NovelToon NovelToon
My Baby Mafia

My Baby Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Hamil dengan pria asing yang ternyata, Mafia???!

Aria hamil dari pria tak dikenal setelah malam yang menghancurkan hidupnya. Ia memilih mempertahankan anak itu, meski pikirannya nyaris runtuh.

Hingga pria itu kembali.

Lorenzo de Santis—datang, mengaku bertanggung jawab, dan masuk ke hidupnya tanpa izin. Namun Aria tidak tahu…
Bahwa kehamilan tersebut bukanlah kebetulan.

Melainkan rencana.

Dan pria yang berdiri di hadapannya bukan sekadar masa lalu yang kelam—
melainkan seorang bos mafia yang sejak awal telah mengendalikan segalanya.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBM — BAB 35

SANGAT PANAS!

Aria tak gentar sekalipun, pikirannya kacau setelah mendengar kebenaran yang konyol dan bodoh, dia hanya ingin memilih seseorang yang benar menurutnya dan dia berpikir bahwa orang itu adalah— Lorenzo.

“Aku tidak pernah seserius ini.” kata Aria yang perlahan tangan kanannya menarik tali jubah Lorenzo sehingga perut dan dada pria itu benar-benar terlihat jelas di atas tubuhnya.

Aria menatap ke tubuh indah itu, tangan nakalnya menyentuh penuh kelembutan saat ujung jarinya seperti menggelitik dari perut ke dada Lorenzo, lalu ke leher dan tengkuk pria itu, lalu maju dan mencium bibirnya lagi.

Tentu Lorenzo tak tinggal diam. Itu adalah lampu hijau, dia membalasnya, membuka jubahnya hingga benar-benar bertelanjang dada dan tatto serta bekas luka di punggung, terlihat jelas.

Sementara Aria memejamkan matanya saat bibirnya terus beradu dalam dengan bibir Lorenzo, namun kedua tangan pria itu menarik kasar piyama yang Aria kenakan sampai sedikit robek di lengan namun berhasil terbuka dan menyisakan pakaian dalam saja.

“Ahhh~ ” desah pelan Aria mendongak, menutup mata tatkala Lorenzo mencium, menggigit dn menjilat lehernya penuh ritme.

Tak sesekali tangan Aria meremas rambut pria itu yang perlahan-lahan mulai ke bawah dan tepat di atas dadanya yang menyembul keluar.

Ia merasakan panas ditubuhnya, saat gigitan, remasan, jilatan dan ciuman yang candu dari Lorenzo membuatnya teringat akan kejadian malam yang tak diinginkan itu. Sementara Lorenzo sendiri pikirannya mengingat akan kejadian di masa lalu hingga kematian Don Vito dan kebohongan Emilio lainnya.

Orang yang di percayai.

(“Aku membunuhnya.... Aku membunuhnya...”) suaranya yang bergetar penuh penyesalan itu benar-benar memenuhi pikirannya, namun bibir dan tangannya tak berhenti memanjakan Aria saat ini. Dan malah semakin menggebu.

Sampai mereka benar-benar bertelanjang bulat tanpa sehelai benang yang menutupi. Lorenzo bermain di bawah tepat di antara kaki Aria. Sementara wanita itu mendongak, meremas seprei hingga meracau tak karuan.

(“Aku Lorenzo de Santis bersumpah atas nama ibuku...”)

“Fuck..” umpat Lorenzo yang langsung menarik Aria dan membuatnya duduk di atas pangkuannya sehingga wanita itu cukup syok saat mereka saling menatap dalam dengan pikiran kacau, hingga tatapan itu melembut seolah-olah mereka adalah obat masing-masing.

Tangan kiri Lorenzo menyelipkan rambut Aria perlahan ke telinga kiri wanita itu, sementara Aria langsung menciumi nya saat kedua tangan Lorenzo mulai mencengkram pinggangnya dan memasukkan sesuatu yang dia tahan di bawah sana.

Aria sedikit berkernyit ketika merasakan sesuatu yang keras, namun itu semakin dalam dan candu saat Lorenzo menuntunnya bergerak.

“Aahhh~ shhh~ ” desah Aria yang tak tahan hingga melepas ciuman itu dan menempelkan keningnya di pundak Lorenzo, memilih merasakan sesuatu yang nikmat di bawahnya.

Suara erangan Lorenzo terdengar pelan, dan semakin cepat desahan mereka tertutupi oleh suara penyatuan kulit yang cukup cepat dan jelas.

Sungguh, Aria tak pernah merasakan sebebas ini, dia mendongak ketika Lorenzo kembali menikmati leher dan tulang selangka nya, lalu ke dadanya, hingga ia tak bisa mengatupkan mulutnya dan rasanya sangat sulit disaat seperti ini.

Hampir mencapai puncaknya, Lorenzo sengaja mengganti posisi dan itu membuat Aria semakin menggebu hingga mabuk.

