Prabu Jayabaya yang merasa bahwa tugasnya sebagai pemimpin yang dicintai oleh rakyat sudah usai, melakukan moksa untuk sampai di alam keabadian. Namun takdir berkata lain. Sang Maha Pencipta justru memasukkan roh nya ke dalam tubuh seorang lelaki culun dan miskin bernama Jay yang baru saja meninggal dunia karena sebuah kecelakaan aneh.
Sebagai Jay, Prabu Jayabaya merasa harus menemukan kebenaran atas kecelakaan yang direkayasa ini. Siapa dalang nya juga orang orang yang terlibat di dalamnya.
Di bantu Ratih yang menurut Prabu Jayabaya adalah titisan dari istri nya, Prabu Jayabaya yang kini menjadi Jay, satu persatu kebenaran akhirnya terungkap dengan jelas.
Bagaimana caranya Prabu Jayabaya yang kini menjadi Jay mengungkap misteri kecelakaan maut yang menewaskan Jay yang asli ini terjadi? Simak kisah selengkapnya dalam "New Journey of the Legendary King".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suasana Kota Ayodhyakarta
"Maksudnya Ndoro Pangeran Sepuh kados pundi ( bagaimana)?"
Tak paham dengan pertanyaan Pangeran Sepuh, Danurejo memberanikan diri untuk bertanya. Pangeran Sepuh pun segera mengulurkan lembaran kertas hasil tes DNA itu pada Danurejo. Dengan teliti Danurejo membacanya, begitu rampung senyuman lebar merekah di wajah sang abdi setia.
"Maksud dari tulisan 99, 99 % ini adalah bahwa mereka jelas sekali merupakan ayah dan anak, Ndoro Pangeran. Tidak akan ditulis 100 % karena masih ada bagian dari pihak lain yang berarti itu dari pihak ibu".
Mendengar keterangan itu, wajah Pangeran Sepuh langsung berbinar seketika. Seolah-olah semua beban nya yang sudah bertahun-tahun ia pikul akhirnya terlepas dari bahu nya.
"Hahahaha ternyata mata tua ini masih tajam juga melihat segala sesuatu hahahaha...
Akhirnya... Akhirnya.... ", belum selesai Pangeran Sepuh meluapkan kegembiraan nya, Gusti Raden Ajeng Rara Sunti putrinya atau yang biasa dipanggil dengan nama Gusti Sunti mendekat karena penasaran dan bertanya, " Akhirnya apa Kanjeng Romo? "
Seketika raut muka Pangeran Sepuh yang semula sumringah langsung biasa-biasa saja. Masalah ini sangat rahasia hingga belum waktunya hal ini menyebar. Bahkan pada keluarganya pun tak boleh bocor. Dia melirik ke arah Danurejo yang dengan sigap menyembunyikan laporan hasil tes DNA itu ke balik bajunya.
"Ah tidak apa apa Ngger Cah Ayu..
Memang sinetron favorit mu sudah habis ya? Bagaimana tadi tokoh utama nya? Jadi masuk penjara? ", dengan cerdik Pangeran Sepuh mengalihkan pembicaraan.
" Iya sayang sekali tokoh utama nya kena fitnah dan mendekam di penjara Romo. Huhh, rasanya ingin ku hajar saja iblis betina itu supaya tokoh utama nya tak menderita seperti itu ", Gusti Sunti yang terkecoh dengan omongan Pangeran Sepuh langsung ngomel-ngomel tidak jelas.
" Hehehehe, sabar Ngger Cah Ayu. Orang baik pasti akan menemukan jalan nya sendiri. Sudah sekarang kau belajar lagi sana, sebentar lagi kau kan persiapan masuk universitas. Belajar yang rajin ya supaya lolos seleksi ", perintah Pangeran Sepuh segera.
" Baik Kanjeng Romo... "
Dengan patuh, Gusti Sunti berlalu meninggalkan Pangeran Sepuh dan Danurejo di ruang tamu. Pangeran Sepuh menghela nafas lega melihat perginya putri bungsunya itu.
"Kita harus merahasiakan hal ini Danurejo. Jika belum waktunya, tidak ada yang boleh tahu tentang hal ini. Kau aku tugaskan untuk melindungi keselamatan calon raja Negeri Ayodhya itu dengan segenap kekuatan dan kemampuan mu. Kalau perlu kau gunakan kekuatan keuangan kita jika dibutuhkan.
