NovelToon NovelToon
Be Mine

Be Mine

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Zzar

seorang wanita cantik yang mencintai pria secara ugal-ugalan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Zzar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Sambil menunggu kedatangan suaminya, Gigi hendak membuatkan pudding coklat yang sering mommy nya buatkan untuk dirinya. Ntah dia bisa atau tidak. Hanya dirinya lah yang tahu.

"Bi, apa kak Sky suka makan yang manis-manis?" Tanya gigi kepada asisten rumah tangga itu.

"Saya kurang tahu nyonya, karena tuan tidak pernah menyuruh saya untuk membuatkannya"

"Hmm.. benarkah? Ah, pasti dia akan suka dengan puddingku" ucap nya dengan bangga.

Bibi tersenyum melihat semangat dari istri tuannya itu. Padahal ia tahu jika pernikahan mereka tidak seperti pernikahan pada umumnya. Ia berharap semoga tuannya segera mencintai wanita cantik di depannya ini.

Gigi mulai membuat pudding, ia membuatnya sambil bertanya ke mommy dan bibi. Dengan percaya diri, ia memasukkan satu persatu bahan-bahannya. Kurang lebih 20 menit, akhirnya pudding kebanggannya sudah siap. Ia membawa wadah yang berisi pudding kedalam lemari pendingin.

"Beres! Sekarang waktunya aku menunggu suami tercinta ku". Gigi memutuskan untuk menunggu sky di dalam kamar mereka.

"Kenapa dia lama sekali? Biasanya jam segini kak sky sudah pulang." Ia melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 07.00 malam. "Apa jangan-jangan, kak sky sedang lembur? Ah tidak mungkin, diakan bossnya" lanjutnya.

Ceklek!

Gigi menoleh ke arah pintu, ternyata orang yang ditunggu-tunggu akhirnya pulang juga. Gigi berjalan ke arah suaminya, ia mengambil jas dan juga membantu suaminya membuka kaos kaki.

"Tidak usah, aku bisa sendiri" Sky kurang nyaman dengan sikap gigi yang membuka kaos kaki miliknya. Ia segera membuka dan meninggalkan Gigi sendiri. Tak ambing pusing, gigi berinisiatif untuk mengambilkan pakaian untuk Sky, ia memilih celana kain pendek dan juga kaos polos hitam. Lalu ia meletakkan di atas tempat tidur. Setelah membersihkan dirinya, Sky mengambil pakaiannya sendiri. Setelah selesai, ia hendak mengambil ponsel nya, namun ia tak sengaja melihat pakaian yang ada di atas tempat tidur. Ia memicingkan matanya, "apa dia menyiapkan pakaian untukku?" Gumam Sky.

Tok tok!

"Maaf tuan, makan malamnya sudah siap. Nyonya sudah menunggu di bawah" ucap sang bibi, setelah Sky membuka pintu kamar.

"Baiklah" jawab Sky singkat.

Gigi terus saja memandangi arah tangga, "kenapa kak sky belum turun?" Gumamnya. Tak lama setelah itu, Gigi melihat suaminya sudah berjalan menuruni tangga. Senyumam yang tadinya merekah, sekarang berubah menjadi lirikan tajam.

"Aku sudah menyiapkan pakaian untuknya, tapi dia malah memakai pakaian lain. Dasar menyebalkan!" Gigi menghentakkan kaki nya, dan segera berjalan ke meja makan. Tanpa menunggu suaminya duduk, ia langsung mengambil makanannya sendiri dan segera menyantapnya.

Sky yang melihat istrinya cemberut, hanya diam saja. Ia malas berdebat dengan Gigi.

Drrt...drtt....

Sky membiarkan ponsel nya berdering, bahkan ia tak melihat siapa yang telah memanggilnya. Gigi yang penasaran, ingin mengambil ponsel Sky yang berada di dekat suaminya itu.

"Mau apa kau? Letakkan kembali" ucap Sky setelah melihat Gigi dengan lancang menyentuh ponsel miliknya.

