SETIAP HARI UP UNTUKMU🤩
Kedatangan lelaki-lelaki muda Eropa yang ganteng-ganteng telah menuai pusat perhatian. Disaat yang bersamaan, lelaki-lelaki dan wanita-wanita muda pun ikut menghilang satu demi satu secara misterius.
Holsi dan teman-temannya menyadari hal itu dan tahu rahasia dibalik itu semua. Namun, mereka semua berhasil dibungkam oleh dua tokoh yang menawan namun iblis. Holsi dan teman-teman nya berhasil di usir dan di hina kan banyak orang.
Dua tokoh menawan itu semakin dipuja-puji bak dewa-dewi. Peminatnya dari kalangan remaja yang begitu tergila-gila pada dua tokoh itu.
Lalu, jelas nya seperti apa? Baca Sekarang!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Firmo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman 32
Disaat yang bersamaan, lewatlah Eli, Tommy, Halzet, Erik, Holsi, dan Nuel tidak secara kebetulan di depan hutan Huner ini. Namun mereka berenam belum menyadari keberadaan Swift bersama Agil yang tengah berbincang mesra di gerbang menuju hutan ini.
Ketika Swift tengah memegang bunga merah indah ini, dia mendapati teman-teman sekolahnya tengah berjalan melewatinya tak jauh didepannya. "Eh, hai guys..."
Seruan Swift membuat Eli, dan semuanya menoleh erat ke Swift yang tengah bersama Agil si jahat itu!
Spontan, Erik berkata. "Astaga! Agil?"
Lalu Holsi pun terkejut parah. "Oh tidak! Bunga Blad itu ada ditangan Swift!"
Kemudian Nuel menyeru ke Halzet. "Halz, cepat selamatkan Swift! Jika tidak, dia akan menjadi bagian dari mereka."
Dengan tenang, Swift yang bersama Agil, berkata. "Tenanglah semuanya, aku dan Agil bukanlah monster. Bahkan kita berdua abis bincang-bincang rindu, hehe."
Dengan penuh ketegangan, Eli berkata kepada Tommy. "Aku rasa, kita lebih baik pergi dan meninggalkan Swift! Jika tidak, kita berenam bisa mati!"
Lalu Holsi tidak bisa menerima apa yang dikatakan Eli. "Tapi Eli, Swift sahabat kita!"
Tetapi Eli tetap kekeh tak mau mengalah. "Tidak Holsi, kau nggak ngerti! Ingatkan dengan kejadian Erik dan Agil ketika mereka sudah melihat bunga Blad dan Agil begitu erat memegang bunga itu. Maka, jika sudah dipegang erat, akan sulit untuk dilepaskan dari tangan sang korban. Termasuk Swift!"
Dengan penuh prihatin, Nuel memperhatikan Swift. "Swift... lepaskan bunga itu, maka kau akan selamat."
Lalu Swift dengan polosnya, berkata. "Kenapa emang? Bunga ini indah lho..."
Kemudian Erik menyeru. "Dengarkan kita Swift, bunga itu adalah jebakan."
Swift lalu memperhatikan bunga itu dengan penuh. "Jebakan? Tapi ini pemberian Agil untukku. Agil bilang, kalau aku makan bunga ini aku akan berubah jadi cantik jelita. Betul kan Agil sayang?"
Kemudian Agil, mengusap wajah polos Swift. "Iya sayang. Jangan kau hiraukan teman-teman kita itu..."
Dengan perasaan aneh, Swift memandangi keenam teman nya itu. "Kalian banyak akting! Kenapa sih harus drama banget sama bunga merah kaya gini? Salah ya kalau aku mau cantik? Salah? Aku itu capek dibully terus sama lelaki buaya darat di sekolah!"
Swift menjadi penuh amarah kepada keenam temannya yang sebenarnya ingin menyelamatkan dirinya itu dari jebakan Agil.
Kemudian Halzet berkata kepada Eli. "Dia sudah terkena sihirnya itu. Maka akan sulit untuk di selamatkan..."
Lalu Eli mendesak ke Tommy. "Tom, ayo pergi!"
Tetapi Tommy tetap bersikeras. "Ada satu cara untuk membuat Swift terbebas dari sihir dan jebakan Agil."
"Apa itu?" Jelas Erik dengan penuh.
Kemudian Tommy, berkata. "Serang Agil!"
Dengan sigap, Halzet langsung mengeluarkan cakaran tajamnya itu. "Aku siap menghadapi si bocah tol*l itu!"
Lalu tatapan ganteng Tommy menjadi penuh amarah. "Dan aku tak akan membiarkan mahkluk Blax itu merenggut nyawa manusia yang tak bersalah lagi!"
Kemudian Erik menyeru ke Swift. "Swift menjauh dari Agil sekarang juga!"
Dengan kesal, Swift membentak Erik. "Kenapa lagi emang?"
Lalu Holsi berkata. "Karena Agil yang sebenarnya telah tiada dan itu adalah Agil mu yang palsu."
Seketika itu, Swift menatap Agil dengan penuh sekali. "Tidak mungkin!"
Tiba-tiba, berlari lah Halzet dan Tommy dengan kencang yang langsung berubah menjadi serigala menawan ke arah Agil untuk segera menyerang dengan hebat.
