Seorang gadis bernama Qinlan hidup sendirian di zaman moderen,ibunya meninggal waktu melahirkannya dan ayahnya meninggal akibat kecelakaan 5 tahun lalu.
Setelah kepergian orang tuannya ia bekerja di rumah sakit ternama dengan menyandang dokter UGD (Pusat trauma).
Namun,pekerjaan itu tak berlangsung lama setelah bekerja hampir 3 tahun,Qinlan berakhir di toserba milik sahabatnya di malam hari dan di siang hari ia bekerja di apotek milik atasannya dulu.
Meski begitu hidup Qinlan tenang dan damai,dengan rumah tinggalan orang tua dan tabungan terakhir ayahnya yang masih ada ia tak kerepotan meski tanpa kasih sayang orang tuanya.
Dan kejadian aneh menimpanya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wafiyah moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyamaran
"Nona,selamat anda mendapatkan 500 poin karena telah menyelamatkan satu nyawa." Ujar Mi feng yang tiba-tiba membuat suara.
Qinlan menghembuskan nafas karena merasa sistem berguna untuknya."Apakah poin itu bisa membuka pintu ketiga?" Tanya Qinlan berharap lebih tinggi.
Mi feng menggeleng."Harga poin untuk membuka pintu adalah 10.000 poin nona,poin anda masih kurang jauh." Celetuk Mi feng membuat Qinlan menghembuskan nafas kasar.
"Baiklah,bagaimana misi membuka pintu ketiga kemarin yang kau katakan padaku?" Tanya Qinlan.
"Caranya meningkatkan kultivasi anda ke tahap tengah." Ujar Mi feng,membuat Qinlan lemas seketika.
"Nona ada apa?" Tanya Baozi.
"Bisakah kalian berubah wujud manusia dan membantuku menjadi kusir?" Pinta Qinlan berekspresi galau karena ucapan Mi feng.
Dalam sekejap kedua hewan immortal milik Qinlan berubah wujud menjadi manusia tampan dan menyegel aura dewa mereka agar tidak menarik perhatian orang lain,Qinlan berpindah posisi ke belakang untuk beristirahat.
Zhou yan merengek bangun karena merasa haus,Qinlan mengambil susu dari ruang dimensinya yang sudah di panaskan oleh Mi feng,perlahan Qinlan menyuapi Zhou yan dengan sabar dan telaten.
"Nona,anda terlihat sangat menyukai tuan muda." Ungkap Mei lan seolah terpesona dengan perhatian nonanya.
"Dia anakku,sudah seharusnya aku menyayanginya." Kata Qinlan mengelap bibir mungil Zhou yang yang belepotan susu sapi.
"Berkah sekali tuan muda bertemu dengan anda nona." Timpal Mei lan,sebagai pelayan ia mengkasihani Zhou yan yang tumbuh tanpa ibu asli,tapi ia bersyukur nona mudanya yang sekarang menjadi ibu pengganti baginya.
"Benar juga,dia sangat beruntung memiliki ibu yang kaya raya seperti ku." Sahut Qinlan bahagia,ia menciumi pipi gembul putranya.
Zhou yan tersenyum senang karena perutnya kenyang,Qinlan memposisikan Zhou yan tegak untuk membantunya bersendawa agar tidak muntah dan kembung setelah menyusuinya.
Menepuk pelan punggung si bayi.
Kereta kuda mendadak berhenti,Qinlan dan Mei lan sedikit terkejut.
"Ada apa?!" Sahut Qinlan yang hampir menyatukan kedua alisnya.
Bai hu menyingkap kain penutup."Nona,ada sesuatu yang menghalangi jalan,apakah kami harus menyingkirkannya?" Tanya Bai hu yang tampak ragu.
"Memangnya apa itu?" Tanya balik Qinlan.
"Seorang pria asing nona." Sahut Mei lan yang telah menyingkap kain penutup jendela tandu.
"Oh,kalau begitu biarkan saja." Ujar Qinlan mempersilahkan siapa saja yang akan masuk ke dalam tandunya karena ia selalu hidup bebas.
"Apakah aku boleh bergabung?" Tanya pemuda di luar yang dapat di dengar oleh Qinlan.
Baozi bersiap membuka mulut untuk menolak,tapi....
"IYA,IKUTLAH SEGERA!!!" Ajak Qinlan dari dalam,membuat si pria tersenyum tipis merasa senang.
"Nona.Dia adalah pria asing bukankah terlalu sembarangan?" Ujar Mei lan yang takut akan terjadi sesuatu.