"Aku hanya ingin membantu mu mengangkatnya"

"Tidak perlu!"

Gigi meletakkan kembali ponsel milik Sky tanpa melihat siapa yang menghubungi suaminya itu. Ia memperhatikan Sky dengan tatapan anehnya.

"Makananmu ada di bawah, bukan di wajah ku" ucap sky tanpa menoleh ke arah Gigi.

"Iya iya"

Mereka berdua melanjutkan makanan mereka dengan hening. Setelah makan, Sky langsung pergi ke ruang kerjanya.

Tok.. tok!

Sky melihat ke arah pintu, Gigi berjalan sambil membawa sebuah nampan yang berisi pudding yang telah ia buat sebelumnya. Gigi tersenyum ke arah suaminya, namun Sky tetaplah Sky, si lelaki dingin yang sangat tidak peka. Gigi meletakkan nampan di meja suaminya, lalu ia menaruh sebuah piring di dekat suaminya itu.

"Cobalah, aku membuatnya khusus untuk mu" ucap Gigi.

Sky melirik piring itu, "apa ini" tanya nya. Sky melihat sesuatu berwarna coklat namun bentukntya sangat aneh. Sky melihat Gigi, namun sang istri hanya tersenyum manis. "Aku tanya, apa ini?" Lanjut nya.

"Itu pudding, cobalah. Rasanya pasti enak. Karena aku membuatnya dengan cinta" ucap gigi dengan bangganya.

"Aku tidak berminat" Sky menggeser piring itu. "Bentuknya saja sudah aneh, apalagi rasanya" lanjut Sky.

Senyuman gigi memudar mendengar penolakan suaminya itu. "Bagaimana kau tau kalau rasanya aneh? Kakak kan belum mencobanya" ucap Gigi menyakinkan. Gigi meraih pudding itu, dan mengarahkan ke arah mulut suaminya. "Aaaa... ayo buka mulut mu kak! Pasti rasanya enak" lanjutnya.

"Kenapa kau memaksa ku? Aku bilang, aku tidak mau!"

"Ayolah, ayo buka mulut mu. Aaaaa" Gigi terus memaksa Sky untuk mencoba pudding buatannya. Namun sang suami tetap pada pendiriannya.

"Kenapa kau memaksa?" Sky memicingkan matanya, ia melihat Gigi dengan intens. "Jangan-jangan kau menambahkan sesuatu kedalam pudding ini? Ucap Sky curiga.

"Haa?? Menambahkan apa maksud mu? Yaampun. Baiklah kalau kau tidak percaya, aku akan memakannya" gigi memasukkan pudding itu kedalam mulutnya. "Lihatlah, aku baik-baik saja, kau tidak per.." tiba-tiba Gigi terdiam. "Oh my god, rasa apa ini? Kenapa puddingnya jadi asin seperti ini?" Batin Gigi. Ia melirik suaminya. Ia menelan puddingnya dengan susah payah.

"Hmm.. en..enak sekali" Gigi dengan cepat mengambil piring yang berisi pudding itu. "Aku akan menghabiskannya" lanjutnya.

"Bukankah kau membuatnya untukku? Sini, biar aku mencobanya" sky meminta piring itu kepada Gigi, tapi Gigi menolak.

"Tidak usah, kau kan tadi tidak mau" Gigi buru-buru keluar dari ruang kerja Sky.

Sky tersenyum kecil, "sudah kuduga, rasanya pasti tidak enak" gumam Sky. Ia hanya berpura-pura meminta pudding itu untuk melihat ekspresi Gigi.

Drrtt.... drtt....

Sky menoleh ke arah ponsel nya, ia melihat nama kakeknya tertera disana. "Ada apa kakek menghubungi ku malam-malam begini?" Batinnya. Ia segera mengangkat panggilan tersebut.

"Ada apa kek?" Tanya nya.

"Dimana cucu menantu ku?" Ucap sang kakek.

"Jadi kakek menghubungi ku hanya untuk mencari Gisella?"

