NovelToon NovelToon
MENIKAHI KARENA CINTA

MENIKAHI KARENA CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:631.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadziroh

Albert Fernando laki laki yang sangat kaya raya menikahi Danisha Atmanegara, gadis cantik yang bekerja di klub malam...
Awal pertemuan yang kurang tepat membuat Albert maupun Danisha saling membenci

Awal pernikahan yang menyakitkan pun di rasakan Danisha karena Albert sang suami sering merendahkannya dan menghinanya,

Namun dengan berjalannya waktu ,Danisha pun mulai terbiasa dengan sikap acuh Albert padanya,
Meskipun begitu perhatian lebih pun selalu di curahkan Albert untuk Danisha, semakin hari Albert semakin bingung dengan perasaan nya untuk Danisha.

''Apakah ini yang di namakan cinta, apakah aku menikahi karena cinta? ''itulah yang selalu ada di dalam hati Albert.

Masih ada tokoh di belakang yang tak kalah unik yang harus di patuti jempol, siapa lagi kalau bukan mely sang sahabat ,
Bahkan Mely pun menikah dengan orang yang juga dingin dan angkuh,
''Apakah semuanya akan berujung bahagia, mengingat perjuangan mereka yang sama sama menghadapi pria angkuh? ''


Kalau penasaran kita baca yukkk!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# 32

Lagi lagi di kamar yang luas itu ,Danisha hanya bisa melamun merenungi nasibnya menjadi seorang rapunzel ,bagaimana tidak ,bahkan untuk melihat matahari terbit saja tidak bisa ,dan itu belum tentu waktunya.

Saat Asyik melamun, tiba tiba saja suara ketukan pintu membuyarkannya, Danisha sedikit malas untuk membukanya karena semua itu pasti ada hubungannya dengan Albert, suaminya.

Ceklek, dengan terpaksa Danisha membuka pintu yang ternyata seorang pelayan wanita yang memberikannya sebuah paper bag.

''Nona, ini dari tuan ,dan Nona di suruh pakai ini sekarang, dan setelah itu Nona di suruh turun ,di tunggu tuan muda, ucap sang pelayan ,tanpa fikir panjang Danisha langsung mengangguk dan kembali menutup pintu.

Apa ini? batinnya sambil membuka paper bag, bagian atas.

''Baju .ucapnya pelan ,

Tapi Danisha teringat dengan ucapan pelayan kalau tuan Albert menyuruhnya untuk memakainya dan turun untuk menemuinya.

Setelah selesai, Danisha heran, ''Kenapa juga ada kaca mata hitam memang dia mau mengajakku ke mana?'' gumamnya kembali sambil melihat penampilannya di depan cermin yang memang sudah terlihat sempurna ,wajahnya yang cantik itu semakin cantik hanya dengan make up tipis saja.

''Apakah haru4a seperti ini?'' sambil memakai kaca mata dari tuan Albert.

Memicingkan bibirnya dan tersenyum ,''Kau memang cantik Danisha, pujinya pada diri sendiri.

Selain wajahnya yang cantik baju yang di pakainya juga sangat cantik dan indah,

Karena tak mau lama lama ,Akhirnya Danisha turun untuk menemui tuan Albert seperti ucapan pelayan.

''Mana dia?'' sambil menurunkan kaca matanya di bawah mata, clingak clinguk ke sana kemari mencari sang empu.

''Cepat, kenapa lama sekali,!'' suara bariton itu membuat Danisha langsung berlari ke sumber suara yang ternyata sudah ada di depan pintu.

Kenapa warna bajunya sama dengan punyaku, apa memang dia sengaja memakai couple ?batin Danisha sambil melihat punggung Albert.

Daanisha sedikit kikuk saat Albert membuka pintu mobil untuknya, dan kali ini mereka berangkat tanpa pengawalan,

Danisha sesekali melirik ke arah Albert yang masih sibuk dengan ponselnya,

Dan tak sengaja ponsel Danisha berbunyi, dengan terpaksa Danisha mengambil ponselnya dan membukanya.

