NovelToon NovelToon
My Naughty Brother

My Naughty Brother

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Vlavia Carallo, gadis cantik berdarah indonesia jerman ini harus mengalami kenyataan pahit.

Bahwa dirinya hidup tanpa adanya seorang Ayah, tapi dia juga sangat bersyukur mempunyai seorang Ibu yang begitu sangat menyayanginya.

Ibu Vlavia adalah single Mother, tapi sungguh Vlavia tidak pernah kekurangan kasih sayang sedikitpun dari Ibunya.

Kehidupannya berubah sejak Ibunya menikah lagi, Bukan karena sikap Ibu dan Ayah tirinya, Melainkan karena dia bertemu dengan Lelaki tampan yang memiliki sikap datar, dan dingin.

Siapa lagi kalau bukan sang Kakak tirinya yang mampu membuat jantungnya berdebar.

Bagaimana kisah cinta Vlavia yang menyukai Kakak tirinya..???


Ikuti ceritanya Gaes.. 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejadian Tadi Pagi

Dari kaca mobil. Vlavia menatap jalanan yang begitu padat di penuhi dengan kendaraan. Pagi seperti ini memang sudah biasa jika di jalanan kota akan selalu ramai dengan kendaraan berlalu lalang.

Vlavia menghela nafasnya, kejadian tadi pagi masih terus berputar di otaknya, di mana Visko kembali mencium bibirnya, walau hanya sekilas tapi Valvia begitu menikmati, dan sekarang Vlavia malah terus terbayang dengan kejadian tadi pagi itu.

Otaknya seakan menahan Vlavia untuk terus mengingat ciuman singkat itu, Vlavia meremas rok yang di pakainya saat ini, dia menggeleng agar tidak lagi memikirkan hal yang sebenarnya sangat memalukan itu, jelas karena harga dirinya seperti di rendahkan oleh Visko yang harusnya bisa menjaga dia sebagai seorang saudara.

Ting

Bunyi pesan singkat dari Visko

Lupakan soal tadi pagi

Seperti itu isi pesan singkat yang Visko kirimkan, seakan tau jika bayangan ciuman mereka tadi pagi kini sedang berputar-putar di otak Vlavia, Visko hebat bisa menebak itu, tapi jelas Visko yakin jika Vlavia saat ini memang sedang membayangkan kejadian tadi pagi, pasalnya ketika Visko melepaskan ciumannya, Vlavia tidaklah marah padanya, tapi wajah cantiknya langsung berubah merah.

Visko yakin jika Vlavia menginginkan itu, meski dia malu untuk mengatakannya, terlebih ini pengalaman pertama untuknya.

" Non Vi teh kenapa?." Tanya Mang Dani melihat wajah Vlavia yang tiba-tiba merah menahan malu, tentu saja setelah membaca pesan singkat di ponselnya.

" Eh... Tidak apa Mang." Jawab Vlavia sedikit gugup karena terkejut.

" Gimana Non malam pertama tidur di apartemen Den Visko?." Tanya Mang Dani kepada Vlavia.

" Aduh maaf atuh Non, maksud Mamang teh tinggal di apartemen Den Visko." Jelas Mang Dani lagi sembari terkekeh, tapi juga meralat ucapannya barusan, takut jika Nona mudanya berfikiran yang lain.

" Biasa aja Mang, aku bisa tidur dengan nyenyak tadi malam." Jelas Vlavia sembari tersenyum mengingat kejadian konyol tadi malam.

" Syukurlah kalau begitu, Mamang teh ikut seneng kalau Non Vi betah di sana." Jelas Mang Dani membuat Vlavia mengangguk.

Vlavia tidaklah tau akan merasa betah atau tidak tinggal di apartemen Visko. Karena baru semalam jadi dia masih belum tau pasti, meskipun sebenarnya dia sendiri sudah merasa biasa dengan sikap Visko yang selalu memperlakukannya seperti bukan saudara.

Anehnya Vlavia sekarang tidaklah marah, dia malah menikmati semua yang Visko lakukan kepadanya, sejak dia tau Visko yang menyelamatkannya tadi malam di pesta Marisa. Vlavia merasa beda pada Visko.

