang dirinya dekat dengan Jimmy.

"Kau dengar, kan? Dia bisa kembali sendiri!" Senyum tipis terbentuk di sudut bibir Gilang, merasa mendapat dukungan dari Bella.

"Makasih untuk malam yang menyenangkan ini, Pak."

Senyum kemenangan di bibir Gilang menyurut ketika mendengar lanjutan ucapkan Bella. Matanya menyipit hingga bola matanya mengecil dengan kerutan terbentuk di keningnya.

"Kita bisa mengulanginya lain waktu." Jimmy memperlihatkan wajah sumringah, karena Bella ternyata merespon baik kencan mereka.

"Sebaiknya kau segera kembali ke kamarmu! Sudah larut! Tidak baik bagi wanita masih berada di luar larut malam begini!" Gilang melangkah mendekat ke arah pintu lift, menekan tombol 8 dan mengajak Bella untuk mengikutinya.

Senyum terkulum di bibir Bella melihat Gilang terbalut rasa cemburu. "Dia benar-benar cemburu?" Ada rasa puas di hati Bella mengetahui hal tersebut.

"Saya masuk dulu, Pak." Setelah berpamitan, ia mengikuti langkah Gilang, menunggu pintu terbuka, lalu masuk ke lift hingga pintu lift tertutup kembali dan lift bergerak ke arah lantai yang mereka tuju, tak memperdulikan Jimmy yang masih berdiri mematung, memperhatikan sosok Bela dan Gilang yang menghilang di balik pintu lift.

Ekor mata Bella melirik Gilang yang berdiri di sebelahnya dengan tatapan lurus ke depan. Sikap Gilang terkesan kaku tak sehangat Jimmy.

"Pak Jimmy itu ternyata orangnya menyenangkan ya, Pak?" Memanfaatkan kecemburuan Gilang, dengan sengaja Bella memuji Jimmy di depan Gilang. Rasa penasarannya membuat ia ingin tahu, sekuat apa Gilang menutupi perasaan terhadapnya.

Gilang melirik sepintas dengan rasa jengkel. Bayangkan jika saat ini Jimmy ada di antara mereka, pasti kini akan bersorak kegirangan.

"Kamu harus ingat dia sudah punya kekasih!" Nada dingin diucapkan dari mulut Gilang, seraya memperingatkan Bella tidak jauh melangkah.

"Selama belum ada kata sah dari penghulu berarti masih milik bersama, Pak." Sambil tertawa kecil, Bella menyahuti peringatan Gilang tadi.

Jawaban Bela membuat Gilang tersentak hingga menoleh kepada wanita itu. "Apa kamu senang mencari masalah!?" tanya Gilang ketus.

"Saya lebih senang mencari jodoh, Pak." jawaban absurd Bella terdengar. "Kalau Bapak, mau nggak sama saya?" secara tiba-tiba Bella merapatkan tubuhnya pada Gilang dan merangkul tangan kokoh Gilang seraya bersandar di lengan berotot yang berbalut sweater lembut.

"Bella, apa yang kamu lakukan!" Wajah Gilang menegang dengan warna merah muda membias di pipinya. Tangannya pun dengan cepat menepis tangan Bella yang melingkar di lengannya. Bukan merasa jijik, hanya saja ia tidak ingin mengingkari janjinya kepada Pak Satria. Dia tidak ingin tergoda pada bujuk rayu Bella, meskipun ia berkali-kali dibuat cemburu oleh wanita itu.

Ting

Pintu lift yang terbuka bagaikan penyelamat bagi Gilang. Secepat kilat ia melesat keluar dari lift, menjauh dari Bella.

"Lho, Pak! Kok, saya ditinggal?" Sambil menahan tawa, Bella melihat Gilang yang berjalan dengan langkah cepat meninggalkannya seperti melihat hantu.

"Kamu segera kembali saja ke kamarmu!" ujar Gilang, tanpa menoleh apalagi berhenti dari langkahnya.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
Dest Cookies
bella makin berani meggoda gilang...bikin hati gilang cenat cenut...aku yakin bella juga udah jatuh cinta sama gilang..
Juwitae
🤣🤣🤣🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
di bikin sport jantung deh Gilang sama Bella.makin gak karuan hati Gilang kalau Bella semakin berani menggoda Gilang.pengen tau sampai kapan pertahanan Gilang akan goyah😄
ρυтяσ kang'typo✨
lagi kencan mala bahas boss🤣🤣🤣tapi q suka ko secara tidak langsung Jimmy memberi gambaran tentang Gilang pada Bella
ρυтяσ kang'typo✨
Jimmy gercep itu Lang... 🤣🤣🤣u mah fokus cemburu doang g ada misi apa pun 🤭🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
ada untungnya juga Bella pergi dinner sama Jimmy.rahasia tentang Gilang di umbar sama Jimmy tanpa perlu repot2 Bella mencari tau sendiri😄
bakal makin gencar gak nih Bella menggoda Gilang setelah dengar cerita Jimmy😁
Dest Cookies
secara tidak langsung jimmy sudah memberi gambaran tentang kepribadian gilang.. bella mulai kagum.. lama2 jatuh cinta...
Juwitae
Terbuka sedikit² supaya Bella tidak salah sangka terus sama Gilang
Esther
Jimmy gak sadar kalau Bela lagi cari informasi tentang Gilang😄
Juwitae
Dasar asisten ga ada akhlak🤣🤣
Dest Cookies
beneran cemburu nih gilang.. rasa yg belum disadari oleh gilang...
Esther
Tambah panas nih Gilang, asistennya selangkah lebih maju sudah berani mengajak Bella kencan🤭🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
panas pasti Gilang di ledek begitu sama asistennya sendiri. jangan2 Gilang ikut pergi memata-matai Jimmy sama Bella nih..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
sekarang ikuti dulu permainan Jimmy.setelah itu kasih dia shock terapi biar jantungnya kuat😂
Dest Cookies
waduh..gawat dong.. .. bella di dekitin sama jimy.. tp aku yakin bella bisa jaga diri.. jd tambah greget nih ..
.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
Bella yang gak mau kali Jim di goda sama kamu.dia bukan wanita yang mudah tergoda.tujuan dia di kantor Mahesa Persada kan untuk lebih tau Gilang seperti apa.kalau nanti pas tau Bella anak pak Satria,malu kamu seumur-umur Jim udah berani godain Bella😄
ρυтяσ kang'typo✨
eee ada yang g rela tuh kalo Jimmy mendekati Bella beneran, mana dia rela batal tunangan demi Bella 🤭🤭🤭
Juwitae
langsung di tembak kan. Ayo ngaku cemburu gak Gilang?🤭😄
ρυтяσ kang'typo✨
ciyeeeee cemburu... pasti mengelak tuh Gilang🤣🤣masa iya mau bilang cemburu g mungkin la ya
ρυтяσ kang'typo✨
waaaah.... makin seru ka, hayo loh u skakmat kan Lang🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!