Wah dari Mely ,batinnya tersenyum, namun sebelum membalas tiba tiba saja Albert mengeluarkan suaranya yang mengaharuskan Danisha mengembalikan ponselnya ke dalam tas tanpa membalas pesan dari Mely.

''Apa kamu tidak bisa beli ponsel yang lebih bagus dan mahal dari itu,?'' Tak sengaja pula Danisha berdecak setelah mendegar ucapan Albert.

''Ini juga sudah bagus tuan, lagian untuk apa beli ponsel bagus kalau tidak bisa isi paket datanya, tuan kan tau saya ini sudah tidak kerja lagi ,jadi dapat uang dari mana, ?''tiba tiba saja kata itu meluncur tanpa rasa takut.

''Apa kau tidak tau sedang berbicara dengan siapa ,kenapa kau tidak tau sopan santun, ucap Albert yang membuat Danisha terbelalak.

a... Ya Ampun aku kira bicara dengan Mely, batinnya menjerit.

''Ma... maaf tuan, saya kira sedang bicara dengan Mely ,saya lupa, ucapnya pelan sambil menagkupkan kedua tangannya.

Akhirmya Danisha diam dari pada salah bicara.

Setelah beberapa menit ,tibalah mobil di sebuah mall terbesar yang berada di tengah titik kota itu,

Pandangan Danisha langsung mengarah pada bangunan yang menjulang tinggi itu.

''Wah.. tuan mengajakku ke mall ?'' tanya sambil melihat keluar jendela.

Semenjak papa dan mamanya meninggal, baru kali ini Danisha melihat mall besar itu lagi,

Danisha teringat dulu saat dirinya masih menjadi orang kaya setiap pulang sekolah selalu saja mampir ke mall itu , tapi saat ini sangat berbeda.

''Kamu kenapa nangis, tanya Albert saat melihat Danisha sedang sesenggukan dan sesekali menyeka air matanya.

''Ingat sama papa dan mama, mereka dulu sering mengajakku kemari, Danisha benar

anggukkan kepalanya tanda mengerti,.

''Kalau gitu sekarang diamlah ,aku akan mengajakmu masuk, pakai kaca matamu dan pegang tanganku, jangan sampai kau melepaskannya ,ucapnya memperingati.

Lalu Albert memakai kaca mata hitam senada dengan Danisha serta topi yang juga berwarna hitam.

Kau memang benar benar tampan tuan, tapi sayang kau bukan orang yang aku cintai, begitu juga aku bukan orang yang kau cintai, batin Danisha.

Setelah keduanya keluar dari mobil, Albert memegang tangan Danisha dengan

memakai kaca mata hitam yang sama dan

keduanya mulai melangkahkan kakinya menuju pintu utama.

Berbeda dengan sebelumnya yang banyak pengawal, justru kali ini tak ada satu pun pengawal yang membuntuti Albert.

Danisha hanya menurut membalas genggaman tangan Albert Karena jalannya yag lambat itu membuat Albert menariknya.

''Cepet sedikit ,ucap Albert sambil menunduk.

Seperti yang Albert duga banyak pasang mata yang mengawasi keduanya, apa lagi Albert terlihat memegang tangan Danisha dengan sangat erat, dan itu yang patut di curigai,

Meskipun topi Albert sudah menutupi seluruh keningnya, masih juga semua orang mengenali wajah tampan yang sangat familiar itu.

Namun semua tak bisa berkutik karena tau siapa Albert, tak sembarang orang yang berani bertanya atau mendekat.

Danisha heran melihat semua orang yang menatapnya dengan tatapan sinis.

Kenapa mereka, apa aku kenal dengannya? batin Danisha bingung.

Huh... akhirnya sampai juga, gumam Albert sambil melepaskan topi dan kaca matanya.

