NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Pukul 02.00 dini hari. Zurich biasanya terlihat seperti jam tangan mewah yang bekerja dengan tenang, namun di markas pusat Black Eclipse, suasananya lebih mirip ruang kontrol peluncuran nuklir. Arkan Alesandro Knight berdiri di depan layar monitor raksasa dengan mata yang merah karena kurang tidur—bukan karena ia sedang mengejar kuman, tapi karena titik merah di peta GPS-nya baru saja padam.

Titik merah itu adalah sensor yang ia tanam secara diam-diam di bingkai kacamata tebal Evelyn.

"Bos, sinyal Nyonya terakhir terdeteksi di area pelabuhan tua dekat Limmat. Setelah itu, sinyalnya lenyap. Sepertinya kacamatanya... hancur atau sengaja dinonaktifkan," lapor Samuel Whitaker dengan jari yang menari cepat di atas keyboard.

Arkan mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. "Dia pergi menemuinya. Gadis bodoh itu benar-benar pergi menemui Dmitri Volkov sendirian."

"Bos, apa kita harus menunggu instruksi dari Tuan Grant?" tanya Kenan Miller sambil menyiapkan rompi anti-peluru yang sudah dilapisi bahan antistatis.

"Tidak ada waktu untuk diplomasi keluarga. Kenan, gerakkan seluruh unit Black Eclipse. Tutup semua akses keluar Zurich. Aku ingin setiap sudut pelabuhan itu disemprot dengan cahaya inframerah. Jika ada satu pun tikus Rusia yang menyentuh Evelyn, pastikan mereka tidak hanya mati, tapi musnah tanpa jejak biologis!" perintah Arkan. Suaranya tidak lagi dingin, tapi penuh amarah yang membara.

Sementara itu, di sebuah gudang tua yang berbau karat dan air laut—dua bau yang paling dibenci Arkan—Evelyn berdiri dengan tenang. Ia tidak lagi memakai daster atau kacamata nerdy-nya. Ia mengenakan tactical suit hitam ketat, rambut panjangnya dikuncir kuda tinggi, dan di tangannya terdapat dua bilah belati perak mengkilap.

Di depannya, Dmitri Volkov duduk di atas peti kayu sambil memutar-mutar sebuah kacamata tebal yang sudah patah menjadi dua.

"Kau menghancurkan pelacak suamimu, Eve? Sayang sekali, padahal aku ingin dia melihat bagaimana istrinya yang 'culun' ini mematahkan leher anak buahku," ejek Dmitri.

Evelyn melangkah maju, bayangannya memanjang di bawah lampu neon yang berkedip. "Dmitri, kau membuat kesalahan besar dengan datang ke sini. Arkan mungkin takut pada kuman, tapi aku... aku adalah racun yang tidak punya penawar."

"Kau mencintainya? Si pria alkohol itu?" Dmitri berdiri, wajahnya berubah gelap. "Kau adalah Queen EVG! Kau milik dunia bawah tanah Rusia, bukan milik pria yang mandi tujuh kali sehari!"

"Dia mencuci tanganku saat kotor, Dmitri. Sedangkan kau? Kau hanya ingin mengotori tanganku dengan darah demi kekuasaanmu," balas Evelyn dingin.

Tepat saat itu, sepuluh orang pria bersenjata muncul dari balik bayangan gudang. Evelyn tidak gentar. Ia justru menyeringai—sebuah seringai yang akan membuat Arkan pingsan jika melihatnya.

Sret! Brak!

Evelyn bergerak secepat kilat. Ia tidak menggunakan pistol agar tidak memicu detektor suara di sekitar area. Ia adalah penari maut. Belatinya menebas udara, melumpuhkan lawan dalam hitungan detik. Setiap gerakannya efisien, mematikan, dan sangat terlatih.

Namun, di tengah pertarungan, telinga Evelyn menangkap suara yang sangat ia kenali. Suara helikopter Black Eclipse yang menderu di atas gudang, diikuti oleh suara ledakan pintu depan.

"DOORRR!"

Bukan ledakan granat biasa, melainkan bom asap disinfektan konsentrasi tinggi yang membuat mata semua orang perih, kecuali Evelyn yang sudah memakai lensa pelindung.

