NovelToon NovelToon
Bersamamu

Bersamamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:928.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: N Lita S

Judul sebelumnya “Bekas Istri Yang Kaya” !

Sebuah cerita perjuangan hidup Ayu, seorang gadis yang rela mempertaruhkan mimpinya demi membiayai pengobatan Ayahnya.

Ayu harus rela dinikahi oleh Raka yang saat itu tengah membutuhkan seorang istri. Pernikahan mereka terjadi karena saling membutuhkan, Ayu membutuhkan uang untuk biaya operasi Ayahnya, sedangkan Raka membutuhkan Istri yang penurut.

Apakah Ayu akan menemukan kebahagiaannya di atas pernikahan tanpa cinta?Dan bagaimana Raka yang mulai menunjukan rasa cintanya pada Ayu.

Instagram : nurmalitasugiartii

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N Lita S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Kenyataan

Ayu sudah berdiri di depan pintu apartemen Alice. Ia mengusap air matanya dan mengatur pernafasannya. Setelah merasa cukup tenang, Ayu pun memencet bel.

Ceklek..”Ayu!” Sapa Alice langsung memeluk Ayu. “Ayo masuk, tumben nggak ngabarin mau kesini?” Tanya Alice menggandeng Ayu untuk masuk.

Ayu duduk di sofa. Ayu melihat begitu banyak obat di meja sofa, sepertinya obat itu baru. “Mbak dari rumah sakit?” Tanya Ayu.

“Hu’um, aku mengambil resep dokter yang baru. Itu obatnya, kata dokter obat itu ampuh untuk melawan kanker.” Alice sibuk membuatkan Ayu jus.

“Kok mbak nggak ngabarin Ayu, kan Ayu bisa nemenin mbak.” Ucap Ayu.

Alice menoleh Ayu sekilas dan tersenyum. “Aku nggak enak mau ngajak kamu, suamimu kan baru pulang kemarin, aku fikir kamu dan suamimu baru melapas rindu.”

“Jadi, mbak sendiri ke rumah sakit?” Pertanyaan yang Ayu takut jawabannya. Ayu sangat gugup menanyakan pertanyaan ini.

Alice membawa segelas jus dan meletakannya di meja. “Nggak, aku minta tolong mantan pacarku. Dia mengantarku kerumah sakit.”

Deg..

Deg..

‘Jadi benar mantan pacar mbak Alice adalah Raka.’

Ayu mencoba tetap tenang meskipun jawaban Alice tentu saja memporak/porandakan harinya. “Syukurlah mbak, untung saja mantan pacar mbak perhatian.”

Alice sudah duduk disamping Ayu dan memangku bantal sofa. “Iya Yu, aku beruntung banged. Waktu di Tokyo juga gitu dia perhatian banged, nemenin aku jalan-jalan.”

“Ma-maksud mbak, kemarin mbak ke Tokyo sama mantan pacar mbak?” Tanya Ayu gugup, ia sudah menahan tangisnya agar tidak pecah.

“Iya.. dia ada kerjaan di Tokyo, aku berangkat bareng dia jemput aku. Tapi aku pulang lebih dulu, karena kerjaan dia belum kelar.” Jawab Alice.

Jeder...

‘Jadi mas Raka sama mbak Alice ke Tokyo bareng.’ Ayu Seperti tersambar petir, kenyataan yang menyesakkan.

“Oh.. mbak aku pulang yaa.” Ayu memutuskan untuk pamit.

“Loh kok buru-buru, kan baru datang.”

“Aku lupa mbak, aku harus mengunjungi temanku.”

“Baiklah, hati-hati di jalan.”

Setelah berpamitan pada Alice, Ayu pulang dengan naik taksi. Ayu merasakan sakit, dadanya terasa sesak seperti ada yang menyumbal. Ayu terus menerus menangis di dalam taksi. Ia bingung harus berbuat apa, Ayu tidak mungkin ke rumah dalam keadaan seperti ini. Bi midah pasti akan melaporkan Ayu yang sedang kacau pada Raka.

Ayu memilih pergi ke kantor untuk menemui Natalie. Ya, lebih baik pergi ke kantor.

“Nat, masuk ke ruanganku!” Ucap Ayu begitu menginjakkan kakinya di kantor.

