NovelToon NovelToon
BUTTERFLY EFFECT : The Glass

BUTTERFLY EFFECT : The Glass

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / TimeTravel / Pembunuhan / Eksplorasi-misteri dan gaib / Tamat
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Afrendo Edo A

Kisah keenam gadis remaja yang akan melangsungkan sekolah pertamanya disebuah sekolah ternama.

Entah itu adalah sebuah keberuntungan atau kesialan bagi keenam gadis itu. Sesuatu telah meraja lela didalam lubuk hati mereka hingga mereka saling membunuh satu sama lain hanya untuk tujuan yang tidak jelas.

Benda yang mereka temukan adalah sebuah sebab dari hancurnya persahabatan yang mereka bangun sejak lama. Selain itu, sebuah sosok gelap juga berusaha merusak persahabatan mereka.

Sebenarnya, benda apa yang membuat keenam gadis itu saling membunuh dan membuat mereka menghancurkan persahabatan nya sendiri? Siapa kegelapan yang membuat mereka terpaksa menerima nasib itu? Simak selengkapnya didalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afrendo Edo A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bonsai

Erin pun akhirnya memutuskan untuk pergi menuju kamar Yuna saja bersama Yewon. Yewon yang menanggapi hal itupun juga setuju untuk lebih mengecek kamar Yuna lagi dan memastikan bahwa pintu kamarnya memang tidak dikunci.

Dengan kesempatan itu, niatan Erin dan Yewon pun menjadi lebih mudah tercapai daripada sebelumnya yang mereka harus membuat beberapa rencana terlebih dahulu. Diam-diam dan perlahan-lahan, Erin serta Yewon keluar dari ruangan yang masih mereka tempati saat ini untuk segera menuju kamar Yuna.

Baru saja melangkah keluar dan akan menutup pintu ruangan tadi, tiba-tiba datanglah Salsa dari balik badan mereka sambil memasang raut muka curiga tentang sesuatu yang akan dilakukan Yewon dan Erin. Seketika tentu saja Yewon dan Erin merasa kaget, lalu keduanya berusaha memenangkan diri mereka masing-masing agar Salsa tidak semakin curiga.

"Kalian mau kemana?" tanya Salsa sedikit sinis.

"Em ... kami mau mencari udara segar kan Erin?" jawab Yewon sambil menyenggol badan Erin perlahan.

"Eh iya, benar kata Yewon." sahut Erin agak ketakutan.

"Apa yang mereka sembunyikan dariku ya, apa ada niatan jahat di pikiran mereka?" batin Salsa bertanya-tanya.

Di saat Salsa masih sibuk berfikir seperti itu sambil menatap mata Yewon serta Erin dengan tajam, tiba-tiba Erin berpamitan dengan alasan akan pergi ke suatu tempat untuk menghirup udara segar kepada Salsa. Dari kejadian itu Salsa merasa semakin curiga atas hal yang akan dilakukan Erin dan Yewon, dengan rasa curiga yang sama Salsa pun diam-diam mengikuti kedua temannya itu.

Sekarang Erin dan Yewon pun saling bergandengan tangan sambil berusaha berlari menjauhi Salsa. Sebenarnya Erin dan Yewon sudah tau jika mereka sedang dibuntuti oleh Salsa, maka dari itu mereka berdua berlari sekencang mungkin untuk mengelabuhi Salsa.

Beberapa masa berlalu, Yewon dan Erin yang sedari tadi sudah mengelilingi penginapan sambil berlari agar Salsa kehilangan jejak mereka pun tidak membuahkan hasil sama sekali. Malah, Salsa masih jelas sedang membuntuti mereka berdua diam-diam.

Dan lagi-lagi Yewon serta Erin mengetahui semua hal itu karena Salsa terkadang masih menampakkan dirinya dan tidak sempat bersembunyi dengan cepat saat Yewon atau Erin mengecek keadaan sekitar dengan berbalik badan. Beberapa kali saat Salsa ketahuan, Yewon dan Erin pun saling melempar senyuman tipis pada satu sama lain sambil menahan tawa mereka berdua.

