NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Orang gila dari mana ini?

Matahari mulai condong ke barat, memanjangkan bayangan Shan Luo dan Mo Huang di atas jalanan tanah yang berdebu.

Mo Huang masih saja menggerutu tentang martabatnya sebagai roh senjata yang kini merangkap sebagai kuli panggul, sementara Shan Luo sibuk melempar-lempar keping perak hasil jarahan tadi ke udara.

​Langkah mereka mendadak terhenti serentak.

​Di tengah jalan, sekitar sepuluh meter di depan mereka, berdiri seorang pemuda sebaya Shan Luo.

Namun, penampilannya benar-benar menguji kewarasan siapa pun yang melihatnya.

Pemuda itu berdiri di atas satu kaki di puncak sebuah batu runcing, tubuhnya meliuk ke samping dengan satu tangan menunjuk ke langit dan tangan lainnya menutupi setengah wajahnya.

Jubah kuning cerahnya berkibar tertiup angin seolah ia sedang berada di tengah panggung drama.

​"Haha! Kalian tampak kuat," ucap pemuda itu tanpa mengubah posisinya yang konyol. "Ke mana kalian akan pergi? Bisakah aku ikut?"

​Shan Luo berhenti melempar koinnya. Ia menoleh ke arah Mo Huang dengan tatapan datar.

​"Kau kenal dia?" bisik Shan Luo.

​Mo Huang, yang masih memegang kantong daging asap, memicingkan mata ungunya dengan jijik. "Tidak. Mungkin dia orang gila yang kebanyakan menghirup uap tanaman beracun di hutan."

​Pemuda di atas batu itu terkekeh aneh, bahunya berguncang pelan. "Haha ... sepertinya kalian tidak mengenaliku. Baguslah. Dengan begitu, perkenalan kita akan menjadi lebih ... berkesan!"

​Tanpa peringatan, suasana santai itu pecah. Batu tempat pemuda itu berpijak meledak hancur saat ia melesat maju.

Kecepatannya tidak masuk akal—ia berubah menjadi garis kuning yang membelah udara dengan suara seperti petir yang menyambar.

​DUAGH!

​Shan Luo bereaksi instan. Ia tidak sempat mencabut pedang kayunya, melainkan menyilangkan kedua lengannya untuk menahan tendangan horizontal yang sangat bertenaga.

Tekanan angin dari serangan itu membuat debu di sekeliling mereka terbang membentuk pusaran.

​Pemuda kuning itu tidak berhenti. Ia berputar di udara, menarik belati pendek dari balik pinggangnya dan menyerang titik-titik vital Shan Luo dalam satu rangkaian gerakan mengalir.

​SRET! SRET!

​Shan Luo mundur dua langkah, setiap gerakannya hanya berjarak sehelai rambut dari mata pisau musuhnya.

​"Mo Huang! Minggir!" teriak Shan Luo.

​"Cih, urus saja sendiri!" Mo Huang melompat mundur sambil tetap mendekap belanjaan agar tidak tumpah.

​Shan Luo menghentakkan kakinya. Manifestasi Rohani miliknya bangkit.

Sepasang tangan bayangan raksasa berwarna hitam-perak muncul dari punggungnya, mencoba mencengkeram pemuda kuning itu.

​BOOM!

​Pemuda itu melakukan salto ke belakang, mendarat dengan ringan, lalu kembali menerjang dengan energi emas yang membungkus tinjunya.

​Pertarungan menjadi semakin liar. Shan Luo akhirnya mencabut pedang cendana hitamnya.

Udara di sekitarnya membeku instan, menciptakan kristal-kristal es di udara yang menghambat pergerakan musuh.

​TRANG! TRANG! TRANG!

​Belati pendek dan pedang kayu beradu berulang kali, menciptakan percikan bunga api murni.

Pemuda kuning itu bertarung dengan gaya yang sangat tidak teratur, kadang merangkak di tanah, kadang melompat tinggi, namun setiap serangannya memiliki bobot setara dengan hantaman gunung.