Aria terlentang, dan saat itulah Lorenzo mendekapnya erat disaat penyatuan masih berlangsung. Pria itu menatap wajah cantik Aria yang merah padam.

“Katakan sesuatu untuk berhenti...” bisik Lorenzo serak penuh sensual akibat getaran ditubuh mereka.

Aria masih mendesah, memejamkan matanya dan sesekali mendongak dengan mulut terbuka kecil, hingga peluh membasahi mereka.

“Fuck me... Please~ ”

Itu yang Aria katakan, dan Lorenzo tak akan mengabaikannya, dan memperdalam permainan mereka.

.

.

.

Brakk! Pintu terbuka kasar tatkala Monica masuk tergesa-gesa.

“Emilio... Lorenzo— ” ucapannya terhenti ketika matanya melihat betapa berantakannya ruangan Emilio yang selalu rapi dan bersih.

Namun kini, ruangan itu benar-benar seperti kapal pecah, mungkin lebih buruk dari itu.

“Ap-apa-apaan ini Emilio? Ruangan mu— ” suaranya kembali tercekat tak bisa berkata-kata ketika melihat suaminya hanya terduduk diam di lantai dan bersandar di meja kerjanya dengan keadaan awut-awutan.

Monica menatap bingung, berjalan melewati barang-barang yang sudah hancur di lantai dan berjongkok dihadapan Emilio yang menatap kosong ke bawah dengan satu kaki ditekuk dan tangan kanan bertumpu lurus di atas lututnya.

“Emilio.” panggil Monica yang menyentuh lengan suaminya. “Apa yang terjadi? Lorenzo mengatakan sesuatu?”

“KAU YANG MEMBUAT SEMUANYA KACAU DAN TERJADI MONICA! KENAPA KAU DATANG DALAM KEHIDUPAN DE SANTOS HAH?” sentak Emilio yang menepis kasar tangan istrinya, berdiri menatap tajam ke Monica yang juga terkejut.

“Aku? Aku yang membuat kekacauan ini?”

“YA! DAN BODOHNYA AKU, PRIA SEPERTIKU TERPENGARUH OLEH TATAPAN LICIKMU.” Emilio menunjuk kasar ke Monica.

“Kau menyalahkan ku atas sesuatu yang kau juga menyukainya, Emilio. Tidak ada gunanya kita saling menyalahkan, pada dasarnya kita memang yang salah.” kata Monica masih lembut namun penuh kelicikan.

“Cih.” Emilio berpaling jijik dan kembali membuang asbak ke lantai hingga pecah. “TAPI SEHARUSNYA INI SEMUA TIDAK TERJADI!” kesalnya benar-benar emosi.

Monica juga tegang dan cemas setelah Lorenzo mengatakan semua itu. Ia berjalan maju dan memeluk suaminya dari belakang hingga bersandar pipi ke bahu pria itu.

“Apa daya kita Emilio? Kita hanya saling mencintai dulu, tapi Leonor menjadi pengganggu. Aku juga tidak ingin semua ini terjadi— kita sekeluarga akan saling membunuh... Itu... Itu terdengar tidak etis.” kata Monica lembut dan prihatin sendiri.

Emilio dengan napas memburu, ia masih menatap tajam. “Aku lelah dengan masa lalu ini dan membuatku terburu-buru hingga hampir menghabisi nyawa putraku, Monica. Aku memang bodoh... ” Emilio menunduk penuh penyesalan dan rasanya sangat berat di dada dan kepala.

Melihat itu, Monica sedikit kasihan, namun bukan kasihan yang tulus, melainkan licik.

“Semuanya sudah terjadi, Lorenzo sendiri sudah membuka omongan mengerikan itu, Emilio. Kita hanya menunggu kematian kita 5 tahun lagi, atau kita menghentikan nya dengan cara yang brutal.” kata Monica yang seketika Emilio menoleh dan menatapnya tajam.

Dia tahu maksud Monica. Dibunuh atau membunuh, itulah yang wanita itu maksudkan. Dan Emilio sendiri tak sanggup bila harus membunuh Lorenzo, putranya sendiri.

“Tinggalkan aku sendiri.” pinta Emilio yang kembali menunduk dan memejamkan mata seraya kedua tangannya bertumpu di atas meja.

Monica tak banyak bicara lagi, satu alisnya terangkat lalu dia melangkah pergi dari ruangan itu. Namun saat keluar dari sana, ketegangan nya mulai terganggu lagi. Cemas dan tak karuan.

“Aku butuh cocain.” gumamnya berat lalu melangkah pergi dengan jantung berdebar was-was akan tindakan Lorenzo.

Sementara di atas ranjang yang berantakan. Aria tidur membelakangi Lorenzo yang merangkulnya dari belakang dan selimut hitam menutupi setengah tubuh telanjang mereka, setelah permainan yang panas berakhir sejenak.

Aria menyentuh tangan Lorenzo sehingga jari-jari mereka saling menyatu.

“Aku sudah mendengar soal itu.” kata Aria yang akhirnya membuka suara.