Lagi lagi Danisha melihat kagum sebuah ruangan yang bernuansa romance yang sangat indah seperti sudah di persiapkan.

''Untuk apa kita kesini tuan, tanya Danisha, namun pandangannya masih fokus pada sudut dinding yang menampakkan lukisan indah dan mahal.

''Dinner. jawab Albert singkat.

Dinner, apa aku tidak salah dengar, dia mau Dinner denganku, wah aku nggak nyangka ternyata dia baik juga padaku, batinnya.

''Tuan tunggu!'', karena asyik menghayal Danisha tertinggal langkah kaki Albert.

kenapa secepat itu sih jalanmu tuan,katanya mau dinner, tapi nggak ada romantis romantisnya, batin Danisha jengkel.

Saat fokus dengan tasnya tiba tiba saja jedug....

''Aduhh.... batu apa ini, sakit sekali keningku, ucapnya sambil mengelus keningnya uang terbentur.

''Batu kamu bilang, ini aku, dan kamu menabrak punggungku, ucap Albert. menjelaskan

Danisha terbelalak melihat Albert yang mematung di depannya.

Bukankah dia tadi sudah sampai sana ?sambil menunjuk dengan jarinya ke arah jauh.

''Sekarang buka kaca mata kamu dan lihat betul betul kalau jalan ,jangan sampai nabrak lagi,

Sahila hanya bisa mengangguk tanpa membantah satu kata pun,karena baginya tuan Albert malam ini cukup baik dan tak membuatnya marah.

Setelah beberapa langkah ,Danisha di kejutkan lagi sebuah meja makan yang sudah tertata rapi serta lilin kecil menjadi penghias, bahkan makanan berbagai menu pun sidah siap.

Apa lagi ini, sebenarnya gi mana perasaan tuan Albert padaku, kenapa sekarang dia sangat perhatian padaku, apa dia juga mempersembahkan ini semua untukku .batin Danisha menerka.

1
Oei vi
makasih untuk ceritanya.
Oei vi
🤣🤣🤣
Oei vi
👍👍👍👍
Oei vi
arman kamu sdh salah kaprah sma bos kamu.🤣😅
Oei vi
tanda-tanda Bucin dhe..🤭🤭
Oei vi
🤣🤣🤣🤣
Bunda SalVa
ceritanya bagus....kita bisa belajar dari Al dan Nisha bahwa mencintai dan dicintai itu tidak perlu pakai syarat...hati yang tulus akan membuktikannya 👍🏻👍🏻
Tri Utari Agustina
Ceritanya sangat bagus sekali thor mantap thor semangat thor semoga novel tambah sukses selalu
Hj_ ijotfauziyah
kalo di novel tuh pasti ngidam nya GK masuk akal GK ada di dunia nyata. maklum lah dunia halu. ngidam mnya pun halu. suka2 kamu lah thor
Hj_ ijotfauziyah
kasihan Melly. blm di sentuh sama suami nya. sebener nya si Rico cinta GK sih sama Melly
Hj_ ijotfauziyah
lgi pula dosa lho kalo suami istri menahan dan melupakan ibadah yg satu itu
Hj_ ijotfauziyah
GK masuk akal. masa udah suami istri udah halal kok malah dibtahan2. yg blm halal aja kalo tiap hari tidur bersama .bisa saja terjadi
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses thor
smangat thor
mksh
‼️n
Mau dong jadi temen Danisha....☺️☺️☺️
‼️n
Rektor....
Lektor....
agk ganggu mb Nad...
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Asmawati
oon mlu mluin itu nya krangan author
Asmawati
,karanganmu jijay perempuannya kampungan and oon ktanya anak hebat bisa mandiri tpi oon
Asmawati
kmu hanya meleceh harga diri wanita author kau itu pengarang GK sih
Asmawati
kau menceritakan perempuan matre yg gkmau berusaha supaya bisa hidup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!