Mulai saat ini Bregada Keris Siluman ( pasukan khusus milik Negeri Ayodhya yang ada di bawah kendali Pangeran Sepuh dan biasanya menjadi telik sandi / mata-mata), kau yang memimpin. Keamanan dan keselamatan putra Nyimas Ratu Alit itu harus kau jaga sebaik-baiknya. Kau mengerti? ", titah Pangeran Sepuh sambil menatap tajam ke arah Danurejo.
" Titah Gusti Pangeran akan hamba laksanakan sebaik-baiknya ", jawab Danurejo sembari menghormat. Setelah itu Danurejo segera meninggalkan kediaman Pangeran Sepuh untuk menemui kepala Bregada Keris Siluman agar bisa bertugas secepatnya.
Pangeran Sepuh sumringah menatap kepergian Danurejo. Dia sungguh gembira dengan hasil yang didapatkan oleh abdi setia nya itu.
"Dengan ini, penerus tahta Kesultanan Ayodhyakarta telah ditentukan... "
*****
Di sudut lain Kota Ayodhya...
Seorang lelaki muda sedang duduk di lantai rumah besar bergaya Jawa klasik tetapi sudah dengan sentuhan modern. Meskipun dia tidak mengenakan pakaian adat Jawa tetapi bisa dipastikan bahwa ia adalah kerabat dekat Istana Ayodhyakarta.
Usianya kira-kira sepantaran dengan Jay tetapi memiliki kulit yang lebih putih. Tinggi badannya pun kurang lebih sama dengan Jay, yang membedakan adalah raut muka nya yang pucat dan terlihat lemah. Meskipun perawakannya mirip dengan Jay, tetapi ia justru terlihat tidak macho sama sekali.
Lelaki ini adalah Pangeran Martapura, putra sulung Pangeran Timur yang merupakan adik kandung Sri Sultan Hamengku bumi ke-10. Dia adalah calon kuat Raja Ayodhyakarta setelah Sri Sultan Hamengkubumi ke-10 tidak memiliki putra dari pernikahan keduanya. Tetapi sayangnya ada masalah dalam diri Pangeran Martapura. Dia divonis tidak akan memiliki keturunan karena sejak lahir menderita cacat hipogonadisme. Ditambah lagi ia tidak memiliki cukup imunitas hingga sering sakit-sakitan hanya karena masalah sepele.
Di depannya, seorang lelaki Sepuh dengan kumis tebal lengkap dengan pakaian tradisional Jawa khas keraton Ayodhyakarta duduk sambil merenung. Jelas sekali orang tua itu sedang berpikir keras.
"Jadi apakah kau sudah memikirkan masak-masak apa yang ku tanyakan kemarin, Martapura? ", suara berat lelaki tua itu memecah keheningan.
" Saya sudah memikirkan nya, Kanjeng Romo. Dan saya tetap pada pendirian awal saya untuk tidak mengundurkan diri dari pencalonan pewaris tahta Kesultanan Ayodhyakarta ini", jawab Pangeran Martapura penuh keyakinan.
"Apa kau sudah gila, Martapura? Apa kau pikir Kangmas Sri Sultan Hamengkubumi ke-10 akan membiarkan seorang cacat seperti mu naik tahta hah?!
Peraturan di Istana Ayodhyakarta jelas menyebutkan bahwa seorang calon raja harus sehat jasmani dan rohani. Sedangkan kau huh... bahkan kesehatan mu ini tak lebih baik dari orang yang terbaring di rumah sakit ", ucap Pangeran Timur penuh ketidakpuasan.
" Saya sudah mencari dokter terbaik untuk mengobati penyakit saya, Kanjeng Romo. Meskipun belum ada hasilnya, tapi saya yakin bahwa suatu saat penyakit saya bisa disembuhkan. Kanjeng Romo harus percaya pada saya", balas Pangeran Martapura dengan tatapan penuh harap.
"Sampai kapan hah sampai kapan aku harus menunggu kesembuhan mu?!
Ratusan dokter sudah mencoba mengobati penyakit mu itu tetapi apa hasilnya hah apa? Nol besar, Martapura, nol besar!! Sekarang lebih baik kau menyerah dan memberikan hak atas tahta itu pada Narendra. Ini untuk kebaikan semua orang, bukan ambisi pribadi mu", mendengar omongan ayahnya ini, Pangeran Martapura mengepalkan tangannya erat.