“Soal apa?”

Hening beberapa detik ketika Aria menarik nafas dalam-dalam. “Soal ayah dari anak ini.”

Lorenzo terdiam, tak membuka suara, begitu juga Aria.

“Kau melakukan yang tidak seharusnya kau lakukan.” kata Aria pelan.

“Kau ingin bersama Matteo?” pertanyaan enteng dan singkat dari Lorenzo membuat Aria menoleh.

“Kau ingin menyerahkan ku kepadanya? Pria menjijikan itu.” tegas Aria sedikit menantang.

“No.” Jawab singkat Lorenzo yang membuat Aria tersenyum tipis dan kembali menatap lurus.

Sementara tangan Lorenzo mulai ditarik dan pria itu merangkulnya hingga meremas salah satu buah milik Aria sehingga wanita itu sedikit melenguh.

“Kau sudah membuatku candu.” bisik Lorenzo yang hidungnya menempel di ujung telinga Aria.

Tentu saja wanita itu sedikit geli. “Hanya candumu?”

Pria itu menelan ludah, “Mungkin lebih dari itu.” ucapnya yang membuat Aria kembali menatap lurus hingga memejamkan mata saat remasan itu, dan gairah itu mulai kembali muncul.

Lorenzo menuntut kaki kiri Aria diangkat hingga ke samping pahanya, lalu gerakan kecil mulai terlihat di alik selimut yang membuat Aria kembali mendesah di pelukan Lorenzo dari belakang.

Seolah mereka belum puas bermain.

1
🌸UmmiMasPutro🌸
masih nggak tega klo adriana metong thor
🌸UmmiMasPutro🌸
kapan bahagia nya Lorenzo dan aria
vnablu
Lorenzo semoga kamu sudah ada rencana yang matang untuk musuh-musuh mu itu biar kamu dan Aria selamat
Tiara Bella
sabar ya Aria memang begitu adanya....
Eci Rahmayati
kasiann sama " tersakiti oleh keadaan
Kinara Widya
Lorenzo sdh jujur...tp itu menyakitkan bagi Aria...persatukan mereka kak...
Kinara Widya
jangan2 vitorio sendiri yg merencanakan supaya Adriana celaka
Four.: ihhh kalau benar begitu kan jahat /Grimace/
total 1 replies
Tiara Bella
kirain Monica yg mati malah Adriana....
Tiara Bella: hbsnya orngnya nyebelin,ngeselin
total 2 replies
vnablu
thorrr apakah Adriana selamat nantiii emmm sedih deh cuma dia yg waras di antara mereka semua 😔
Four.: orang baik matinya cepet 😌
total 1 replies
vnablu
Andriana kasian banget nasib kamu punya ayah yang tidak perduli sama kamu dan punya bibi yang gila minta ampun... menyesal lah kau nanti Vitorio karena anak mu itu kecelakaan yang disengaja oleh Monica 😥😥
Four.: kasihan... kasihan... kasihan /Grimace/
total 1 replies
vnablu
ayoo double up thorrr
Four.: mohon bersabar 😁
total 1 replies
vnablu
nahhh mulai ni nenek ini beraksi membuat kekacauan apa lagi rencana yang selanjutnya yang dia akan jalani....apa itu hasil tes DNA tentang siapa ayah biologis anak yg dikandung Aria
Four.: ho, oh
total 1 replies
Tiara Bella
ganggu aja Monica ini....
Four.: mungkin ini kemenangannya 😁
total 1 replies
Kinara Widya
semoga Aria dan Loren baik2 saja
Four.: semoga aja /Sweat/
total 1 replies
Tiara Bella
Monica Monica km percaya sm peramal trs ya....
Four.: soalnya dia gak percaya sama aku 😌
total 1 replies
🌸UmmiMasPutro🌸
semoga kebalikan nya kan ramal it tdk semua benar😂
🌸UmmiMasPutro🌸: idih g lah yaw, perempuan licik kayak gitu g perlu di kasihani
total 4 replies
vnablu
aduhh firasat ku tidak enak nihh yaa thorr 😔😔
Four.: santai sajaaa hanya pemanasan kok /Chuckle//Grin/
total 1 replies
vnablu
aduhh aku takut kalau nanti Aria Lorenzo kenapa-napa dann anak yang dikandung juga .. mungkin Lorenzo atau Aria yang akan metong tapi mungkin anaknya akan menjadi pewaris De Santos sebenarnya 😥😥
Four.: hmmm mungkin aja /Sweat/
total 3 replies
sleepyhead
Gua pikir, mau di jedderrr langsung 🤭
Four.: jangan dong kasihan 😄
total 1 replies
vnablu
kasiann Matteo masihh dalam penjara tapi bagus jugaa dih biar berkurang satu pengacau.. dan Monica masih belum ada pergerakan ingin membuat rencana apa tapi Vitorio ini yg diam-diam ada sesuatu 😌😌🤔
Four.: ho,oh kan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!