Seorang mahasiswa yang harus berurusan dengan dengan Dosen yang dia anggap selalu membuat hidupnya semakin berantakan hingga keduanya sering berdebat hingga tanpa dia sadari Dosen itu menyukai mahasiswa itu hingga dia terus mengejar, hingga keduanya merasakan hal yang sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanlindia Lukita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32#*#*
"Dia sudah pergi." jawab Airin dengan santai, matanya fokus dengan buku yang dia pegang.
"Jangan pernah kamu dekati pria itu." ucap Alex pada Airin, sontak saja dia kaget dengan apa yang diucapkannya.
"Apa, maksudnya?" Airin masih tak mengerti apa yang di ucapkan oleh Alex.
"Aku bilang jangan pernah kamu dekati pria itu." terdengar suara tegas dari ucapan Alex.
"Aneh, kenapa kamu melarang aku. Apa lagi kami berdua hanya berteman." jawab Airin yang heran kenapa dirinya dilarang berteman.
"Aku tidak suka jika kamu dekat dengan pria lain." jawab Alex yang sebenarnya cemburu pada Airin.
"Jadi ceritanya cemburu." Airin mencoba menggoda Alex yang nampak cemburu dengannya.
Tatapan Alex tajam mengarah dirinya, sedangkan Airin sedikit mencoba menahan tawa.
"Hanya aku saja yang boleh mendekati dirimu tidak dengan pria lain, apa kamu mengerti apa yang aku katakan."
"Tapi, aku kan hanya berteman. Tidak lebih dari itu." jawab Airin yang merasa aneh dirinya dilarang berteman dengan siapapun.
"Tetap tidak boleh." kata Alex yang mulai menekan suaranya, Sepertinya Airin terlihat kesal dengan Alex.
"Dasar pencemburu." gumam Airin yang sudah kesal dengan perilaku Alex pada dirinya.
Airin pun lebih memilih meninggalkan Alex, Alex pun mengikuti dari belakang. Airin pun sudah malas jika berurusan dengan pria satu ini.
Tiba-tiba saja, ada seorang wanita berdiri didepan Airin.
"Siang bu Soraya." sapa Airin pada bu dosen.
"Kamu, sedang apa kamu disini?" tanya bu Soraya pada Airin, dibelakang Airin juga ada pak Alex mengikuti dari belakang.
Bu Soraya pun mendekati pak Alex yang saat itu ada disana.
" Kalau begitu saya pamit dulu pak, nanti saya akan pelajari lagi sampai saya selesai mengerjakannya." kata Airin pada pak Alex yang sebenarnya berbohong didepan bu Soraya.
"Memangnya kamu ada tugas ya?" tanya bu Soraya.
"Iya bu, maka dari itu pak Alex menunjukkan beberapa buku yang harus saya pelajari untuk memperbaiki nilai saya." jawab Airin, bu Soraya membalas dengan anggukkan.
"Kalau begitu saya permisi dulu bu." pamit Airin yang langsung meninggalkan mereka berdua.
Dibelakang Airin merasa senang, akhirnya dia bisa lolos dari Alex. Alex pun hanya terdiam mendengar apa yang diucapkan Airin tidak ada yang benar.
Posisi Alex masih terdiam dalam posisi berdiri, apa lagi Alex merasa risih dengan kedatangan bu Soraya di tempat itu.
Alex bener-bener merasa kesal dengan kedatangan bu Soraya yang menganggu waktunya bersama Airin.
Bu Soraya pun makin mendekati Alex, sontak saja Alex menjauh.
"Maaf bu, saya permisi dulu." pamit Alex pada bu Soraya yang terus menganggu dirinya.
"Pak Alex."
"Iya ." jawab Alex yang hendak akan pergi.
"jika ada waktu saya mau ajak bapak makan siang bersama." bu Soraya terus mendekati Alex, dia benar-benar suka dengan pak Alex.
"Maaf saya tidak bisa, masih ada pekerjaan yang harus saya selesai bu." Alex pun menolaknya dengan halus. Ekpresi bu Soraya terlihat sedih, sedari awal mengharapkan jika dia bersedia tapi dia menolak ajakannya.
Alex pun pergi meninggalkan bu Soraya yang masih berdiri terdiam ditempat itu.
"Sepertinya aku harus mencari waktu yang tepat." batin bu Soraya yang tak hentinya mengejar Alex.
