NovelToon NovelToon
Sang Penggoda Dari Desa

Sang Penggoda Dari Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:68.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anny Djumadi

Karena keadaan keluarganya, Arimbi ingin membawa ibu dan neneknya pindah ke tempat baru yang di mana tidak ada orang yang tahu asal mereka. Tentu semua itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Sampai suatu saat tawaran datang dari seorang gadis kaya yang menjanjikan uang yang menggiurkan, membuat Arimbi pergi ke kota dan nekat menerima tawaran itu. Apa yang selanjutnya terjadi dengan Arimbi gadis cantik dan polos yang berasal dari desa itu?
Hati-hati ya, ceritanya bikin sakit perut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa pelakornya?

"Kamu pasti istri Hugo bukan?" tanya Fani dengan berani.

"Iya. Maaf ini dengan siapa? Nanti saya sampaikan kepada kak Hugo kalau kak Hugo sudah bangun," sahut Arimbi. Tapi sahutan Arimbi membuat Fani semakin salah sangka, Fani mengira Hugo baru tidur dengan istrinya dan tidak jadi memenuhi janjinya. Tentu saja Fani menjadi marah, bahkan Fani sudah lupa kalau Arimbi adalah istri Hugo, apa haknya merasa marah?

"Kau sengaja ya? Kau mau memanasi aku?" teriak Fani kesal dan membuat Arimbi sempat bingung mengapa Fani marah-marah.

"Maaf, kau siapa? Mengapa aku harus memanasi mu?" tanya Arimbi bingung.

"Aku kekasihnya kak Hugo! Kak Hugo sudah janji datang ke tempat ku! Pasti kau yang mencegahnya datang menemui ku! Cih, perempuan bebal dan tidak tahu malu! Kau pikir Hugo menyukai mu? Dia menikah dengan mu karena kau sudah memaksanya bukan? Kau pasti menjebak kak Hugo buat tidur dengan mu bukan? Dasar perempuan murahan! Pelakor!" teriak Fani masih dengan nada marah. Akhirnya kesabaran Arimbi habis sudah. Perlahan Arimbi melepaskan tangan Hugo dan berjalan menjauh dari Hugo.

"Aku yang istri syah kak Hugo! Bagaimana kau bisa mengatakan aku yang pelakor? Kau lah yang pelakor!" balas Arimbi berteriak juga dan sesudah itu Arimbi langsung menutup telpon itu sambil menghela nafas berusaha menurunkan emosinya. Kalau tidak segera ditutup, Arimbi khawatir dia tidak bisa menahan diri, yang ada nanti semua makhluk kebun binatang keluar dari mulutnya kalau menanggapi Fani terus.Clara yang kembali masuk dan membawa kantong plastik yang berisi air mineral dan roti merasa aneh ketika menemukan Arimbi yang berdiri dan sedang memegang ponsel Hugo dengan termenung.

"Kau kenapa bi? Mengapa kau memegang ponsel kak Hugo? Apakah ada yang mencari kak Hugo?" tanya Clara. Arimbi langsung mengangguk.

"Siapa yang cari? Kak Hugo lagi cuti, gak mungkin ada orang kantor yang nyari?" tanya Clara lagi.

"Katanya dia kekasih kak Hugo!" sahut Arimbi yang langsung menyerahkan ponsel Hugo ke tangan Clara. Clara segera mengambil ponsel Hugo, tapi tidak bisa menemukan apapun juga, karena ponsel Hugo sudah otomatis terkunci kembali setelah Arimbi menutup telpon itu.

"Aku ke toilet dulu, Ra," ijin Arimbi yang sebenarnya hanya ingin menghindari pertanyaan dari Clara. Setelah itu Arimbi berjalan keluar dari ruang inap Hugo, bukan menuju ke toilet, tapi menuju jalan ke samping di mana ada taman Rumah Sakit.

Arimbi menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk menghilangkan rasa sedihnya. Arimbi merasa sakit hati saat melihat nama yang tertera di ponsel Hugo yang bertuliskan "Sayangku Fani".

