Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.
Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.
Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
...****************...
Hari ini sudah lewat satu bulan dari pesta pernikahan Alicia dan Revano .
Alicia pun sekarang sudah tinggal di mansion Revano .
Mereka tidak tidur di ranjang yang sama walaupun dalam satu kamar.
Semuanya agar meminimalisir adanya orang lain yang tau pernikahan kontrak mereka.
Kamar Alicia berada di ruangan lain yang masih terhubung dengan kamar pribadi Revano .
Jadi mereka terlihat tinggal di kamar yang sama walaupun berbeda ruangan.
Walaupun mansion Revano terlihat sangat aman karena semua orang yang berkerja di kediaman itu adalah orang orang terlatih milik keluarga Draco.
Tapi itu masih belum sepenuhnya menjamin jika tidak ada mata-mata di dalam kediaman Revano .
Alicia baru saja mandi dan sedang berganti pakaian, tak lupa juga Alicia mengenakan makeup tipis yang menunjang penampilan nya.
Di ruangan lain Revano sedang duduk di meja kerjanya di ruangan kerja yang terletak tidak jauh dari kamarnya.
Revano duduk diam menghadap bingkai foto kecil yang menampilkan foto Alicia yang mengenakan gaun pengantin.
Tak terasa seutas senyuman tipis muncul di wajah Revano .
" Cantik.." hanya itu yang terucap dari mulutnya.
Namun terdengar sangat tulus dan penuh kejujuran.
sesaat kemudian wajah Revano kembali kaku seperti biasanya.
" Hemm.., aku rasa sudah mulai gila."
Dengan wajah yang seakan tak percaya dengan tindakannya sendiri, Revano memijit pelipisnya.
" Aku..,"
" Memuji seorang wanita..?, Sepertinya ada yang salah dengan ku."
Di tengah perasaan baru yang dirasakan oleh Revano , suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.
" Masuk ...!" ujarnya setelah menyimpan kembali foto Alicia di laci meja kerjanya.
Tak butuh waktu lama Alicia masuk ke dalam ruang kerja Revano dengan memakan buah apel
Sangat santai dan seakan tidak terlalu menganggap serius Revano .
Biasanya orang-orang akan menaruh rasa hormat yang tinggi saat bertemu dengannya.
Walaupun terkadang beberapa orang akan terlihat berpura pura.
Tapi sekarang Alicia hanya mengganggap Revano sebatas rekan kerja yang tidak terlalu dijunjung tinggi.
" Hei Broo..., aku datang sesuai yang kau minta." ucap Alicia dengan sangat santai, bahkan dia langsung duduk di sofa tanpa dipersilahkan duduk oleh Revano .
Revano hanya menggeleng pelan melihat tingkah Alicia .
Revano memang memanggil Alicia untuk datang ke ruang kerja nya untuk membahas satu urusan penting.
" Apa ada informasi terbaru mengenai Red Devils..?, atau Alessandro masih berusaha berulah." Alicia langsung to the point dengan pembahasan utama menurutnya.
" Bukan itu semua, tapi ini menyangkut bibi mu yang tersayang itu." sahut Revano dan langsung membuat Alicia menelan apel yang dikunyah nya.
Alicia memperlihatkan rasa tidak sukanya saat membahas Miranda, bahkan kebenciannya terhadap musuh-musuh tidak sebanding dengan rasa bencinya terhadap Miranda Stone.
" Ada apa dengan iblis itu, putrinya sudah mati ?, Atau wanita tua itu menggila ?"
Revano menggeleng cepat.
" Miranda mulai mencari Alicia Roses, kemungkinan dirinya menyewa banyak detektif swasta untuk itu."
Alicia terlihat mengerutkan keningnya.
" Dia cukup berusaha, tapi itu sia-sia."
Revano mengangguk setuju, tidak mudah untuk menemukan identitas asli dan keberadaan Alicia Roses.
Karena sekarang Alicia bukan hanya dilindungi oleh server keamanan ciptaan Mr A tapi juga dilindungi oleh koneksi keluarga Draco.
" Tapi.., mungkin akan ada pertunjukan besar yang terjadi di masa depan." ucapan Alicia seakan mengandung makna tersembunyi.
Dan itu langsung mendapatkan perhatian khusus dari Revano .
" Pertunjukan apa ?" tanyanya.
Alicia tersenyum lebar seakan sudah menebak sesuatu yang direncanakan oleh bibinya itu.
" Pertunjukan sebuah penghianatan yang akan menimpa Red Devils." ungkapnya.
Revano mengerutkan keningnya seakan sedang mencerna makna dari ucapan Alicia .
Melihat jika Revano belum sepenuhnya mengerti akhirnya Alicia mengungkapkan tebakan nya.
" Sepanjang yang ku ketahui, Miranda Stone adalah wanita yang sangat serakah dan manipulatif."
" Jika dia bisa mendapatkan keuntungan jauh lebih banyak dari pihak lain melebihi apa yang diberikan oleh Alessandro kepadanya."
" Maka dia pasti akan lebih memilih berkhianat untuk mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar." jelasnya dan seakan sudah paham Revano mengangguk setuju.
" Jadi Miranda akan menjual informasi tentang Alicia Roses yang masih hidup kepada pihak lain, Alessandro pasti akan terkejut."
Alicia mengangguk sambil tersenyum tipis
" Dan kita bisa mendapatkan celah yang cukup besar untuk menghancurkan Red Devils, organisasi itu bergerak di bawah perintah Keluarga Jenskin maka setelah berita itu tersebar, sudah dipastikan pihak keluarga Jenskin akan terjun langsung mencari ku." ucapan Alicia seakan sudah melihat apa yang akan terjadi kedepannya.
" Itu berarti pihak ku juga harus bersiap-siap lebih awal untuk menyambut Klan Jenskin." sahut Revano .
Keduanya pun saling bertatapan dengan melemparkan seringai mengerikan.
...****************...