NovelToon NovelToon
Pura-Pura Tak Kenal

Pura-Pura Tak Kenal

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rosida0161

Rio terpaksa menyetujui menikah dengan Rayi demi warisan supaya tak jatuh pada Rayi yang merupakan cucu dari teman sejati Kakek Brata.
Mereka kuliah di satu kampus dengan jurusan berbeda. Rayi terpaksa menerima syarat dari Rio bahwa di kampus mereka pura-pura tak kenal.
Namun mulai timbul masalah saat Didit teman satu kampus Rayi naksir gadis itu, dan Lala mantan Didit yang ingin mencelakai Rayi, serta Aruna teman sekolah naksir Rio kembali disaat hati Rio mulai bimbang untuk melepaskan Rayi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosida0161, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baru Tahu Gadis Incaran Sepupu Adalah Istriku

"Kau harus tahan napas saat melompat nanti, kan, nah

"Ayo kita mulai lagi dan semangat membawaku melompat ..." Rayi mengerti setiap kuda akan melompati rintangan maka kuda tersebut akan menahan napasnya sampai dia kembali menapakkan keempat kakinya ke tanah.

Untuk itu dia perlu memberikan semangat pada coklat susu kuda miliknya itu. Elusan sayang merupakan tanda kasih sayangnya dan mengharap kuda itu bisa melanjutkan kerja sama.

Susana di arena pacuan semakin memanas oleh para peserta yang masing-masing membawa kuda mereka berhasil melewati rintangan demi rintangan gala yang berjajar sebanyak sepuluh gala. Dimulai dari ketinggian lima puluh sentimeter, hingga hingga seratus tiga puluh senti meter dan Rayu bersama kudanya berhasil melintasi dengan aman.

Rusli dan Brata yang berada di tempat berbeda sama-sama menarik napas lega saat Rayi berhasil di jump racing barusan. Tak ketinggalan juga dengan Didit, serta anggota club yang bersorak.

Namun Rayi masih harus membawa kudanya untuk menaiki jembatan yang tingginya satu meter tanpa harus menyentuh pagar kanan kiri jembatan yang ukuran lebarnya lima puluh sentimeter, dengan posisi membentuk huruf C.

"Coklat ayo kita bisa ..." Rayi setengah membungkuk berbisik pada si Coklat susu dan setengah menahan napas Rayi mulai membawa kuda tunggangannya melintasi jembatan itu disusul oleh tiga kuda yang tersisa di belakangnya.

"Yes kamu berhasil ..." seru Rayi saat kuda miliknya berhasil bekerjasama melintasi jembatan tanpa sentuhan pada kanan kiri pagar baik waktu pertama memasuki jembatan, mau pun melompat keluar dari jembatan.

"Yes Rayi hebat ...!!" Didit berteriak di sebelah Rusli dan Rusli yang sebenarnya sangat bahagia dan kagum pada putrinya itu, semakin menyadari jika ada sesuatu.antara pemuda di sampingnya dengan Rayi.

Terdengar sorak sorai dari penonton saat Rayi dan yang lainnya berhasil melewati jembatan dengan berbagai hasil yang telah dicatat oleh juri.

Siswoaji menyambut Rayi dengan senyum lebar, jelas dia melihat Rayi berhasil membawa kuda melintasi jembatan tanpa sentuhan sesenti pun bulu kuda coklat susu itu diintipnya dari teleskop.

Semua acara lomba menunggang kuda selesai dengan perolehan juara satu diraih Rayi dan juara tiga diraih Airin pada tingkat pemula.

Setelah bersalaman dengan para peserta lomba, segera Rayi menghampiri Airin.

"Selamat Irin kamu juara tiga, hebat," segera Rayi menyalami Airin.

"Selamat juga untuk Kakak juara satu," seru Airin menatap Rayi dengan kagum.

"Selamat Rayi ..." Didit tak mau menunggu langsung ke tengah lapangan menyalami Rayi.

"Selamat ya Rayi kamu sungguh hebat tadi ..." ujar Rusli tak bisa menyembunyikan rasa bahagia serta kagum pada putrinya.

Rayi tersenyum menyambut uluran tangan Rusli. Kemudian Rayi memandang ke tempat kakek Brata dan mendatangi kakek mertuanya.

"Kakek,"

"Wah cucu Kakek memang hebat dan meyakinkan, selamat, ya ..."

"Terima kasih, Kek,"

"Ayo sana berkumpul dengan teman-temanmu, pulang terlambat boleh barangkali kalian mau merayakan kemenanganmu dengan mereka,"

"Ya, Kek Rayi berkumpul dengan mereka dulu, ya ..." pamit Rayi.

"Ya ... Ya sana pergilah ..." kakek Brata menepuk pundak Rayi, beliau tak mau membatasi apalagi mengekang menantu cucunya biar saja berkumpul bersama teman-temannya merayakan kemenangannya.

Rusli yang memperhatikan dari tempatnya berdiri bisa menangkap sikap akrab yang ditunjukkan oleh kakek Brata pada Rayi barusan.

Kira-kira bapak tua itu siapa, ya, kelihatannya cukup akrab dengan Rayi, terkesan penuh perhatian pada putriku, serunya dalam hati.

"Iksan," panggil kakek Brata.

"Ya, Pak,"

"Cepat kita pulang kirim video rekamanmu pada pada hanphoneku, pilih berbagai gaya, oh ya dari jarak jauh, medium close up, sampai pada close up, ya," seru Brata dengan raut muka berseri.

"Baik, Pak," beberapa menit Iksan menyiapkan permintaan majikan tuanya ini.

