NovelToon NovelToon
Ruby Yang Berduri

Ruby Yang Berduri

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Mengubah Takdir / Bullying dan Balas Dendam / Cinta Karena Taruhan / Putri asli/palsu / Saudara palsu / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Diana Putri Aritonang

Hidup dalam keluarga yang tidak bahagia. Ayahnya, ibunya, serta kakak laki-lakinya lebih perhatian dan melimpahkan kasih sayang pada putri tiri mereka, Rachel Carnida.

Ruby merasa tidak dicintai dan tidak dihargai oleh keluarganya sendiri. Dia berusaha untuk membuktikan dirinya dan mendapatkan perhatian keluarga, tetapi setiap upaya yang ia lakukan selalu gagal.

Ruby tidak pernah menyerah. Sampai suatu hari, Ruby dibawa paksa oleh Cakra ke sebuah club dan diserahkan pada teman-temannya sebagai bentuk kakalahan Cakra dari taruhan. Ruby terkejut, perbuatan Cakra semakin menambah deretan luka yang selama ini sudah ia dapatkan.

Ruby pun akhirnya menyerah. Ia tidak lagi berusaha untuk mendapatkan cinta dari keluarganya. Tujuannya kini hanya satu; membalas dendam terhadap mereka yang selama ini telah menyakiti hatinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Putri Aritonang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RYB 32. Membentang Jarak untuk Keluarga Sanders.

"Ruby sayang! Apa yang kamu lakukan di sini?" Dengan senyum yang begitu lebar di wajahnya, Shinta memeluk Ruby. Ia juga memeluk Nyonya Rykhad dengan begitu antusias dan mata yang berbinar.

Amanda tersenyum sopan membalas sapaan Shinta. "Hallo, Nyonya Sanders. Kami hanya menikmati waktu bersama, selayaknya ibu dan anak perempuannya." Amanda tetap tersenyum penuh makna. Tangannya terangkat memberikan usapan pelan di punggung Ruby ketika melihat raut wajah calon menantunya itu.

Shinta yang tak mengerti dengan sindiran halus Amanda tetap saja tersenyum. Ia mengambil kesempatan untuk menunjukkan statusnya pada teman-teman sosialitanya.

"Sungguh luar biasa! Putriku pasti sangat bahagia memiliki ibu mertua seperti Anda, Nyonya Rykhad." Shinta beralih menatap pada semua teman-temannya. "Ini Ruby, putri keluarga Sanders yang akan menjadi menantu kelurga Rykhad," ucapnya penuh kebanggaan memperkenalkan Ruby.

Teman-teman sosialita Shinta langsung memandang Ruby dengan mata yang berbinar dan penuh rasa ingin tahu, mereka juga silih berganti menunduk, menyapa Nyonya Rykhad yang berdiri di sisi Ruby.

Ruby tersenyum tipis menatap pada Shinta. "Terima kasih, Nyonya Sanders. Tapi aku tidak perlu diperkenalkan seperti ini. Aku rasa mereka semua akan terkejut karena mengetahui Anda memiliki putri lain yang sudah sebesar aku."

Shinta terkejut dengan ucapan Ruby. Netranya melebar dan menatap tidak nyaman pada teman-temannya yang mulai berbisik.

"Ruby, apa maksudmu? Mommy hanya ingin menunjukkan kebahagiaan Mommy atas pernikahanmu."

Mommy?

Ruby tersenyum miris mendengarnya. Panggilan agung yang selama ini terus ia gaungkan pada Shinta, tapi nyatanya hanya ia yang menganggap Shinta sebagai ibu, sedangkan Shinta? Sedikitpun tak menganggapnya sebagai putri.

Namun, kini di depan banyak orang, Shinta tiba-tiba saja tak malu mengakui Ruby sebagai putrinya. Membanggakan Ruby yang penyakitan itu dengan begitu semangat. Ruby bukan tak tahu alasan Shinta sebenarnya.

