" Arabella tolong kamu harus jadi tumbal untuk menebus hutang Daddy kepada Ketua Mafia".. Kata Pradana
Membuat Arabella menjadi kaget dan tidak percaya jika Daddynya menjadikan Arabella tumbal..
Arabella Alesya Orlin dia gadis yang sangat cantik, ramah dan baik hati.. dia hidup dikeluarga yang sangat kaya dan penuh kasih sayang..
Namun, suatu kejadian dimana Daddynya selingkuh membuat Mommynya pergi untuk selama-lamanya..
Kehidupan Arabella menjadi berubah saat Mommynya pergi, Daddynya menikah kembali dan memiliki hutang kepada Ketua Mafia yang sangat kejam didunia..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32-HARI YANG DITUNGGU
Satu minggu telah berlalu, dimana hari yang ditunggu oleh Sean dan Arabella..
Kini Arabella yang masih duduk dikursi rodanya namun dia tetap kelihatan sangat cantik dengan Gaun Putih yang digunakannya..
Begitu juga Sean dia semakin sangat tampan menggunakan Jas Hitam itu..
Dimana ketiga anak buahnya itu sangat hebat melakukan pekerjaannya secara singkat..
Robert berhasil mempersiapkan untuk pernikahan Sean dan Arabella dari dekoran, make-up, baju Sean dan Arabella serta makanan untuk acara itu..
Begitu juga Roger, dia sangat berhasil mengumpulkan semua pengawal menjadi tiga kelompok yaitu A,B,C mereka semua berpakaian serba hitam dan sangat rapi..
Mereka juga menggunakan Headset HT agar mereka merasa nyaman saat menghubungi satu lainnya..
Max juga berhasil mencarikan gedung yang tidak terlalu mencolok.. Namun kali ini mereka melakukan tugasnya dengan sangat hebat Max tidak lupa membuatkan kartu undangan untuk acara pernikahan Sean yang harus dibawa untuk tanda petunjuk agar musuh tidak mudah masuk..
Saat acara pernikahan Sean dan Arabella dimulai.. Diluar ada beberapa musuh yang benar-benar tidak bisa masuk kedalam karena dia tidak memiliki undangan..
" Bagaimana kamu tidak mengatakannya bahwa kita harus pake undangan untuk masuk kesana".. Ucap Pria itu
" M-maafkan saya, namun saya tidak tau bahwa mereka menggunakan kartu undangan untuk masuk".. Sahut pengawalnya itu
" Haaaa dasar bego".. Pekik pria itu dengan kesalnya
Namun tiba-tiba...
Duuaaarrrrrr!!!!...
Sontak semua orang terkejut yang ada didalam gedung itu saat mereka telah selesai dengan acara pernikahan Sean dan Arabella..
Begitu juga dengan pria yang masih mengintai itu mereka juga terkejut, sepertinya ada musuh lain yang sedang menyerah..
" Robert, Roger, Max!".. Teriak Sean sambil memeluk Arabella
Dengan cepatnya mereka bergegas saat Sean teriak..
" Aahhh shitt mereka selalu saja menyerang tanpa melihat keadaan!"... Pekik Roger berjalan kearah Sean dan Arabella
[ Robert dan Max kalian cepat bergabung bersama Sean dan Arabella]
[ Baik]
[ Laksanakan]
Robert dan Max dengan cepat mereka menghampiri Sean dan Arabella..
[ Tim A lindungi Tuan Sean dan Nona Arabella]
[ Kami sudah didekat Tuan Sean dan Nona Arabella]
[ Bagus, untuk Tim B dan Tim C kepung semua gedung ini dari sisi kiri dan kanan semuanya harus terkepung jangan sampai kita kecolongan musuh]
[ Baik]
Dimana Roger berjalan kearah tengah aula gedung itu, mereka semuanya sangat sibuk untuk melindungi Sean dan Arabella sebenarnya yang paling utamanya adalah Arabella..
Karena Sean yakin kali ini Arabella yang diincar mereka..
Setibanya Roger disana, Robert dan Max sudah ada disana dengan semua pengawal yang mengelilingi Sean dan Arabella..
" Apa kau tau siapa mereka??".. Tanya Sean kepada Roger
" Tidak Tuan, karena mereka tidak terlihat dan sedari tadi saya diluar gedung tidak melihat keanehan apapun sehingga terdengar suara ledakkan tadi".. Jawab Roger dengan sambil mengambil posisinya menggunakan pistolnya
" Ku harap kali ini kita tidak kecolongan".. Ucap Sean diangguki mereka bertiga
Kini mereka telah berhati-hati dan mengambil posisinya masing-masing,.
Namun tiba-tiba...
Glekkkkk!!!..
Lampu digedung itu tiba-tiba mati membuat Arabella semakin takut..
Mereka melakukan acara pernikahan itu malam ya agar nanti setelah selesai mereka bisa pergi.. Namin ternyata mereka malah diserang..
" Sean".. Panggil Arabella dengan nada takutnya
" Tenanglah oke".. Sahut Sean sambil memegangi tangan Arabella
Saat mereka masing dengan posisinya..
Dorrrr!!!...
Tinggggg!!!!...
Terdengar suara tembakkan yang sangat dekat, dimana mereka semua telah ada diposisinya masing-masing dengan pistol yang sudah siap...
Kali ini mereka benar-benar akan bertarung karena musuh sudah mengetahui tentang pernikahan Sean..