"Dia sungguh bodoh, mengikuti kita secara diam-diam tapi selalu ketahuan." bisik Erin.

"Iya, sungguh tidak berpengalaman." bisik balik Yewon.

Kembali kepada Yuna yang tengah mulai memasuki sebuah rumah tua rapuh nan besar di dasar danau atau yang sekarang berubah menjadi sebuah desa itu. Disana, Yuna berjalan perlahan sambil melihat kesekelilingnya untuk mengecek keadaan.

Ia juga sedang mencari sebuah surat yang sempat masuk dan menghilang di dalam rumah itu. Yuna terus berkeliling di antara banyak puing bangunan yang hancur seperti barang yang telah terbakar dan berlumut. Yuna terus saja berjalan saat itu hingga pandangannya beralih setelah melihat sebuah manik-manik kaca yang mirip dengan manik-manik kaca yang ia punya.

Mengingat manik-manik yang ia punya, Yuna pun tiba-tiba membuka tas putih kecil yang ia bawa saat itu untuk mengecek sebuah barang yang dirinya bawa dalam tasnya. Setelah mengetahui keberadaan barang yang ia maksud di dalam tasnya itu, Yuna pun seketika merasa heran saat dirinya melihat manik-manik kaca yang ada di depannya sekarang.

Karena ternyata tadinya Yuna sedang mengecek manik-manik kaca miliknya sendiri di dalam tas yang ia bawa, sedangkan sekarang juga ada manik-manik kaca lagi di depan dirinya. Berarti ada dua manik-manik kaca yang Yuna temui dan Yuna lihat saat ini. Tapi, kedua manik-manik itu berbeda meskipun terlihat sama.

Kesamaannya bisa Yuna lihat sendiri dari bentuk bundarnya, halus kasarnya permukaan kedua manik-manik itu, dan besar serta bobotnya yang memang sama. Perbedaannya adalah manik-manik milik Yuna yang dulu nya berwarna putih sekarang berwarna putih ke abu-abuan. Sedangkan manik-manik yang ada di depan Yuna berwarna merah terang.

Seketika sebuah niatan muncul dalam hati Yuna. Yuna berniat untuk mengambil manik-manik merah yang ada di depannya itu. Ia mengambil manik-manik merah itu dengan tujuan agar dirinya bisa memiliki dua manik-manik sekaligus yang terlihat sama. Dan dalam pemikiran Yuna, manik-manik merah yang akan ia ambil itu juga bisa membuat dirinya berpindah diantara dimensi dan waktu.

Tak lama, Yuna pun meletakkan tas putihnya yang berisikan manik-manik miliknya sendiri di atas lantai. Lalu Yuna berjalan perlahan mendekati manik-manik merah tadi untuk mengambilnya. Beberapa langkah ia lalui hingga akhirnya ia berhasil membuat manik-manik merah tadi berada sepenuhnya dalam pelukan Yuna sendiri.

Yuna pun merasa sangat senang karena dirinya bisa mendapatkan dua manik-manik sekaligus. Tetapi saat keheningan masih terjadi dan tidak ada angin ataupun petir, tiba-tiba manik-manik merah yang Yuna pegang berubah menjadi sebuah surat tua. Dan Yuna pun akhirnya memutuskan untuk membaca isi surat itu saja.

Isi surat itu ternyata menjelaskan bahwa Yuna harus mengambil kembali manik-manik miliknya tanpa harus menukar ataupun menggantinya, dan ia juga harus bersiap untuk mengetahui sejarah awal semua kekacauan yang terjadi pada masa sebelum dirinya mengalami kekacauan itu sendiri.

Selesai membaca surat itu, Yuna merasa bingung. Ia tak paham dengan apa yang dimaksud oleh isi surat itu. Tanpa aba-aba, Yuna melemparkan surat yang tadi ia pegang begitu saja dengan rasa kecewa serta emosi amarah karena mendapati sebuah manik-manik yang tadi ia harapkan hanya jebakan. Yuna akhirnya melemparkan surat itu tadi hingga surat yang sama itu membentur ke dinding dan jatuh ke lantai.

