seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Kayla mendekati Devano
"Arggh! cepat sekali mobil nya,kira kira itu rumah siapa kok bisa Alina tinggal di rumah itu?"gumam Kayla merasa penasaran.
"nanti deh,gue pantau wanita itu,"gumam Kayla lagi.
Sementara itu Alina akhirnya berhasil bebas dari kejaran Kayla tadi, sungguh Alina merasa takut dan bingung kenapa dirinya sampai di kejar oleh Kayla untung ada truk yang halangi Kayla mengejar Alina.
"Huft.. Aku terbebas dari Kayla, entah mau apa dia mengejar ku!"celetuk Alina sembari menyetir mobil nya.
"aku nanti,harus menemui tuan Devano karena mengantar makan siang,"gumam Alina dengan tersenyum.
____________________________________________
SIANG HARI KEMUDIAN..
Siang ini Devano sedang mengerjakan pekerjaan nya yang sebentar lagi selesai karena pekerjaan nya masih menumpuk, karena beberapa hari yang lalu dirinya pergi ke luar negeri untuk kepentingan.
"ini jam sembilan,pasti toko ramai saat ini,"gumam Devano.
Tiba-tiba saja Alina datang di perusahaan Devano karena sesuai yang Devano inginkan siang ini,ia meminta Alina antar makan siang buatan Alina sendiri karena merasa bosan memakan di restoran.
"Tuan,maaf aku lupa ketuk!"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
"Nggak apa,kamu bukan karyawan ku lagi!"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"Aku antar makan siang, sesuatu keinginan kamu tuan,"ucap Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Maaf kalo merepotkan Alina,"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
"Nggak tuan,ini kan tugasku!"ucap Alina balas Anggukan Devano.
Alina meletakkan rantang di meja lalu duduk di sofa merasa pegal karena tadi terjadi macet lumayan lama,lalu membuka rantang satu persatu menyiapkan makanan untuk Devano agar kerja nya lebih semangat..
"untung saja,aku selesai mengerjakan semuanya,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"Tuan,tadi aku diikuti seseorang,"ucap Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"siapa yang mengikuti kamu?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.
"Kayla tuan,aku takut dia curiga tentang pernikahan kita!"jawab Alina membuat Devano menatap.
"jangan takut ketahuan, mungkin memang saat nya kita publik tentang ini Alina,"ucap Devano membuat Alina ngangguk saja.
Tiba tiba saja ada kedatangan orang tua Devano yang langsung masuk keruangan Devano, membuat Devano terkejut melihat sang mamah datang ke perusahaan nya bahkan tanpa memberi tahu dirinya.
"Mamah kesini,mau apa?"tanya Devano membuat Vania mengerutkan keningnya.
"kenapa memangnya,apa ngga boleh?"tanya Vania balik.
"Ah.. Nggak mah,aku hanya terkejut saja!"jawab Devano membuat Vania menatap putranya.
Alina pun segera pergi namun di cegah Devano mungkin karena Alina takut dikira ikut campur,lalu Devano geleng kepala tak mau sampai Alina pergi dari ruangan nya.
"tetap lah disini!"pinta Devano membuat Alina menghela nafas.
"kenapa selalu bersama,gadis ini nak?"tanya Vania membuat Devano tersenyum.
"karena nggak ada, yang penting juga mah!"jawab Devano membuat Alina menunduk.
Vania menatap Alina seperti tak menyukai Alina karena tatapan nya sinis membuat Alina menunduk tak berani menatap,Devano menyadari tatapan sang mamah kepada Alina membuat Devano menghela nafas..
"kenapa tatapan mamah,begitu ke Alina?"tanya Devano membuat Vania mengerutkan keningnya.
"merasa nggak cocok saja,jika bersama kamu nak!"jawab Vania membuat Devano terkejut.
Devano ingin marah karena ucapan Mamahnya namun harus di tahan karena mamah nya belum tau, tentang pernikahan nya dengan Alina selama ini karena jika tau pasti akan marah.
"Mamah ingin cucu,kamu menikah dengan Novi ya,"pinta Vania membuat Devano menghela nafas.
"Mamah.. Ini udah berapa tahun,mamah selalu berniat seperti itu padahal aku sudah jelas menolak nya!"tegas Devano.
"lalu kapan kamu,akan siap menikah nak?"tanya Vania.
"Mamah.. kalau ada jodohnya,pasti menikah kok!"jawab Devano menatap Alina.
"Okey, jika ada calon nya kasih tau mamah tapi yang setara dengan kita!"tegas Vania.