"Terlambat," desis Ruby menahan getaran suaranya. Ia bahkan memberikan senyuman sinis yang mempu mendorong mundur posisi Shinta berdiri. "Kebahagiaanmu? Aku tidak ingat kapan terakhir kali Anda menunjukkan kebahagiaan untukku. Yang aku ingat adalah bagaimana Anda selalu merendahkanku dan menyebutku sebagai beban di keluarga Sanders!"

Deg!

Shinta terperanjat mendengar ucapan berani Ruby. Wajahnya terlihat marah bercampur cemas. Ia juga kembali memperhatikan semua teman-temannya dan merasa malu dengan ucapan Ruby itu.

"Ruby, itu tidak benar! Aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu," sanggah Shinta cepat. Ia ingin mendekat dan menyentuh punggung Ruby, tapi dengan lekas Ruby menghindarinya.

"Anda mungkin bisa lupa, Nyonya Sanders. Tapi tidak denganku!" Ruby menatap Shinta dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. Perih dari semua perlakuan wanita itu masih terasa. "Anda begitu membenciku yang lemah ini. Anda tidak pernah ingin memiliki putri yang hanya bisa menjadi beban ini!" Dengan lantang Ruby mengatakannya. Air mata akhirnya lolos dari netra gadis itu, tapi dengan lekas ia menyingkirkannya.

"Dan sekarang, Anda dengan tiba-tiba mengakui ku di depan semua orang, ingin menunjukkan kebahagiaan untukku hanya karena aku akan menjadi menantu keluarga Rykhad. Aku tidak sebodoh itu, Nyonya Sanders!"

Ruby semakin tidak bisa menahan diri. Ia tidak akan membiarkan Shinta maupun keluarga Sanders yang lainnya, bisa menggunakan dirinya lagi untuk kepentingan pribadi mereka.

Shinta merasa tidak nyaman dengan kata-kata Ruby. Citranya akan buruk di hadapan semua teman-temannya, hingga Shinta mencoba untuk mengubah topik pembicaraan, tapi Ruby ternyata tidak memberikannya kesempatan.

"Aku pikir semua itu sudah membuat semuanya cukup jelas bahwa Anda tidak pernah menyukaiku," kata Ruby dingin dengan matanya yang merah berair. Ia menatap Shinta begitu tajam dengan banyak perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya. "Kita hanya saling mengenal karena terikat nama keluarga, tapi tidak seakrab itu untuk saling berbagi kebahagiaan. Bahkan tidak cukup akrab untuk berpura-pura peduli!"

Deg!

Shinta terperangah, tidak bisa berkata-kata lagi karena ucapan Ruby yang tajam dan tepat mengenai sasaran.

Setelahnya Ruby berbalik dan pergi meninggalkan Shinta. Langkah Ruby mantap, ia sama sekali tidak menoleh saat Shinta mencoba memanggil nama putrinya itu.

Ruby sudah memperlihatkan bahwa ia telah membuat jarak yang begitu jelas antara dirinya dengan keluarga Sanders.

Teman-teman Shinta langsung memandang Shinta dengan mata yang penuh rasa tidak percaya. Shinta merasa malu dan marah, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat ini. Ruby telah berhasil membuka semua kartunya.

Ruby dan Amanda langsung meninggalkan mall. Setelah masuk ke dalam mobil, Ruby tidak bisa menahan lagi air matanya dan ia pun menangis. Amanda langsung memeluk dan menenangkannya.

"Ruby, Mommy sangat bangga denganmu," kata Amanda dengan suara yang terdengar bersemangat. "Kau telah menunjukkan kekuatan dan keberanianmu dalam menghadapi Shinta."

Ruby terkejut. Ia melepaskan pelukan dan menyingkirkan air matanya menatap pada Amanda.

"Mom...?" Wajahnya kebingungan. "Mommy tidak berpikir buruk padaku karena sikapku tadi?"

Amanda terkekeh kecil mendengarnya. Ia mengusap wajah Ruby dengan kedua tangannya.