Sudahlah Arimbi! Apa yang kau harapkan dari seorang Hugo, bukankah sudah dari awal kak Hugo sudah bilang tidak menyukai ku? Harusnya aku tidak perlu sakit hati, tetapi mengapa hati ku tidak bisa diajak kompromi? Mengapa aku bisa-bisanya menyukai laki-laki yang sama sekali tidak ada perasaan padaku? pikir Arimbi dengan sedih. Saat Hugo tidak sadarkan diri, Arimbi mulai sadar kalau dia begitu mengkhawatirkan Hugo, ternyata dia tidak bisa mengatur perasaannya sendiri untuk tidak menyukai Hugo!

**********

"Arimbi! Di mana kamar Hugo?" tanya salah satu pria dari kedua pria yang berjalan mendekat ke arah Arimbi.

"Ayo! Saya antar kak Reyhan," ajak Arimbi setelah mengenali salah satu pria itu adalah kekasih Clara. Sedangkan pria yang satu lagi Arimbi tidak kenal, tapi Arimbi sama sekali tidak ada niat untuk mengenal pria itu, sedangkan pria itu berkali-kali mencuri pandang ke arah Arimbi.

Clara langsung menyambut kedatangan kekasihnya dan menaruh telunjuknya ke bibir.

"Ssst, kak Hugo masih tidur! Sebaiknya jangan diganggu dulu!" ujar Clara yang segera menarik Reyhan keluar lagi dari ruangan VIP itu. Sedangkan teman Reyhan hanya mengikuti Reyhan saja. Setelah berada di luar, Clara baru sadar kalau sang kekasih membawa teman yang belum dia kenal.

"Ini siapa Rey?" tanya Clara

"Saat kau menelpon ku tadi, aku sedang bersama dia. Jadi aku sekalian mengajak dia ikut bersama ku. Namanya Mico, teman akrab ku saat SMP, sudah lama berada di luar negri. Ini baru kembali dari luar, jadi sudah pasti kau tidak mengenalnya Ra!" jelas Reyhan pada Clara. Clara mengangguk dan menerima uluran tangan Mico. Setelah itu tanpa diminta lagi Mico segera mengulurkan tangannya ke Arimbi.

Ah..kini aku bisa berhadapan dengan gadis ini secara langsung. Ternyata gadis ini sangat cantik, pikir Mico yang menatap tak berkedip ke arah Arimbi. Arimbi segera mengulurkan tangannya ke arah Mico sambil menyebutkan namanya tergesa-gesa. Setelah itu Arimbi dengan cepat menarik tangannya kembali dan langsung bertanya ke Clara.

"Bagaimana kak Hugo, Ra?

"Jangan khawatir, kak Hugo sudah tidak apa-apa, kita hanya perlu menunggunya bangun. Aku ada urusan pergi dulu dengan Reyhan, kau jaga kak Hugo baik-baik ya! Minum dan roti yang aku beli tadi itu untuk mu! pesan Clara.

"iya Ra, terimakasih," sahut Arimbi yang langsung masuk kembali ke ruangan Hugo.

*********

Fani berjalan mondar mandir dalam kamarnya dengan perasaan resah. Rasa mau menang sendirinya membuatnya tidak tenang. Sebetulnya rasa cintanya pada Hugo sudah semakin memudar, yang ada hanya perasaan dendamnya pada Hugo. Apalagi kini dia sudah punya incaran baru. Tapi karena sudah terbiasa dimanja orang tuanya, selalu memiliki apa yang diinginkannya, membuat rasa mau menang sendiri Fani tidak pernah berubah. Tujuannya kini hanya satu, yaitu membalaskan rasa sakit hatinya pada orang-orang yang sudah menyakitinya.

Fani hanya ingin memiliki Hugo untuk sementara waktu, sesudah itu akan membuang Hugo. Tujuan pertamanya tentu saja membuat hancur hubungan Hugo dan Arimbi dulu. Fani juga ingin membalaskan rasa sakit hatinya pada Arimbi yang sudah merebut Hugo darinya. Apalagi setelah Arimbi tadi menantang nya di telpon, Fani semakin dendam pada Arimbi.

