NovelToon NovelToon
I LOVE YOU ( Cintai Aku Tuan Muda )

I LOVE YOU ( Cintai Aku Tuan Muda )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:692k
Nilai: 4.9
Nama Author: taurus

"Tapi tahukah kau, bahwa semua itu adalah tipuan Georges semata. Pernikahan mu hanyalah panggung sandiwara agar dia bisa menikmati tubuhmu tanpa perlawanan." ucap Angela dengan nada menghina.

"Kau bukan wanita pertama baginya. Georges sudah banyak berhubungan dengan bayak wanita dan sebagaimana dia lari dariku, dia akan selalu kembali ke dalam pelukanku. Kau tahu kenapa? karena dia milikku."

"Pergi sebelum Georges mempermalukanmu dan hati mu semakin sakit."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menginap

"Mari kita lihat apa yang cantik untukmu manis." Ucap Dorothy.

"Iya." ucap Felicia lembut.

"Oh My God. Pantas saja pria kutub es itu leleh karenamu." ucap Dorothy memekik takjub. Setelah dilihat lebih dekat gadis itu tampak lebih cantik dengan karakter wajah yang tegas tapi juga lembut.

"Eh?" Felicia mengguman heran.

"Perkenalkan namaku Dorothy. Aku teman Georges sedari kecil." Dorothy mengulurkan tangannya penuh persahabatan.

"Felicia." Gadis cantik itu mengulurkan tanganya menyambut uluran tangan Dorothy.

"Aku tahu apa yang cocok untukmu juga dengan pesta kebun." ucap Dorothy dengan bersemangat.

Dia segera membawa sebuah gaun yang indah dan memaksa Felicia mencobanya. Kemudia dia memandang Felicia sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

"Perfect! Kau akan membuat Georges terpesona."

Felicia tersenyum dengan manis.

"Sekarang aku akan menyiapkan gaun tidur untukmu. Agar kau lebih menawan. Dan jangan salahkan aku bila keesokan harinya kau tidak bisa berjalan."

Kemudian dorothy beralih mengambil beberapa gaun tidur yang berwarna hitam, putih dan merah muda dan beberapa warna lainnya.

"Kenakan warna putih untuk malam pertamamu, kemudian warna lain bergantian setiap harinya." ujar Dorothy sambil memperlihatkan pakaian tidur itu.

"Tapi... tidak, aku tidak mau mengenakan itu." ujar Felicia dengan wajah merah padam. Bagaimana tidak gaun tidur itu seperti kelambu.

"Kenapa tidak ini akan membuat Georges senang."

"Tapi ini seperti kelambu." ujar nya polos.

"Hahahhahahaha. Kau memang cocok dengan Georges. Pria es dan putri salju." Dorothy tertawa geli.

"Percaya kata-kataku. Ini adalah pakaian yang biasa dipakai oleh pengantin baru. Dan kalau kau malu kau bisa mengenakan kimono sutera ini diluarnya." ucap Dorothy sambil menunjukan kimono sutera.

Felicia menyentuh kimono tersebut, sangat lembut sekali.

"Sekarang, lepas gaun mu, aku akan melihat ukuran bra mu."

"34." sahut Felicia cepat. Dia terlau malu untuk setengah telanjang dihadapan orang asing.

"34a, b,c atau d?" tanya Dorothy.

"Heh?" Felicia kebingungan. Ada sebegitu banyaknya ukuran untuk size 34. Dia bingung. Memang dia sangat memerlukan pakaian dalam karena semua yang dia pakai sebelumnya adalah milik nona Angel dan itu terlalu besar untuknya.

"Kemarilah." Felicia menghampiri Dorothy. Dorothy memutar kebelakang Felicia dan dengan sekali tarik. Gaun pengantin yang dicoba Felicia sudah terlepas dari tubuhnya.

Felicia memekik.

Dan kemudian dia menjerti ketika tangan Dorothy sudah hinggap di buah dadanya.

