Viona tidak pernah ingin jika pernikahannya hancur. Walaupun dia menikah bukan karena cinta, tetapi Viona sudah berjanji pada diri sendiri untuk menikah hanya sekali seumur hidup. Tentu banyak perjuangan, cobaan, dan air mata yang harus Viona hadapi.
Meluluhkan hati suaminya begitu sulit, bahkan setelah berjuang pun, perjuangannya itu masih tidak di hargai. Rey sang suami, masih menganggap Viona wanita perusak hubungannya dengan Laura. Karena pernikahan mereka membuat Rey tak bisa menikah dengan Laura yang sudah lama menjadi kekasihnya.
Akankah Viona bertahan disisi suaminya dan mempertahankan rumah tangganya? Atau memilih pergi untuk meraih kebahagiaannya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.31
Pagi sekali Rey sudah berdandan rapi. Bau parfumnya begitu terasa di indra penciumannya. Rey berniat untuk mengunjungi Viona. Sengaja dia pergi pagi sekali karena ingin mengajak Viona jalan. Sekarang Rey mempunyai niat untuk kembali rujuk bersama Viona. Tentu butuh usaha dan perjuangan untuk meluluhkan hati Viona yang pernah dia lukai.
Rey menuruni satu persatu anak tangga. Dia berpapasan dengan salah satu pembantunya. Ucapan sang pembantu membuat Rey menghentikan langkahnya.
''Maaf, Tuan. Sarapan sudah siap. Apa Tuan akan sarapan sekarang?''
''Sarapannya di makan Bibi sama pembantu lain saja. Saya mau sarapan di luar,'' ucap Rey.
''Baik, Tuan,'' jawabnya.
Rey melanjutkan langkahnya keluar rumah. Dia akan pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri. Sudah tidak sabar untuk mengajak Viona pergi. Rey berharap semoga saja Viona dan keluarganya tidak mengusirnya seperti sebelumnya.
Rey baru sampai di halaman rumah Bu Maya. Dia memarkirkan mobilnya disana lalu keluar mendekati rumah mewah yang berada di depannya. Rey mengetuk pintu itu beberapa kali. Tak lama, Bi Marni membukakan pintu itu.
''Tuan Rey, ada apa datang kemari?'' tanya Bi Marni.
''Saya ingin bertemu dengan Viona,'' kata Rey.
''Maaf, tapi Nyonya sudah berpesan agar tidak mengizinkan Tuan Rey masuk rumah ini.'' Bi Marni hendak menutup kembali pintu rumah itu. Tetapi Rey menahan pintu dengan satu tangannya.
Rey menerobos masuk begitu saja tanpa izin dari Tuan rumah. Bi Marni mengejar Rey dengan tergopoh-gopoh. Karena langkah kaki Rey yang begitu cepat.
''Tuan, jangan masuk! Nanti saya di marahi Nyonya,'' ucap Bi Marni.
''Bibi tenang saja, tidak mungkin di marahi sama Bu Maya,'' ucap Rey santai.
Bu Maya, Alan, dan Viona yang sedang sarapan mendengar suara Rey dari depan. Bu Maya langsung saja pergi untuk mengeceknya. Begitu pun dengan Alan dan Viona. Bu Maya menatap tajam Rey yang sudah lancang memasuki rumahnya tanpa izin.
''Ngapain kamu masih berani datang ke rumah saya?'' tanya Bu Maya.
''Maaf, tapi saya ingin mengajak Viona pergi,'' ucap Rey.
''Tidak bisa! Saya tidak ingin terjadi sesuatu dengan Viona jika pergi denganmu,'' ucap Bu Maya.
''Saya janji tidak akan membuatnya terluka. Tolong izinkan saya mengajak Viona dan anak saya jalan-jalan.'' Rey terus memohon agar Bu Maya memberikan izin.
