NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:253.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bodattt

Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.

Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Dominasi Mutlak

Keheningan yang melanda Arena Nomor Tujuh menyebar seperti wabah ke seluruh lapangan kompetisi. Pertarungan di sembilan arena lainnya sejenak terlupakan saat ribuan pasang mata tertuju pada sosok Lin Feng.

"Apa... apa yang baru saja terjadi?" bisik seorang murid, tidak mempercayai matanya sendiri.

"Dia menghancurkan Pedang Baja Murni dengan tangan kosong... dan mengalahkan Lin Shan tingkat lima dengan satu pukulan?"

"Ini bukan sampah yang kita kenal! Siapa dia?!"

Wajah para murid yang tadinya mengejek Lin Shan kini pucat pasi. Mereka mundur beberapa langkah, menatap Lin Feng seolah dia adalah monster dalam wujud manusia.

Di sisi arena, senyum beku di wajah Lin Wei akhirnya retak, berubah menjadi ekspresi ngeri dan tidak percaya. "Tidak mungkin... Bagaimana bisa?! Ayah, bagaimana bisa sampah itu memiliki kekuatan seperti itu?!"

Wajah Lin Hu menjadi sangat suram. Sebagai seorang ahli tingkat tujuh, dia bisa melihat lebih jelas. Pukulan itu tidak mengandung banyak trik. Itu adalah manifestasi dari kekuatan fisik murni yang mengerikan, kekuatan yang bahkan dia tidak yakin bisa menahannya secara langsung. "Jangan panik," geramnya dengan suara rendah, lebih untuk menenangkan dirinya sendiri. "Dia pasti menggunakan semacam teknik rahasia yang menguras tenaga. Dia tidak akan bisa mengulanginya. Tunggu saja sampai dia bertemu dengan Tuan Muda Tian."

Di seberang arena, kerutan di dahi Lin Tian semakin dalam. Dia akhirnya duduk sedikit lebih tegak. "Menarik. Seekor serangga yang menarik. Mungkin dia bisa menjadi pemanasan yang layak sebelum aku menghadapi Liu Xue'er."

Sementara itu, getaran di mata Liu Xue'er menjadi semakin intens. Teori tentang "harta karun" di benaknya mulai goyah. Harta karun bisa digunakan untuk bertahan, tetapi kekuatan ofensif murni yang baru saja ia saksikan berasal dari tubuh Lin Feng sendiri. Perubahan ini... terlalu drastis, terlalu tidak bisa dipercaya.

Di panggung utama, para tetua saling berbisik dengan kaget.

"Kekuatan fisik yang luar biasa! Untuk menghancurkan baja murni, tingkat penempaan tubuhnya pasti telah mencapai tingkat yang sangat tinggi!" kata Tetua Keempat.

Tetua Ketiga, Lin Bao, mengelus janggutnya, matanya bersinar terang. "Dia bukan hanya pulih... dia terlahir kembali! Klan Lin kita telah menemukan seekor naga tersembunyi!"

Lin Feng, bagaimanapun, tidak memedulikan reaksi mereka. Dia berjalan turun dari panggung dengan ekspresi yang sama datarnya, seolah-olah dia baru saja menepuk lalat. Dia kembali ke sudutnya, menutup matanya, dan kembali ke keheningan.

Sikapnya yang acuh tak acuh ini membuat kemenangannya yang mengejutkan tampak lebih menakutkan.

Babak pertama dengan cepat berakhir. Setelah istirahat singkat, babak kedua dimulai. Proses pengundian nomor diulang.

Kali ini, suasana benar-benar berbeda. Tidak ada lagi yang berani meremehkan Lin Feng. Sebaliknya, setiap peserta yang menarik nomornya berdoa dalam hati agar tidak mendapatkan nomor yang sama dengannya.

"Arena Nomor Tiga! Lin Feng melawan Lin Tao!"

Seorang pemuda kurus dengan wajah pucat berjalan ke atas panggung, kakinya sedikit gemetar. Lin Tao, seorang ahli tingkat lima lainnya yang dikenal karena kecepatannya.

"Mulai!"

Lin Tao tidak berani sombong seperti Lin Shan. Begitu pertarungan dimulai, dia langsung melesat, menciptakan bayangan, mencoba mengelilingi Lin Feng dan mencari celah.

Namun, di mata Lin Feng, gerakannya tampak seperti gerakan lambat. Tepat saat Lin Tao melintas di sisi kirinya, Lin Feng bahkan tidak menoleh. Dia hanya melayangkan tendangan samping yang santai.

"WHUSH... BANG!"

Tendangan itu begitu cepat hingga tampak seperti ilusi. Lin Tao, yang masih bergerak dengan kecepatan tinggi, tidak sempat bereaksi. Dia seperti menabrakkan dirinya sendiri ke tendangan itu. Dengan suara tulang retak yang samar, dia terlempar keluar dari panggung, nasibnya sama seperti Lin Shan.

Satu tendangan.

