Pondasi sbuah hubungan adalah kepercayaan, jika kepercayaan telah retak bahkan pecah hubungan itu akan hancur. Kejujuran, keterbukaan dan juga saling mengisi satu sama lain itu juga pnting dalam sebuah hubungan. Ikuti kisahnya dan jangan lupa like, komen dan subscirbenya gais.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
" Alika, apa bunda yang mengajari kamu mengatakan itu nak? " Tanya lujeng penuh telisik.
" Tidak ayah bunda tidak pernah mengajari hal seprti ini pada alika dan ka damar. " Ucap alika.
" Lantas dari mana kamu belajar kata-kata seprti itu dek? " lujeng masih enggan untuk percaya jika putrinya yang kecil mungil sudah bisa menyentuh hatinya dengan perkataannya.
" Dari sini yah. " alika menunjuk dadanya sendiri.
Lujeng semakin dibuat bingung dengan jawaban putrinya, bahkan lujeng sampai mengerutkan keningnya.
" Dari sini? " Lujeng menunjuk dadanya sendiri seprti alika.
" Iya dari sini, karna luka yang ayah toreh disni. Dihati kami, oh ya apa kabar anak ayah dan istri ayah? " Sungguh ucapan alika sangat mengejutkan bagi lujeng.
" Alika sayang, gimana sekolah kamu nak? Kamu punya banyak teman disana? Apa kaka kamu juga punya banyak teman? " Lujeng berusha mengalihkan pembicaraan.
" Kami sekolah disekolahan yang dekat dari sini, biaya sekolah kami gratis ditanggung oleh bu hajah. Kami punya banyak teman dan kami bahagia tanpa ayah. " Lagi-lagi ucapan alika menyentil relung hati lujeng.
Didalam rumah karin sudah bersiap pergi kerumah fatma untuk mengambil keperluan tanam yang kurang.
" Bunda mau kemana? " Tanya damar mengejutkan karin karna damar datang tiba-tiba dari arah samping.
" Astaga damar! Kamu bikin bunda kaget nak, bunda mau ke bu hajah sayang, ada pa damar mau ikut? " tawar karin.
" Apa boleh bund, tapi adek? " tunjuk damar keluar, kearah adiknya yang tengah berdiri didepan ayahnya.
Karin menoleh dan karin pun sama terkejutnya melihat alika yang berdiri dan ngobrol dengan ayahnya namun ia membuat jarak begitu jauh.
" Loh adek, itu adek kamu kenapa berdirinya jauh sekali dari ayah? " ucap karin sembari berbalik hendak mendekati putrinya.
" Tetap disini bunda, biarkan adek menyelesaikan apa yang ia ingin utarakan, biarkan adek melampiaskan semua beban hatinya selama ini. " Ucap damar lagi-lagi membuat karin tercengang. Bagaimana tidak, putra putrinya sudah sedewasa itu, mereka dibentuk kedewasaannya karna keadaan dan masalah yang menimpa orangtuanya.
" Tapi ka, "
" Bund, kadang ungkapan hati anak juga perlu didengar. Kita juga perlu menyelesaikan beban hati yang kami pendam, kita juga butuh penjelasan, kita butuh.. " Damar menunduk tak kuasa lagi menahan laju air matanya, namun damar lekas menghapusnya karna dia tak ingin ibunya menjadi lemah saat melihat airmatanya.
" Sudah bund kita tunggu adek selesai dulu. Sepertinya sebentar lagi adek kesini, damar mau ganti baju dulu bund. Damar harus ikut karna damar ingin berbicara sesuatu dengan om danang. " Ucap damar sambil berlalu kekamarnya.
" Damar damar, urusan apa si nak kamu ini ada - ada saja. " karin menggelengkan kepalanya namun ia tetap menuruti putranya dan duduk menunggu dengan sabar putra putrinya.
Setelah selesai meluapkan apa isi hatinya alika lantas berbalik dan meninggalkan lujueng yang bahkan belum sempat mengatakan apapun untuk membela dirinya.
Lujeng hanya mampu menatap punggung putrinya yang semakin menjauh.
" Alika, apa luka yang ayah toreh begitu membekas dihatimu nak? Mengapa sikapmu begitu dingin sama ayah, ayah rindu alika yang manja, ayah rindu alika yang selalu tersenyum dan periang. Kembalikan alika ayah yang dulu nak. " Tanpa terasa airmata lujeng menetes.
Lujeng kembali kepekerjaana, meskipun hatinya begitu sakit dan fikirannya terus tertuju pada anak-anaknya namun lujeng tak bisa pergi, meskipun ingin tapi lujeng harus tetap menyelesaikan pekerjaannya dulu. Kini hatinya dibuat semakin bimbang. Satu sisi ia ingin mengejar anak-anaknya,lujeng ingn tau jawaban dari sikap anak-anaknya melalui karin, namun satu sisi pejerjaanya juga penting untuknya.