"Dengan begini aku bisa mengukur dengan pas. Hahahha tidak usah takut. Aku pencinta laki-laki terutama yang kaya dan berotot. Tapi kalau kau suka aku juga bisa memikirkannya." ujarnya usil yang hanya dibalas dengan pandangan tidak mengerti dari Felicia.

"Oke pakaian dalam 34c dan semua gaunmu ukura xs. Aku sudah catat semua."

Dorthy berbalik keluar dari kelambu, kemudian kembali dengan membawa sebuah gaun untuk Felicia.

"Pakai ini untuk kau pulang. Aku juga akan membawakanmu beberapa pakaian. Mataku sakit melihat gadis cantik dengan pakaian kebesaran." Dorothy memberinya sebuah gaun berwarna hijau muda.

Felicia menurut. Dia mengenakan pakaian tersebut kemudian keluar dan mendapati tua muda sedang bercakap-cakap dengan tuan muda Georges, sementara beberapa pelayan sibuk mengemasi pakaian kedalam tas belanja.

"Oke aku akan memoles dia dalam beberapa hari ini. Ingat kau berhutang budi padaku Georges." ujar Dorothy sambil mengerdipkan matanya jenaka.

"Terimakasih atas bantuanmu Dorothy." ucap tuan muda Georges tanpa memalingkan pandangannya dari Felicia.

Dorothy yang menyadari hal itu menggerutu.

"Gadis ini belum aku poles saja, kau sudah terpesona apalagi kalau aku poles bisa terpaku dirimu." gerutu Dorothy.

"Kami pamit dulu." Pamit tuan muda.

"Jangan lupa, siapkan makanan enak setiap harinya. Karena aku perlu tenaga extra untuk memolesnya."

"Tidak masalah kalau kau tidak takut gendut."

"Ah, kau membuyarkan anganku. Menyebalkan." Gerutu Dorothy.

Tuan muda Georges tersenyum kemudia dia menggandeng tangan Felicia. Mereka hendak keluar dari toko tersebut ketika disadarinya kalau cuaca ternyata mendung sekali.

"Ah, Georges ternyata alam menginginkan kalian tinggal denganku lebih lama." ucap Dorothy sambil tersenyum lebar.

Tuan muda Georges memandang Felicia seakan meminta persetujuan. Sebelum Felicia mengucapkam sepatah kata, kilat menyambar diiringi suara guntur dan hujan yang deras.

"Baiklah. Tapi ingat jangan mengajarkan yang aneh-aneh pada Felicia." ujar tuan muda dengan menekan setiap kata-katanya.

"Ah, kau pikir akan aku apakan dia." Dorothy mencibir.

"Ayo cantik." Dorothy menggandeng tangan Felicia masuk kedalam butik kemudian naik kelantai atas. Di lantai atas adalah kediaman Dorothy sementara pegawainya dua orang wanita tinggal di lantai bawah dan yang seorang lagi pulang setiap harinya.

Felicia memandang rumah Dorothy dengan kekaguman. Kertas dinding yang melapisi tembok rumah itu begitu indah. Setiap ruangan memberikan sentuhan yang berbeda meskipun semuanya didasari keeleganan.

Felicia memandang foto yang digantung di dinding, tampak foto Dorothy dan suami serta seorang anaknya. Mereka tampak tersenyum bahagia.

"Dimana suami dan anakmu?" tanya Felicia.

"Ah dia. Sudah hilang." Sahut Dorothy dengan santai.

"Hilang?" tanya Felicia dengan heran. Kenapa dia tampak begitu tenang dan tidak sedih? Pikir Felicia tak mengerti.

"Dia sudah kabur dengan wanita lain. Aku tidak menurunkan foto itu untuk menghormati anakku." ucap Dorothy tanpa perasaan.

"Kau..." Felicia bingung melanjutkan kalimatnya.

"Masa sedihku sudah lama hilang, girl. Sekarang aku hidup untuk diriku dan anakku." ucap Dorothy dengan getir.

