Bia Aziya, berumur 21tahun.Hidup dari toko ke toko demi memenuhi kebutuhan nya sendiri.Ia rela menjadi pekerja paruh waktu,bahkan terkadang menjadi pembawa belanjaan milik ibu ibu yang ia tak kenal satu pun.
Kehidupan nya membawa kesebuah perjodohan karena Ibu Risma yang sangat baik hati,melihat seorang anak gadis yang dengan gigih bekerja untuk diri nya sendiri tanpa malu dan gengsi bahkan di kota besar dan di tengah tengah banyak nya anak muda yang sangat modis dan glamor.
"Aku rasa tidak penting Mah,jika hanya untuk ini Mamah berdrama sakit.Umur tidak menjadi patokan untuk menikah!"
Antonio pria yang sangat dingin dan kaku,ia bahkan tak pernah berfikir jika Mamah nya beralasan ingin bertemu nyatanya untuk memohon menikahi gadis yang sama sekali tidak di kenal.
"Ingat,aku tidak suka wanita mandiri dan pekerja seperti mu.Gayamu sangat biasa saja tak terlihat seperti perempuan.Kau bukan tipe ku.Jadi jangan berharap aku mencintai mu!"
Mendengar itu Bia hanya bisa menghela nafas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♍Virgo girL 🥀🌸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 32 Cemburu
Ceklek!!!
Pintu terbuka, Antonio tidak melihat Bia ada di sana.Ia pun turun ke lantai dasar dan tetap saja tidak menemukan Bia.
"Pergi tanpa meninggalkan pesan,ia fikir aku tidak tahu kelakuannya.Telfon siapa sebenarnya tadi?!" gumaman Ant sangat lirih.
Ia masih mencoba menelfon ponsel Bia dan hasilnya sibuk.Ia pun kembali lagi ke kamar dan ternyata Bia sudah ada di dalam.
"Darimana?!" tanya Antonio.
"Bukan nya kamu yang darimana Bang Ant?" jawab Bia.
Antonio pun mendekatkan diri dan bicara tepat di depan wajah Bia.
"Aku tadi melihat mu menelfon seseorang,mana ponsel mu?!"
Bia memejamkan mata mengusap wajahnya,ia tahu dirinya salah tidak bicara dulu dengan suami nya dan langsung pergi keluar.
"Mana ponsel mu?!" suara Antonio naik tinggi,seketika Bia terperanjat kaget.
"Sudah aku bilang jangan bermain main dengan ku!" ucap Antonio lagi.
Antonio mencari sendiri ponsel Bia dan ternyata ada di sebelah tempat istrinya duduk dan terapit paha.Ia pun mengambil nya kasar.
"Kenapa di password?!"
"Aku tidak pernah membuka ponsel mu,kenapa kau ingin sekali tahu isi ponsel ku.Bukan kah itu namanya tidak adil?!" ucap Bia lirih,ia bahkan menunduk menyembunyikan wajahnya.
Antonio menatap Bia tajam.Ucapan bia ada benarnya juga.
"Jika itu tidak penting jawab lah telfon di samping ku,bukan keluar atau menghindar kemana!!!"
Lagi lagi hanya masalah kecil dan sepele Antonio marah sejadi nya,bukan kah masalah seperti itu bisa di tanyakan pelan dan tak usah ada keributan?
Tanpa memberi tahukan password Bia pun mulai bicara.
"Yang telfon Candra,ia hanya menanyakan keadaan ku.Kakak mana yang tidak khawatir adiknya dibawa oleh lelaki temperamen?!" ucap Bia.
"Kakak mana yang melihat adiknya penuh cinta?"
"Kakak mana yang tidak cinta dengan adik satu satunya!"
Mereka terus saja berdebat sampai Antonio gemas karena Bia terus menjawab.
"Jika benar kau bersaudara apa yang bisa membuktikan?!"
"Tanya saja pada Candra,dimana letak tanda lahir ku!"
Mata Antonio membulat dan ia seketika berdiri menatap tajam istrinya.
"Yang benar saja,kau tidak pernah macam-macam kan?" tanya Antonio.
"macam macam bagaimana,kau yang jelas mendapat virgin ku kan?!"
Bia menghela nafas,men jeda ucapan nya.
"Kami kembar,kalau tidak percaya pikir saja sendiri,sama sama memiliki tanda lahir di atas pantat hanya saja Aku kiri dan Candra kanan!"
Antonio menutup mulutnya. "Tapi kenapa kau bilang jika Candra anak ibu kontrakan?!"