Natalie yang saat itu tengah berbincang dengan tim kreatif pun langsung mengikuti Ayu. Tanpa mengetuk pintu Natalie masuk ke ruangan Ayu. Natalie melihat Ayu sedang menangis sesenggukan di sofa.

“Mbak, mbak Ayu kenapa?” Tanya Natalie khawatir. Natalie berjongkok di depan Ayu yang berbaring di sofa.

“Aku hamil, Nat.” Ucap Ayu lirih.

Natalia langsung berbinar. “Benarkah?Berita besar ini mbak, kita harus merayakannya.” Ucap Natalie berjingkrak. Tapi Natalie tidak melihat kebahagiaan di hati Ayu.

Natalie pun kembali berjongkok. “Mbak kenapa?Mbak nggak senang dengan kehamilan mbak?” Tanya Natalie.

Ayu menggeleng kan kepalanya.

“Lalu?”

Ayu pun duduk ia mulai menceritakan awal mula persahabatan nya dengan Alice, dan sampai tadi kejadian dirumah sakit hingga di apartemen Alice.

Natalie memandang Ayu dengan iba. Natalie langsung memeluk Ayu. “Mbak yang sabar yaa.”

“Aku harus bagaimana Nat, aku harus bagaimana?” Ucap Ayu. Ayu menangis dengan keras di pelukan Ayu.

“Mbak, mbak Ayu harus jujur dengan mba Alice. Aku rasa mbak Alice pasti bisa mengerti, lagi pula mbak Ayu istri sah Tuan Raka. Mbak lebih berhak atas Tuan Raka.” Kata Natalie seraya menenangkan Ayu.

“Tapi mbak Alice sakit Nat, mbak Alice butuh mas Raka untuk berjuang melawan penyakitnya.” Ucap Ayu lagi sesenggukan.

“No, mbak. Belum tentu mas Raka sumber kekuatan mbak Alice.”

“Kamu tidak tau Nat, kamu tidak tau bagaimana mbak Alice setiap menceritakan mas Raka. Aku tau dari sorot matanya, mbak Alice sangat mencintai mas Raka.” Ayu bisa tau seberapa dalam cinta Alice pada Raka hanya dari curhat an Alice. Ayu sangat tau cinta Alice pada Raka sangat tulus.

Natalie menghela nafasnya. “Mbak benar mbak Alice mencintai Tuan Raka, tapi bagaimana dengan mbak?Mbak juga mencintai Tuan Raka kan?Sama tulusnya seperti perasaan mbak Alice, perbedaannya adalah mbak istri sah Tuan Raka sementara mbak Alice hanya mantan pacar Tuan Raka. Mbak jangan lupa juga mbak baru saja di beri kepercayaan dari Tuhan untuk mengandung, calon anak mbak membutuhkan sosok ayahnya mbak!” Ucap Natalie penuh penekanan.

Ayu diam seakan sedang mencerna setiap kata per kata yang Natalie ucapkan.

“Bagaimana jika begini saja, mbak mencari tau perkembangan kondisi mbak Alice saat ini. Jika mbak Alice sudah sehat dan sekiranya bisa menerima keadaan, lebih baik mbak jujur tentang Tuan Raka.” Natalie memberi saran pada Ayu.

Ayu mengangguk, ia setuju dengan saran Natalie. Tapi bagaimana cara Ayu mengetahui perkembangan kondisi Ayu. Lalu Ayu pun mengingat seseorang yang bisa membantunya.

Ayu menghubungi nomor yang tertera di kartu nama Dylan, Ayu berfikir mungkin Dylan bisa membantunya.

***

Dylan sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan Ayu. ‘Ayu nama yang lembut.’ Kata Dylan di dalam mobilnya.

“Apa kau sudah mendapat CCTV yang aku minta?” Tanya Dylan pada asistennya.

“Sudah, Tuan.” Asistennya menyerahkan rekaman CCTV yang ada di ponselnya pada Dylan.

Dylan sengaja meminta rekaman CCTV dirumah sakit, ia tidak percaya Ayu sedang hamil. Ia ingin memastikan sendiri apa yang dilakukan Ayu dirumah sakit.

Dylan bisa melihat awal mula Ayu di poli umum lalu pindah ke poli kandungan. Saat Ayu sedang di poli kandungan Dylan mempause video itu.