"Tentu saja tidak, Sayang. Mommy sudah tahu apa yang kau lalui di dalam keluarga Sanders. Mommy tahu betapa beratnya hidupmu dengan mereka. Dan Mommy sangat mendukung keputusanmu untuk menyingkir dari mereka. Jika itu tadi Mommy, Mommy sudah menyiram wajah Shinta dengan segelas kopi." Amanda tertawa kecil.

Ruby juga jadi ikut terkekeh kecil, tapi air matanya kembali menetes. Kali ini bukan karena Shinta, tapi karena kehangatan yang ia dapatkan dari calon ibu mertuanya.

"Terima kasih, Mom," ucap Ruby terharu.

"Kau tidak sendirian lagi, Sayang. Kau memiliki kami, kau memiliki Emer yang akan menjagamu. Dan Mommy akan menjadi ibu yang sebenarnya untukmu, bukan hanya ibu mertua."

Mendengar ucapan Amanda ternyata membuat Ruby semakin menangis. Amanda dengan erat memeluk Ruby, mengusap punggungnya berulang-ulang, memberikan ketenangan.

Ruby merasa hatinya penuh dengan kasih sayang dan rasa syukur. Ia merasa telah menemukan keluarga yang sebenarnya, keluarga yang benar-benar peduli dan mencintainya. Air mata Ruby terus menetes, tapi kali ini bukan karena kesedihan akan penderitaan, tapi karena kebahagiaan dan rasa syukur.

1
Mommy Dza
Hahaha😁🤣 Emer dan hadis bervirus itu akhirnya bertunangan
Mommy Dza
Yup 💪
Meriam Tehupelasury
🥰
Dyta Kusnani
tak bisa hidup tanpamu gmna?? selama ini hidup bhgia ma Shinta ,,, diih laki-laki benalu buat mkn aja susah gmna mau hidupin Safira ma ank2? gila
mooociii
sama adik sendiri aja tega karena tau dia penyakitan, yakin dengan safira gila dia mau mengakui ibunya andai safira g hilang?
mooociii
ngapain juga nyari ibunya toh dia aja tega sama adiknya nya sendiri, jadi jangan tiba² jadi nyesel ya
mooociii
ngapain cakra marah meskipun dia bukan ibu kandung tapi di sayang sama cakra, yang berhak marah tu ruby
Helen Nirawan
ini ruby jgn2 bkn anak kandung x ya , keluarga kok gila semua seh ,
Debby Feybe Mekutika
bagus
meowww
emang bener ya marahnya orang sabar tuh, ngeri banget🤣🤭
meowww
seketika emer langsung takut sama istrinya🤣🤣🤣🤣🤣 pak emer sayang istri nih🤭
Vivi Octavianty
👍👍😍😍😍🌷🌷
Tutik Sekawan
Luar biasa
Shee_👚
karya cakra ko gak da ya kak??🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: ada kok kak, judulnya 'setahun untuk mencintaimu'
klik aja profil Author, di bawah letaknya
total 1 replies
Katherina Ajawaila
keren Outhour, simpel dan bhs nya bagus 😘
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: terima kasih kakak 😍😍
total 1 replies
Katherina Ajawaila
kasihan amat, akhir bahagia semoga itu pelacur Sinta jgn dtng unjuk in muka nanti stres lg momy safira 😘
Katherina Ajawaila
kasihan, momy ya mmg hrs lat maknya yh sdh besar karna Ruby sesdh lahir momy nya di stres karna pelacur nya Roger, sedih amat liat nya coba pakai visual rhour, halunya makin ngena deh 😭
Katherina Ajawaila
Cakra bego modal mokondo doank, makanya jgn suka main jablai jd utk hal yg baik pasti takut dulu 😡
Katherina Ajawaila
shinta pelacur kejebak lo Roger, mantap tabur tuai lo pelacur di pelihara istri nya di buat hancur. mati aja lo Roger 😖
Katherina Ajawaila
gembel li Sm jalang dan gendo nya, tidur aja ber 3 di emperan😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!