Dan semua terbukti dengan kejadian tadi pagi ketika Visko menciumnya, Vlavia justru begitu menikmatinya.

Sampailah kini Vlavia di depan gerbang kampusnya. Setelah pamit kepada Mang Dani, Vlavia segera berjalan masuk ke dalam. Tapi baru berapa langkah tangannya di cekal oleh seseorang, lalu menariknya ke taman depan kampus.

Orang itu langsung memeluk Vlavia dengan erat, awalnya sempat membuat Vlavia bingung, tapi dia yakin jika cowok yang sedang memeluknya saat ini ialah ada hubungannya dengan tadi malam di pesta Marisa.

" Maafin Gue nggak bisa jagain Lo." Ucap Kristan melepas pelukannya sembari menatap Vlavia dengan serius.

Vlavia menggeleng, dia bingung harus menjawab apa, karena ini juga bukan salah Kristan sepenuhnya, Marisa saja memang yang sudah merencanakan ini semua, beruntung ada pahlawan yang datang menyelamatkannya.

" Gue akan beri Marisa pelajaran." Sambung Kristan mencoba meyakiknkan Vlavia.

" Tidak Kak Kristan, Kakak tidak perlu melakukan itu, aku baik-baik saja, Kakak bisa lihat sendiri kan?." Jelas Vlavia mencegau agar Kristan tidak melakukan hal di luar batas.

Sekali lagi Kristan memeluk Vlavia dengan sangat erat, tidak perduli dengan beberapa mahasiswa yang lewat dan melihat mereka. Karena di kampus itu memang sudah menjadi hal yang wajar dan biasa. Tapi tidak untuk Vlavia, dia langsung melepaskan pelukan Kristan, Vlavia merasa malu dan tidak seharusnya hal seperti itu di lakukan di tempat umum. Meski hanya sebuah pelukan tapi tetap saja Vlavia tidaklah merasa enak, atau mungkin karena yang memeluknya Kristan, bukanlah Visko yang membuatnya berbeda meski sudah beberapa kali mencuri ciumannya.

Sedangkan di tempat lain, kini Visko sedang duduk di kelasnya dengan kedua sahabatnya. Beberapa kali Visko di borong pertanyaan oleh kedua sahabatnya karena meninggalkan mereka dan pergi begitu saja dari pesta Marisa.

" Lo kemana tadi malam hah?." Tanya Dendry sedikit kesal.

Pasalnya dari tadi Visko tidaklah menjawab, dia malah tersenyum mengingat kejadian Vlavia yang mengira jika dirinya sudah mengambil kesuciannya.

Harusnya Visko berkata iya saja untuk mengerjainya, mungkin akan lebih seru melihat Vlavia yang panik dan akan semakin patuh dengannya.

" Lo di cari Marisa Man." Sambung Harry menjelaskan.

Mendengar nama Marisa membuat rahang Visko terangkat, Visko kesal dengan Marisa yang berusaha mengerjai Vlavia, beruntung dia datang di waktu yang tepat.

" Dimana si wanita nud* itu?." Tanya Visko membuat Dendry dan Harry tertawa.

" Wah... Udah nggak sabaran Lo mau langsung tancap tongkat." Ledek Harry sembari terkekeh.

" Diam Lo." Kesal Visko tapi Harry semakin tertawa, begitu juga dengan Dendry.

Visko semakin malas saja dengan kedua sahabatnya, sudah jelas Visko sangatlah muak dengan Marisa, kalau bukan karena kedua sahabatnya yang meminta bantuannya agar Marisa mau mengenalkan wanita-wanita cantik dengan Dendry dan Harry, Visko tidaklah mau berhadapan ataupun berurusan dengan Marisa.

Visko berniat sendiri untuk menemui Marisa, dia yakin Marisa sedang berada di tempat tongkrongannya dengan teman-teman gengnya.

Benar saja Marisa sedang bersama teman-temannya. Melihat kedatangan Visko membuat teman-teman Marisa pergi agar Marisa bisa berbicara berdua dengan Visko. Mereka cukup tau keinginan Marsia.