"Aku sudah memutuskan." Balas Qinlan yang tak ingin memperpanjang sanggahan Mei lan.
Qinlan tidak ingin terlalu menghabiskan waktu untuk cekcok dengan orang lain,ia akan membawa siapa saja yang terpenting tidak membahayakan rombongannya.
"Duduklah di dalam saja."Saran Baozi cemberut.
Kain tandu tersingkap dan menampilkan wajah seseorang.
"Hei.Apakah boleh seperti itu?Di dalam ada dua wanita dan satunya masih belum bersuami." Bisik Bai hu yang di dengar oleh Qinlan.
"Tidak apa,dia pemuda baik kog." Ujar Qinlan di dalam telepatinya kepada dua hewan immortal miliknya.
Bai hu seketika terdiam dan mengangguk menutup rapat mulutnya yang membuat Baozi terkekeh pelan.
Pria itu melihat dengan seksama,mendapati sang pujaan hati berada di dalam,kaisar Xi yang menyamar setuju dengan menggunakan usulan Baozi.
Saat wajah pria itu berada di depan mata Qinlan,Qinlan terhenyak karena terlalu tampan menurutnya.
"Pemuda yang berada di dunia ini semua memiliki nilai plus-plus,aku tidak bisa tak tergoda sebagai wanita normal." Batinnya.
"Nona.Jangan lupa anda sudah menikah." Sahut Baozi menasehati sang majikan.
"Huh!Kami secara tak langsung sudah bercerai Mi feng dia saja tak pernah mencariku lagi setelah aku mati." Batin Qinlan berbicara dengan Mi feng.
"Nona.Memangnya mau di cari di mana jika sudah pindah alam?Alam baka?" Sahut Mi feng.
"Entahlah!Pria jahat itu semoga dunianya di penuhi dengan kesialan!" Umpat Qinlan di dalam hati kecilnya.
"Haachuuu!" Xi xuan tiba-tiba bersin di depan gadis pujaan."Oh maaf kelancanganku." Ujarnya sopan,untung ia tutupi dengan lengan bajunya sehingga tidak kemana-mana hujan ingusnya.
Qinlan sedikit menjauhkan putranya.
Kaisar Xi duduk di seberang Qinlan yang menggendong bayinya,menangkap wajah marah Qinlan.
"Ada apa dengan wajah itu?Apa karena aku telah bersikap buruk barusan?" Batin Xiao xuan.
"Nona terima kasih sudah mau menerimaku." Ucap pemuda asing yang baru di tampung Qinlan.
Mereka saling bertatap sejenak,lalu membuang muka,Qinlan sedikit gugup oleh keberadaan pria tampan."Iya..." Sahut lirih Qinlan suaranya seakan hilang karena mendadak hatinya berdebar-debar.
"Sihir pemuda tampan memang sangat ampuh." Batin Qinlan,wajah cantik Qinlan terasa panas mendadak merah.
"Nona,apakah anda sakit?" Tanya Mei lan yang khawatir.
"Mei lan membuatku malu bertanya seperti itu." Batin Qinlan semakin menundukkan wajah tak ingin di lihat.Di sambut dengan gelengan Qinlan.
Sang kaisar yang sedang menyamar tersenyum tipis melihat tingkah tersipu gadis di depannya membuat hatinya tergelitik.
Kereta kuda kembali berjalan dengan tenang.
5 menit lalu kaisar Xi berada di pondokan Qinlan dan mendapati sang penghuni tidak ada di sana,kaisar menggunakan teleportasi andalan untuk melacak gadis pujaannya.
Bertemulah di luar desa hutan kabut.
"Em...Kau mau kemana?" Tanya kaisar Xi yang sedang menyamar.
"Aku akan menuju kota kekaisaran." Jawab Qinlan,sambil menimang putranya.
Kaisar Xi terdiam sesaat."Kenapa dia ingin ke ibu kota?Mengunjungi siapa?" Batinnya."Ada keperluan apa anda ke sana nona?" Tanya Xiao xuan dengan sopan.
"Em...Aku ingin membeli rumah di sana sekaligus ingin membangun bisnis kecil." Ungkap Qinlan.
"Siapa nama nona?" Tanya kaisar Xi,mencoba untuk berkenalan secara resmi dengan gadis pujaannya.
"Aku Zhou Qinlan dan ini putraku Zhou yan." Sahut Qinlan.
Kaisar Xi sedikit terkejut dengan nama gadis pujaannya yang mirip dengan permaisuri meski beda marga,pandangan mereka bertemu lagi kali ini kaisar mencoba menyelam ke mata Zhou Qinlan.
