NovelToon NovelToon
Gadis Kesayangan Langit

Gadis Kesayangan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ceriwis07

Gladys Chandra Wiguna atau biasa dipanggil Gadis adalah mahasiswi berbakat dari fakultas bergengsi Kota A. Wajah cantik dan sosok mungilnya menyembunyikan jiwa pemberani yang kuat.

Malam itu, saat ia pulang dari cafe, seorang pria memaksanya masuk mobil. Di dalamnya menanti Langit Mahesa seorang bisnis man yang memiliki perusahaan raksasa di kota A. Pria yang sudah memiliki istri, Bella Safira. Akankah Gadis kembali ke kehidupannya yang tenang? Ataukah cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, menggoyahkan semua yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceriwis07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Olahraga pagi

Sinar matahari pagi menyelinap malu-malu melalui celah tirai jendela yang tebal, membentuk garis-garis cahaya keemasan yang menerpa wajah wanita yang terbaring di atas kasur empuk. Sudah dua hari ia terlelap begitu pulas, tubuhnya yang kelelahan akhirnya mendapatkan istirahat yang sangat dibutuhkan setelah perjuangan bertahan hidup yang berat.

Perlahan, bulu matanya yang lentik bergerak sedikit demi sedikit. Gadis membuka matanya, berkedip beberapa kali menyesuaikan diri dengan cahaya lembut yang masuk ke dalam retina matanya. Ia menatap sekeliling ruangan, mengenali setiap sudutnya dengan baik.

Ah... aku sudah di rumah, batinnya pelan. Rasa aman dan nyaman langsung menyelimuti hatinya. Tempat di mana ia merasa paling terlindungi.

Pandangannya kemudian beralih ke sampingnya, dan terhenti tepat pada wajah seorang pria yang sedang terlelap di sebelahnya.

Langit.

Pria itu tampak begitu tenang, meski raut wajahnya memperlihatkan jejak kelelahan yang nyata. Namun, bagi Gadis, Langit tetap terlihat begitu berkarisma dan tampan, meskipun usianya sudah menginjak lima puluh tahun. Garis-garis kematangan di wajahnya justru menambah pesona maskulin yang membuatnya semakin dikagumi.

Gadis tahu betapa setianya pria ini. Selama ia tidak sadarkan diri, Langit tidak pernah meninggalkan sisinya. Pria itu yang dengan telaten mengatur suhu pendingin ruangan agar tubuhnya tidak kedinginan, bahkan Langit sendiri yang membersihkan tubuhnya yang penuh kotor dan lelah setelah seminggu terdampar dan bertahan hidup di tengah hutan belantara. Tidak ada rasa jijik atau lelah, yang ada hanya rasa sayang yang mendalam.

Perasaan haru dan cinta yang meluap-luap membuat tangan Gadis bergerak tanpa sadar. Tangan mungilnya terulur perlahan, menjadi tangan usil yang mulai menyentuh wajah pria di hadapannya.

Ujung jarinya mengikuti lekuk dahi yang luas, lalu turun menyentuh pelipis, kemudian berhenti sejenak di hidung pria itu yang mancung dan tegap. Jari-jarinya terus bergerak turun, menyusuri pipi yang sedikit kasar karena jenggot yang mulai tumbuh, hingga akhirnya terhenti tepat di bibir tebal pria itu yang terlihat begitu menggoda meski sedang terkatup diam.

Gadis terpaku menatap bibir itu. Dalam benaknya, ia membayangkan betapa seringnya bibir ini mencumbunya dengan penuh kasih sayang, betapa seringnya bibir ini menyebut namanya dengan lembut, dan betapa seringnya bibir ini memberikan kekuatan padanya saat ia merasa takut.

Ia begitu asyik tenggelam dalam lamunannya dan memperhatikan wajah pria itu, hingga ia sama sekali tidak sadar jika sepasang mata indah milik sang pemilik bibir itu sudah terbuka lebar.

Langit sudah terbangun sejak tadi. Ia diam saja, menikmati sentuhan lembut jari kekasihnya di wajahnya, dan memperhatikan setiap ekspresi wajah Gadis dengan tatapan yang dalam dan penuh cinta.

Hingga akhirnya, sebuah tangan kekar bergerak cepat namun lembut, memegang pergelangan tangan Gadis yang sedang berada di bibirnya.

Gadis tersentak hebat, jantungnya seakan melompat ke tenggorokan. Matanya membelalak lebar, wajahnya langsung memerah padam karena malu tertangkap basah sedang mengamati dan menyentuh wajah pria itu.

Gadis berusaha menarik tangannya namun justru digenggam lebih erat oleh Langit.

Langit tersenyum miring, senyum yang begitu menawan dan menggoda. Ia tidak melepaskan tangan Gadis, melainkan membawanya ke bibirnya sendiri dan mencium punggung tangan wanita itu dengan lembut.