Maris tersenyum begitu cantik ke arah Visko, tapi sayang senyuman cantik itu sangatlah bertolak belakang dengan hati Marisa.

Marisa menghampiri Visko yang masih berdiri di tempatnya. Sebisa mungkin Visko menahan amarahnya untuk tidak bertindak kasar dengan Marisa, meskipun brengsek Visko bukanlah lelaki yang bermain kasar dengan wanita.

" Sayang aku menunggumu dari semalam." Ucap Marisa begitu lembut. Jika bukan Visko lelaki di depannya, mungkin sudah tergoda dengan paras dan rayuan Marisa.

" Kamu ingin sekarang sayang?." Tanya Marisa semakin mendekat ke arah Visko.

Marisa mengalungkan tangannya di leher Visko, dia juga berusaha untuk mencium bibir Visko, tapi dengan segera Visko menoleh ke arah lain, dan hal itu jelas jika Visko menolak meski tanpa berucap.

Marisa menghela nafasnya, dia harus lebih bersabar menghadapi sikap Visko yang masih sekerasa batu untuk dirinya.

" Kenapa pergi tadi malam?." Tanya Marisa langsung.

Visko mengepalkan tangannya, sebisa mungkin dia harus menahan amarahnya.

" Apa yang Lo rencanain untuk Vi?." Tanya Visko membuat Marisa tersenyum kecut.

" Jadi kamu sudah tau nama gadis kampungan itu? Dia tidaklah pantas untuk kamu ketahui meski hanya namanya saja Visko!." Kesal Marisa tidak terima karena Visko membela Vlavia.

" Gue tidak sengaja nemuin dia di kamar mandi." Jelas Visko membuat Marisa terkejut. Meski Visko dan Vlavia hilang bersamaan di pestanya tadi malam. Tapi Marisa tidaklah yakin jika Visko yang membawa pergi Vlavia, mengingat Vlavia gadis yang sangat jauh dari tipe Visko.

Terlebih memangnya siapa Vlavia itu?

" Berhenti buat ngerjain orang lain Marisa!." Ucap Visko menekan setiap kata-katanya.

" Gue mau berhenti kalau Lo mau jadi cowok Gue." Jawab Marisa membuat Visko menghela nafasnya.

Gadis ini memang sudah gila, pikir Visko.

Visko mencium dan ******* bibir Marisa dengan ganas, meski tidak ada dorongan dari dalam dirinya, tapi Visko tetap berusaha untuk membuat Marisa puas dengan apa yang di inginkan.

Sedangkan Marisa begitu menikmati sentuhan bibir Visko, ini yang dia mau, bahkan bukan hanya sekedar ciuman dan ******* saja, tetapi Marisa menginginkan lebih, bisa bersama dengan Visko di satu ranjang dan menikmati malam panjang dengan Visko.

1
Lestary Tri
kak. aku baca novel ini lagi , bagus banget critanya kak. sayang sekali kalau gantung
$4D ALONE "-"
aduh gw udah serius lagii
Anonim
gy
Syamsul Sutta
kpn nih up nya thor semangat trus ya
Syamsul Sutta
semangat trus ya thor dlm berkarya
Nana Colen
lanjut thooooor
Neng Siti
Luar biasa
Nona Aan Chayank
Cerita nya bagus bngt,,,
tapi kenapa Hiatus ya Thor ?
Ega Egi
masa iya mau-maunya j srh tunggu di kamar mandi,baru di tinggal ngobrol santai lg..
Sri Endah B. A
keren thor
Neneng Dwi Nurhayati
kapan kak up lagi cerita novel ini?
ZahraMarzia
mampir kak 🙏🥰
Sefty Widya JA
hallo kg aq pmbaca setiaNy critamu..kpn d.lanjutin.pdahal bagus bgttt!!!
Kevin Alvino
kenapa ini gak di lnjutin ka
Riska
cerita kk Riri bgus bngt.lanjut dong kk.
Bzaa
aihhhh visko cobalah lebih melembut SM mom Serena
Bzaa
jgn2 Tristan 😉
Bzaa
semangat via...💪
Bzaa
gak sabar pen tau responnya vi
Bzaa
semangat otor 💪😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!