Karena sikap Yuna, seketika seluruh tempat yang ada di desa tua itu tiba-tiba berubah drastis menjadi pedesaan yang indah, terawat, dan suasananya seperti kembali dihuni oleh beberapa orang. Tadinya perabotan dan puing-puing bangunan yang ada di sekitar Yuna terlihat sangat tua dan usang. Tapi, sekarang semua itu seketika menjadi baru lagi dan tertata rapi dengan sendirinya karena suatu hal.

Melihat semua kejadian yang aneh dan ajaib itu, Yuna merasa sangat takut hingga dirinya juga merasa sedikit merinding. Akhirnya Yuna pun mengambil tas putih yang berisi manik-manik miliknya sendiri di atas lantai lalu berlari keluar dari rumah tua tadi yang sekarang rumah tua itu sudah menjadi rumah yang sangat indah dan tertata rapi.

Di luar rumah itu, Yuna melihat jika banyak sekali tanaman bonsai yang berjajar rapi di tepi jalanan yang tadinya hancur, tapi sekarang jalanan yang tadi sempat terlihat hancur saat Yuna baru saja sampai di desa itupun telah kembali membaik dan menjadi lebih indah.

"Ke-kenapa semua berubah, apa yang terjadi dan kenapa?" batin Yuna panik dan sedikit terbata-bata.

"Yuna, sedang apa kau disini, kenapa kau bisa datang kesini?" tanya seseorang secara tiba-tiba di belakang Yuna.

"Apakah kau dibantu oleh bintang utara?" tanya sambung orang yang sama itu lagi.

Yuna yang mendengar suara itupun dengan tak sengaja membalikkan badan dan kepalanya dengan cepat hingga dirinya pun mendekati orang yang ada di belakangnya itu untuk memeluknya. Seketika tangisan Yuna pun pecah begitu saja, tetapi tangisan itupun seketika juga berhenti karena orang yang masih Yuna peluk saat itu menanyakan pertanyaan yang sama lagi kepada Yuna....

Bonsai (盆栽) adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman (sai, 栽) dilakukan di pot dangkal yang disebut bon (盆). Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai (盆栽).

Disini, kalimat sudah tua ditekankan dalam sebuah paragraf di atas. Pohon besar yang sudah tua tidak akan tumbuh di masa depan karena kita sebagai orang di masa kini sudah menyebutnya sudah tua, berarti pohon itu tumbuh di masa lalu .... Sama, dengan masalah yang dialami oleh persahabatan Yuna dan teman-temannya yang ternyata masalah itu sendiri sudah pernah terjadi di masa lalu sebelum menimpa Yuna.

Semuanya tetap terjadi kembali karena benda yang sebenarnya memang sama. Sebelum masalah Yuna terjadi, ada seseorang lainnya yang sudah mengalami hal yang sama juga. Di samping itu, semuanya akan jelas pada Past History.

1
ͷɪɴɗ⃞ɑ
semangat yaa
ͷɪɴɗ⃞ɑ
dibalik seorang perempuan yg mudah menangis dia tetap akan bisa menahan beratnya beban hidup.. karena setelah menangis mereka bangkit lagi..
ͷɪɴɗ⃞ɑ
tujuan ke sekolah adalah....
ͷɪɴɗ⃞ɑ
aku bacanya kok deg2an yaa.. efek judulnya nihh 🙊🙊
Yukity
salam kenal ya..
hadir bawa boom like...

mampir yuk ke sini
Si Oyen Pacarku bukan manusia.
miqaela_isqa
Semangat bos 💪🏿 mari tamatkan karya sampai akhir
Karin A
Yuna sakti juga ya bisa lawan si Lerra.
Karin A
Lanjut, semangat. Like
Darah Biru (Bangsawan)
mantap 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
semangat 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
kakak hadir lagi 👍🏻
Pembacabaru
Ceritanya makin seru thor, semangat up nya. Like untukmu
Pembacabaru
Likee
Pembacabaru
Like
Daratullaila🍒
like hadir kak, next🥰
Karin A
Lanjut thor, cepet upnya
Karin A
Like like
Karin A
mampir
Karin A
likee
Karin A
like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!