"SEMUANYA TIARAP! JANGAN ADA YANG BERGERAK SEBELUM AREA INI STERIL!" teriak suara bariton yang sangat familiar.

Arkan Alesandro Knight masuk ke dalam gudang dengan masker gas futuristik dan memegang shotgun perak. Di belakangnya, pasukan Black Eclipse bergerak seperti tentara pembersih wabah, melumpuhkan sisa anak buah Dmitri dengan peluru bius.

Evelyn segera membuang belatinya ke tumpukan sampah dan menjatuhkan dirinya ke lantai, pura-pura gemetar. Ia mengambil potongan kacamatanya yang patah dan memakainya dengan canggung.

"Hwaaaa! Tuan Arkan! Ada asap bau lemon! Eve takut!" teriak Evelyn dengan suara cempreng andalannya.

Arkan berlari menembus asap, mengabaikan fakta bahwa gudang itu penuh debu dan karat. Ia berlutut di depan Evelyn, menarik gadis itu ke dalam pelukannya dengan sangat erat hingga Evelyn sulit bernapas.

"Kau... kau gadis bodoh! Kenapa kau meninggalkan jangkauan radarku?!" Arkan membentak, tapi suaranya bergetar. Ia memeriksa wajah Evelyn, memastikan tidak ada luka.

Dmitri, yang sudah terpojok dengan todongan senjata Kenan di lehernya, tertawa terbahak-bahak. "Lihat dia, Arkan! Lihat 'istri lemahmu' ini! Dia baru saja menghajar—"

Puk!

Evelyn dengan sengaja "tersandung" dan kakinya menendang sebuah kaleng tua tepat ke arah wajah Dmitri, membuatnya terdiam seketika.

"Tuan Arkan, orang Rusia itu jahat! Dia bilang Eve jelek karena pakai kacamata patah!" adu Evelyn sambil menyembunyikan wajahnya di dada Arkan.

Arkan berdiri, menatap Dmitri dengan pandangan yang sanggup membekukan air laut. "Kenan, bawa dia ke fasilitas karantina kita. Pastikan dia 'dibersihkan' sampai dia lupa namanya sendiri. Dan Samuel... hapus semua catatan tentang keberadaan pria ini di Swiss."

"Siap, Bos!"

Arkan kembali menatap Evelyn. Ia melihat tangan Evelyn yang sedikit kotor terkena debu lantai. Arkan mengambil sapu tangan sutranya, menuangkan alkohol botol kecil yang selalu ia bawa, dan dengan sangat telaten membersihkan jari-jemari Evelyn satu per satu.

"Jangan pernah pergi lagi tanpa izin dariku," bisik Arkan. "Dunia ini terlalu kotor untukmu, Evelyn."

Evelyn menatap Arkan. Ia merasa bersalah karena telah membohonginya, namun ia juga merasa tersentuh. Pria ini benar-benar percaya bahwa ia adalah bunga rapuh yang perlu dilindungi dari kuman dunia.

"Tuan... Tuan nggak marah Eve pecahin kacamata mahal pemberian Tuan?"

Arkan berhenti mengelap tangan Evelyn. Ia menatap mata Evelyn dalam-dalam. "Aku bisa membeli seribu kacamata baru. Tapi aku tidak bisa mengganti aroma sabun bayi yang membuatku bisa tidur setiap malam."

Arkan menggendong Evelyn ala bridal style keluar dari gudang kotor itu. Di bawah sorotan lampu helikopter, sang Pangeran Higienis membawa Ratu Mafia-nya pulang.

Namun, di dalam saku celana Arkan, ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk, berisi foto Evelyn saat sedang memegang belati di dalam gudang beberapa menit yang lalu.

Arkan melihat foto itu sesaat sebelum masuk ke helikopter. Ia tertegun, namun ia tetap memasukkan ponselnya kembali ke saku tanpa mengubah ekspresi wajahnya.

Aku tahu kau punya rahasia, Evelyn, batin Arkan. Tapi jika kau ingin bermain sebagai kelinci kecil, maka aku akan menjadi pemilik yang menjagamu di dalam sangkar emas yang paling steril di dunia.

1
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣
Hikam Sairi
😩😩😩😩
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Gatot Misi wortel layu nya 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!