Melihat Halzet dan Tommy yang berubah menjadi serigala, membuat Swift langsung berlari masuk ke hutan Huner karena ketakutan.
Kemudian, Agil pun yang tadinya tampan menawan bule Eropa, berubah menjadi manusia putih, pucat, buruk rupa, dan langsung menghadang Halzet dan Tommy yang mulai menyerang dirinya.
Dan disinilah, pertarungan mahkluk Blax dan Mahkluk Floklore kembali terjadi untuk pertama kalinya setelah seratus tahun.
Mereka bertiga saling mengeluarkan teriakan demi teriakan yang memekakkan! Dan diantara mereka bertiga terus saling terluka dan tidak saling mau kalah.
Eli yang melihat kejadian ini, hanya bisa meringis sedih. "Sial... hiks. Kenapa? Astaga kenapa harus kembali terjadi?"
Lalu Erik, Holsi, dan Nuel yang juga melihat kejadian ini hanya bisa gemetaran karena takut melihat rupa Agil yang mirip setan.
Tiba-tiba, datanglah dari hutan Huner sembari berlari-lari cepat. Mahkluk yang sama dengan Agil, untuk menyelamatkan Agil dari hantaman kasar tak terkalahkan dari Halzet dan Tommy.
Mendapati Mahkluk Blax lainnya yang semakin banyak, membuat Eli berlari ke arah Nuel. Kemudian langsung menghilang seketika itu juga.
Diikuti oleh Tommy yang langsung pergi dari Agil yang semakin ciut ke arah Holsi, kemudian menghilang.
Dan juga Halzet yang langsung menghampiri Erik, setelah berhasil membuat Agil tumbang, kemudian langsung menghilang.
|
Didalam hutan Huner, Swift masih terus berlari menyelamatkan diri dari Halzet dan Tommy yang berubah seketika itu menjadi serigala. Mendapati kejadian itu, membuat Swift ketakutan dan serba bingung.
Bunga Blad nya itu masih ada di genggaman nya dengan erat, lalu Swift menatap nya tajam. "Sepertinya, banyak orang yang memperebutkan mu ya bunga indah..."
Dengan nafas Swift yang sangat tidak beraturan, membuat Swift memeluk bunga Blad itu dengan erat. Berharap dirinya bisa tenang, yang menurut Swift bahwa orang-orang atau teman-teman nya itu berusaha mengambil bunga Blad nya itu dari genggaman nya untuk dijadikan milik pribadi mereka.
Keringat dingin terus mengucur di kepala Swift. Swift juga terduduk dijalanan aspal tua ini sembari menggilai bunga Blad ini. "Hahaha, aku akan cantik karena mu, bunga ku."
Lalu Swift berdiri dari duduknya, kemudian berusaha menari aneh dengan bunga Blad itu. "Hihihi, aku akan cantik karena kau Blad. Aku akan cantik karena kau Blad, aku jelas akan jelita. Dan tak ada lagi wanita yang akan menyaingi kecantikan ku ini! Tak akan ada lagi hinaan untuk ku karena ku tidak good looking! Tidak akan ada lagi cacian dari mama papa karena aku yang tidak tinggi dan putih! Tidak akan ada lagi! Tidak akan pernah terjadi lagi!"
Teriakan Swift yang begitu keras, terdengar ke seluruh hutan. Swift benar-benar semakin gila dan gila gara-gara ia hanya memegang bunga ini saja, apalagi jika ia sudah memakan bunga itu.
Setelah Swift berhenti menari aneh dengan bunga merah indah itu. Swift memperhatikan bunga itu dengan penuh cinta dibarengi ekspresi depresinya yang semakin gila.
Kemudian, Swift secara halus memakan bunga Blad itu dengan penuh nafsu dan emosional teramat dalam.
Swift kunyah bunga itu sejadi-jadinya, dan bunga itu pun meleleh menjadi darah segar yang mengalir deras masuk ke dalam tubuh nya.
Setelah Swift selesai memakan bunga Blad itu, perubahan aneh pun benar-benar terjadi.
Ia yang kini seluruh tubuh nya dipenuhi darah merah kental, telah mendapati Agil si bule itu dan Mahkluk Blax lainnya tengah memperhatikannya dengan jelas.
Rimo yang ada diantara mereka, berkata. "Sejarah! Mahkluk Blax wanita pertama di alam semesta."
Lalu Agil pun mendekati Swift dengan penuh cinta.
Dan Swift yang kini hilang akal, menyadari sesuatu. "Tidak! tidak! tidak mungkin ini terjadi! Ternyata kalian jahat!"
Kemudian Agil yang sudah ada didepan Swift, berkata. "Kau akan mati, dan kau yang baru akan lahir!"
Dengan penuh penyesalan, Swift berkata. "Hiks, aku menyesal telah mengikuti mu, setan Agil! Aku menyesal telah memakan bunga itu! Sialan!"
Lalu Agil tanpa wajah berdosa, berkata. "Penyesalan tak ada gunanya!"
Kemudian Agil menjatuhkan Swift ke tanah dengan keras hingga tak berdaya.
Dan Swift pun berteriak-teriak. "Sialan! Sialan! Sialan kau Agil!"
Seketika itu Swift tiada, dan Swift yang baru segera lahir menjadi jahat untuk selamanya.
tunggu ya
Author.....lanjut, tuntaskan ceritanya
cling gitu
Apakah dia murid baru