"Cerita nya panjang,,"
"Coba ceritakan!" Antonio semakin penasaran,ia pun duduk di sebelah Bia dan lebih dekat lagi.
Sedetik,hingga hampir semenit Bia tak bercerita padahal Antonio sudah menatap dan akan menyimak dengan sungguh sungguh namun bibir nya masih mengatup.
"Ayo cerita aku akan dengarkan!"
Bia melirik pada orang di sebelah nya.Ia pun menahan senyum mengulum bibir.
"Maaf,aku bohong..." Tubuhnya langsung berpindah dan menjauh dari suaminya.Seketika itu pula Antonio membulatkan mata dan meraih tangan Bia,namun istrinya sudah lebih dulu lari.
.
.
.
Alhasil mereka kejar kejaran di dalam hotel,padahal hanya ruangan berukuran tak seberapa di banding dengan kamar Antonio sendiri kurang lebih sama.
"Bia kemari kau,jelaskan dulu apa yang kalian bicarakan!"
Wajah Bia memelas,terhalang meja dan kursi ia bisa menghindar dari Antonio.
"Candra hanya ingin tahu keadaan ku tidak lebih!"
"Kenapa harus menyingkir dariku?"
"Karena aku yakin jika Bang Ant tahu pasti marah!"
"Kau tahu kan aku tidak suka dengan kakak gadungan mu itu,kenapa masih saja dekat?!"
"Harus nya Bang Ant sadar,sebelum dengan Bang Ant aku sudah dekat dengan nya,dan Candra lah yang menjaga ku selama ini.Dia yang melindungi ku!"
Aaaw!!
Bia menjerit,Antonio menerjang melompati meja dan mencekal tangan Bia.Wanita itu tak fokus saat bicara,dan tanpa sadar membuat Antonio ancang untuk menangkap nya.
Menggendong tubuh Bia hingga ia terjatuh di atas dada Antonio,tubuh mereka menumpuk di sofa.
"Terbuka lah sedikit tentang apapun.Termasuk dengan Candra,aku tidak suka!" ucap Antonio,ia bicara tepat di hadapan Bia karena wanita itu tengkurap di atas nya,lengan Antonio bahkan mengerat di pinggang Bia.
"Cemburu?" tanya Bia,pipi nya merona merah.
"Apa yang menjadi milikku tidak akan menjadi milik orang lain!" jawab Antonio.Dan Bia memutar bola matanya jengah.
"Boleh aku tanya satu hal?" Ucap Bia dan Antonio mengangguk.
"Apa Bang Ant sudah mulai mencintaiku?" tanya Bia lirih dan terbata.
Mendengar pertanyaan itu dari istri nya,Antonio pun terdiam.Mereka saling memandang hingga Bia akan turun karena Antonio tidak juga menjawab.
Sudah ia duga, Antonio akan terus seperti ini.Perasaan nya sendiri saja tidak bisa memahami bagaimana mau memahami perasaan istrinya.
"Mau kemana?" tanya Antonio.
Bia pun turun dari tubuh Antonio dan membenarkan dress nya.
"Mau ke bawah cari sarapan,aku lapar dari sejam lalu dan belum memesan apapun!"
Melihat Bia,Antonio baru sadar jika Bia memakai dress selutut dengan tali satu,pundaknya terpampang nyata,begitu pula belahan dada depan nya terlihat.
Wanita itu pun mulai membuka handle pintu.
Dugh!!
"Awhhssss..." Bia melirik,dan ternyata Antonio yang menabrak nya.
"Kamu sengaja Bang,sakit!!"
"Maaf,aku tidak sengaja sungguh.Aku hanya ingin meraih tangan mu untuk tidak keluar menggunakan pakaian ini lagi,tapi loncatan ku terlalu jauh hingga menabrak mu.Maaf Bi!!..." Antonio mencoba melihat kening Bia namun wanita itu menghempas kan tangan suami nya.
"Aku lihat luka nya..." ucap Antonio.
"Gak!! menyebalkan! Aku benci!!"
Tidak jadi keluar,Bia bahkan menggulung diri di bawah selimut dengan jidat nya yang sedikit memar,posisi nya terus berubah ketika Antonio mendekat dan ingin melihat nya.
"Bang Ant kompres yaa?!" tawar Antonio.
"Tidak usah!!"
"Nanti jadi lebam dan jelek Bi!"
"Ya memang aku jelek,mana ada yang mau dekat dengan ku selain Candra!" ucap Bia,wanita itu merajuk.
"Teruss saja bilang seperti itu, please jangan memancing aku marah!"
Bia menenggelamkan wajahnya di sela sela bantal.Ia marah dengan Antonio.
.
.
.
To be continue