Vania pun pergi dari ruangan Devano membuat Devano menghela nafas merasa pusing dengan sang mamah,lalu menatap Alina yang dari tadi hanya terdiam mungkin kepikiran ucapan mamah Devano.
"sudah jelas, pernikahan kita tanpa restu tuan,"ucap Alina membuat Devano menghela nafas.
"jangan khawatir,nanti juga setuju entah kapan,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
Setelah selesai mengantar makan siang,Alina segera pergi dari ruangan Devano ia masih kepikiran ucapan mamah Devano yang sepertinya tak akan merestui pernikahan Devano dengan dirinya yang beda kasta..
"Hy Alina!"sapa Laras membuat Alina mengerutkan keningnya.
"Ehh.. Ada kak Laras!"sahut Alina dengan tersenyum.
"Bagaimana kabarmu,aku dengar aku selesaikan kuliah?"tanya Laras membuat Alina tersenyum.
"kabarku baik,dan aku sudah selesai kuliah kak!"jawab Alina balas Anggukan Laras.
____________________________________________
MALAM HARI KEMUDIAN..
Di kediaman rumah keluarga Alina..
Kini rumah Alina sudah ada asisten rumah tangga karena sudah lumayan sukses walaupun itu perusahaan ayah Alina,namun karena bibi Alina serakah tetap diam tak membagikan hasil perusahaan ayah Alina selama ini.
"Mamah.. Bagaimana kalo, perusahaan kita kerja sama dengan perusahaan bosku waktu itu?"tanya Kayla membuat Gayatri mengerutkan keningnya.
"boleh juga nak,lagian perusahaan itu sangat sukses!"jawab Gayatri membuat Kayla tersenyum.
"Aku pasti bisa, mendekati pria itu!"ucap Kayla merasa senang.
"Ehmm.. Udah pasti,dia akan suka dengan putri mamah ini!"ucap Gayatri membuat Kayla tersenyum merasa percaya diri.
****
Sementara itu Devano baru saja pulang kerja dan langsung ke rumah nya,sejak menikah Devano tak pernah pulang ke rumah orang tua nya karena merasa nyaman bersama Alina tak pernah membuat nya kesal..
"Hey,kamu kok melamun hm?"tanya Devano melihat Alina di balkon.
"Nggak apa tuan,aku hanya memikirkan hal tak penting tapi ganggu pikiran ku,"jawab Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
Devano mengerti pasti Alina kepikiran tentang kejadian siang ini,ia takut Alina goyah menikah dengan nya karena Devano sudah sangat sayang dengan Alina seperti mantannya dulu rasanya di tinggal sangat menyakitkan apalagi di tinggal nya nggak bisa bertemu lagi.
"kamu jangan, goyah ya tentang pernikahan kita,"ucap Devano membuat Alina menatap.
"jujur tuan,aku sudah nyaman dengan mu tapi aku merasa tak setara,"ucap Alina membuat Devano menghela nafas.
"aku tetap tak peduli, dengan masalah kasta Alina karena itu nggak penting,"ucap Devano menatap Alina.
Devano merasa terkejut tiba tiba Alina memeluknya biasanya tak berani karena mungkin masih takut dengan nya,lalu Devano pun membalas pelukan Alina lalu mengecup kening Alina dengan lembut..
"Aku mencintaimu Alina,aku nggak mau kamu sampai pergi,"ucap Devano membuat Alina menghela nafas.
"aku nggak akan pergi, karena tuan adalah penyelamat ku,"lirih Alina membuat Devano tersenyum.
Devano menggendong Alina membuat Alina merasa terkejut tiba tiba di gendong oleh Devano,lalu masuk ke kamar mereka yang dekat dengan balkon Devano segera baringkan Alina di ranjang..
"pasti berat tuan!"celetuk Alina membuat Devano terkekeh.
"Nggak berat,kamu ringan sekali hihi,"ucap Devano membuat Alina mengerutkan keningnya.
"kamu lupa,tubuhku seperti apa hm?"tanya Devano membuat Alina merona.
"Ehmm.. Berotot tuan!"jawab Alina membuat Devano ngangguk.
"aku nggak pernah, lakukan hubungan tapi apa dia sudah siap?"gumam Devano menatap Alina.
Devano melepas kemejanya hingga tubuh sixpack nya terlihat karena Devano sering nge gym, membuat Alina menatap entah apa yang Alina pikirkan menatap tubuh suami nya itu karena biasanya tak pernah menatap seperti itu..
"aku mandi dulu,kamu pasti ngga betahkan dengan bau nya haha!"ucap Devano membuat Alina mengerutkan keningnya.
"Nggak kok,tapi kalau demi kesehatan mandi saja,"ucap Alina balas Anggukan Devano.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"