"Iya, dimana dia?" Tanya Sang kakek sekali lagi.

"Dia sudah tidur" bohong Sky.

"Benarkah? Baiklah kalau begitu."

"Hanya itu saja yang ingin kak.." sky belum selesai berbicara, sang kakek sudah memutuskan panggilannya. "Tidak wanita aneh itu, tidak kakek. Semuanya membuatku pusing" ucap Sky.

Gigi sedang sibuk di dapur, ia melihat satu persatu bahan pudding yang tadi ia gunakan.

"Tidak ada yang salah. Lalu kenapa rasa pudding ini tidak enak?" Gigi melirik susu yang terletak di dekat bubuk pudding. Ia meraih dan memperhatikan tulisan yang ada pada bungkus susu itu.

"OMG, pantas saja rasanya tidak enak. Ternyata ini susu full cream. Mana tadi aku menambahkan sedikit garam, agar rasanya gurih. Hufft... dasar aku" Gigi merutuki kebodohannya sendiri. Ia lalu membuang pudding itu ke tempat sampah. "Sayang sekali, padahal aku sudah membuatnya dengan begitu semangat"

"Sudahlah, lebih baik aku tidur saja. Besok ulang tahun mommy, aku akan memberikan kejutan untuknya" dengan semangat, Gigi berlari kecil ke kamarnya. Sesampainya di kamar, ia sudah melihat suaminya sudah berbaring sambil memainkan ponselnya. Gigi segera ikut merebahkan tubuhnya.

"Good night" ucap Gigi kepada Sky. Gigi menarik selimut sampai batas dadanya. Lalu tak lama kemudian, ia terlelap. Sky melirik Gigi, "tumben sekali dia tidak membuat drama sebelum tidur" gumam Sky dengan pelan. Kemudian ia menyimpan ponselnya, dan ikut terlelap. Gigi tidur sambil menghadap ke arah suaminya, berbeda dengan Sky, ia sengaja membelakani sang istri.

Tepat pukul 02.30 pagi, Gigi tiba-tiba terbangun karena merasa haus. Ia mengambil gelas yang beiris air di atas nakas dekat tempat tidurnnya.

Glek.. glek!

"Ah... leganya" ia lalu meletakkan gelas itu kembali. Ia merebahkan tubuhnya kembali. Namun Sky tiba-tiba bersuara.

"Jangan.... jangan. Aku mohon.." rancau Sky.

Gigi yang mendengar itu, ia mendektakan tubuhnya ke arah suaminya. "Kak.. kau kenapa?" Gigi memegang bahu suaminya, namun Sky terus-terusan berbicara tidak jelas. "Astaga, badannya sangat dingin" gumam Gigi setelah ia memegang dahi suaminya itu.

"Apa dia sedang mimpi buruk? Kak bangunlah, kau kenapa?" Gigi mengguncang bahu Sky dengan keras.

"Hufft.... hufft...." Sky bangun dan memegang dadanya. Keringatnya bercucuran. Gigi langsug mengambil air untuk Sky. "Minumlah" ucap Gigi sambil memberikan air minum kepada suaminya itu.

Sky meraih dan langsung meminumnya sampai habis. "Terimakasih" gigi meraih gelas dan meletakkan nya.

"Kak, kau baik-baik saja?" Tanya Gigi.

"Hm" singkat Sky.

"Tapi kak, tadi kau.."

"Aku bilang aku baik-baik saja. Lanjutkan tidur mu!" Bentak Sky. Sky berdiri dan menuju ke arah kamar mandi. Gigi melihat suaminya dengan tatapan penasaran. "Dia kenapa? Jika hanya mimpi, bukankah sangat aneh jika dia marah seperti itu? Gumam Gigi.

1
Ales Intan
Luar biasa
Aiko
Terasa begitu nyata
icaica: Aku menemukan sebuah karya menarik di NovelToon, yuk lihat bareng!

You'Re My World
by, author; Dilawrsmr
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!