“Jadi, dia benar-benar hamil.” Ucap Dylan kecewa.

“Masih ada kesempatan, Tuan.” Ucap asisten Dylan.

“Apa maksudmu?Bagaimana aku menggangu wanita yang sudah menikah bahkan sudah hamil?Aku tidak se kacau itu.” Ucap Dylan. Meskipun Dylan sudah menyukai Ayu sejak pertemuan pertama tapi Dylan tidak mau merusak kebahagiaan Ayu.

“Tapi jika pernikahan tidak membuatnya bahagia, Apa yang akan Tuan lakukan?” Lagi-lagi asistennya memprovokasi Dylan.

“Apa maksudmu, Frans?” Tanya Dylan tajam.

“Silahkan anda lihat videonya sampai selesai, Tuan.”

Tanpa menjawab Frans, Dylan melanjutkan menonton rekaman CCTV itu. Dylan bisa melihat Ayu yang mengendap endap mengintip Alice dan Raka, Ayu yang menangis seraya memegang dadanya dan Ayu yang diam-diam mengikuti Raka dan Alice.

“Frans tolong-.”

“Saya sudah memeriksa identitasnya Tuan, yang laki-laki adalah Presdir Pratama Group dan yang perempuan adalah mantan pacarnya.” Frans memotong ucapan Dylan karena tau Dylan pasti akan menyuruhnya menyelidiki latar belakang Raka dan Alice.

“Ceritakan dengan detail, Frans.”

Frans menceritakan semua hasil penyelidikannya tentang Raka, Alice dan Ayu.

“Waow hamil bayi kembar, aku tidak keberatan menjadi ayah sambung Frans. Bukankah menyenangkan mempunyai anak kembar.” Ucap Dylan bahagia.

Suara ponsel Frans menghentikan percakapan mereka. “Tuan, nona Ayu mengirim pesan.” Dylan lupa jika nomer yang tertera di kartu namanya adalah nomer bisnis yang di pegang Frans, bukan nomor pribadinya.

Dylan langsung membaca pesan dari Ayu. Ia tersenyum setelah membaca pesan itu. “Frans, berbuat licik untuk mendapatkan wanita yang dicintai apakah salah?”

“Tentu saja salah, Tuan. Tapi dalam posisi Tuan bisa di maklumi sedikit, karena wanita yang Tuan maksud belum tengu bahagia dengan kehidupannya sekarang.” Jawab Frans jujur.

“Kau benar Frans, kau tau kan Frans apa yang harus kau lakukan.”

“Akan saya persiapkan dengan baik, Tuan. Yang perlu tuan lakukan adalah berada disisi yang sedang rapuh.” Frans dan Dylan sedang merencanakan sesuatu. Entahlah apa yang mereka rencanakan.

.

.

.

Bersambung..

1
Nyagus Gunawan
cerita'y ga berbelit2...suka dgn semua karakter yg di dlm cerita'y ..aku dah baca sampe berulang2..ga bosen ..is the best pokok'y...novel terbaik yg pernah aku baca ...
Myo Swidqi
hooh jeng
fa _azzahra
good
Wahid Setiawan
menghibur 😊😊 the best
Khotinah Busro
aku suka karakter coeonya ga seperti novel lain👍👍good autor
✨viloki✨
Heleeh ga ada Alice krn keburu metong kali tu
✨viloki✨
Gini nih kl ada unfinished business di masa lalu, kasian si masa depan 😪
cinta pertama
Jordan pura-pura sok kuat
Aisyah Rizky
ayu hamil
Aisyah Rizky
hdr. masih nyimk
Ahnaf Fajry
karya yg cantik,udah 2x baca cerita ini
Ykhayza
good
Yunni Hary
lnjtanny lama thor smpe novel crtany jordan dan jessy uda and sy bacany jug🤣🤗🤭
charis@ŕŕa
kok lm bgt y up ny???
kmn thor??
ika
visual nya cantik"...
saya syuka... saya syuka...
He end
katanya "end" PD cover 🙄🤔🤔🤔
tp kok msh blum tuntas 😔😔😔😔😔
Riagibran
lanjut thor
Gisella Pratama
sampe pengen nagis thor
Gisella Pratama
bagus Thor q lanjut bacanya
Gisella Pratama
bab satu,ceritaya mearik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!