"Sudah belum," tak sabar Brata.

"Sudah saya kirim ke handphone Bapak," ujar Iksan.

Segera kakek Brata mengirim video Rayi ke handphone Rio.

(Rio cucu mantu Kakek hebat aku lihat sendiri barusan dia memang pantas juara. Rayi istrimu juara satu)

Rio membaca pesan dari kakeknya.

Tiba-tiba saja tanpa disadari tangannya menekan tanda putar video yang dikirim kakeknya.

"Wah keputar deh ...." gumam Rio yang terpaksa menyaksikan saat Rayi berjuang menunggang kuda bersama lawan-lawannya.

"Dia memang jago berkuda kelihatannya," batin Rio, hingga saat dia di layar handphonenya muncul gambar Rayi dalam pengambilan medium close up, dia seperti pernah melihat gadis itu.

Rio memilih gambar Rayi dalam ukuran close up. Ya aku pernah melihat wajah ini, dimana?

Segera mencari kiran foto kakeknya waktu hari pertama dia berada di Jepang.

Klik.

Maka tampaklah foto pernikahannya dengan Rayi, hem cantik juga kalau didandani, tapi mike up yang dipergunakan tipis dan natural, batinnya tentang wajah Rayi yang baru hari ini dilihatnya itu.

Hem sudah tiga minggu gak kirim pesan ke anak ini. Dia juga nggak kirim pesan ke aku, baguslah.

Tapi aku pernah melihat bocil ini, dimana, ya? Kemudian Rio melihat lagi foto Rayi uang berkuda.

Beberapa menit menatap ke layar handphonenya tanpa berkedip. Rio tersenyum manis juga nih anak, tapi kenapa juga masih delapan belas kawin-kawinan.

Tiba-tiba masuk pesan dari Didit. Adik sepupunya itu bukan hanya kirim pesan, tapi juga mengirim foto Rayi yang tengah melakukan lompatan perintang berkuda.

(Kak Rio hebat nggak gadis calon adik iparmu juara menunggang kuda)

Rio terkejut saat menyadari jika wajah Rayi mirip dengan foto gadis yang ditaksir Didit.

Lalu Rio membandingkan foto kiriman Didit dengan foto Rayi yang dikirim kakeknya.

"Mereka memang sangat mirip dan sama-sama jago berkuda ..." Rio tercenung. "Oh tidak ..." jantungnya berdebar, jangan ... Tak mungkin!

Penasaran Rio berkirim pesan pada Didit.

(Didit nama gadis pujaanmu siapa)

Didit senyum-senyum membaca pesan dari Rio, "Wah kakak sepupuku ini kepo juga, ya,"

Tak mau membuang waktu kalau soal Rayi, maka segera dibalas pesan dari Rio.

(Dihapal ya Kak Rio nama gadis impianku adalah Rayi ... Kuulangi Rayi ....)

"Rayi ..."

Rio terbelalak membaca pesan dari Didit.

"Rayi ... Nama yang sama dengan istri pilihan kakekku." Mulai tak tenang perasaannya. Nama sama dengan nama istrinya dan wajahnya mirip persis malah, apakah benar mereka ini satu oran

Rio tercekat.

Berarti Didit tengah mengejar Rayi istrinya. Bagaimana mungkin bisa begini?

Perasaannya mulai tak tenang. Walau belum ada perasaan apa pun pada Rayi, tapi tidak boleh juga gadis itu diincar untuk dijadikan kekasih oleh Didit.

Aduh bagaimana cara menjelaskannya pada Didit. Atau biar saja toh Rayi bukan istri pilihannya?

Oh tidak!

Rayi masih terbilang istriku. Setidaknya Didit dan Rayi tak boleh menjalin hubungan selagi masih ada ikatan pernikahan denganku.

Tiba-tiba saja ada rasa tersinggung dan marah pada Rio. Rasa marah itu ditujukan pada Rayi.

Berani-beraninya dia dekat dengan laki-laki lain sementara menikah denganku!

Tiba-tiba saja Rio merasa tak dihargai oleh Rayi karena sudah dua kali menerima traktir dari Didit, sesuai dengan laporan sepupunya.

Harusnya dia jangan mau diajak makan cendol dan makan bakso oleh Didit!

Rio berniat menegur Rayi, tapi bagaimana caranya menegur, atau langsung saja menuduh sebagai istri tak setia, atau dekat dengan lelaki lain.

Rio menggelengkan kepala merasa bingung jika dia menegur nanti Rayi besar kepala dikira gadis itu dirinya cemburu. Tapi memang haknya menegur, karena tak pantas gadis yang sudah menikah tebar pesona pada laki-laki lain.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Juvie Ja
tuhkan nuduh selingkuh pdhl dia yg selingkuh mesra2an sma aruna
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
doubel trs thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Juvie Ja
yasudah ceraikn sja rayi drpda nanti kau berselingkuh sma aruna toh sdh mesra2an duluan sma tuh cewek yakan....
Rosida0161
ya mike up trimksih koreksinya
Ririn Rafika
semangat kak
Ririn Rafika
semangat kak
suka banget alurnya
Memyr 67
𝗆𝗂𝗄𝖾 𝗎𝗉𝗇𝗒𝖺? 𝖺𝗉𝖺 𝗂𝗇𝗂 𝗆𝖺𝗄𝗌𝗎𝖽 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝗂𝗄𝖾 𝗎𝗉? 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗇𝗎𝗅𝗂𝗌, 𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗄𝖺𝗆𝗎𝗌 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗌𝗂𝗁?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!