Ini Kisah tentang Kehidupan di dunia yang begitu keras membuat perjalanan mereka berliku-liku, berawal dari perjodohan bisnis master Renanta dan Tuan Muda Aska Bettran, Kemudian lahirlah penerus muda mereka, Mahendrick Bettran dan dua buah hati kembar mereka Keynard Alvaro Bettran dan Keyla Alvara Bettran,
Ketika Season dua di mulai Perjalanan Cinta Raja bisnis Mahendrick Bettran dengan seorang wanita berdarah USA, cinta yang berliku-liku, mampukah mereka bertahan atau justru akan berpindah ke lain hati..
Baca Kisah cinta mereka dalam Novelku, "My Wife Of The Plane"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zepthy Bharata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32.
Dihalaman Gedung pencakar langit itu aku menunggu Sisil untuk mengambil mobol Rolls-Roycs sweptail yang tadi kita naiki.
Setelah masuk kedalam mobil sisil melajukan mobil itu menuju kerumah Aska, ya karena aku sudah diusir sekarang rumah itu hanya milik Aska bukan lagi milikku.
Aku mengambil kunci dan membuka pintu rumah tersebut, rumah yang baru saja aku tinggali tapi kini juga harus aku tinggalkan.
" Sil segera bereskan pakaianmu, kita tinggalkan tempat ini, , , , ucapku kepada Sisil.
" Baik master, , , ,jawab sisil tegas kemudian membungkuk hormat dan berjalan menuju kamarnya, dia memasukkan baju bajunya kedalam koper begitu juga dengan aku, setelah selesai Sisil menghampiriku dikamar ia menanyakan aku sudah siap atau belum.
" Master anda sudah siap pergi, , , tanya sisil saat masuk kedalam kamarku.
" sekarang kamu menjadi formal ya, , jawabku tanpa menoleh kearah Sisil.
" hemmm, tidak ada yang perlu ditutupi lagi, sekarang tuan muda itu sangat keterlaluan, , , ,ucap Sisil sambil mengepalkan tangan kanannya.
" tinggalkan kunci mobil diatas nakas, taruh semua kartu kridit, debit, atm yang telah diberikan keluarga Bettran diatas nakas , , , ucapku Tegas.
" baik master, , jawab sisil.
Sisil meletakkan kunci mobilnya serta semua fasilitas yang diberikan keluarga Bettran diatas Nakas, setelah itu ia mengikutiku yang menarik koper dan menyambar kopernya sendiri.
setelah itu kami meninggalkan rumah itu mencari taxi untuk menuju penginapan.
*****
Aku dan Sisil telah sampai di sebuah hotel, ya hotel dimana tempat kami akan beristirahat nanti sambil memikirkan apa yang akan kita lakukan selanjutnya,
" Master apa yang akan kita lakukan selanjutnya???, , ,,tanya Sisil yang sudah duduk disampingku.
" Panggil Anton, suruh dia mengirim jet untuk menjemput kita, , , ucapku tegas.
" Baik master, , ,ucap Sisil sambil meraih ponselnya dan menghubungi Anton sesuai perintahku.
***********
Dikantor BETRRA Company Aska sedang mengacak acak rambutnya frustasi entah apa yang dia lakukan tadi membuat batinnya kalang kabut, entah kenapa nama Mahrenata menyelinap masuk disela sela hatinya, melihat hal itu Rio hanya menggeleng-geleng karena tidak tau apa yang harus dilakukan, menenangkan pimpinannya jelas tidak mungkin, sebab Aska jika sedang marah bisa saja membunuh orang dengan cara bruta, maklum saja dia kan mafia membunuh orang bukan hal yang sulit,
Tapi saat diwaktu bersamaan Alex masuk kedalam ruangan Aska,
" Astaga ini kantor apa TPU!, , , , ucap Alex saat masuk kedalam ruangan Aska.
" Sudah jangan mengoceh nanti kena damprat, , , , , jawab Rio dengan santainya menyilangkan kaki disofa, kemudian Alex menyusulnya dan mendaratkan bokongnya disamping Rio.
" Kamu tau gak kemana perginya mereka?, , , , , tanya Aska tiba-tiba membuat Alex dan Rio saling memandang.
" Tadi didepak sekarang ditanyain, mana aku tau, mungkin aja pulang kerumah kalian!, , , jawab Ketus Alex yang membuat Rio bergidik. Bagaimana tidak, Aska sedang dalam keadaan mood yang tidak baik malah mendapat perlakuan ketus dari calon adek iparnya itu.
" mungkin saja seperti itu, terus tadi bekal yang dia bawa kemana?, , , , ,tanya Aska kepada Alex.
" ada dimejaku, isinya ayam kecap dan sambel hati, , , , ucap Alex yang membuat Aska menatapnya.
" Ayam kecap dan sambel Ati, dia tau itu makanan kesukaanku, , , , ucap Aska membuat Rio dan Alex menggeleng.
" Baiklah suruh asistenmu mengantarkannya kemari cepat, , , , lanjut Aska.
" Huft,,, baiklah, , , , Alex menghembuskan nafas kasar kemudian merogoh ponsel dari sakunya dan menelfon sekertarisnya, meminta sekertaris itu membawa rantang makanan yang ada dimeja keruangan Presdir, setelah sekertarisnya mengiyakan Alex memainkan ponselnya sebentar melihat notif pesan yang dikirimkan oleh Jessika.
Jessika.
📩 yang kamu dimana? masih dikantor kan, kalau masih dikantor suruh kakak pulang kerumah utama bawa kakak ipar, mama dan papa udah coba hubungin kakak ipar dan juga kakak Aksa tapi ga tau hp keduanya tidak aktif...
Alex.
📩yang Ada sedikit masalah dikantor, baik akan kusampaikan kebetulan aku sedang bersama kak Aska.
Alex menyampaikan pesan Jessika kepada Aska, bahwa Mr & Mrs. Bettran menginginkan dia datang bersamaku.
tak lama kemudian Sekertaris Alex datang menyerahkan rantang makanan, Alex menerima rantang itu menyuruh sekertarisnya pergi dan memberikan Rantang itu kepada Aksa,
Aksa menerima rantang itu dan membukanya, wangi semerbak masakanku memenuhi rongga hidung Aska.
Aska POV.
" Apa ini, wangi masakannya membuatku mengingat sosok Nata, apa aku merindukannya, ah mana mungkin aku merindukannya, kenyataannya aku menikahinya hanya karena bisnis.
Aska menyantap makanan itu denagan lahap menyisakan penuh tanda tanya untuk Rio dan Alex, ,
" Aku jadi lapar, ayo kita cari makan??, , , ajak Alex kepada Rio.
" Tidak perlu, tadi Sisil juga memberikan aku makanan kita makan bersama ya, walau aku belum tau isinya tapi kelihatannya banyak, , , ucap Rio kepada Aska..
Alex dan Rio memakan masakan Sisil, setelah itu mereka bertiga bergegas pulang kerumah .
.
.
.
.
.
Fighting : berantem alias gelut
Fitting : Fase pengepasan ukuran baju yg akan dipesan