​Shan Luo melakukan tebasan vertikal yang membawa aura kegelapan dari Dantiannya. "Tebasan Belahan Jiwa!"

​Garis hitam membelah jalanan, menuju tepat ke arah pemuda kuning. Pemuda itu tidak menghindar.

Ia justru tertawa lebar, menyatukan kedua tangannya di depan dada hingga memancarkan cahaya silau yang membentuk perisai berbentuk kepala naga emas.

​KABOOM!

​Ledakan energi mengguncang tempat itu, menciptakan kawah sedalam satu meter.

​Asap mengepul tebal. Saat debu mulai turun, pemandangan di tengah kawah membuat Mo Huang menghentikan kunyahan rotinya.

​Shan Luo berdiri tegak dengan pedangnya yang hanya berjarak satu inci dari tenggorokan pemuda kuning.

Di saat yang sama, belati pendek pemuda kuning itu telah menempel tepat di ulu hati Shan Luo.

​Keduanya terdiam. Napas mereka memburu. Keringat menetes dari dahi mereka, namun tidak ada satu pun yang bergerak untuk menyelesaikan serangan. Kekuatan mereka benar-benar berada di titik seimbang yang sempurna.

​Hening mencekam itu berlangsung selama beberapa detik, sampai tiba-tiba...

​"Pffft ... hahaha! Wah, kau benar-benar hebat!" pemuda kuning itu tiba-tiba menurunkan belatinya dan melompat mundur dengan wajah ceria, seolah-olah niat membunuh yang tadi ia pancarkan hanyalah ilusi.

​Ia berdiri dengan pose bodoh lagi. kali ini dengan tangan di pinggang dan dada dibusungkan ke depan secara berlebihan. "Aku hampir saja mati tadi! Serius! Kau hampir memotong leherku, Kawan!"

​Shan Luo masih memegang pedangnya, menatap pemuda itu dengan tatapan tidak percaya. "Apa ... apa yang kau lakukan?"

​"Hah? Oh, itu tadi cuma salam pertemanan!" jawab si pemuda kuning dengan nada santai tanpa dosa. Ia mengorek telinganya dan meniup jarinya. "Di tempat asalku, kalau tidak hampir mati saat bertemu orang baru, namanya bukan berteman. Namanya cuma basa-basi."

​Mo Huang berjalan mendekat, menatap pemuda itu dari atas sampai bawah. "Bocah ini benar-benar sakit jiwa. Shan Luo, sebaiknya kita biarkan saja dia di sini sebelum kegilaannya menular."

​"Eh, tunggu! Jangan panggil aku gila!" Pemuda kuning itu mendekat ke arah Shan Luo dengan wajah polos, tidak peduli pada aura mematikan yang masih terpancar dari tubuh Shan Luo. "Namaku Han Xiao. Aku sedang bosan berkelana sendirian. Kalian tampak seru, apalagi kau punya pelayan transparan yang bisa bawa makanan. Boleh ya aku ikut?"

​Shan Luo menurunkan pedangnya perlahan, masih mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.

Ia menatap Han Xiao yang sekarang sedang mencoba merebut sepotong daging dari tangan Mo Huang (dan hampir saja tangannya dibekukan oleh sang roh sabit).

​"Kau menyerangku seperti akan mencabut nyawaku, dan sekarang kau ingin ikut?" Shan Luo menyarungkan pedangnya dengan helaan napas panjang.

​"Haha, itulah seninya hidup!" Han Xiao nyengir lebar, memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi. "Jadi, kita mau ke mana? Ke kota depan? Aku tahu tempat makan bakpao yang enak di sana!"

​Shan Luo hanya bisa memijat keningnya yang berdenyut. Mo Huang mendesis marah saat Han Xiao berhasil mencuri sepotong sosis dari kantongnya.

Di tengah jalan setapak yang kini hancur karena pertarungan mereka, perjalanan Shan Luo kini menjadi semakin aneh dengan kehadiran seorang pemuda misterius yang berpindah dari "pembunuh berdarah dingin" menjadi "orang bodoh yang ceria" hanya dalam hitungan detik.

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!