Siang hari
Waktunya dia pulang, dia segera mengendarai sepeda motor menuju kearah rumahnya.
Akhirnya dia sampai dirumah, terlihat sepi hanya ada beberapa pelayan yang sibuk dengan pekerjaan mereka.
"Sayang." sapa Mama Bella pada putrinya yang baru saja datang.
"Mama." Airin langsung memeluk mamanya,dibelakang mamanya ada ayahnya yang berdiri santai dibelakang istrinya.
"Papa." Airin balas memeluk ayahnya.
"Anak ayah sudah pulang, ayo kita duduk diruang tamu." ajak tuan Aron pada putrinya yang baru saja sampai.
Mereka semua berkumpul diruang tamu, Airin begitu lengket dengan ayahnya. Bahkan dia diberikan sesuatu oleh ayahnya.
"Cantiknya."
"Kamu suka?" tanya Tuan Aron pada putrinya.
"Suka sekali yah, terimakasih yah." Airin memeluk ayahnya dengan hangat.
Tiba-tiba datanglah mama Bella dengan membawa sesuatu di piring.
"Sayang kebetulan mama buat roti kesukaanmu." mama bella langsung meletakkan piring itu didepan meja.
"wah roti brownies." Airin segera mengambilnya dan menikmati cemilan yang dibuat mamanya.
"Enak ma." jawab Airin, Mama Bella membalas dengan senyuman.
Mama Bella melirik kearah suaminya, sontak saja tuan Aron hanya membalas dengan mengangkat kedua bahunya. Seakan memberi tanda jika mereka ingin memulai pembicaraan mereka tapi mereka masih ragu untuk menjelaskannya.
"Sayang."
"Iya ma." jawab Airin yang melirik kearah mamanya.
"Ada sesuatu yang ingin mama bicara padamu." mama Bella dengan pelan-pelan memulai pembicaraan.
"Kamu masih ingin dengan tante Anita?" tanya mama Bella pada putrinya.
"Oh tante yang kemarin kesini itu?" tanya balik Airin pada mamanya.
"Iya sayang, besok mereka akan datang kesini. Mereka datang untuk melamarmu." sontak saja Airin kaget.
"Apa mama bilang!" teriak kaget Airin dengan ucapan mamanya.
"Iya sayang, tante Anita bilang sendiri pada mama langsung." jawab mama Bella yang memberitahukan jika keluarga mereka akan datang.
Airin syok dengan berita itu." ayah tahu pasti kamu kaget, tapi setidaknya apa yang kami lakukan untuk terbaik untukmu sayang." tuan Aron mulai memberikan pengertian pada putrinya.
"Tapi yah." Airin melirik kearah ayahnya.
"Cobalah kamu mengenal dulu, ayah yakin dia pria baik. Ayah juga tak akan salah menilai laki-laki itu, dia pria yang tanggung jawab dan baik. Asal kamu tahu sayang, selama kamu sakit dia yang selalu mengurusmu bahkan membantu ayah." jawab tuan Aron pada putrinya.
"Apa maksud ayah membantu menyelesaikan permasalahan Airin di kampus?" tanya Airin yang sudah mencurigai
Tuan Aron terdiam setelah putrinya bertanya tentang itu.
"Ayah jangan bohong, temanku kampus bilang tak sengaja melihat ayah dikampus. Benarkah itu ayah?" tanya Jovita Airin pada ayahnya.
Tuan Aron membalas dengan anggukkan. " Ayah melakukan itu untuk kamu sayang, ayah tak terima apa yang mereka lakukan padamu."
"Kenapa ayah tak pernah jujur." Airin menampakkan ekpresi kecewanya pada ayahnya.
"Ayah tak ingin membuat kamu khawatir, ini yang bisa ayah lakukan untuk melindungimu sayang."
"Airin, apa yang ayah lakukan untuk melindungi kamu sayang. kamu jangan pernah menyalahkan ayah, Yang terpenting permasalahan itu sudah selesai." kata mama Bella pada putrinya.
"Iya ma." jawab Airin yang sedikit kesal pada ayahnya.
"Untuk acara besok mama harap kamu hadir sayang, mama mohon pengertianmu." dengan terpaksa dia menganggukkan kepala.
Airin tak ingin membuat kecewa kedua orang tuanya, apa lagi Airin sudah pusing dengan masalah yang kini dia hadapi, dia pun harus mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi acara besok.
karakter tokonya juga kuat