Seluruh arena kembali terdiam. Jika pertama kali adalah kejutan, yang kedua adalah penegasan. Kekuatan Lin Feng bukanlah kebetulan.

Babak ketiga. Lawannya adalah murid tingkat enam, salah satu dari 20 besar di generasi muda. Dia menggunakan perisai dan tombak, berspesialisasi dalam pertahanan. Dia tidak berani menyerang, dan langsung memasang kuda-kuda bertahan dengan perisai besinya.

Lin Feng berjalan ke arahnya. Dia bahkan tidak menggunakan pukulan atau tendangan. Dia hanya menjentikkan jarinya ke permukaan perisai.

"TING!"

Sebuah suara renyah terdengar. Perisai besi tebal itu bergetar hebat sebelum retakan seperti jaring laba-laba menyebar dari titik jentikan itu. Detik berikutnya, perisai itu hancur berkeping-keping. Murid itu memuntahkan darah karena gelombang kejut dan terlempar ke belakang, jatuh pingsan.

Satu jentikan jari.

Pada titik ini, tidak ada lagi yang berani berbicara. Seluruh lapangan kompetisi menjadi panggung pribadi Lin Feng. Setiap pertarungannya berakhir dalam satu gerakan. Dia tidak menggunakan teknik mewah, hanya kekuatan murni dan absolut yang menghancurkan segalanya.

Namanya, yang tadinya identik dengan sampah, kini menjadi sinonim dengan "tak terkalahkan." Para peserta yang tersisa menatapnya dengan ketakutan yang mendalam. Bertemu dengannya di atas panggung berarti kekalahan instan.

Setelah beberapa putaran lagi, hanya delapan peserta yang tersisa. Lin Feng, Lin Tian, dan Liu Xue'er semuanya ada di antara mereka, seperti yang diharapkan.

Seorang diaken naik ke panggung utama, suaranya sedikit bergetar saat menyebut nama Lin Feng. "Babak perempat final akan segera dimulai! Para peserta yang tersisa adalah..."

Dia membacakan delapan nama. Kemudian, dia mengambil kotak undian yang baru.

"Sekarang, kita akan menentukan lawan untuk perempat final!"

1
Erni andi arifuddin
banyak amburadul
Erni andi arifuddin
kok ceritanya lari ke bab yg lain🤭
Alga Kabur
ngalur ngidul cerita nya....lompat bab terlalu jauh...antar bab ngak nyambung cerita nya
Erni andi arifuddin
kapan habis 49 harinya Thor jgnkan Lin Feng aku saja yg baca mulai jenuh menunggu 🤭🙏
Erni andi arifuddin
Thor perasaan yg jadi tunangan Lin Feng adalah Liu xio'er bukan xio mei kenapa jadi berubah lagi😇
Alga Kabur
lanjut thor
Alga Kabur
mantappp
Erni andi arifuddin
aku kira lagi Liu xia'er😂🤭
Erni andi arifuddin
ngak malu tuh mantan tunangannya mau berharap lagi atau apa outhornya lupa lagi bab awal yg kl tidak salah Lin Feng akan membalas semua yg menghianatinya termasuk mantan tunangannya 😂😂😂
Erni andi arifuddin
bagus sih cuma perlu lebih fokus lagi ke bab bab sebelumnya jgn di lupakan supaya tidak membangunkanbolak balik begitu pula dgn tokoh di dalamnya jadi pusing sendiri
Erni andi arifuddin
kok tiba tiba klan Lin di bangun kembali ada apakah dgn klan Lin setau yg saya baca klan Lin baik baik saja sebelum Lin Feng mengikuti turnamen 3 klan??????
Dao Biru: Mampir gan ke novelku "Penguasa Agung"
total 1 replies
Erni andi arifuddin
saran Thor pedang guntur saja kayaknya lebih bagus di banding pedang guntur berat😄
Erni andi arifuddin
lalu kemana klan Lin SDH tidak naik lagi namanya selama Ling Feng tinggal di klan mantan tunangannya atau klan Liu,dan pertamanya cuma ada 3 klan,Lin,Wang,shu kenapa sekarang klan Lin hilang justru yg muncul klan liu😇😇😇
Erni andi arifuddin
bagus sih cuma yg jadi pertanyaan masalah pedang hitam yang dari klan Lin dan masal mantan tunangannya kayaknya Thor lupa kl Ling Feng itu mau balas dendam dengan semua orang yg menghinanya termasuk mantan tunangannya tp kayaknya malah sebaliknya makin ke sini makin Ling Feng lupa akan dendamnya 😂🤭
Erni andi arifuddin
kayaknya Lin Feng punya pedang yg berat juga
Erni andi arifuddin
apakah itu Golem???
Alga Kabur
lanjut thor
Alga Kabur
pembantaian klan Lin... kelewat kayaknya
Alga Kabur
lumayan menarik ceritanya, tapi ada sedikit kekurangan, itu biasa
Alga Kabur
iya... bingung bacanya....ketua 3 klan lin...Lin Bao..hilang dr cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!