"Kamu nakal," jawab Langit dengan suara serak khasnya yang baru bangun tidur, terdengar begitu maskulin dan menenangkan. "Aku hanya diam menikmati pertunjukanmu. Ternyata, aku seindah itu ya sampai kamu tidak bosan-bosannya melihatku?" godanya, membuat wajah Gadis semakin merah padam bagaikan tomat matang.

Mendengar godaan pria itu, Gadis hanya tersenyum manis. Senyum yang menenangkan dan membuat hati Langit terasa hangat seketika.

Tanpa menunggu lama, tangan kekar Langit bergerak cepat menarik tubuh mungil Gadis agar semakin dekat. Ia memeluk wanita itu dengan sangat erat, seolah ingin menyatukan kedua jiwa mereka menjadi satu, memastikan bahwa Gadis benar-benar ada di sana, nyata, dan sudah pulih.

"Terima kasih..." bisik Gadis lembut tepat di dada bidang pria itu.

Kening Langit langsung berkerut bingung, bibirnya tak berhenti mencurahkan rasa sayang dengan menciumi leher putih mulus Gadis dengan penuh hasrat dan kasih sayang.

"Untuk apa?" tanyanya pelan, suaranya terdengar serak dan berat di telinga Gadis.

Gadis mendongak sedikit, menatap manik mata pria itu.

"Karena sudah merawatku... Oh iya, ngomong-ngomong berapa lama aku tertidur?"

Langit menghentikan aksinya sejenak, menatap wajah kekasihnya dengan tatapan yang campur aduk antara lega dan sedikit kesal.

"Dua hari, Sayang... Kamu tertidur selama dua hari penuh," jawabnya panjang lebar. "Aku sempat panik bukan main, takut kalau-kalau kamu koma dan tidak akan bangun-bangun lagi. Tapi siapa sangka, dokter malah bilang itu wajar, katanya tubuhmu yang memaksa untuk istirahat total."

Pria itu mendengus kesal, lalu kembali mengecup kening Gadis.

"Mengesalkan bukan? Tidur nyenyak begitu lama... Tidak tahukah kamu kalau aku sudah sangat merindukanmu? Rasanya ingin aku membangunkan mu sejak lama, tapi aku tidak tega melihatmu lelah sekali," keluhnya dengan nada manja yang khas.

Mendengar penjelasan dan kekesalan pria yang sudah berusia lima puluh tahun itu, Gadis pun tak kuasa menahan tawa.

PLAK!

Dengan gemas, tangan mungil Gadis memukul pelan lengan kekar pria itu yang melingkar erat di tubuhnya. Wajahnya masih tersenyum manis dengan tatapan penuh cinta.

"Kalau aku mati... bagaimana?" tanya Gadis pelan, matanya menatap dalam ke manik mata hitam pria itu.

Mendengar kalimat itu, kening Langit langsung berkerut dalam. Wajahnya tampak tidak suka mendengar hal tersebut.

"Ucapan macam apa itu? Jangan pernah bicara begitu!" sahut Langit jengah, seolah kalimat itu adalah hal tabu yang tidak boleh terucap.

Gadis justru terkikik geli melihat reaksi pria itu. Ia kembali bertanya dengan nada penasaran, "Ya... terus apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan mencari pengganti...?"

Namun... kalimat itu belum sempat tuntas terucap.

MMMMPHH!!

Bibir mungilnya langsung ditutup rapat oleh bibir tebal dan hangat milik Langit. Pria itu tidak mau mendengar kelanjutan kalimat itu, tidak mau mendengar kata 'pengganti' atau apa pun itu. Baginya, Gadis adalah satu-satunya.

Ciuman itu berlangsung sangat mesra, dalam, dan penuh gairah.

Suara decapan basah terdengar jelas memenuhi kamar tidur itu, seolah menjadi melodi indah yang membakar suasana pagi itu. Hasrat dan cinta mereka memuncak seketika, melupakan segala rasa lelah dan sakit yang lalu.

Langit membalikkan posisi mereka, kini ia berada di atas tubuh mungil itu, menindihnya dengan lembut namun penuh dominasi.

Pagi yang indah itu pun resmi dibuka dengan olahraga pagi yang sangat menyenangkan di atas ranjang, di mana mereka kembali menyatukan cinta dan raga setelah sekian lama terpisah dan tertidur.

No Adegan ya SENSORRR...

1
Erna Riyanto
Anin dulu pacar langit... berarti langit sdh tua dong seumuran bahkan mungkin lebih tua dr Anin(ibunya gladis)
Ceriwis07: Benar sekali 🤭
total 1 replies
anggita
like iklan👍☝
Ceriwis07: Terimakasih sudah mampir 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!