''Rey, sebaiknya kamu pulang saja. Benar apa kata mamah. Lagian kalian bukan suami istri lagi, jadi jangan pergi berduaan,'' sahut Alan.
''Tidak berdua, tapi bertiga dengan anak yang ada di kandungan Viona,'' ucap Rey.
Di tengah obrolan mereka, tiba-tiba perut Rey berbunyi menandakan lapar.
''Mah, Kak, sebaiknya kita ajak Mas Rey makan sama-sama. Kasihan sepertinya dia belum makan,'' ucap Viona.
''Biarkan saja dia kelaparan,'' ucap Bu Maya.
''Mah, kasihan kalau Mas Rey kelaparan. Biar bagaimana pun dia ayah dari anakku." Entah kenapa Viona merasa tak tega kepada Rey.
Alan menatap Rey dan Viona secara bergantian. Sebagai seorang lelaki, dia bisa tahu jika Rey menatap Viona penuh cinta. Begitu pun Viona yang sepertinya masih berharap bisa bersama dengan Rey.
"Mah, biarkan saja Rey ikut sarapan bareng kita," ucap Alan.
Viona terlihat bahagia karena Alan memberikan Izin. Begitu pun Rey yang sedikit memperlihatkan senyumannya. Bu Maya pun membiarkan Rey ikut sarapan bersama mereka.
Rey menatap Viona yang terlihat sangat lahap saat makan. Padahal tadi Viona tak selahap itu. Alan dan Bu Maya pun saling tatap karena merasa heran.
"Vio, tadi katanya kamu mau makan sedikit saja karena tidak berselera. Tapi kenapa sekarang lahap sekali?" tanya Bu Maya sambil menatap Viona.
"Mungkin karena di temani sama Mas Rey," ucap Viona.
Bu Maya tersedak mendengar perkataan Viona. Alan yang duduk di sampingnya memberikan minum untuk ibunya. Arah pandang Viona pun teralihkan menatap ibunya. Sedangkan Rey terlihat bahagia sekali. Tidak menyangka jika Viona akan berkata seperti itu.
"Tidak apa-apa jika aku terus menemani kamu makan, Vio. Asal itu membuatmu makan lebih lahap. Jadi kamu dan anak kita akan selalu sehat," ucap Rey.
"Jangan percaya diri dulu kamu! Viona berbicara seperti itu mungkin saja karena bawaan bayinya," ucap Bu Maya.
"Mah, jangan memojokkan Rey terus. Setelah Alan perhatikan, sepertinya mereka berdua itu masih saling cinta. Lebih baik kita kasih kesempatan kepada Rey untuk memperbaiki diri menjadi suami yang baik untuk Viona," ujar Alan memberikan saran.
Bu Maya menatap Alan tajam. "Kenapa kamu jadi membela mereka?"
Alan tersenyum kepada ibunya. "Karena Alan mementingkan kebahagiaan Viona. Kasihan juga jika dia membesarkan anaknya tanpa di dampingi seorang ayah."
"Nanti kita bisa carikan suami baru untuknya," ucap Bu Maya.
"Tidak semudah itu, Mah. Belum tentu lelaki itu mau menerima anak Vio. Kalau maunya sama Vio doang tapi anak tidak, tentu Vio tidak mau. Lebih baik mamah tidak perlu mencarikan suami baru untuk Vio," sahut Viona.
"Betul Tante. Dari pada cari suami buat Vio, mending Tante cari suami untuk Tante sendiri," kata Rey.
"Diam kamu!" ucap Bu Maya.
Rey dan Viona terus membujuk Bu Maya. Akhirnya dengan berat hati Bu Maya memberikan kesempatan kepada Rey. Namun, jika Rey menyia-nyiakan kesempatan ini, tidak ada kata maaf untuknya. Dan Bu Maya sendiri yang akan menjauhkannya dari Viona.
....
....
teruskan usaha kak thor dalam penulisan nya..
moga sukses selalu 😘😘
makasih kak thor buat cerita nya..😘