"Permaisuri?!" Pekik kaisar di dalam hati,matanya terbelalak seakan sadar akan sesuatu.
Kaisar memiliki sebuah mata dewa yang dapat mengetahui jati diri seseorang yang tersembunyi.
"Anda kenapa tuan muda?" Tanya Qinlan yang menangkap jelas perubahan wajah pemuda tampan di depannya setelah penyebutan nama.
Kaisar buru-buru menyadarkan diri dan fokus,dia menggeleng pelan.
"Tidak ada nona,aku tadi teringat hal lain,namaku Xiao xuan." Ungkap kaisar mencoba netral dan mengalihkan dengan menyebut namanya.
Mei lan di samping mereka agak jauh seperti mengenali nama itu,namun dia lupa di mana ia mendengar nama itu ia segera menggeleng pelan dan fokus pada dirinya sendiri karena tidak bisa mengingat dengan jelas.
Mereka dalam keheningan.
Xiao xuan memandangi wajah Qinlan yang tak di tutupi lagi oleh cadar,benar-benar cantik yang paripurna.
"Matanya sama persis dengan permaisuri.Tidak salah lagi." Batin Xiao xuan."Tapi...Bagaimana bisa ia jadi secantik ini?Apakah aku dulu tidak membuka mataku saat melihat dirinya?" Batin kaisar Xi yang masih menatap wajah indah Qinlan.
Mei lan yang tahu akan pandangan tak sopan Xiao xuan berdehem satu kali,dua kali hingga tiga kali cukup keras membuyarkan Xiao xuan.
"Tuan muda.Nonaku memang cantik tapi anda tidak boleh menatapnya seperti itu." Hardik Mei lan yang tak tahu jika di hadapannya adalah kaisar Xi yang di takuti banyak orang.Kaisar hanya memandangi dengan datar.
"Mei lan!Jaga sikap!" Sahut Qinlan mendidik pelayannya."Maaf atas tindakan pelayanku tuan muda." Ujar Qinlan sedikit membungkuk.
"Tidak perlu meminta maaf nona justru aku yang harusnya meminta maaf karena tertawan oleh keindahan nona." Balas Xiao xuan dengan senyuman tipis.
"Apa ini?!Apakah dia sedang menggodaku?" Batin Qinlan dengan senyum yang di sembunyikan.
Hari mulai gelap dan jika di teruskan berarti harus tidur di dalam tandu,Qinlan tidak mau.Perutnya juga mulai berderik meminta di isi.
"Nona,berikan tuan muda padaku,sepertinya anda lelah." Tawar Mei lan yang sudah memberikan kedua tangannya maju untuk menangkap Zhou yan.
Qinlan tidak menolak,ia menyerahkan putranya pada Mei lan."Mengurus anak memang tak mudah huh..." Rintih Qinlan sambil bergerak sedikit meregangkan ototnya.
"Suami anda kemana?" Tanya Xi xuan.
"Suamiku sudah meninggal di sambar petir,jangan ungkit dia!" Tegur Qinlan menatap Xi xuan.
"Oh baiklah." Balas Xi xuan."Lihat bagaimana nantinya aku medisiplinkanmu istriku!" Batin Xiao xuan senyumnya setipis tisu.
Kain tandu tersingkap memunculkan wajah tampan Bai hu dengan rambut panjang yang hitam legam dengan pakaian yang lebih sederhana.Tampilan kedua hewan immortal Qinlan benar-benar mirip 99% seperti manusia biasa.
"Nona,mau beristirahat atau lanjut berjalan?" Tanya Bai hu memberikan pilihan.
"Kita istirahat saja,aku lelah..." Ajak Qinlan dengan mata berair mengantuk.
Kereta kuda berhenti di salah satu penginapan desa 'Moli'.Desa selanjutnya setelah hutan lebat dan desa ini cenderung lebih banyak yang tinggal dari pada desa hutan kabut,letaknya jauh dari pegunungan.
Mereka memasuki gerbang besar desa bertuliskan 'desa Moli' di atasnya di sambut dengan baik oleh penjaga,di sini sangat ramai.Anak-anak berlarian untuk mendapat lampion bermacam-macam bentuk.
Qinlan mengintip di balik jendela tandu yang ditutupi oleh kain,baru kali ini dia melihat banyak orang dan anak kecil berlarian.
"Nona,sekarang adalah festival lampion." Sahut Mei lan,Qinlan menatap pedagang jalan yang menjual kebutuhan untuk malam nanti.
"Benar katamu.." Sahut Qinlan tersenyum senang.
Next episode.....
yg menolongmu waktu kecil itu Qinlan ....😏🤦