Awas kau perempuan kampung! Aku yakin ada yang tidak beres dengan diri mu! Aku yakin kau sudah menjebak kak Hugo, aku akan menemukan bukti itu dan membuat kak Hugo membenci mu! geram Fani teringat kalau orang suruhannya kemaren sudah melaporkan padanya kalau mereka sudah melihat nenek Arimbi yang memasuki sebuah rumah reyot dan sepertinya keluarga Arimbi sebenarnya sangat miskin.

"Kami akan coba menyelidiki lebih dalam lagi nona, kamu akan mengintai rumah itu beberapa hari lagi dan mencari orang terdekat nenek itu, sehingga kami bisa mendapat informasi" lapor orang suruhan Fani.

Aku yakin kau sebenarnya hanya mengincar harta kak Hugo saja! Aku harus membuktikan itu pada kak Hugo biar kak Hugo membenci mu! Kak Hugo paling benci ditipu! Saat itu kau akan sulit mendapatkan maaf dari kak Hugo! pikir Fani yang semakin tidak sabar menunggu laporan dari orang suruhannya itu.

Fani mengambil ponselnya dan menghubungi orang suruhannya.

"Aduh maaf nona, orang yang mengintai itu malah kena masalah, sepertinya kami harus mengganti orang lain lagi! Ternyata nenek istri, Hugo itu sangat kuat walaupun tubuhnya kecil. Saat orang kami mengintai nenek itu dekat dengan siapa, sehingga kami bisa mencari informasi dari orang yang dekat dengan nenek itu, dia terpaksa bersembunyi di belakang jemuran penduduk karena nenek itu melihat sekitarnya, sepertinya curiga ada yang mengikuti. Orang kami malah dijatuhkan si nenek dan diarak, dituduh mau mencuri jemuran nona," lapor orang suruhan Fani

"Kalian sungguh bodoh!" teriak Fani frustasi dan langsung membanting ponselnya dengan geram.

Sial! Nenek dan cucu sama liarnya! gerutu Fani kesal.

Bersambung.............

1
aNDiaNa
Ku menunggumu Arimbi 💝
Erna Risky: lama gak up
total 4 replies
Fitriani Wijaya
trus ceritanya ga di lanjutin lagi donk thor /Cry/
anny: iya kak, gak bisa masuk ke akun nulisnya😭, ini lagi coba urus. maaf ya kak 🙏🏻
total 1 replies
Maya Fardon
thor, kok lama
anny: maaf kak gak bisa masuk akun nulisnya lagi😭
total 1 replies
Yolanda Herfes
intip terus, kok belum up ya?
anny: gak bisa masuk akun nulis kak, maaf🙏🏻🥺
total 1 replies
Mita Mita
kok belum up kak, ditunggu
anny: maaf ya author gak bisa masuk ke akun penulis gara2 ganti hp, jadi gak bisa lanjut up🙏
total 1 replies
ian machmud
sekian lama aku mampir lagi thor terakhir baca benih yg tak di akui 😊
Fitriani Wijaya
ko udh lama ga up sih thor
anny: iya, gara-gara reboot hapenya, gak bisa masuk akun nulis lagi kak😭
total 3 replies
Hira Yanira
lanjut kak, double
Josya Kikil
ihh gemes sama si fani
Fifi Nirmala
niat jahatnya gak kesampaian deh🤣
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Mita Mita
niatnya jelek sih🤣🤣, lanjut
😘Si imut anaknya bapak 🥸☺️
wkwkwk niatmu udah jelek Dan mana di restui oleh yang di atas. lu sih jahat kali, tapi sepanjang sejarah orang jahat tipe Fani ini hanya ku lihat di novel ini,

aduh othor sayang, ku candu dengan cerita mu, sehat sehat biar up teratur 🫰❤️
Sishrye: Mpok haloo
total 1 replies
liangyi
rekomendasi banget ceritanya🥰😍
lian
👍👍👍👍
White Rose
double up donk thorr, ceritamu menarik thor
😘Si imut anaknya bapak 🥸☺️
ahhh Hugo doyan 🤣🤣🤣 bohong tuh Clara. mana ada begitu si Hugo...
semangat othor kesayangan
laverette
suka ceritanya
Yolanda Herfes
semoga saja kenangan saat Hugo lupa ingatan bisa merubah Hugo, lanjut hthor
lasda Umas
cerita yg sangat menarik, rekom banget deh,❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!