"Anda wanita yang hebat nona Dorothy." Sahut Felicia tulus.

"Tidak sehebat dirimu sayang. Kau luar biasa sudah bisa mengalahkan lautan dan bertahan hidup." Dorothy mendekatkan wajahnya kepada Felicia.

"Dan yang lebih hebat kau bisa menaklukan Georges." Bisik Dorothy seakan takut Georges mendengar dan besar kepala.

Pipi Felicia bersemu.

"Georges, ayo kita makan." ajak Dorothy ketika seorang pegawainya membawakan makanan yang sudah dipesan lewat layanan antar.

"Ini untukmu." Dorothy memberikan sekotak nasi putih kepada Felicia dan Georges kemudian mulai membuka kotak-kotak lainya yang berisi lauk.

"Kau masih belum bisa memasak?" tanya Georges dengan nada menyindir.

"Aku hanya memasak untuk pria yang mencintaiku. Kecuali kau... mau mencintaiku?" Dorothy mengerlingkan matanya. Felicia yang melihat hal itu mulai jengah.

"Jangan pikirkan dia. Dia selalu begitu oada setiap orang." tuan muda mencoba menjelaskan pada Felicia mengenai tindakaj Dorothy.

"Hanya pada pria tampan. Catat itu." Gurau Dorothy sambil tertawa renyah.

Felicia hanya tersenyum kecil mendengarkan lelucon Dorothy.

"Kemarilah." ajaknya pada Felicia.

"Georges kau bisa merawat dirimu sendiri kan?" pertanyaan yang tidak ingin mendengarkan jawaban. Hanya basa-basi, karena seiring dengan ucapannya, Dorothy sudah menggandeng Felicia masuk ke dalam kamar.

"Jangan mengajarkan yang tidak-tidak." seru tuan muda sebelum pintu kamar tertutup sempurna.

Kemudian Georges masuk kedalam kamar lainnya dan bersiap untuk mandi.

Di kamar Dorothy mempersilahkan Felicia untuk mandi air hangat terlebih dahulu.

Sementara dia sedang sibuk berkutat dengan dvd dan televisi di kamarnya.

Lima belas menit kemudian Felicia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.

"Kemarilah, lihat ini." panggilnya pada Felicia sambil menunjukan dvd yang dia putar di televisi.

Mata Felicia terbelalak. Dia tidak percaya dengan penglihatannya. Seumur hidup dia baru tahu ada film jenis seperti itu.

"aku tidak mau melihatnya." ucap Felicia dengan jengah.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
like dlu
Dede Suryani
bingung bca nya,,,jadinya
Beauty JK
😍
Febri Ana
lanjuuttt
Febri Ana
aku mampir thor
Ellya Salam
lanjut terus ceritanya thoorr semangat
Sinaga wulan
😀😀😀😀😀 kasihan kau beruang es kena prank
Nani Desmiwati
Keren
cerita cinta
berasa lg baca cerita titanic cm bedanya ini sendiri c'jack nya kmn thor... 😂
TongTji Tea
settingnya aku membayangkan di Eropa abad pertengahan ,dengan Gaun2 yang cantik mengembang ,karena ceritanya,latar dan juga nama2 tokohnya .
Tapi langsung ambyar ketika relate sama makanan Thor .ini Eropa apa asia?😁
Puji Astuti
nama tokoh2nya nama asing tapi pesen makannya rawon sama tempe
Rina Asih
betuuul.kalau g kelar aku putus bc ny
Rina Asih
satukan mereka Thor.....
Rina Asih
jangan biarkan Felicia di sakitin lg Thor buat Felicia hidupny bahagia
Rina Asih
mantaaaap
Rina Asih
itu mm ny bule Jawa🤣🤣🤣🤣
🌹glory🌹
hadir thor
Windy Artika
ikutan mampir
Else Widiawati
yesss thor
Else Widiawati
Georges cerdas banget psng kamera lain, knp dr kemaren ga sadar , cpt clear kesalah pahaman inilah thor, kasian anna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!