"Saya bisa menyerahkan hak atas tahta Kesultanan Ayodhyakarta pada Narendra, Kanjeng Romo", Pangeran Timur langsung gembira mendengar nya walaupun akhirnya ia langsung mengernyit setelah mendengar omongan putra sulungnya itu, " Tetapi.... "
"Tapi apa, Martapura??! "
"Hak atas tahta Kesultanan Ayodhyakarta akan menjadi milik Narendra jika setelah 3 bulan kedepan penyakit saya tidak ada perubahan. Itu syarat saya dan Kanjeng Romo tidak boleh menggugat apapun sebelum waktu yang disepakati. Jika Kanjeng Romo bersedia, maka saya akan senang hati apapun yang terjadi nanti ", ucap Pangeran Martapura mantap.
" Kau.....
Baik..! Baik Martapura, baik!! Kita tunggu 3 bulan ke depan. Jika penyakit mu itu tidak ada perubahan, aku tak perlu izin dari mu untuk menetapkan Narendra sebagai pewaris tahta Kesultanan Ayodhyakarta berikutnya "
Usai berkata demikian, Pangeran Timur segera bangkit dari tempat duduknya dan meningalkan Pangeran Martapura sendirian.
Dengan penuh perasaan bergejolak, Pangeran Martapura bangkit dari tempat duduknya. Matanya nyalang menatap ke arah perginya Pangeran Timur ayahnya sendiri.
"Aku tidak haus akan kekuasaan tetapi aku akan mempertahankan hak ku apapun yang terjadi. Romo, kau sudah memaksa ku hingga di titik ini maka jangan salahkan aku jika terpaksa harus mengambil jalan yang salah", gumam Pangeran Martapura penuh amarah.
Sembari melangkah keluar dari kediaman resmi Pangeran Timur, Pangeran Martapura mengeluarkan ponsel pintar nya dan mencari kontak seseorang.
Thhhuuuuttttt thhhuuuuttttt thhhuuuuttttt..
Cekklekkk...!
"Selamat malam Dokter Richard.. Apakah sudah ada perkembangan tentang Dokter Smith? "
"Maafkan aku, Pangeran Martapura.. Hingga saat ini Dokter Smith belum memberikan jawaban atas permintaan ku. Mungkin dia masih sibuk dengan operasi pasien nya yang lain", jawab seberang telepon segera.
" Dalam waktu satu bulan ke depan, aku tidak mau ada jawaban seperti ini lagi, Dokter Richard. Gunakan semua cara untuk mendapatkan jawaban Dokter Smith, bila perlu gunakan cara yang terburuk sekalipun aku tidak masalah.
Jika kau tidak bisa melakukan nya, maka jangan salahkan aku kalau video skandal mu dengan artis sinetron itu menyebar di dunia maya ", ancam Pangeran Martapura penuh tekanan.
" B-b-baik Pangeran, akan ku lakukan akan ku lakukan tetapi a-aku mohon jangan lakukan hal itu ya. Pliiiiisssss....! "
Usai mendapatkan jawaban itu, Pangeran Martapura segera melangkah menuju ke arah mobil pribadi nya dimana sang sopir langsung membukakan pintu untuk nya. Setelah ia masuk, sang sopir segera bertanya dengan sopan,
"Kita mau kemana, Gusti Pangeran?"
Setelah batuk batuk beberapa kali, Pangeran Martapura menghela nafas panjang sambil berucap pelan,
"Rumah Mbah Dirgo... "
hanya saja sosok Jay yg sesungguhnya jangan dimatikan harusnya, sehingga ada kolaborasi antara Jay sebagai manusia dan Sukma Prabu sebagai titisan, apalagi seorang Jay benar-benar sosok pangeran penerus kerajaan.
kedepan kalau benar pangerannya naik tahta, itu bukan lagi Jay tapi Sang Prabu karena Jay hanya raga saja dengan jiwa Prabu.
alangkah baiknya Jay naik tahta sebagai Raja, dan Prabu menyelesaikan tugas titisan ditubuh Jay dengan cara moksa..
🙏 mohon maaf Kang Ebez, sekedar pandangan saja.. 🙏
selamat berkarya 🤝